Dunia Tanpa Batas

Any sufficiently technology is indistinguishable from magic
– Arthur C. Clarke, writer – 

Teknologi, gw takut kebasian ngomongin ini. Secara gw adalah sarjana IT yang lari ke banking industry. (Durhaka emang). Alasan gw gak konsisten cari kerjaan di jalur itu karena menurut gw dulu, IT bukan passion gw. I just can’t stand it. Sementara temen-temen gw yang lain ngerasa tertantang nemuin bug dari sekian ribu baris kode, gw lebih seneng menikmati hasil jadinya saja. Hahaha. Pemalas.

Tapi eniho, siapa sih yang gak setuju ama quote di atas? Gw ambil dapet itu dari brainy quote seperti biasa. Jaman sekarang gw gak perlu kan ngapalin semua peribahasa kayak jaman SD dulu? 😛 semakin terbukti kemalasan gw.

Teknologi yang mencukupi gak bisa dibedain dengan keajaiban. Gw barusan ngebuktiin, gw bisa tahu kata-katanya si Arthur dan bahkan ngerti sejarah hidupnya dia cuman dengan beberapa menit. Isn’t that a magic? Sesuatu yang gak kebayang bisa gw lakukan jaman gw SMA dulu.

Perkembangan teknologi gak bisa dilepaskan dari perkembangan internet. Semakin ke sini kalo lu perhatiin, driver perkembangan teknologi informasi dan digital gak jauh-jauh dari internet. Soal sejarah perkembangan internet yang awalnya adalah proyek militer Amerika bisa dibaca di sini. Dari yang awalnya sebuah media percobaan militer akhirnya menjadi sebuah wadah raksasa dengan jaring-jaring tak terputus di seluruh dunia. Hampir apapun pengetahuan praktis di dunia ini bisa lu temukan di internet. Gw rasa sih ya dan sekarang gw mungkin sudah sampe pada tahap gak akan lagi terkejut sama apa yang bisa gw temukan punya tools dan menggunakan key word yang tepat di internet. Alah, gw kok malah ngomong gak jelas gini. 😛

Dalam hubungannya sama teknologi komunikasi, karena kerjaan gw salah satunya menganalisa perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang ada di Indonesia, gw jadi tahu sedikit tahu arah perubahan teknologi komunikasi ini. Sekarang, hampir semua operator telekomunikasi sudah menargetkan industri data dan internet jadi industri yang akan menjadi ladang penghasil uang. Yak, industri yang berbasis internet. Coba aja buka websitenya Telkomsel, Indosat, dan XL. Ketiga operator itu pasti punya paket internet di layanan mereka. Target mereka tentu gak lepas dari perkembangan gadget telekomunikasi dan peralatan komputer juga tren yang ada di masyarakat.

Kalo dulu kita dengan mudahnya ngebedain yang mana handphone dan yang mana komputer, sekarang smartphone dan tablet yang bertebaran di mana-mana berasa udah melewati batas karakteristik antara komputer dan perangkat komunikasi. Yah udah pasti pada tahu lah ya kalo soal ini.

Segala perkembangan ini membawa kita ke sebuah kondisi dimana dunia tidak lagi bulat. Dunia nggak lagi dunia yang sama seperti yang kita tahu lewat update Dunia Dalam Berita. Dunia sudah menjadi sebuah tempat yang datar yang (hampir) nggak ada lagi batasnya. Baik itu batas ruang maupun waktu. Apapun yang kejadian di belahan dunia manapun kayaknya bakalan langsung kesebar hampir saat itu juga ke bagian belahan dunia yang lain. Bagaimana hal ini mungkin terjadi? Kalo menurut gw pribadi adalah dengan adanya internet dan komunitas-komunitas di dalamnya.

Beda dengan komunitas di dunia nyata, komunitas di internet yang bersifat maya sangat mungkin dibentuk sama orang-orang dengan visi, hobi, tujuan dan atau apapun yang sama meskipun mereka tidak berada dalam satu lingkungan geografis tertentu. Pemersatu mereka adalah kesamaan tanpa ada batasan. Komunitas Ngawur (Komunitas para blogger khusus Provinsi Jawa Timur) misalnya, meskipun dibuat untuk para blogger Jawa Timur, belum tentu anggotanya ada di sana. Gw salah satunya (kalo permohonan gw gabung di approve sih, hehehe).

Selain itu, social media juga menjadi andil dalam perkembangan dunia menjadi tempat yang tidak lagi memiliki batasan ruang dan waktu yang jelas. Perpaduan yang sempurna antara perkembangan digital devices technology dan internet memungkinkan setiap orang terhubung antara satu dan yang lain lewat social media. Sebutlah dua nama terbesarnya, facebook dan twitter. Dengan dua social media ini yang bisa diakses dari manapun, setiap orang sekarang jadi publishing agent buat dirinya sendiri. Mereka bebas nyebarin apapun image yang orang mau tangkep dari diri mereka. Narsis? Itu keharusan jaman sekarang! 😀 Gw pernah ngepost soal temen gw yang bikin nulis buku karena aktif ngetweet di twitter.

Buat Indonesia ada pengaruhnya nggak? Banyak banget!! Sudah banyak orang Indonesia yang meraih sukses lewat social media like facebook and twitter, not to mention other social media sites. Selain temen gw di atas, sebutlah nama Audrey dan Gamaliel Tapiheru yang sukses setelah mengupload video-video mereka di Youtube, Teh Erry Andriyati yang menang jalan-jalan ke Korea karena ngeblog dan temen gw yang jualan cloth diapers lewat facebook (sumpah, gw harus tulis ini karena sekarang gw jadi keranjingan belanja online barang-barang bayi di temen gw ini). Yang gw sebut tadi baru beberapa aja yang udah mulai memanfaatkan internet dan social media. Gila gak kalo penyebaran informasi ini merata? 200 juta masyarakat Indonesia loh yang kita omongin ini.

Gw kebayang aja kalo misalkan akses internet ini sudah merata sampai ke pelosok Indonesia. Dengan amat mudahnya orang di Lampung jualan batiknya yang punya ciri khas warna gonjreng dan motif perahunya, orang Jawa Tengah jualan batiknya online tanpa harus susah-susah jualan ke pasar, ato malah gw ngebayanginnya orang jualan pecel online. Tinggal pesen lewat Yahoo!Messenger tanpa harus dateng ke warung. Emang sih harus dipikirin gimana packaging yang oke buat pecel itu biar gak basi. 😛

Bayangan yang terlalu indah memang, cuman bukan gak mungkin buat dilaksanakan. Banyak banget kok resource yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh semua orang. Kalo gw gak salah dari beberapa meeting gw sama perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang gw sebut di atas,  mereka giat melakukan program CSR (Corporate Social Responsibility) mereka dengan penyediaan internet murah untuk rakyat di daerah-daerah. Dengan adanya program itu, masyarakat jadi punya kesempatan untuk mengakses sumber-sumber informasi yang tersebar gratis di internet. Sebut aja pusatteknologi.com yang dengan gratisnya ngebagi-bagi update terbaru di dunia teknologi internet, gadget atopun software yang memungkinkan masyarakat untuk tahu perkembangan teknologi informasi.

Masyarakat tentunya masih perlu bimbingan dari komunitas-komunitas yang ada di dunia maya untuk bisa lebih optimal manfaatin apa yang tersedia di blog. Peranan komunitas semacam Ngawur dan Komunitas Blogger Nusantara untuk menuntun masyarakat menemukan sumber informasi di internet ga bisa diabaikan.

Boleh dong gw mimpi kalo suatu saat Indonesia bisa jadi kekuatan ekonomi dunia yang tak tertandingi karena masyarakatnya melek teknologi informasi dan seluruh resource yang ada dipergunakan secara maksimal oleh masyarakatnya. Jadinya kayak keajaiban kan?

Magic does exist as a result of proper technology usage.

Advertisements

6 Comments

  1. Applausr
  2. bintangtimur

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: