Pernah Beli Pulsa Listrik Prabayar Langsung di Smartphone? Coba Cek FIRA OS

Siapa yang sudah pake PLN prepaid dan rutin beli pulsa listrik prabayar? *Angkat tangan! Hehehe. Gue salah satunya. Dan tahu gak betapa ribetnya beli pulsa listrik prabayar kalo sampe kehabisan?

Rumah gue ini dari awal memang pakainya pulsa listrik, bukan tipe bayar tagihan dari awal. Ya itu tadi prepaid, beli pulsa. Gak kayak rumahnya bapak-ibuk di Surabaya sana yang masih menganut sistem bayar listrik dari jaman bahela. Gak banyak sih pemakaian listrik kami tiap bulan, beli 300an token listrik itu pun bisa sampe dua bulanan.

Sampe lupa, karena belinya sesuai kebutuhan, PLN pun kasih nama listrik ini listrik pintar. Dan gue rasa emang bener dinamain listrik pintar karena gue beli ya yang gue butuhin aja. Gak kayak bapak-ibuk di Surabaya sana yang tiap bulan masih kudu ribet nitip ke salah satu tetangga yang “jualan jasa” buat bayarin listrik-listrik tetangga. Belio ini akan ngutip sekian puluh ribu buat antriin bayar tagihan listriknya. Ya pintu rejeki buat orang itu sih, tapi buat yang punya rumah, tagihan listriknya jadi nambah kan?

Gak gitu kejadiannya sama listrik pintarnya PLN ini, gue tinggal beli sekian token yang sudah dipasin sama kebutuhan. gak perlu bingung cari orang buat bayar. Pinter kan? Hehehe. Pinter sih, sampe kemudian seperti gue bilang di awal tadi, kalo gue lupa beli pulsa dan token listriknya udah habis.

Pentingkah Beli Pulsa Listrik Prabayar Langsung di Gadget?

Beli Pulsa Listrik Prabayar di Smartphone? Bisa loh lewat FIRA OS!

Beli Pulsa Listrik Prabayar di Smartphone? Bisa loh lewat FIRA OS!

Pertanyaan nih buat yang juga pake listrik prabayar. Pernah gak jam 3 pagi kehabisan token listriknya?

Gue pernah dong!

Waktu itu emang lagi begadang karena besoknya weekend. Siyalnya gue nonton film horror dan tiba-tiba semua listrik di rumah mati. Itu pas banget sama waktu setannya keluar cobak. Seberapa horor kah itu? Jam 3 pagi! Tapi untung gue gak panik trus langsung teriak histeris. Bisa-bisa ditabok Bul pagi-pagi guenya. 😛

(Cerita horor yang pernah gue alamin sih ditulis di Cerita Horor ini sih)

Yes, tindakan pertama gue adalah turun dan lihat meteran listrik dan memang lagi kosong melompong. Sialnya, saldo rekening yang bisa beli token listri di e-banking kosong dan adanya di saldo yang lain. Koneksi internet kacrut pulak. Pilihan satu-satunya adalah pergi ke ATM atau ke gerai ritel 24 jam yang jualan token listrik. Dan gue inget banget jam 3 pagi itu jalan keluar dan dapat pandangan penuh kecurigaan dari satpam kompleks.

Sepenting itu buat bisa beli pulsa listrik prabayar di gadget jadinya buat gue. Yakarena guenya sendiri bukan tipikal yang titen, rajin lihatin sisa berapa sih listrik di rumah. Mikirnya kayak “Oh kan baru kemaren aja belinya.”

Menyederhanakan Hidup dengan Layanan Smartphone

Trus ada yang menarik pas gue dateng di hari pertama BCA Indonesia Knowledge Forum (IKF) di Ritz Carlton PP (iye harganya mahal bokk, 4,6 juta rupiah per tiketnya! *pamer) kemarin. Gue lihat ada FIRA OS. Sebuah sistem operasi buat smartphone yang dikembangkan dari Android 5,1. (lihat video live kemaren yang gue upload di Facebook tapi sayangnya keputus karena masalah sinyal :P). FIRA OS yang dibenamkan di smartphone Polytron ini barengan buka booth sama merek-merek terkenal yang ambil bagian di ajang IKFnya. Ada DEWA Web, Cisco, TRAC Astra Rent-Car, Dunamis dan beberapa brand lainnya.

Apa yang menarik perhatian gue?

FIRA OS ini punya bagian terintegrasi yang mereka sebut FIRA Store. Untungnya mbak-mbak penjaga standnya menguasai apa yang mereka jual. Jadi pas gue tanya-tanya dia bisa ngejelasin.

Konsepnya sih FIRA Store ini sebenernya bisa dibilang mini marketplace yang mana pengguna smartphonenya bisa langsung beli beberapa kebutuhannya di sana. Cuma karena FIRA OSnya sendiri baru dilaunching tahun ini, jadinya yang dijual di FIRA Storenya juga cuman sedikit. Dan iyes, salah satunya adalah beli pulsa listrik prabayar.

obama-approval

Etapi emang beneran, fitur satu ini langsung nyedot perhatian gue. Selama ini kan gue emang selalu fokus buat ngegampangin hidup *jiaahh. Gimana caranya buat nemu tools yang bisa bikin beberapa hal lebih gampang. Kayak beli pulsa handphone,  bayar tagihan air, transfer ke keluarga, bayar zakat dan hal lain yang berhubungan sama personal finance. Dateng ke loket bank atau instansi lain buat bayar udah bukan lagi pilihan.

Baca juga postingan tentang 3 hal yang membuat keuangan jadi jauh lebih sehat.

Lah kalo sekarang beli pulsa token listrik pun bisa langsung di handphone ngapain susah kan yes. Pasti bingung ya apa bedanya sama mobile banking? Ini bukan layanan mobile banking dari sebuah Bank yang kemudian debet rekening.  Jadi di FIRA Store ya kayak kita langsung beli aja gitu di penjualnya tanpa perantara bank. Trus bayarnya gimana?

Sementara ini pembayaran cuma bisa pakai kartu kredit. Jadi praktis sih menurut gue.

Baca di sini untuk memahami dengan baik lembar tagihan kartu kredit dan gak terjebak tagihan kartu kredit yang menggunung.

Value Layanan yang Terintegrasi dan Potensi Layanan yang Bisa Dikembangkan

Layanan Terintegrasi Dalam Sebuah Operating System

Hal ini senada sama yang disampaikan sama Pak Thomas Lembong di pembukaan IKF kemaren. Menurut beliau, nilai ekonomis dari gadget ke depannya gak akan banyak berarti. Bisa jadi cuma Rp. 85 rebuan atau bisa dibilang harga hardwarenya sendiri gak akan semahal sekarang. Tapi yang lebih menentukan adalah konten dan layanan yang dibenamkan di setiap gadgetnya.

“Nilai sesungguhnya dari sebuah gadget adalah layanan-layanan yang bisa diberikan kepada penggunanya.”, Thomas Lembong, Kepala BKPM.

Habis lihat-lihat si FIRA OS, eh gue denger omongannya si Pak Thom. Pas bener keknya ya. Memang gue yang udah kepincut sama fitur beli pulsa listrik prabayarnya tadi aja kali ya. 😛

Potensi Bisnis Menggunakan FIRA OS

beli-pulsa-token-listrikSi FIRA OS gak berhenti cuma di pembelian pulsa listrik aja. Di FIRA Store juga bisa beli pulsa listrik prabayar dan juga voucher game online. Sekali lagi, ini gak lewat aplikasi e-bankingnya loh. Langsung sebagai bagian dari operating systemnya. Terintegrasi.

Jadi kebayang gak sih potensi yang bisa dikembangkan dari FIRA OS ini?

Kalau misalkan gue ada di desa. Di sebuah daerah yang ATM jauh, penetrasi mobile banking belum banyak karena mindset orang-orang di sana belum menganggap perlu. Trus PLN sudah mulai ekspansi listrik pintarnya ke desa-desa dan jaman sekarang siapa sih yang gak perlu beli pulsa telepon? Manalah jaringan seluler dan penetrasi internet sudah jauh ke pedalaman sana kan?

Pengguna FIRA OS bisa langsung jadi agen yang jualan pulsa listrik dan juga voucher elektrik para penyedia jasa layanan seluler. Tinggal buka smartphone udah bisa jadi agen jualan pulsa. Gak perlu modal deposit lalalili. Well, kudu punya kartu kredit sih. 😀

Yah kalopun gak perlu FIRA Storenya, layanan FIRA TV mungkin bisa dipertimbangkan buat beli smartphone dengan sistem operasi pengembangan dari Android ini. FIRA TV sendiri kasih 3 pilihan opsi: Super Soccer  yang langsung menayangkan sepakbola liga-liga bergengsi 24 jam, atau Biznet Video yang berisi channel buat anak dan lifestyle atau 12 TV Channel lokal yang bisa langsung diakses di smartphone tanpa aplikasi tambahan di luar sistem operasi FIRA OSnya.

Final Word

Jadi bagaimana menurut kalian?

Bener sih memang di luaran sana sekarang jualan smartphone masih berdasarkan spesifikasi daleman, kamera dan sebagainya dan sebagainya. Tapi menurut gue memang nilai tambah yang dibenamkan di sebuah smartphone seiring berjalannya waktu akan menjadi sebuah pertimbangan yang gak bisa dikesampingkan.

Sekarang memang nama FIRA OS bisa jadi belum terdengar, tapi gue kok optimis kalo ke depannya FIRA OS ini akan bisa menambahkan opsi-opsi pembayaran selain kartu kredit dan juga fitur-fitur transaksi lainnya selain beli pulsa listrik prabayar, voucher elektrik dan voucher game.

Bisa dijadikan ide untuk membenamkan pembelian tiket kereta, pesawat, online shop dan e-commerce lainnya tanpa harus menggunakan e-banking. Yes, masuk ke ranah Fin-Tech yang sekarang sudah gak asing lagi berada di sekitar kita.

Kalo buat gue, misalkan sebuah operating system bisa memberikan layanan buat mempermudah kehidupan gue sehari-hari, gak akan ragu-ragu buat pakai itu system operasi.

Yegaksih? Gimana menurut kalian?

Disclaimer: ada kompensasi yang diterima untuk tulisan ini, tapi semua opini dan pendapat yang gue tuliskan di sini adalah opini dan pendapat pribadi. Silahkan baca halaman Disclaimer untuk dsiclaimer lengkap blog ini.

 

Advertisements

34 Comments

  1. raniyulianty123
  2. niaharyanto

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Lihat kerjasama dengan brand lainBuka
+
%d blogger menyukai ini: