Ikut Berkontribusi(?)

 

Reksadana, diambil dari kontan.co.id

Selamat Hari Pahlawan Sepuluh November 2014! πŸ™‚

Pada inget kan kalo hari ini hari pahlawan? Hihihi. Sok iyes banget kan gw? Postingan bernada sama kayak postingan waktu Sumpah Pemuda kemaren jadinya. Hihi.

Gw sih yakin kalo semua yang gw dan setiap orang lain lakukan berkontribusi untuk pembangunan negara ini. Bekerja seberat apapun pasti adalah sumbangsihnya untuk negara. Kalo dari sisi gw di bagian kredit korporasi, gw yakin analisa keuangan nasabah yang berujung ke pencairan kredit sedikit banyak membantu roda perekonomian bergerak.

Dari kredit-kredit yang disalurkan, banyak nasabah bisa menjalankan usaha mereka yang ujung-ujungnya membantu membuka lapangan kerja nyata dan efek dominonya akan terus berlanjut. Iyasih emang ujungnya si pemilik usaha dan bank dapet untung gede tapi along the way kan banyak juga yang dapet manfaat.

Halah berat banget ya bahasan gw ini.

Terus kan baca-baca Kontan ya pagi ini, di bagian personal finance ngebahas investasi bagi pemula yang lagi naik daun, ternyata yang dibahas reksadana. Tahu kan ya kalo reksadana itu produk investasi yang individu kayak kita semua ini bisa beli langsung. Risikonya relatif lebih kecil lah kalo langsung investasi di saham karena dikelola oleh lembaga yang lebih berpengalaman.

Nah yang bikin kaget ternyata menurut artikelnya kontan itu baru 160,000 investor reksadana bahkan setelah 20 tahun keberadaannya. Kecil banget kan kalo dibandingin ama jumlah penduduk dan itungan kasar golongan menengahnya.Β Datanya Kontan nunjukin kalo kepedulian masyarakat masih keciil banget sama perekonomian nasional. halah lagi.

Tahu sendiri kan ya kalo beli reksadanaΒ ituΒ berarti memasukkan dana ke dalam pasar modal di Indonesia yang berarti kita beli saham melalui reksadana yang berarti juga ikutan punya saham (secara gak langsung) atas perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dengan ikutan beli reksadana berarti kita ikutan memiliki perusahaan-perusahaan terbuka di Indonesia dan ini lumayan penting menurut gw. Penting untuk saham-saham perusahaan di Indonesia dimiliki oleh rakyatnya sendiri.

Kenapa penting?

Semakin banyak orang/individu yang punya kepemilikan saham (melalui reksadana) struktur kepemilikan modal akan semakinΒ stabil, pasar saham gak akan gampang terombang-ambing sama dana-dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia. Jadinya perekonomian pun lebih stabil. Tapi kalopun emang kita gak peduli sama kestabilan ekonomi negara karena gak ngaruh langsung juga ke periuk nasi dan perut gw sebenernya ada alasan yang lebih dkeet yang bisa dipertimbangkan buat mulai masuk ke reksadana.

Ada yang kerja di perusahaan terbuka? macem gwΒ ini sebagai salah satu karyawan di perusahaan tbk?

Perusahaan terbuka kan sahamnya bisa dimiliki oleh siapapun ya, jadi siapapun bisa beli termasuk investor asing. Trus kalo kita gw adalah salah satu perusahaan di karyawan tersebut, maka gw wajib bekerja dengan giat untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Keuntungan perusahaan itu ujung-ujungnya kan tiap tahun akan dibagi-bagi penggunaannya. Sebagian pasti untuk meningkatkan modal perusahaan biar semakin gede.Β Sebagian yang lain dibagikan ke para pemegang saham.

Kalo misalkan aja gw kerja sebagai salah satu security, office boy atau karyawan di posisi apapun di perusahaan macem Indofood, Astra, Mandiri, Danamon atau perusahaan tbk lainnya, gw cuman dapet gaji tiap bulan kan. Keuntungan perusahaan ke mana larinya? ke pemegang saham. Gw sebagai karyawan yang banting tulang dapet apa? Yaudah tadi itu gaji. Palingan bonus.

Pemegang saham? Dapet bagian keuntungan loh yang kasarnya “nanem duit beli saham doang” trus dikasih keuntungan. Enak banget dong? Lah yang kerja di sana sama sekali gak dibagiin apa-apa?

Nah kalo sebagai security, office boy, tukang ketik macem gw ato karyawan apapun beli reksadana ato beli saham langsung, keuntugan perusahaan bisa kita dapetin juga lewat pembagian deviden. Jadi kerja buat hasilin untung buat perusahaan balik lagi ke kitanya. Daripada keuntungan perusahaan di Indonesia lari melulu ke investor asing kenapa gak ke kita aja kan ya?

Trus ada yang bilang risikonya gede, harganya mahal dan sebagainya-dan sebagainya dan sebagainya trus takut mulai gitu gimana? yassalam deh kalo gitu. Padahal sekarang ini belajar tentang reksadana dan saham gampang banget loh. Bisa buka aneka ragam resource. Gak ada alesan takut risikonya dan mending ditaroh di deposito ato asuransi pendidikan dan semacamnya. Ihik.

Deposito udah pasti kegiles inflasi dan asuransi pendidikan kan sebenernya pake investasi di reksadana jugak?

Jadi selain kerjaan gw di bank, ikutan beli reksadana dan investasi di saham menurut gw juga ikutan berkontribusi buat negara.

Hahaha. Random banget ya postingan ini? dari hari pahlawan ke reksadana. :))

Advertisements

70 Comments

  1. Hartomo
  2. Dwi Puspita
  3. bemzkyyeye
  4. ded
  5. November 21, 2014
  6. uang indonesia

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: