{Seri Istilah Keuangan} (Sudah) Pahami Istilah Terkait Rekening Tabungan Ini (?)

Postingan tentang istilah terkait rekening tabungan setelah berminggu-minggu gue berkelana tak tentu arah dengan isi blog ini? Iya, gue mau balik fokus ke tema keuangan pribadi.

Kalau kalian sempat bertanya-tanya “What the heck is Dani doing with his blog?” trust me, I’ve been wondering the same thing. Dan itu yang bikin gue gak ngepost luwama. Padahalan banyak yang pengen gue posting. 😀

Okelah, sebagai postingan comeback gue ke tema blog ini, menjawab pertanyaannya Mbak Lusi Tris gue akan buat postingan tentang Seri Istilah Keuangan. Bahahahaha. Iye, gue emang suka sok iyes.

Pahami Istilah Terkait Rekening Tabungan

Pahami Istilah Terkait Rekening Tabungan

Istilah keuangan apa sih yang bakalan gue tuliskan? Ya istilah keuangan yang mungkin udah kalian dengar sehari-hari sih, tapi akan gue upayakan buat ngebahasnya pake cara yang paling gampang dipahami. Gak dengan cara ngomongnya orang bank. 😀

Oke kalo udah pada tahu, silahkeun di skip ya postingannya, tapi jangan lupa komen istilah apalagi yang kira-kira mau dibahas. Kalo gue kagak ngarti, gue akan coba cari tahu. 😀

Istilah Terkait Rekening Tabungan yang (Mungkin) Susah Dipahami

Saldo Rata-Rata Harian

Pas pertama kali buka tabungan, mungkin ada beberapa bank yang menyaratkan saldo minimum rata-rata harian. Terutama buat bank-bank yang punya promosi hadiah undian ini inu. Apa sih maksudnya?

Kalo ada bank yang punya syarat ini, berarti rekening kita dimonitor setiap hari berapa saldonya. Yep, sistem bank mampu melakukan itu. Setiap hari akan dihitung berapa saldo yang ada di rekening. Kapan dihitungnya? di akhir hari. Pas dinihari di mana sistem bank melakukan proses batch. Nah setelah itu, akan dirata-rata berapa saldo setiap harinya.

Jadi kalo ada syarat ini, ga usah berharap dapet hadiah atau apapun kalo strategi kalian adalah setor gede di awal, tarik dana dan setor lagi di akhir bulan. Not gonna work.

Baca juga postingan kenapa sebaiknya kalian tidak tergoda hadiah tabungan.

Saldo Minimum

Saldo awal dan saldo minimum sebagai pertimbangan buka rekening bank

Saldo awal dan saldo minimum sebagai pertimbangan buka rekening bank

Seperti namanya, saldo minimum ini berapa jumlah uang yang minimum harus ada di rekening kita. Beda bank beda perlakuan.

Kayak tabungan BCA yang menyaratkan saldo rata-rata harian minimum Rp. 100.000,- berarti hasil penghitungan saldo rata-rata harian di poin pertama tadi minimal sejumlah seratus ribu itu tadi. Sementara tabungan Mandiri menyaratkan saldo minimum Rp. 100.000,- yang berarti di rekening harus ada Rp. 100.000,- yang gak bisa diambil sama sekali.

Kalo misalkan jumlah uang yang ada ternyata kurang dari yang disyaratkan, ada yang mengenakan biaya di bawah saldo minimum dan ada juga yang tidak memberikan bunga. Jadi cermati aja bagaimana persyaratannya.

Baca juga postingan apa saja 6 hal penting untuk pertimbangan membuka rekening bank?

Bunga Harian

Udah nih ya soal saldo dan jumlah minimum rekening di bank, nah trus bunganya rekening tabungan gimana? Dihitung harian masbro dan mbaksis.

Iya, karena sistem bank bisa ngitung saldo harian, bunga yang diberikan ke nasabah juga dihitung harian berdasarkan saldonya. Jadi bukan dihitung berdasarkan saldo di akhir bulan saja. Dan cermati ya, bunga bank itu kan diberikan berjenjang. Saldo sekian sampai sekian diberikan bunga sekian, jadi gak sama rata.

Tapi-tapi-tapi sih yaaaaa, daripada mengharapkan bunga tabungan, lebih baik kalian investasikan dana di tempat lain kalo emang dananya nganggur gak kepake. Apa? Bukaaaan, bukan deposito… reksadana pasar uang mameeen!! 😀

Kalo mau mulai investasi reksadana, baca postingan tentang dasar-dasar investasi reksadana yang harus kalian ketahui.

Pajak Atas Bunga

Yakin gak mau obligasi ritel dan tetep simpen di tabungan?

Yakin gak mau obligasi ritel dan tetep simpen di tabungan?

Ini yang paling sering disalahpahami sama nasabah. Pajak atas bunga atau sederhananya pajak. Jadi kalo orang bank bilang: “Pajaknya 20% ya Bu/Pak”, itu berarti pajak yang dikenakan atas bunga yang didapatkan oleh rekening itu. Bukan atas pokoknya.

Sering banget pas dulu gue jelasin ini orang-orang langsung pada protes:

“Yaampun Bu, besar amat potongannya. Habis dong duit saya dipotong 20% tiap bulan sama pemerintah.”

Jadi bukan begituuu yaaa manteman. Gampangnya gini deh. Kalo misalkan kalian dikasih tahu dapet bunga 4,5% setahun, itu artinya yang akan kalian terima adalah 80% x 4,5% = 3,6% per tahun. 20% yang seharusnya kalian dapatkan diserahkan ke negara. Inget ya, dari bunganya, bukan dari pokoknya.

Inipun berlaku buat deposito. Pajak atas bunganya 20! Dan inget ya, orang bank selalu nawarin sebelum dipotong pajak. Jangan langsung tergoda gak pake cek kiri kanan langsung mau aja deposito atau buka tabungan premium.

Ngomongin soal pajak atas hasil investasi, obligasi ritel dan juga sukuk ritel cuma kena pajak 15% atas kuponnya.

Baca juga postingan tentang investasi di obligasi ritel.

Dana Efektif di Rekening

Pernah gak kalian terima transferan tapi dananya gak bisa diambil? Pengirim udah kasih bukti transfernya padahalan.

Nah, duit baru bis diambil kalo memang sudah efektif di rekening.

Di bank sendiri ada berbagai macam tanggal. Salah duanya tanggal transaksi dan tanggal efektif. Akan lebih gampang ngebayangin kalo kalian udah pake internet banking dan sering transaksi di sana. Kalo lewat internet banking bisa disetting kapan tanggal dananya efektif tertransfer ke rekening penerima.

Baca juga postingan tentang 3 hal sederhana yang akan membuat hidup jauh lebih mudah (dalam Bahasa Inggris).

Bisa juga kejadian buat yang sering transfer-transfer valuta asing. Dengan jumlah tertentu biasanya akan ada permintaan data ini itu yang kalo gak dipenuhi duit gak akan bisa efektif di rekeningnya, meskipun technically speaking duit sudah diterima di rekening.

Biaya Administrasi

Nggaaak, gue gak akan menjelaskan apa itu biaya administrasi. Udah pada tahu kan kalau rekening tabungan itu ada biaya administrasi yang dipotong tiap bulan? Kapan dipotongnya tergantung masing-masing bank.

Nah kenapa sih ini kita nyimpen duit harus dipotong biaya administrasi?

Ya kan kita nyimpen duit di bank itu bukan kayak di celengan ya. Di celengan kalo duitnya ilang paling nyalahin tuyul kan (kalo gak enak nuduh orang rumah :P). Lhakalo di bank, duit kita ilang kita bisa komplen. Makdarit bank gaji pegawai, bikin sistem dll. Nah salah satu biayanya ya diambil dari administrasi rekening itu.

Biasanya sih biaya administrasi rekening berbanding lurus dengan fasilitas dan transaksi yang bisa dilakukan. Semakin banyak transaksi akan semakin mahal biaya administrasinya, pun sebaliknya. Jadi dah ada bayangan kan kenapa bank tertentu hiaya administrasinya mahal banget?

Biaya Saldo di Bawah Minimal

memahami istilah terkait rekening tabungan

memahami istilah terkait rekening tabungan

Ada yang pernah bete dan sebel banget saldo di rekening tiba-tiba aja habis setelah lama gak transaksi? Ternyata setelah ditelusuri setelah dipotong biaya administrasi duitnya habis dan di bawah saldo minimal. Eh bukannya potongannya berhenti malah ada tambahan biaya di bawah saldo minimum.

Bete? Wajar… tapi ini penjelasannya:

Selain gaji pegawai tadi, bank kan juga pakai sistem ya. Nah sistem itu kan butuh biaya pemeliharaan per account. Kalau rekening-rekening gak aktif, bukannya kasih untung tapi malah ngebebanin sistemnya bank. Karena itulah ada biaya tambahan biaya di bawah saldo minimum.

Agak ribet sih emang buat merhatiin satu-satu di mutasi rekening tapi ya mau gak mau kudu tahu tentang biaya ini. Jangan sampe kaget pas tahu rekeningnya habis dana setelah lama gak transaksi. Gue dulu kenyang ngadepin omelan nasabah yang protes soal ini.

Baca juga postingan tentang kerja di bank dan kejadian-kejadian ajaibnya.

Maksimum Limit Transaksi Harian

Oke duit kita milyaran nih misalnya di bank, maunya bisa transaksi langsung di ATM, mobile banking atau internet banking dong ya. Horangkayah gitu loh. Ternyata gak bisa sodara-sodara. Ada ketentuan limit untuk tiap-tiap channel transaksi.

Gue sih gak hapal berapa aja ya tiap bank, tapi ada yang membedakan berdasarkan jenis kartu ATM yang dipake, ada juga yang membedakan di limit transfer melalui e-bankingnya. Semua ini tergantung seberapa besar bank mengukur potential risk yang akan timbul dengan postensi yang dimiliki dari rekening-rekeningnya.

Jadi setiap rekening itu biasanya punya limit maksimal bisa transaksi. Kemudian limit transaksi itu dibatasi dengan limit kartu ATM, limit transaksi monile banking, internet banking dan phone banking. Jadi misalkan satu rekening maksimal sehari transaksi Rp. 100 juta, kalau dia sudah transaksi lewat internet bankig Rp. 50 juta, sms banking Rp. 40 juta, berarti sisa transaksi di ATM Rp. 10 juta.

Bisa kebayang kan yes?

Transfer Real Time

Ah, pasti dah pada tahu ya istilah terkait tabungan yang satu ini kan? Transfer real time! Masa sih ga tahu?

Transfer real time ini artinya transfer yang akan diterima saat itu juga. Ga ada tunggu-tungguan. Jadi begitu klik kirim si penerima bisa langsung tarik duitnya. Karena emang memudahkan banget, biayanya pun relatif lebih mahal dibandigkan transfer melalui SKN.

Transfer ini menggunkan jasa perusahaan yang punya jaringan ATM Bersama. Bahkan BCA pun sudah ikut di dalam jaringan ini. Jangan lupa, ada limit maksimum transaksi juga. Tip bank berbeda memang, tapi rata-rata sih sekitar Rp. 10 juta sampe Rp. 25 juta.

Transfer SKN

pertimbangan buka rekening bank

pertimbangan buka rekening bank

Nah kalau ada transaksi lebih besar dari limit transfer onlinenya, kita bisa pakai fasilitas transfer SKN yang adalah singkatan transfer Sistim Kliring Nasional. Sesuai namanya, transfer SKN ini mengikuti batch dari kliring di perbankan Indonesia di jam 9, 11 dan jam 2 (CMIIW(.

Jadi kalau kalian transfernya sebelum cut off time tiap batchnya, transfernya akan jalan di jam-jam itu, sedangkan kalau transfer setelah cut off time akan diikutkan batch berikutnya atau bisa masuk ke keesokan harinya.

Oiya, karena ikut sistem kliring juga, transfer jenis ini biasanya meminta kita buat masukin data penerima transfer yang lumayan lengkap. Jadi hati-hati ya pas masukin datanya.

Transfer RTGS

Nah yang terakhir nih, RTGS, Real Time Gross Settlement. Kalau sehari emang buwanyak banget yang mau ditransfer dalam hal jumlah rupiahnya ya. Misalkan aja mau transfer Rp. 550juta, nah gabisa tuh pake ATM Bersama atau SKN. Harus pake RTGS.

Biayanya? Mahal! Sekali transfer Rp. 25 ribu atau lebih tergantung masing-masing banknya. Sampe saat itu juga instant!

Gue sih belom pernah terima apalagi transfer pake RTGS. Doain segera bisa ya dan doa yang sama juga buat keliyan. 😀

Penutup

Jadi bagaimana untuk istilah terkait rekening tabungan yang gue tulis di sini? Apakah ada pertanyaan lebih lanjut? Kalo gue ada yang salah feel free buat koreksi loh ya manteman.

Atau kali aja setelah baca postingan ini kemudian terinspirasi omongannya customer service atau teller yang masih susah dinalar? Tulis aja di kolom komentar ya manteman. Monggo. Kalo bisa dijawab di kolom komentar langsung ya akan dijawab, tapi kalo dirasa perlu bikin postingan lanjutan ya akan gue posting. #eaaaa #mbuletKayakSusur

Makasih banyak ya sudah mau baca ini dan kali aja dirasa bermanfaat makasih banget kalo mau share. Siapa tahu banyak yang belum tahu istilah terkait rekening tabungan yang ada di sini. ☺️

About these ads

45 Comments

  1. ratusya
      • ratusya
          • ratusya

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Ingin membaca artikel perencanaan keuangan lainnya? Buka
+
%d blogger menyukai ini: