SmescoDigipreneurDay The Power of Content Series: Memotret Produk UKM untuk Promosi

Betapa beruntungnya gue ketika Sabtu tanggal kemarin gue diundang ke acara coaching foto produk UKM #DigipreneurDay yang diadain sama Smesco. Acaranya sendiri sebagai bagian dari The Power of Content Series yang memang ditujukan buat para UKM.

14088629_294877710874186_6838012037519669261_n

Dari pertama gue tahu dan diundang buat datang ke seri acara ini, kekaguman datang buat penyelenggara acara ini. Haru rasanya mengetahui ada lembaga dan orang-orang yang begitu peduli akan perkembangan industri kecil dan menengah di Indonesia.

Kerjaan gue di bagian kredit korporasi ngasih gue kesempatan buat lihat bahwasannya akses ke pembiayaan dan beraneka sumber daya seringkali datang hanya ke konglomerasi yang sudah punya segala daya dan upaya. Untuk UKM? Jarang, kalau gak boleh dibilang gak ada, yang memberikan kesempatan berkembang.

Well, ok, mungkin cuman pergaulan gue aja yang gak luas sampe kurang tahu program-programnya ya. 😀

Baca reportase wokshop videografi kalau pengen menggali ilmu tentang dasar-dasar pembuatan video yang gue pelajari di workshopnya Smesco kemarin. Nah Sabtu minggu lalu, gue belajar tentang fotografi. Kurang baik apa coba kan Smesco dan Indoblognet kasih pelatihan ini hratisss??

Coaching Foto Produk UKM

Mbak Ika dari Indoblognet membuka sesi coaching foto untuk produk UKM

Mbak Ika dari Indoblognet membuka sesi coaching foto produk UKM

Nah coaching foto produk UKMnya sendiri kemarin memang sebenarnya dikhususkan untuk para pelaku UKM, terutama yang jualannya menggunakan media digital. Jaman sekarang kan udah rame banget ya olshop Sis dan Sis itu. Apakah itu jualan produk sendiri ataupun jualan produk orang lewat olshopnya. Jadi pas kan sama nama #DigiPreneurDay yang diusung sama Smesco.

Siapa yang nyangka kan kalo OlShop bisa serame itu kan ya?

Dan buat bisa memenangkan kompetisi di tengah sengitnya persaingan OlShop, salah satunya ya dengan foto kan yes. Makanya, kemarin kalau memang punya bisnis dan memasarkan produknya lewat media online, pasti bersyukur banget bisa belajar langsung dari dua masternya.

UKM Sebagai Tulang Punggung Perekonomian

smescodigipreneurday_144244Ehm, call me cliche tapi gue kudu cantumkan poin ini. Karena demi melihat betapa bagus-bagusnya produk-produk yang dipajang di Smesco dan gimana lembaga ini terus berusaha meningkatkan kualitas produk UKM dan juga caranya jualan, gue yakin kalo UKM meskipun bisnisnya berskala kecil, tapi beneran berperan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Dan kebetulan fokus produk yang kemarin dipelajari teknik fotografinya itu

Mengutip data yang dimuat di Indoblognet, siapa sangka di tengah kelesuan ekonomi global kayak sekarang, nilai ekspor industri sepatu Indonesia malah tumbuh signifikan dari $3,8 milyar di 2014 jadi $4,5 milyar di 2015 dengan pasar terbesar di Amrik sono. Gue baru tahu loh data ini.

Gue pikir industri kerajinan sepatu dan tas bakalan ikutan keok kena imbas ekonomi dunia yang anjlok. Kenapa gue mikir gini? Karena gue ngelihat dari industri otomotif Indonesia yang turunnya sampe 25%! (makanya kan dirilis banyak mobil MPV model baru di pameran GIIAS 2016 kemarin buat genjot penjualan). Eh ini nilai ekspor industri sepatu yang dari segi harga kecil banget kalo dibandingkan mobil malah naik signifikan.

Mengutip informasi yang dipasang di web Indoblognet, Direktur Utama LLP KUKM Smesco Pak Ahmad Zabadi mengatakan “Kami memiliki ratusan produk sepatu dari berbagai UKM di seluruh Indonesia. Produk-produk ini kami pasarkan, bukan hanya di Galeri Indonesia Wow, market place Smesco Trade, tetapi juga melalui berbagai pameran di dalam dan luar negeri. Bahkan, ada beberapa produk unggulan sepatu kita sudah diekspor ke Itali,”.

Bangga banget ya bacanya. Makanya itu, para penggiat UKM perlu untuk bisa menampilkan produk mereka dalam presentasi yang terbaik. Salah satunya melalui foto.

Pengajar dengan Jam Terbang Tinggi

smescodigipreneurday_094345

Nah, di coaching fotografi produk UKM kemaren, pengajarnya ada dua orang. Mas Ferry Ardianto dan Mas Boni Febrianda aka Mas Bode.

smescodigipreneurday_151200_001

Mas Ferry sendiri saat ini adalah seorang dosen jurusan fotografi di Universitas Trisakti dan Universitas Pasundan. Gak usah ditanya lagi pengalamannya, sejak 1984 belio sudah jadi fotografer komersial untuk iklan brand-brand kenamaan Indonesia. Lux, Indofood dan Unilever cuma sebagian dari portfolionya.

Sementara Mas Bode yang lulusan jurusan fotografi dari Universitas di Australia ini, merupakan murid dari Mas Ferry. Mulai aktif di tahun 1994, Mas Bode saat ini bolak-balik Sydney – Jakarta buat handle beberapa nama besar kliennya. Sebut aja beberapa di antaranya Union Group, Nike Indonesia, Chef Degan, Adhikarya, Australian Fashion Week dan Wonderful Indonesia. Satu lagi, Mas Bode ternyata juga aktif memotret barang yang kemudian dia jual online.

Kedua master fotografi ini (baik dari sisi teknis dan komersial) ngebagiin ilmunya. Gimana gak beruntung coba kan bisa denger langsung? Trus apa aja sih yang gue pelajari kemaren?

Dasar-dasar Fotografi untuk Produk UKM

Materinya sendiri sebenernya sudah gue bikin Chirpstory tentang coaching fotografi produk UKM yang bisa langsung kalian baca dari awal sampe akhir tuntas. 😛

smescodigipreneurday_144244Mas Ferry ngebuka materinya dengan cukup nampol sih… Belio bilang, yang butuh gambar bagus itu sebenernya bukan cuma pelaku UKM. Siapapun itu yang pake sosial media dan internet buat jualan, pasti butuh foto yang bagus. Termasuk blogger. Iya BLOGGER.

Menurut beliau, blogger itu juga perlu foto yang bagus buat promosi dan jualan. Jualan apa? jualan konten di blognya. Kalo isi blognya gak diwakili dengan foto-foto yang bagus, gimana orang mau tertarik dateng buat baca kan yes? Sama kan sama pelaku UKM? 😀 Promosi lewat foto itu penting karena dari foto itulah produk kita dikenali.

Kalau memang fotonya itu buat tujuan komersial, foto produk UKMnya itu hasil fotonya harus bisa melakukan fungsinya. Apa aja tuh? mengenalkan produk yang dijual, menginformasikan mengenai produk itu sendiri dan kemudian membujuk calon pembeli buat milih dan beli dan akhirnya membangun loyalitas.

Nah buat bisa melakukan itu semua, seorang pemilik produk pastinya harus punya kamera dan peralatan yang mumpuni buat bisa mengambil gambarnya. Tapi yang paling dasar yang harus dikuasai adalah bagaimana bisa menguasai cahaya. Setelah penguasaan menentukan arah cahaya, seorang pemilik produk harus bisa menentukan komposisi gambar, arah kamera ketika memotret dan bagaimana informasi sebuah produk ditampilkan.

Soal teknisnya sendiri, silahkan membaca-baca buku-buku dasar fotografi yang sudah banyak beredar.

Selain itu, teknis dasar yang kata Mas Ferry dan Mas Bode hanya bisa dikuasai dengan banyak-banyak melihat gambar-gambar berkualitas tinggi yang memang wara-wiri di media-media yang menjadi rujukan. Setelah itu tinggal menentukan bagaimana membuat foto yang bisa berbicara.

Foto yang Berbicara, Foto yang Menjual dan Caption yang Jujur

smescodigipreneurday_145937_001Sering kan ya pas kita lagi buka-buka feed IG, ngelihat foto satu produk, kayaknya satu fotonya ini aja udah bisa cerita banyak banget. Lamaaaaaa banget dilihatnya dan akhirnya ngeline: “Sis, barangnya masih ada gaaak?’ #eaaaaaa

Nah itu berarti foto yang kita lihat bisa bicara ke kita dan akhirnya ngebujuk buat beli. Nah buat bisa menghasilkan foto yang kayak gitu, setelah menguasai teknisnya, satu yang paling penting untuk menghasilkan foto produk UKM yang memenuhi kriterianya adalah adanya imajinasi.

Imajinasi ini menurut Mas Ferry satu hal mutlak yang harus dimiliki si pemilik produk. Tanpa adanya imajinasi, sebagus apapun produk dan gear kamera yang dimiliki, gak akan bisa menghasilkan foto yang bisa bicara.

Katanya sih ngajarin teknis fotografi dua bulan kelar. Tapi ngajarin ngebangun imajinasi ini bisa 4 tahun gak kelar-kelar.

Sama dengan bagian teknis tadi, buat bisa menghasilkan daya imajinasi yang membuat foto hidup, kita juga harus sering-sering lihat foto. Gak ada nggak. Kenapa? Karena dengan semakin banyak melihat foto, maka akan semakin luas wawasan kita tentang bagaimana suatu produk harus ditampilkan.

Okelah satu foto kemudian jadi, trus apa yang harus dilakukan biar foto produk UKM nya bisa menarik pembeli?

smescodigipreneurday_143507

Berikan keterangan yang singkat padat dan jelas dan tentunya gak boleh ketinggalan kejujuran buat informasi yang disampaikan. Beuhh, berat banget kayaknya ya?

Gak usah kuatiiir. Mas Bode kasih tipsnya. Gimana sih bikin caption di foto yang kita hasilkan yang bagus?

  1. Singkat-padat-jelas.
  2. Berikan deskripsi yang menggunakan skala ukuran yang berlaku umum.
  3. Tonjolkan fitur, ciri khas atau kelebihan produknya.
  4. Jujur tentang kondisi yang ada dari barang yang dijual.

Gak perlu menambaka keterangan-keterangan yang bersifat kualitatif dari sisi penjual. Kayak misalkan barangnya bagus, indah atau kualitas bagus lainnya yang gak bisa dikuantifikasi dengan ukuran yang sama.

Lebih Baik (Foto) Kemahalan

Tanpa standar ukuran yang sama, bisa jadi sebuah foto malah bakalan jadi mencurigakan. Bagus menurut penjual bukan berarti bagus menurut pembeli kan?

Tapi kalo informasi yang diberikan adalah ukuran-ukuran yang bisa langsung diperkirakan sama orang yang baca, orang akan segera mendapatkan gambaran bagaimana fisik dari barang yang dipajang. Selain itu kejujuran akan kondisi barang yang dijual memegang peranan penting. Seperti cacat yang ada, atau misalkan kekurangan akan kondisi-kondisi minor, kalau memang ada sebaiknya dicantumkan juga di caption.

Mas Ferry di coaching foto produk UKM

Mas Ferry di coaching foto produk UKM

Ada pertanyaan yang cukup menarik dari seorang peserta yang punya usaha mebel bareng suaminya:

“Selama ini kami menggunakan kamera handphone karena suami saya merasa tidak ada gunanya menggunakan kamera pro untuk produksi gambar. Dia merasa ketakutan apabila gambar yang dihasilkan terlalu bagus dan membuat orang mengira barang kami terlalu mahal dari harga yang seharusnya dan berujung tidak jadi belanja di toko kami. Apa yang harus kami lakukan sebaiknya?”

Mendapatkan pertanyaan ini, baik Mas Ferry maupun Mas Bode sepakat menjawab: Tidak apa-apa kualitas fotonya kemahalan daripada barangnya yang kemahalan.

Apa maksudnya? Lebih baik kalau mereka berdua membuat foto-foto dengan kualitas terbaik yang terlihat mahal, bahkan kalaupun itu kemudian membuat orang berpikir bahwasannya barang mereka memang mahal. Dengan kondisi seperti itu, akan mengundang orang yang memang memiliki kemampuan membeli barang-barang yang terlihat mahal itu.

praktek di coaching foto produk UKM

praktek di coaching foto produk UKM

Ketika kemudian kenyataannya harga barangnya di bawah perkiraan calon pembeli, itu akan membuat produk yang dijual memiliki nilai tambah tersendiri. Customer akan menjadi puas karena ternyata harga barangnya tidak semahal sebagaimana terlihat tapi kualitasnya memang sebagus kelihatannya.

Istilahnya never settle for the star if you can reach for the sky. #eaaa

Kesimpulan

Jadi, pelaku UKM dan gue sebagai blogger yang seharusnya juga punya kepentingan buat menampilkan yang terbaik di blog gue untuk para pembaca, wokrshop yang diadakan sama Smesco kemarin memang warbiyasak berguna. Selain belajar bagaimana teknis fotografi, gue juga belajar bagaimana sih etiket dan tata krama berjualan online.

Coaching foto produk UKM ini menurut gue bener-bener akan bermanfaat buat diterapkan. Semoga sedikit yang gue share di sini akan dapat berguna buat para pelaku UKM yang memang ingin meningkatkan bisnisnya menggunakan media online.

Bravo Smesco dan Tim Indoblognet!

Advertisements

10 Comments

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
%d blogger menyukai ini: