#20 Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh

Raline as Rana; Image taken from www.kapanlagi.com

 

Tantangan hari ke 20 ini dari Mba (A)Yui Mulyaheart. Beliaunya ini jeli sekali menangkap peluang *halah. Gwnya seneng ama Dee Lestari dan seri Supernova dan pas banget film dari buku pertamanya diluncurkan bulan Desember ini. Tantangannya kayak gini:

“kan bln des ini film supernova mau rilis, nah coba mas dani bikin review nya kayanya bakal naikin traffic tuh”

Perlu dicatat kalo gw berangkat nonton film ini dengan ekspektasi SANGAT TINGGI. Highest as possible.

Karena perbandingan tingkat kepuasan yang gw dapatkan waktu baca bukunya kurang lebih sama dengan yang gw dapatkan waktu nonton film Matrix atau baca buku Sophie’s World dan gw mengharapkan filmnya bakalan at least mendekati reputasi yang dibangun oleh bukunya. Kebayang kan?

The Bad

Mulai dari akting para pemerannya dan jalinan cerita yang dibangun aja ya. Karena film ini fokus utamanya adalah hubungan antara Rana dan Ferre yang diujung ketemu dengan Diva dimana awalnya jalinan cerita ini adalah cerita karangan Ruben Onsu dan Dimas tapi ternyata Ruben dan Dimas adalah tak lebih bagian dari cerita, Ohwell spoiler juga gapapalah ya? Kan dah pada baca bukunya to? jadi gw omongin soal Ruben dan Dimas dulu aja ya.

Dimas kalo mejurut gw di sini terlalu kaku untuk bisa menunjukkan kalo dia gay. Kayak ga ada upaya meyakinkan penonton seperti yang dilakukan oleh si Ruben. Chemistry mereka berdua sebagai pencipta semesta cerita berasa kurang solid. Dialog-dialog intelektual penyebutan badai serotonin dan turbulensi berasa kayak kalo gw ngebahas mekanika kuantum. Ihikk!

Bahkan ketika Ferre sang ksatria akhirnya bertemu Rana si Putri, kejutan-kejutan nakal dan spontan yang harusnya dibangun dalam dialog pertemuan mereka gak terlalu kerasa. Mungkin ini karena dialog di film ini memang diniatkan untuk memakai bahasa baku yang menurut gw sih gak dipakai dalam kehidupan nyata ya. Dialog antar pemainnya gak kerasa lugas.

Biggest weakness in this movie for me is the shooting star. Diva the Supernova. Gak ada yang meragukan kecantikannya yang bisa menyihir mata para lelaki tapi sayang, peran pentingnya sebagai bagian penting pengubah persepsi penonton dimainkan dengan sangat kaku. Bahkan dialog terkahir penuh pemikiran filosofis dengan Ferre pun terasa dipaksakan, monoton dan terlalu banyak diulang.

The Good

Okelah soal yang kurang-kurangnya menurut gw itu tadi. Kalo bagusnya film ini apa? Buanyaaakkk.

Mulai dari Rana. Udah tahu kan siapa pemerannya? CANTIK BANGEEETTT! Hahahahaha. Troubled housewife menurut gw bisa dimainkan dengan sangat baik. Puteri yang terperangkap di sangkar emasnya. Bukan tanpa cela sih, tapi yasudahlahya. Apalagi ditambah kehadiran Fedi Nuril jadi suami yang sempurna dengan semua kekurangannya loh?!

Gw suka banget saat-saat mereka di meja makan dan film hanya difokuskan di ekspresi-ekspresi kecil muka mereka. Lumayan dapat dipercaya lah akting sebagai Rana dan Arminnya.

Landscape shot pemandangan yang dipakai untuk menggambarkan background berlangsungnya cerita di film ini menghibur banget. Pemandangan-pemandangan indah di beberapa belahan dunia kayak ngajakin gw buat liburan. Termasuk gambar-gambar kehidupan metropolitan Jakartanya. Ngingetin kalo ini sudah akhir tahun. Hahaha.

Selain itu animasi-animasi yang bertebaran di sepanjang film bagus banget kualitasnya kalo menurut gw. Menunjang jalan ceritanya film. Apalagi waktu bagian Ferre ceritain tentang Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Keren deh.

Apalagi ya? Musik! Ohiye. Musik-musik bikinan Nidji terdengar pas banget. Meskipun bukan penggemar setianya ini group band tapi lagu-lagu di film ini enjoyable banget.

My Verdict

Kalo penilaian secara keseluruhan sih gw kasih 3 dari 5. Film ini kalo menurut gw dibuat dengan terlalu berupaya keras setia dengan bukunya padahalan buku dan film kan punya nafas sendiri-sendiri ya. Tapi harus gw akui kalo pesona Rana lumayan lah buat dinikmati.

Gw sih ngarep kalo seri-seri selanjutnya bisa lebih nyante bikinnya dan lebih bebas berekspresi. Semoga fenomena film Supernova ini sama kayak Harry Potter dan Hunger Games yang gak terlalu bagus di film-film awal tapi kemudian jadi keren banget di film selanjutnya.

Makasih ya Mba Yui sumbangan idenya, masih ada yang mau sumbangin ide? Masih bisa loh kasih komen ke postingan Tantangan Menulis 31 hari dan Giveaway blog ini. Silahkan loh silahkaaan. Hihihi. Pas awal tahun bahkan sampe ada yang nantangin gw nyanyi dan beneran gw posting suara gw lagi nyanyi. Hihihi.

Advertisements

81 Comments

  1. -n-
      • -n-
  2. bemzkyyeye
  3. arip
      • arip
  4. adejhr
  5. Swastika Nohara
  6. JKT Brad
  7. t3ph
  8. Dwi Puspita
  9. ongakudewi
  10. Awan
  11. Anisa
  12. Januari 3, 2015

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
Translate ยป
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: