It Just Went Up!

Work Hard

Nyampe rumah, maen-maen sama A dulu. Trus jam 9an nyalain TV. Kirain ada invasi alien ato apa, rameee kendaraan berbaris-baris. Ternyata BBM barusan diumumkan naik. Gak banyak kok cuma naik 30.77% dari harga sebelumnya. By the time I’m typing this, the price already effective. 

Jadi buat yang biasa pake premium buat motornya yang biasanya seminggu Rp. 30rebu jadi Rp.39rebu sekian. Kalo mobil yang biasa Rp. 250rebu jadi  Rp. 326rebu sekian. Sekali lagi gak banyak kok nambahnya. Cuman nambah sekitar 15%an dari total pengeluaran bulanan kalo separoh biaya sehari-hari adalah transport. Kalo naik angkot? percayalah sepertinya akan segera naik.

Padahal gaji belum naik sampe lebih dari 10% kan? 

Bukaaaan, postingan ini bukan mau menghujat ato menghasut orang untuk bilang kalo kenaikan harga BBM bersubsidi gak memihak rakyat kecil dan semacamnya. Gw percaya kalo Jokowi dan menterinya melakukan ini demi rakyat, menyelamatkan Rp. 100 trilyun subsidi yang seharusnya dipake untuk menyejahterakan rakyat dari para pengguna mobil pribadi yang tiap hari merasakan dinginnya AC mobil tapi mengeluh tiada henti soal kemacetan. Sama-sama berdoa dan berusaha jaga aja kalo pemimpin negeri ini amanah.

Lhaterus kita gimana?

Yaudah hidup jalan seperti biasa aja, lakukan penyesuaian yang diperlukan biar meskipun belom ada tambahan income/peningkatan gaji tapi bisa mencukupi kebutuhan. Pangkas pengeluaran-pengeluaran yang gak perlu dan review lagi instrumen-instrumen investasi yang dipake. Buat yang pengusaha, margin usaha mungkin tinggal disesuaikan dengan laju inflasi yang datang berbarengan dengan kenaikan harga BBM.

Buat yang pegawai pertimbangkan lagi instrumen investasi yang dipakai. Kalo selama ini masih pake tabungan rencana punya bank apa iya masih ngejar sama inflasinya, deposito pun begitu. Apa sudah beneran belajar investasi di reksadana dan atau saham? Kalo sudah apa alokasinya sudah bener sesuai target? Apa bener unitlink yang sudah dibeli bisa sesuai dengan tujuan disesuaikan dengan inflasi yang sekarang?

Buat para sumber penghasilan entah itu Bapak ato Ibu yang bekerja yang bawa uang tiap bulan pulang, dengan semakin tingginya biaya hidup, apa sudah dicover dengan perlindungan yang mencukupi? Kita kan mencintai keluarga kita seumur hidup mereka kan ya. Bukan seumur hidup kita doang. Hehehe. Hayuk review asuransinya. 😀

Perubahan biasa kan terjadi dan kita tinggal menyesuaikan aja sama kondisi yang ada.

Note: Catatan ini buat ngingetin diri sendiri kok. 😀

Advertisements

67 Comments

  1. nate
  2. Dwi Puspita
  3. Chichi
  4. adejhr
      • adejhr
  5. Swastika Nohara
  6. yuni
  7. eda
  8. Fauzi
  9. dey
  10. Sandrine Tungka
      • Sandrine Tungka
  11. MS
  12. November 18, 2014
  13. sanetya
      • sanetya
  14. November 21, 2014

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
%d blogger menyukai ini: