Penganten Baru Harus Tahu Beberapa Poin tentang Keuangan Ini (Bagian 1)

Ada yang pernah dapet nasihat keuangan untuk pengantin baru (yang mestinya berguna setelah pesta pernikahan dan bulan madu akhirnya selesai)?

Ketika gemerlap meriahnya pesta dan kehidupan indah di hotel -yang bak cerita dongeng akhirnya usai, mau gak mau harus menghadapi dunia nyata kan? Ada yang sempet panik gak sih? Gue dulu sempet! Haha

Ketika malam pertama berlanjut dengan malam-malam berikutnya, urusan duit pasti mau gak mau harus dihadapi dua mempelai berbagia. Kenyataan tentang gimana ngebiayain hidup keluarga setelah menghabiskan ratusan juta (untuk pesta dan bulan madu) pasti sempat terlintas di kepala. Apa cuman gue?

Gue pernah ngerasa overwhelmed beberapa saat. Mikirin: gile ini anak orang mau dikasih makan apa ya? Bisa gak ya gue mengarungi kebahagian bersama -phisically and financially.

Rejeki diatur oleh Allah, gue percaya itu. Tapi wajar aja kan ya kalo ada pikiran semacam itu melintas?

Apalagi masa-masa tahun 2011 dulu waktu gue kawin kan social media belom serame sekarang. Belom banyak personal finance blogger di Indonesia sini yang ngebahas apa aj sih yang perlu disipain financially sebagai sebuah keluarga.

Nah habis ngobrol ama Lia (sebelum dia melangsungkan pernikahannya beberapa minggu lalu), gue jadi kepikiran andai aja dulu gue dapet tips-tips menyiapkan keuangan keluarga sebelum nikah. Andai aja ada yang kasih tahu apa aja yang perlu disiapkan untuk mengarungi rumah tangga bahagia *halah. Makanya gue ngerasa perlu nulis postingan ini.

Oiya, baca postingan checklist persiapan pernikahannya Lia di blognya dia ya.

Apa Saja sih Nasihat Keuangan untuk Pengantin Baru yang Gue Harap Diberikan Sebelum Nikah Dulu?

nasihat keuangan untuk pengantin baru

nasihat keuangan untuk pengantin baru

Ternyatah ya, BANYAKKK!!!! Hahahahaha.

Sebelum nulis, gue brainstorming sama persona pembaca gue (memraktekkan saran Mbak Carra di postingan tips menulis dengan cepat namun tetap berkualitas). Hasil brainstormingnya ternyata daftar poin yang rasanya bisa jadi masukan berharga buat pasangan baru itu bisa panjang.

Asuransi, dana darurat, dana pensiun, manajemen utang, kebijakan investasi, tempat tinggal, uang muka rumah (kalo belom punya), biaya bulanan, biaya commuting dan biaya nyiapin isi rumah bisa jadi bahan obrolan yang menarik banget bareng pasangan kalian. Whether you like it or not, honeymoon is already over honey. *terus senyum penuh arti sama yang barusan kewong.

Asuransi Apa yang Penting Banget Buat Dibeli Secepatnya?

Asuransi jiwa, term life, buat pencari nafkah utama. Itu jawaban gue.

Trusan banyak yang nanya ke gue:

“Eh? Apa itu maksudnya term life? Kan si mamasnya punya unitlink yang baru dibeli sebelum acara kawinan. Gue kan ada asuransi dari kantor. Emang harus beli lagi?”.

Sebelum ngebahas lebih jauh soal asuransinya, gue muter dikit ya.

Kalo kondisi kalian berdua kerja, udah pernah didiskusikan belom down the road nanti kalo misalkan kondisi mengharuskan, siapa yang harus berhenti kerja?

Jangan bilang istri harus stay at home ya. Jaman sekarang banyak perempuan hebat yang juga bisa cari duit lebih gede dari suaminya. Gue ga ada masalah sama itu. Who knows the amount of money needed by a household anyway kan ya? Jadi opsi itu tetep harus diomongin karena kadang kenyataan gak sesuai rencana kita. Banyak gue lihat yang akhirnya mengambil keputusan suami yang berhenti kerja.

Kenapa gue nanya itu? Karena penting buat nentuin siapa pencari nafkah utamanya. Asuransi jiwa term life ini perlu banget buat dibeli untuk si pencari nafkah utama.

Tentang asuransi term life ini pernah gue tulis di tulisan mencintaimu seumur hidupmu.

Kenapa harus asuransi term life? karena preminya jauh lebih murah bisa dapet uang pertanggungan yang jauh lebih besar. Cocok untuk pasangan baru yang banyak kebutuhan lain selain asuransi.

Buat penjelasan lebih lengkapnya bisa juga baca artikelnya Forbes yang nulis secara sederhana banget tentang kenapa harus asuransi term life. Kalo belom puas, ini video dari Suze Orman yang ngomongin asuransi term life vs whole life (unit-linked):

Bukan jualan sih ini, tapi kalo kesulitan cari agen asuransi yang jualan asuransi term life, kontak gue ya, ntar gue kenalin ama temen. Karena gue tahu betapa susahnya nyari asuransi term life. Gue (hampir) selalu ditawarin asuransi whole-life (unit-linked) setiap kali nanya asuransi jiwa.

Kenapa Dana Darurat Harus Disiapin Juga?

bank account lover

bank account lover

Jadi gini ya mas-mas dan mbak-mbak yang lagi berbunga-bunga menikmati ajaibnya dunia. Memang sih kita gak pernah berharap kejadian sesuatu yang buruk akan menimpa kehidupan rumah tangga. Tapi kalo udah kadung kejadian gimana?

Kalo pencari nafkah utama meninggal, asuransi term-life di atas yang akan bantuin. Tapi kalo misalkan tetiba ada downsizing perusahaan yang erat kaitannya sama efisiensi dan pengurangan pegwai. Kalo pencari nafkah utama yang kena? Tiba-tiba penghasilan ilang sementara dapur harus tetep ngepul, duit buat beli gas sama berasnya dari mana? Atau ada anggota keluarga yang harus dirawat di rumah sakit sementara asuransi kantor kurang coveragenya?

Dalam hal kehilangan kerjaan, sejak kejadian sampe dapet kerjaan baru kan butuh waktu ya. Rata-rata berapa lama dari mulai interview sampai gaji pertama? Paling optimis mungkin 3 bulan, pahit-pahitnya 6 bulan. Lama kan? Trus kalo (amit-amit sih ya) ada yang masuk rumah sakit dan asuransi kantor kurang, duitnya dari mana?

Idealnya ada minimal 3 bulan gaji atau pengeluaran bulanan di rekening dana darurat. Kalo udah berkeluarga seharusnya 8 bulan penghasilan. Cuman kadang kan susah langsung nyiapain dana segede itu. Makdarit, buat siapin dana darurat, bisa mulai dari target terkecil, Sisihin dulu deh sebulah gaji dan lama-lama meningkat. Baca postingan gue tentang menyiapkan dana darurat dengan mulai dari target yang kecil.

Ini nih video 11 langka menyiapkan dana darurat yang menarik dari pasangan His and Her Money :

Simpen Dana Darurat di Instrumen Apa?

Oke ya, udah paham kan yes pentingnya dana darurat ini?

Trus habis itu kalo udah mau mulai nyimpen dana darurat, simpennya di mana? Logikanya sih nyimpen di tempat yang paling gampang buat diambil kalo ada kejadian apa-apa. Tabungan atau giro. Itu yang terpenting untuk dana darurat.

Kan rugi Dan gak ada bunga dan dipotong biaya administrasi? Kenapa gak di depositokan aja?

No-can-do, deposito bukan instrumen yang tepat kalau memang mau nyimpen buat dana darurat. Buat bisa dicairkan, deposito bakalan kena penalty kalo belom jatuh tempo. Sayang banget kan? Sementara kalau nunggu jatuh tempo, duit apa yang dipake buat bayar keperluan sampai tanggal cairnya?

Penting banget buat diinget juga, dana darurat jangan disimpen di rekening yang potongan bulanannya gede (karena fitur transaksi macem-macem) dan kalo bisa itu ATM disimpen di tempat yang cuman bisa diakses waktu darurat aja. Simpen itu kunci lemari tempat nyimpennya rapet-rapet ya. Baca tulisan tentang pertimbangan penting buat buka rekening.

Ya gak bisa ngatur kejadian darurat baru boleh terjadi deket sama waktunya deposito cair kan? Click To Tweet

Gue sendiri lebih prefer dana darurat disimpen di rekening reksadana pasar uang. Pencairan butuh paling cuma 2 atau 3 hari dan sementara waktu bisa pake duit dari rekening operasional atau kartu kredit. 😛 Gak ideal sih, tapi so far masih bisa tercover kebutuhan-kebutuhan daruratnya.

Lebih Penting Siapin Dana Pensiun Dibandingkan Dana Pendidikan (Calon) Anak

Dana Pensiun VS Dana Pendidikan

Dana pensiun itu jauh lebih penting dibandingkan dana pendidikan anak. Menurut gue.

Kenapa gitu? Karena logikanya, pas kita pensiun kita cuman bisa menggantungkan sama apa yang udah kita siapin sendiri. Bukan ke anak-anak kita. Anak gue nanti gak ada tanggung jawab buat ngebiayain hidup gue. Period.

Menyiapkan dana pensiun jauh lebih penting untuk pasangan suami istri.

Menyiapkan dana pensiun jauh lebih penting untuk pasangan suami istri.

Trus ada yang kepikiran:

“Loh kan kita udah membesarkan mereka, kewajiban mereka dong buat balas budi ke orang tuanya?”

Well, emang sih sebagai anak gue mikir gini:

“Gue balas budi ke orang tua karena mereka sudah berjasa membesarkan dan mendidik gue sampe bisa jadi kayak sekarang tanpa mereka harus meminta.”

Tapiiiii, gue yang sekarang juga sebagai orang tua mikir gini:

“Itu anak gak pernah minta dilahirkan, jadi logical thing kalo gue melaksanakan kewajiban gue sebagai orang tua providing the best buat mereka. So it is not my place to expect some kind of payback from my kid. Anak gue gak harus balas budi ke gue. Kalopun mereka melakukan itu, gue berharap bukan karena gue meminta. Intinya good parenting itu kan? :P” 

Loh, katanya menyiapkan yang terbaik buat anak Dan? Trus dana pendidikannya kok dinomorduakan setelah dana pensiun sendiri? Egois banget?

Gini ya, siapin dana pendidikan anak setelah dana pensiun bukan berarti gak sayang anak loh ya. Masih banyak alternatif buat bisa biayain anak kita kan? Beasiswa salah satunya. Nah di situlah peran orang tua buat bisa mendidik anaknya jadi anak yang bisa dapet beasiswa itu.

Atau ajarin anak mandiri sedini mungkin. Kayak kemarin gue disetirin anak kuliahan semester 5 yang narik Uber tiap hari!

Trus Dana Pensiunnya Disiapin Pakai Instrumen Apa dan Kapan Kudu Mulai Disiapin?

Grow old prosper

Grow old prosper

Bentuk dana pensiun bisa macem-macem. Bisa jadi siapkan dana pensiun lewat properti, investasi saham atau reksadana. Jadi pilih instrumen yang paling sesuai dengan profil risiko masing-masing ya.

Satu hal yang perlu dipertimbangkan waktu nyiapin dana pensiun ini, gimana gaya hidup kalian sekarang dan bagaimana gaya hidup yang pengen kalian miliki nanti? By lifestyle, what I mean is how much money do you spend every month? Dan apakah kalian nanti juga ingin tetep memertahankan itu di masa pensiun?

Kalo sekarang suka makan di luar, nonton bioskop dua tiga kali seminggu dan lain sebagainya. Apakah dua puluh – tiga puluh tahun lagi kalian masih pengen melakukannya?

Pertimbangkan jumlah yang kalian perlukan sekarang dan masukkan inflasi ke perhitungan untuk waktu di masa depan di mana kalian akan pensiun.Setelah itu, hitung berapa lama perkiraan usia harapan hidup yang kalian inginkan. Kan boleh berharap berusia panjang ya. Hitung.

Kalian pasti akan terkejut lihat berapa jumlah uang yang harus kalian siapkan. Makanya mulai siapkan sekarang… Iya, SEKARANG. Semakin cepet mulai siapin dana pensiun akan semakin bagus. Ayo mulai siapin SEKARANG. SEKARANG!

Waktu adalah teman terbaik seorang investor. The sooner the better. Click To Tweet

Suami (atau Istri) yang Hutang Kok, Ngapain Gue Pusing?

marrried-959461_1280Nah ini nih yang harus diomongin berikutnya. Manajemen HUTANG!

Sebaiknya sih gak ada yang pernah nutupin soal hutang ya dalam kehidupan pernikahan, kecuali kalian nikah dengan prenup yang emang misahin harta dan utang suami-istri. Semuanya ditanggung bareng. Jangan sampe ada hutang yang suami/istri gak tahu.

Warisan bukan cuman harta, hutang juga diwariskan buat dilunasi anggota keluarga. Click To Tweet

Sebisa mungkin sih soal utang ini diomongin bahkan sebelum pernikahan dan sebelum malam pertama. Biar masing-masing pihak tahu apa sih yang bakalan mereka hadapi dalam pernikahan. Orang macam apa yang akan mendampingi tidur mereka setiap malam. Kalian gak mau kan dapet monster yang sukanya numpuk hutang?

Pelajari masing-masing hutang dan bagaimana cara kerjanya, sistem perhitungan bunganya dan cicilan-cicilannya. Apakah itu hutang KPR, Kredit Tanpa Agunan, hutang kartu kredit atau hutang kredit usaha. Diskusikan bagaimana approach terhadap masalah hutang ini. Jangan sampe jadi suatu ganjelan.

Temen gue Kartes, pernah nulis 5 jurus sakti lunasi gunung hutang yang menurut gue perlu kalian baca.

Apa Nasihat Keuangan untuk Pengantin Baru yang Paling Penting?

Dari ke empat nasihat di seri pertama ini, mana yang paling penting? Bukan salah satu yang ada di sini. Bihihihik.

Pesan paling pentingnya adalah: saling terbuka tanpa ada dusta di antara kalian. Apalagi kalo ngomongin soal duit.

Beneran deh. Istri gak usah sembunyiin apapun dari suami. Suami juga gitu, gak usah usil-usil dan nutup-nutupin apa gitu dari istrinya. Jangan deh pokoknya…

Sepelik apapun masalah keuangan yang dihadapi, terbuka sama pasangan. Karena siapa lagi yang bisa dipercaya soal duit kalo bukan pasangan kita kan? Kalo ternyata pasangan gak bisa dipercaya? Well, you better find the cure/solution fast.

Selalu tempatkan dan orang-orang tercinta kita di urutan pertama, karena itulah ngomongin uang perlu dilakukan di awal biar suami dan istri sama-sama tahu bagaimana kondisi keuangan keluarga dan kemudian bisa fokus ke pasangan tanpa harus constantly memikirkan di belakang tentang uang sendirian.

=====

Kalo kalian ngerasa postingan ini bisa bermanfaat buat yang lain, monggo dishare ya. Makasih banget buat sharenya! <3

About these ads

14 Comments

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Ingin membaca artikel perencanaan keuangan lainnya? Buka
+
%d blogger menyukai ini: