Mencintai Seumur Hidupmu

I love you for my whole life. Sounds romantic? It does for teenagers with their first crush, but not really. Not for a young family with a single breadwinner. Nothing romantic about it. Seriously. 

Wedding Proposal Marriage

Wedding Proposal Marriage with “I will love you for my wholelife promise”

Ini gue bakalan ngomong tentang asuransi term-life yes. Jadi siap-siap ya. 😀

Gue ngebayangin aja kalo misalkan kalimat di atas diucapkan cowok pas pacaran ke ceweknya (yang masih lugu). Si cewek bakalan klepek-kelepek kan yes.

Tapi kalo ceweknya berpikiran ke depan dan penuh perencanaan apalagi perencanaan keuangan #eaaaa, di bayangan gue si cewek bakalan langsung nanya gini:

“Makasih sayang, I really do appreciate it. Tapi kok agak egois ya sayangnya kamu sama aku. Cuma seumur hidup kamu kan ya? Lha kalo akunya lebih panjang umur dari pada kamu gimana? Nah aku disuruh ngurusin hidup sendiri dong? Trus kalo akunya yang gak panjang umur yakin nih masih bakalan terus sayang sama aku? Gak nyari yang lain? Kan katanya sayang sama aku seumur hidup kamu…”

Dan kemudian si cowok melongo goblok gak kepikiran sampe sejauh itu. Hayoloh! Kepikiran gak? Hahaha

Apa Hubungan Asuransi Term Life dengan Mencintai Seumur Hidup?

Beli Perlindungan Dulu Sebelum Mulai Investasi

Asuransi Term Life untuk Perlindungan Keluarga

Asuransi Term Life untuk Perlindungan Keluarga

Bulan Mei 2012 pernah gue posting tentang Mencintaimu Seumur Hidupmu yang nyeritain tentang salah satu sesi kelas Certified Financial Planner yang gue ikutin. Waktu itu emang jadwalnya lagi ngebahas tentang asuransi. Salah satu topik paling menarik di seluruh kelas CFP.

Meskipun postingan ini bakalan ngebahas tentang asuransi, tapi gue bukan mau jualan asuransi. Saya bukan agen asuransi Kakaaaak! Hanya blogger yang kebetulan sedikit tahu aja. Hahaha. Eh baca juga disclaimer blog ini sekalian deh ya biar yaqin.

Nah kenapa harus beli perlindungan alias asuransi dulu sebelum mulai investasi?

Logikanya, asuransi itu buat jaga-jaga kalau misalkan ada kejadian-kejadian yang tidak diduga yang berpotensi merusak simpanan dan investasi kita, yang handle ya asuransinya. Jadi kalo misalkan buat keluarga dengan satu pencari nafkah utama, sebelum mulai berinvestasi, asuransi penting untuk menjaga risiko hilangnya penghasilan kalau kejadian risiko sama si pencari nafkah.

Akan jadi percuma kan kalau misalkan sudah susah payah investasi untuk kemakmuran keluarga, tiba-tiba terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Uang yang sudah susah payah diinvestasikan akan menjadi tergerus nilainya. Oleh karena itu, selalu beli perlindungan terlebih dahulu. Terutama buat para pencari nafkah utama.

Apa sih Term Life ?

Grow old prosper

Grow old prosper

Asuransi Term Life ini adalah asuransi yang di akhir masa pertanggungannya, uang pembayaran preminya tidak dikembalikan. Iya, banyak orang menyebutnya “uang hilang”. Tapi apakah benar hilang?

Dengan asuransi term life karena fungsinya memang murni untuk perlindungan jiwa, premi yang dibayar umumnya jauh lebih ringan dibandingkan dengan jenis arusansi lainnya. Sebagai contoh saja perbandingan untuk asuransi termlife dan asuransi wholelife unit-linked dengan uang pertanggungan sebesar Rp. 1 Milyar kayak gini:

Asuransi jiwa term-life dengan masa pertanggungan 20 tahun: Rp. 3.6-Rp. 4 juta per tahun; sedangkan asuransi jiwa whole-life unit-linked dengan uang premi Rp. 500.000/bulan atau Rp. 6 juta per tahun, gue “cuma” mendapatkan sekitar Rp. 250 juta uang pertanggungan dengan sekian puluh juta nilai tunai yang bisa gue ambil dalam jangka waktu tertentu.

Nilai uang pertanggungan dan premi di atas dengan kondisi gue usia 31 tahun dan tidak merokok waktu pertama kali beli asuransi term-lifenya (harga premi bisa berbeda tergantung usia dan kondisi pemilik polis).

Kemudian, dengan nilai premi yang sama, gue berhasil mengubah nilai pertanggungan jadi Rp. 750 juta dan sisa 250 jutanya diambil sebagai nilai tunai dengan meminimalkan porsi investasi dari asuransi whole-life unit linked-itu. Dengan harga yang 2x lebih mahal, di whole life gue mendapatkan uang pertanggungan yang lebih kecil.

Baca juga seluk-beluk mulai investasi reksadana buat memperkaya pilihan investasi.

Trus Sayang dong Uang Hilang di Asuransi Term Life?!

5-alasan-investasi-saham-di-bursa-efek-indonesiaKalau cuma melihat dari “uang hilangnya” sih emang sayang. Bayangin aja, kalo ambil dua puluh tahun dengan premi tahunan Rp. 3.6 juta, kita bakalan kehilangan duit sebesar Rp. 72 juta!

Sementara itu, di asuransi whole-life unit-linked, di akhir masa pertanggungan masih bisa mendapatkan sejumlah uang yang merupakan nilai tunai dari investasinya. gue kebetulan punya asuransi whole-life dan juga term-life. Untuk asuransi whole-lifenya gue bayar Rp. 6 juta per tahun dengan nilai perlindungan Rp. 750 juta dan nilai tunai akhir Rp. 250 juta. Total Rp. 1 Milyar.

Tapi apa bener sayang kalau uang kita hilang di asuransi term-life?

Kalau dibandingkan antara asuransi term life dengan asuransi whole life, ada selisih sebesar Rp. 2,4 juta per tahun atau Rp. 200 ribu per bulan. Kalau saja dana Rp. 200.000 itu diinvestasikan ke instrumen yang asumsi returnnya 12% setahun, selama 20 tahun akan menghasilkan Rp. 197 juta-an. Sementara asuransi whole-life baru akan memberikan nilai tunai Rp. 250 juta di tahun ketika gue berusia 99 tahun atau masa akhir perlindungan polis. Kalau Rp. 200ribu per bulan tadi diterusin sampai gue umur 99 tahun, tahu gak berapa hasilnya dengan asumsi return 12% setahun? Rp. 46,9 Milyar!

Baca juga postingan tentang alasan-alasan kenapa harus investasi saham.

Jadi, rugi gak beli term life trus investasi di instrumen investasi murni? Ya kagak lah!

Trus, Apa Hubungan Asuransi Term Life dan Dicintai Seumur Hidup?

Kalo misalkan yang kerja suami sementara istri tidak ada penghasilan, kebayang hak kalo misalkan kejadian apa-apa sama si suami sementara ada satu atau dua orang anak yang harus dinafkahi ? Istri yang sudah dependant sama suami juga gak bisa langsung balik cari kerja lagi kan? Gak segampang balikan ama pacar setelah putus kan ya? *well kalo kasusnya cinta ama rangga sih emang butuh dua belas purnama new york *eaaa.

Uang pertanggungan asuransi jiwa si pencari nafkah tadi tuh yang bisa dipake buat biaya hidup istri dan anak. Kalo dia beli asuransinya dengan perhitungan yang cukup, jadi kan anak istri gak perlu susah payah lagi setelah dilanda kesedihan kan? Paling gak sampe anak-anaknya dewasa dan bisa mandiri.

Nah kalo kurang?

Pemikiran suami yang beli asuransi jiwa biar nanti sepeninggalnya itulah yang sama dengan sang suami bilang:

“Aku mencintaimu seumur hidupMU”

Karena setelah dia tinggalkan pun, anak istrinya tetep keurus.

Baca postingan gue tentang nasihat keuangan yang harus didapatkan oleh pengantin baru untuk kehidupan keuangan yang sehat.

Penutup: Para Suami HARUS Mencintai Istri Seumur Hidup Sang Istri

ring-1411573_1920Gimana-gimana? Masup di akal gak kenapa harus asuransi term life buat nunjukin betapa besar rasa cinta dan sayangnya suami ke istri? Perkara istri yang ditinggalin kudu kerja lagi ato bisa dapet penghasilan dari usahanya dia mah urusan ntar ya mestinya. Suami pastinya harus, kudu dan wajib mengusahakan dulu biar istri dan keluarga yang ditinggalin gak kesusahan. Yekan?

Asuransi term life yang dari tadi gue omongin bisa kasih uang perlindungan yang cukup besar dengan biaya premi lumayan murah preminya. Perlindungan semilyar dengan biaya 3.6 juta setahun (300 ribu sebulan ato 12ribuan sehari), murah banget kan?

Tapi buat para buIbu nih, inget loh Ya, cintanya bapak-bapak kan seumur hidup istrinya. Jadi kalo (amit-amit) para bapak ini ditinggalin lebih dulu sama para ibu-ibunya, jadi ya ikhlaskan saja kalau mereka mencari pendamping yang baru. Ihikkk… *kemudian ditabokin ibu-ibu pembaca semuanya

About these ads

86 Comments

  1. Dwi Puspita
  2. adejhr
      • adejhr
          • adejhr
              • adejhr
  3. Sandrine Tungka
      • Sandrine Tungka
          • Sandrine Tungka
  4. bemzkyyeye
  5. Swastika Nohara
  6. November 21, 2014
  7. Ata

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Ingin membaca artikel perencanaan keuangan lainnya? Buka
+
%d blogger menyukai ini: