Investasi itu Gak Serem Kok (2) – Kenali Kebutuhan

Bwuaaaahhh… Gw baru sempet nulis lagi setelah hampir dua minggu ini gw disibukkan sama meeting-meeting sama nasabah. Awal tahun gw dapet limpahan beberapa nasabah baru dari temen se-departemen. Gw kira bakalan masih sempet buat nulis satu ato dua post ternyata ga sempat sama sekali.

Ngelanjutin janji gw buat beberapa temen soal ngerencanain keuangan keluarga. Sebenernya apa sih yang paling penting? Bukan kok, bukan nilai rupiah yang jumlahnya harus besar biar hidup tenang sementara penghasilan mungkin ya memang cukupnya buat yang itu-itu aja. Yang paling penting sebenernya apa yang mau dicapai, rencana apa yang diinginkan untuk keuangan keluarga.

Yup tujuan. Ligwina Hananto mempopulerkan jargon Tujuan Lo Apa?! di situs QM Financial dan bukunya 100 Cara untuk Tidak Miskin. Sebelum gw ikutan kursus cfp, gw pikir Ligwina cuman ngomong untuk bikin buku dan usahanya laris. Tapi ternyata tidak, tujuan yang jelas memang diperlukan untuk perencanaan keuangan keluarga. Dan gw rasa tujuan yang jelas juga diperlukan untuk semua aspek kehidupan bukan? *omongan gw mulai ngaco*

Kalo ditanya tujuan yang jelas itu apa sih? yang pasti yang bisa diukur berapa kebutuhannya dan kapan dibutuhkannya. Jadi bukannya kalo ditanya buat apaan? jawabannya “buat invest”. Contohnya kalo buat gw pribadi sih : biaya pendidikan kakak, biaya naik haji, dana pensiun, simpanan liburan dan sebagainya dan sebagainya. Bisa diukur? bisa!, kan kalo kita cari infonya bisa ditemukan tuh besaran dana pensiun, pendidikan dan segala macem kebutuhan keluarga kita. Trus kapan mau dipakai dana tadi untuk disiapkan dari sekaran? Balik ke kitanya lagi.

Yang gw pribadi lakukan sekarang sih, sbb :

– gw list kebutuhan gw nantinya yang kira-kira masih bisa dipersiapkan
– cari data kira-kira sekarang berapa sih dana yang dibutuhkan
– tentukan asumsi rate peningkatan nilai di masa depan aka inflasi, misal : biaya pendidikan 20% pertahun dan yang lain 10% per tahun dan juga berapa jangka waktu dana tersebut akan dibutuhkan
– hitung nilai kebutuhan di masa depan
– trus cari angsuran di masa sekarang
– tentukan produk investasi mana yang bisa memenuhi kebutuhan kita itu

Buat menghitung nilai kebutuhan di masa depan ga susah kok, tinggal cari nilai di masa depan dengan rumus present value. Setelah ketemu hasilnya jadi gampang untuk kemudian dicari nilai angsuran bulanan sesuai dengan asumsi return investasi produk yang kita pilih.

Setelah menentukan kebutuhan dan sebelum memilih produk apa yang kira-kira cocok untuk bisa memenuhi kebutuhan investasi, kita perlu kenali dulu sebenernya tipe orang seperti apa sih kita kalo ngadepin risiko. Ini penting banget buat menjaga kesehatan jiwa raga. Apakah termasuk tipe yang pengennya simpenan dana masa depan itu aman tanpa ada gangguan berarti, ataukah mau coba-coba ambil risiko tapi dana masih tetep aman atau mau yang tempatin dana di instrumen investasi yang berisiko dengan potensi keuntungan yang lebih tinggi?

Jangan sampai kita sendiri sebenernya termasuk orang yang maunya aman-aman aja tapi salah pilih produk yang memiliki profil risiko tinggi dan bisa mengalami ayunan nilai yang cukup besar. Bisa-bisa hidup gak tenang dan malah jantungan. ๐Ÿ˜›

Ohya satu yang mau gw garis bawahi. Investasi itu ga melulu di surat berharga, reksadana dan atau hal-hal sejenisnya. Bisa juga dengan beli emas, tanah, properti dan kalau yang punya waktu dan tenaga dengan usaha. Tapi banyak mungkin di antara kita yang karena kesibukan bekerja di kantor jadi ga sempat usaha dan waktu ga ada lagi karena tersita kesibukan kantor dan pekerjaan. Kalo begini kasusnya sih mungkin lebih baik investasi di surat berharga dan instrumen keuangan paper based. Karena tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama.

-ngantuk-

jam 12 tapi sebenernya masih pengen nulis, ๐Ÿ˜€

Advertisements

15 Comments

  1. Bibi Titi Teliti
  2. Bibi Titi Teliti
    • danirachmat
      • Bibi Titi Teliti
        • danirachmat
  3. bintangtimur
    • danirachmat
  4. Bibi Titi Teliti
    • danirachmat
      • Surya
        • danirachmat
  5. Bibi Titi Teliti
    • danirachmat
      • Bibi Titi Teliti
        • danirachmat

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Translate ยป
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: