#19 Keputusan Tepat

Postingan hari ini menjawab tantangannya Jeung Erma tetangga saya yang bunyinya:

“postingan yang paling lama maju mundur pikir-pikir mau diposting apa enggak, mungkin karena terlalu kontroversial, atau mungkin karena terlalu pribadi, trus jadi jawabannya ada dua: yang akhirnya diputuskan jadi diposting dan yang akhirnya gak jadi diposting”

Tantangannya sekalian bisa diikutkan giveawaynya Om NH tentang tulisan di 2014 yang paling berkesan di blog ini. Dengan amat sangat yakin gw pilih postingan yang dipublish tanggal 26 Februari 2014 berjudul I’m Not A Victim

Kenapa gw pilih postingan ini untuk menjawab tantangan dan juga diikutkan dalam giveawaynya Om NH? karena untuk nulisnya ini lumayan lama maju mundur sekitar semingguan. Galau karena pengennya apapun yang dipublish berisi kejujuran. Jadi kalo udah dipublish ternyata gwnya masih galau sama aja bohong dong.

Karena itu gw meyakinkan diri sendiri dulu untuk menghilangkan rasa menjadi korban dan berani memikul tanggung jawab sepenuhnya atas apa yang terjadi baru kemudian terbitlah tulisan itu.

Kenapa sampai tulisan itu terbit? karena waktu itu gw bener-bener ngerasa menjadi korban keadaan dan menyalahkan hal-hal yang sebenernya di luar kendali gw, sebagian kecil ceritanya pernah diposting di cerita tentang geng Nakal Boleh Goblok Jangan. Dari setelah gw memutuskan kalo postingan itu bisa terbit, Alhamdulillaah semuanya berjalan lancar sesuai rencana.

Kelemahan dari tulisan itu pastinya terkesan terlalu singkat karena gak ada pengantar apapun tiba-tiba gw ngomong soal gak mau jadi korban. Korban apa sih? Pasti yang baca bakalan bertanya-tanya gitu karena pas gw baca lagi emang ujug-ujug aja gw cerita kalo gak mau jadi korban. Eh tiba-tiba aja langsung ke kesimpulan. Karena situasi yang mendasari terbitnya postingan itu berhubungan ama kantor, ya gw pastinya gak akan disclose apapun terkait apa yang mendasarinya sih.

Tapiiiiiii… buat gw postingan itu kuat banget karena setelah gw memutuskan postingan itu terbit, insyaAllah sampai sekarang gw selalu merasa diingatkan kalo gw bukan korban. Tanggung jawab penuh ada di diri gw sendiri. Mau memutuskan bahagia ato sakit hati, ga usah lagi menyalahkan orang lain, lihat apa yang bisa gw lakukan dulu untuk membalik keadaan. Jangan melulu menyalahkan orang lain dan bersikap sebagai korban. Begitulah.

Pertanyaan selanjutnya dari Mba Erma (sebagai bagian dari tantangannya ke gw) adalah postingan apa yang akhirnya batal gw bikin setelah lama ngendon di draft. Well, judulnya adalah Hidup dari Mata Seorang Buruh. Awalnya gw niat bikin itu postingan karena gw ngerasa tahu hidup buruh setelah dua tahun berturut-turut menyaksikan May Day dari lantai 23 sebuah gedung di Jl. MH Thamrin. Kenapa gw ngerasa tahu? Karena adeknya Ibuk adalah seorang buruh dan kurang lebih gw tahu bagaimana beliau menjalani hidup.

Tapi kemudian gw sadar. Gw gak tahu apapun tentang hidup dari mata buruh karena gw jelas-jelas ga menjalani kehidupan itu. Kalo sampe gw bikin, gw akan bikin postingan penuh kebohongan dan penuh opini.

Semoga menjawab ya Jeung. 😀 *hari ini juga gak promo deh, ga enak promo GA blog sendiri di postingan yang diikutin ke GA nya Om NH. 😀

“Postingan ini diikut sertakan dalam lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blog The Ordinary Trainer”

Advertisements

38 Comments

  1. bemzkyyeye
  2. bintangtimur
      • Erma

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: