Simpan Uang di Investasi Syariah Sukuk Tabungan? Buruan, Sebelum Kehabisan!

Sudah pernah denger belum investasi syariah Sukuk Tabungan yang sudah lonching seminggu yang lalu itu? Kalo belom pernah denger, kalian harus baca postingan ini sampe selese ya? Please… *lhakok jadi malah ngemis 😀

Ini gue emang telat bikin postingannya. Padahal ini bisa jadi alternatif simpan uang di investasi syariah yang aman buat semua orang. Biar dapet gambarannya, silahkan nonton video dari Kementrian Keuangan ini:

Gimana-gimana? Udah nonton videonya? Udah paham itu apa maksudnya investasi syariah Sukuk Tabungan?

Kalo gue baca-baca materinya, pemerintah ini semakin kreatif buat mencari sumber pendanaan pembangunan. Suatu hal yang patut banget dihargai dan diberikan apresiasi. Selama ini kan sumber pendanaan pemerintah kan berasal dari hutang luar negeri (yang pernah ada masanya dikutuk sama semesta rakyat Indonesia. Selain itu juga ada dari penerimaan pajak, itulah kenapa dirjen pajak beberapa tahun terakhir gencar sosialisasi pelaporan pajak, ngadain sunset policy dan yang terakhir program Tax Amnesty.

Selain itu ada apa lagi? Hutang ke rakyatnya sendiri.

Pemerintah Hutang ke Rakyat? Kenapa Nggak?!

Hutang ke Rakyat Sendiri Lebih Aman

Jujur aja deh, dibanding hutang luar negeri, hutang ke rakyat Indonesia sendiri jumlahnya masih jauh lebih kecil. Padahalan, kalo dipikir, lebih aman utang ke rakyatnya sendiri kan yes dibandingkan hutang ke luar negeri.

Iya, buat yang belom tahu, pemerintah sudah punya hutang ke rakyatnya sendiri kok lewat penerbitan Obligasi Ritel dan sukuk negara ritel sebelumnya. Dan yang terakhir, melalui penerbitan Sukuk Tabungan yang mirip dengan Sukuk Ritel. Gue akan tulis lebih banyak di bagian selanjutnya ya.

Balik ke soal hutang lagi, kalo hutang ke luar negeri, udah pasti ada risiko kurs yang bisa dipengaruhi berbagai macam hal. Inget kan krisis moneter dulu, gimana hutang pemerintah ke IMF (dan luar negeri) bisa ngejeglag (haiyah) – meningkat berkali-kali lipat cuman dari perbedaan kurs.

Bayangin aja kalo awalnya hutang Rp. 100 dollar dengan kurs Rp. 2.500 artinya hutang sebesar Rp. 250.000,- tiba-tiba waktu kursnya naik ke Rp. 15.000,- hutang tiba-tiba jadi Rp. 1.500.000,- Itu kejadiannya tahun 1998 dulu. Anak cucu nanggung hutang yang nambah karena beda kurs doang.

Makanya kan kemudian pemerintah bener-bener menjaga kurs ini dan akhirnya keluarkan ORI dan Sukuk yang gue yakin kalian pasti sudah pada beli kan yes? 😀 Intinya, pemerintah mau ajakin rakyat buat ikutan mikirin negara dengan minjem duitnya rakyat lewat jualan ORI dan Sukuk tadi.

Kalo minjem duit rakyat, Rp. 100 ya akan jadi Rp. 100 kapanpun kan. Pemerintah gak dagdigdug, sementara rakyat tentram karena tahu yang make duit mereka ya pemerinta sendiri dengan imbal hasil yang menggiurkan.

Baca juga Postingan tentang investasi di ORI dan Sukuk Ritel: Kasih Hutang ke Pemerintah? Hayuk!!

Investasi di ORI, Sukuk dan Sukuk Tabungan

Iya loh, menggiurkan banget imbal hasil yang diberikan sama pemerintah kalo misalkan rakyat mau beli ORI dan Sukuk Ritel. Ini deh, gw ambil contoh yang ORI aja ya. Sejarah perkembangannya imbal hasilnya kek gini:

Return ORI dan Sukuk Ritel untuk referensi Investasi Syariah Sukuk Tabungan

Return ORI dan Sukuk Ritel untuk referensi Investasi Syariah Sukuk Tabungan

Kalo dibandingkan dengan deposito yang sekarang sebelum pajak aja paling cuman dapet 4.5%, kebayang dong seberapa nguntunginnya kalo investasi di ORI dan Sukuk. Apalagi nih, kalo misalkan punya ORI dan Sukuk Ritel yang seri-seri sebelumnya dan di tengah jalan butuh duit. Bisa dijual di pasar sekunder dengan petensi keuntungan harga.

Jadi kalo suku bunga deposito lagi turun kayak sekarang, sementara kupon ORI atau imbal hasilnya Sukuk Ritel itu jauh di atas bunga deposito yang berlaku, ORI atau sukuknya bisa dijual di pasar sekunder dengan harga yang lebih tinggi. Let’s say 101% atau lebih. Jadi kalo awalnya beli ORInya Rp. 5 juta, bisa dijual dan dapet duit lebih dari Rp. 5 juta.

Baca juga Kalo Kehabisan Sukuk Ritel Kudu Piye?

Trus kan ini tema postingannya Sukuk Tabungan ya? Sama aja sama ORI apa gimana?

Kalo Sukuk Tabungan ini agak sedikit beda. Sama-sama program pemerintah buat mendapatkan hutang dari masyarakat, tapi sesuai namanya, memang ditujukan buat tabungan dan mengambil nama sukuk, instrumen investasinya pun syariah.

Skema pembelian dan sebagainya sebenarnya sama dengan kalo kita mau investasi di Sukuk Ritel maupun di ORI. Perbedaan utamanya cuman kalau Sukuk Tabungan ini tidak bisa diperjualbelikan di pasar sekunder. Jadi yang beli harus pegang sampai jangka waktunya habis. Trus kalo butuh duit sewaktu-waktu gimana? Tenang, bisa dicairkan/redeem kok meskipun maksimal cuma 50%.

Aih bingung deh Dan! Makanya baca sampe akhir ya.

Investasi Syariah Sukuk Tabungan

Berapa Minimal Investasi, Imbal Hasil (dan Pajaknya) dan Berapa Lama?

Karakteristik Investasi Syariah Sukuk Tabungan

Karakteristik Investasi Syariah Sukuk Tabungan

Kalau baca keterangan di website Kemenkeu sih, minimal investasi syariah Sukuk Tabungan sih relatif lebih kecil dibandingkan investasi di instrumen lain, bahkan dibanding buka deposito. Cukup dengan Rp. 2 juta dan kelipatannya! Ehm, maksimalnya sih Rp. 5 Milyar. Gue sebut aja kan yes? Siapa tahu yang horangkayah mau pesen Rp. 10 M. Ihikk

Nah imbal hasil yang ditetapkan sama pemerintah ini sebesar 6,9% per tahun selama 2 tahun. Iya masa investasi syariah Sukuk Tabungannya 2 tahun. Jadi selama dua tahun uang yang diinvestasikan akan dipinjam sama pemerintah yang bakalan dibalikin di akhir tahun ke dua.

Yah, 6,9% mah kecil kaleee Daaan! Eits, tunggu dulu! Bandingin dulu sama Deposito deh!

Kalo deposito di Pulau Jawa di Bank Mandiri minimal Rp. 10 juta kalo mau dapet bilyet depo dengan buka depositonya di cabang. Kalo di Internet Banking sih bisa dengan Rp. 1 juta tapi gak dapet bilyet. Selain itu bunga deposito 4.5% setahun (indikasi dari pas terakhir gue tanya bulan lalu sih).

Itumah gak beda jauh dong Dan! Eits, hitung dulu pajak atas bunga dan atau imbal hasilnya dong. Deposito kena 20% sementara Sukuk Tabungan ini sama kayak surat hutang pemerintah lainnya di 15%.

Net bunga deposito: 4,5% x 80% = 3,60%;

sementara Sukuk Tabungan: 6,9% x 85% = 5,865%

Gimana? Kelihatan menggiurkan nggak?

Baca juga tulisan tentang Periksa Profil Risiko sebelum Mulai Investasi.

Ada Jaminan Pemerintah Gak?

Bookkkk, namapun ini pemerintah yang hutang loh. Sukuk Tabungan ini dijamin 100% oleh pemerintah dan aman karena ya itu tadi, pemerintah langsung yang ngejamin…

Gini deh, kalo lu butuh duit, bilang ke temen yang kira-kira potensial buat minjemin gimana?

“Janji deh, sumpah mati bakalan gue bayar. Gak bakal meleset! Lu bawa deh jam tangan gue yang mahal ini kalo perlu buat jaminan”

Gitu gak kira-kira ngomongnya? Sama dengan pemerintah lah. Kasih jaminan 100% buat hutangnya. Jadi mau beli berapapun gak perlu kuatir sama sekali! Kenapa? Kalo pemerintah bohong gimana?

Mameennn… pliss deh ah, lebay amat kalo sampe kepikiran gitu. Di jagad investasi (halah!) yang dianggep paling kredibel buat diinvestasiin itu ya pemerintah itu sendiri. Kalo misalkan pemerintah sampe default kan ya udah parah toh (errr… kejadian di Yunani sih). But eniwei, pemerintah Indonesia gue yakin gak sampe gitu kok.

Lihat aja ekonomi negara ini yang masih berdenyut kencang sekali (ihik!), -trus pada milih deposito aja karena aman.

Hellooooowww? Hahahahaha.

Mameeeen, kalo nganggep deposito itu aman, karena apa? Karena dijamin? Yang njamin siapa? Pemerintah loooh. Dan dijaminnya itu cuman sampe maksimal Rp. 2 Milyar! Sukuk Tabungan dijaminnya berapa? 100%!

Jadi kalau misalkan beli Rp. 5 Milyar pun dijamin semua sama pemerintah. iya, SEMUA. Karena ini hutangnya pemerintah langsung.

Baca juga Alasan Kenapa Jangan Sampai Tergoda Promo Tabungan!

Oh Gitu Ya? Trus Gimana Kalo Mau Ikutan?

Masa Penjualan Sukuk Tabungan ini mulai dari tanggal 22 Agustus 2016 kemarin sebenernya sampai tanggal 2 September 2016 ini.

Iye, gue telat bikin postingannya ini. Tarsok-tarsok sampe tahu-tahu nyadar udah tanggal 30 Agustus aje! Mayan lah ya masih ada beberapa hari.

Trus belinya dimana? Yang pasti sih kalian kudu wajib harus dateng ke bank-bank yang ditunjuk buat jualan Sukuk Tabungan ini. Tenang aja, kalo bank kalian paling gak kedengeran di iklan TV pasti ada kayaknya sebagai salah satu agen penjualnya. Tinggal dateng ke sana, isi formulir dan siapin dana di rekening kalian.

Ini nih daftar bank yang ditunjuk buat jadi agen penjualnya Sukuk Tabungan:

Daftar Bank Penjual Investasi Syariah Sukuk Tabungan

Daftar Bank Penjual Investasi Syariah Sukuk Tabungan

Sukuk Tabungan Cocok Buat Siapa Aja?

Gue mau bilang seluruh rakyat Indonesia tapi takut dijejelin telor euy…

Kalo lu tipe yang takut banget duit kenapa-kenapa kalo diinvestasiin di instrumen yang dirimu kagak terlalu ngerti, then you cucok buat beli Sukuk Tabungan ini. Kalo saham dirasa terlalu berisiko karena gak ikut mengendalikan perusahaannya, reksadana takut duitnya dibawa kabur sama manajer investasinya dan lebih suka deposito karena dijamin sama pemerintah, maka lu HARUS beli Sukuk Tabungan ini.

Atau kalau itu tadi, pencinta berat deposito, semua bonus harus deposito, apa-apa deposito, ya HARUS kudu wajib beli ini.

Ditambah lagi, kalau misalkan investasinya harus syariah, kemudian aman dan dijamin pemerintah, maka gak ada kata lain dan gak ada penjelasan lain yang lebih masuk akal, dirimu harus beli investasi syariah Sukuk Tabungan.

Lha terus kalau sudah biasa investasi di saham, reksadana lalalalilili gimana? Ya gak ada salahnya sih buat investasi syariah Sukuk Tabungan ini… Toh selalu dibilang kan kalau jangan pernah taruh semua telormu dalam satu keranjang yang sama kan yes?

Apalagi kalo lagi ada yang bingung, punya duit buat rencana sekolah anak, atau kumpulin duit buat DP rumah dua tiga tahun lagi ato yang butuh buat nyimpen duit yang aman deh. Pas banget lah ini.

eh gak bisa dijual ya Dan? Kalo Butuh Duit Sewaktu-Waktu Gimana?

Iya, investasi syariah Sukuk Tabungan ini gak bisa dijual di pasar sekunder kayak si ORI maupun Sukuk Ritel. Jadi mau gak mau harus nunggu 2 tahun.

Tapi gak usah kuatir, Sukuk Tabungan masih memungkinkan buat redeem (mencairkan) sebelum jatuh tempo kok. Tapi ya itu, lu harus pegang Sukuk Tabungannya minimum 12 bulan dulu. Baru di bulan ke 12 itulah bisa dilakukan early redemption.

Maksimum pencairan lebih cepetnya itu juga 50% dari Sukuk Tabungan yang lu punya ya. Gak bisa lebih. Jadi kalo mau dicairkan lebih cepet, lu kudu beli minimum Rp. 4 juta (karena satu unitnya seharga Rp. 2 juta). Kalo beli cuma Rp. 2 juta ya gak bisa dicairkan sampe tahun ke 2 pas jatuh tempo masbroh, mbaksis.

Misalkan beli Rp. 250 juta nih, di bulan ke 12 ya kalian akan bisa cairkan maksimum 50% dari nilai itu. Straightforward kok. 😀

Jadi, Beli Investasi Syariah Sukuk Tabungan Gak?

Kalo melihat dari minimum investasinya yang cuman Rp. 2 juta, jangka waktu gak terlalu lama (cuma 2 tahun) dan jaminan aman dari pemerintah di tengah gencarnya isu suku bunga turun kayak sekarang mah gue pribadi bakalan beli kayaknya. Ini udah kepikiran ntar pagi mau mampir ke cabang buat isi form pendebetan #eaaaaa.

Jadi kalo memang masih punya pertanyaan:

“Punya duit segini enaknya diapain ya? Gak mau berisiko tapi gak mau yang dapetnya dikit juga”

investasi syariah Sukuk Tabungan ini bisa banget dipertimbangkan loh. Jangan sampe kehabisan ya. *ini gue ngeri besok pas dateng ke cabang dibilang habis aja. Hiks.

Udah yuk buruan dateng ke cabang bank terdekat dan beli investasi syariah Sukuk Tabungannya!

*Gambar ilustrasi dan video diambil dari web kemenkeu (www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan) dan dokumentasi pribadi

Advertisements

15 Comments

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
%d blogger menyukai ini: