[Review] Pendekar Tongkat Emas

Pendekar Tongkat Emas (Gambar diambil dari Wikipedia)

Sebelum film ini beneran turun dan hilang dari peredaran gw pengen bikin semacam catetan dan kesan yang gw dapet setelah nonton film ini. Yayayaya, banyak yang sudah bikin reviewnnya tapi yasudahlahya ini kesan yangย gw dapet setelah nonton film ini.

Mulai dari mana ya? Gimana kalo mulai dariย para pemainnya? Oiya, spoiler alert! SPOILER BANGET DEH POKOKNYA ๐Ÿ˜€ , Jadi yang belom nonton dan gak pengen kena spoiler mending ga usah baca. ๐Ÿ˜›ย 

Pemain

Film ini didukung sama pemain-pemain papan atas Indonesia lah, siapa yang gak kenal sama Christine Hakim, Reza Rahardian dan Nicholas Saputra dan ditambah dengan Eva Celia yang jadi kembang baru dunia selebritis negeri ini. Kemunculan Christine Hakim yang singkatย di awal film kerasa kuat banget. Siapa sih yang meragukan kualitas dan totalitas akting beliau? Andaikan Cempaka yang dimainkan Christine Hakim muncul di sepanjang film, para pemain muda bakalan kebanting aktingnya.

Nicholas Saputra yang waktu keluar sudah khas dengan gaya dingin-khas-Rangga-AADCnya itu gak terlalu menyita perhatian gw. Malah kayak gak ada perkembangan dibanding AADC. Gw masih jauh lebih seneng perannya dia di Janji Joni, meskipun gw akui penampakan kuda-kuda dan kemampuan silatnya sebagai tokoh jagoan film ini cukup meyakinkan. Well, gak ada yang bisa membantah pesona Nicholas sih, mayoritas cewek (dan mungkin sebagian cowok) ber-oooh panjang waktu Elang ditampilkan. Berikutnya Eva Celia yang jadi pewaris ilmu dan senjata paling sakti, she was showing some potentials. Banyak yang bisa ditingkatkan dan kalo dia mau belajar terus mungkin dia akan bisa jadi aktor hebat. Dialog-dialog yang diucapkan oleh Eva terkesan flat dan tidak cukup kuat, pun kuda-kudanya terlihat kurang meyakinkan, but then again, its her movie anyway and she has so many things that can be improved.

Perhatian gw justru tersita sama Tara Basro yang menakjubkannya kayak effortless memainkan peran sebagai Gerhana yang culas dan licik, minimum gesturenya terlihat bisa menggerakkan plot terjahat sekalipun. Disandingkan dengan Reza Rahadian sebagai Biru yangย ย terlihat tenang meskipun berambisi besar sekali, mereka berdua membentuk kombinasi yang kuat antara si pemilik kekuatan dan motivatornya.ย PAS banget memasangkan mereka berdua sebagai penggerak cerita. Bahkan sebagai tokoh antagonis, kekalahan mereka di akhir film terkesan hanya standar baku film lagaย yang harus terjadi karena kebaikan memang harus menang lawan kejahatan di film-film seperti ini. Gw sampe mikir rela loh kalo Elang dan Dara akhirnya kalah sama Gerhana dan Biru trus kabur untuk sembunyi di suatu tempat pertapaan dan pasangan jahat ini kemudian merajai dunia persilatan. Toh bisa dijadikan pembuka dari sekuelnya kan?

Cerita

Kalo soal cerita udah deh, udah ketebak abis-bis-bis. Klasik. Standar film-film silat jaman dulu. Peguruan besar-ternama-gak ada yang ngalahin yang bisa jadi muridnya banyak ato saking hebatnya gurunya mengundurkan diri dari dunia persilatan. Waktunya pewarisan tahta kepemimpinan-diberikan ke yang terlemah-murid terkuat berontak-dan seterusnya dan seterusnya sampai akhirnya murid lemah bertransformasi jadi pendekar hebat dengan bantuan tokoh jagoan yang ternyata ada hubungan dekat (ayah/Ibu/anak/kakak-you name it) dengan guru paling hebat di awal cerita tadi.

Trus apakah gw gak suka? Justru kebalikannya. Gw SUKAK BANGETย dengan plot cerita macem ini. Membawa gw bernostalgia ke masa-masa gw masih nonton film-filmnya Jacky Chen waktu dia masih jadi pendekar mabuk. Jadi bernostalgia dengan masa-masa indah gw bisa punya kenangan menikmati sesuatu bareng Bapak dimana saat itu gw juga diyakinkan kalau apapun yang terjadi, selama kita berpegang pada cahaya kebaikan, semuanya akan baik-baik saja seberat apapun perjuangan yang harus ditempuh. *halah

Tapi kalo yang dicari cerita berplot twisted ending dengan segala macem intriknya, mending ga usah nonton film ini.

Kalo boleh bilang kelemahan cerita yang dipunya di film ini adalah pembangunan kisah cinta dua pemeran utama yang gak terlalu kerasa tapi tiba-tiba di akhir ada adegan ciuman yang entahlah, gw rasa gak terlalu perlu juga kayaknya.

Koreografi

Karena penggemar film silat dari jaman kecil mulai dari pendekar maboknya Jackie Chen (Chen Lung kalo Bapak gw bilang) sampe ke The Raid 2, harus gw akui kalo koreografi bela diri di film ini lumayan bagus, sayangnya eksekusi penangkapan kameranya dan penempatan di filmnya kurang oke.

Mulai dari pengambilan gambar bela diri macem gini (apa sih wushu ya?) yang terlalu deket sehingga gak bisa menangkap keseluruhan keindahan gerakan sampe pemotongan yang terlalu cepat, belum selesai shoot duel kaki yang saling tendang (yang mana bisa nunjukin kekokohan kuda-kuda tiap tokoh) eh udah ganti ke shoot muka yang monyong-monyong. ๐Ÿ˜›

Jadi membayangkan gimana kalo seandainya koreografinya dikerjain sama Iko Uwais ya. Hahaha. Kurang nampol lah menurut gw.

Hal Lain yang Mencuri Perhatian

Apalagi kalo bukan alamnya. Sumba Timur. Dih! lihat ini gw langsung pengen angkat backpack trus ndiriin tenda di padang rumput di sono loh. *padahal kena ujan dikit aja udah masup angin. Beneran deh film ini luar biasa banget mengeksploitasi keindahan alamnya Indonesia.

Selain itu dialog-dialog yang meskipun menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, jadi terasa pas tergantung aktornya sih dengan atmosfir yang dibangun sepanjang film dan disatukan dengan music scorenya. Karena juga gw gak terlalu paham budaya Sumba Timur, penggunaan atribut-atribut tradisionalnya terlihat manis sekali membalut film.

Overall, kalo memang cinta sama film Indonesia dan mencari alternatif tontonan, Pendekar Tongkat Emas layak banget dijadiin alternatif tontonan, bahkan dibandingkan Doraemon, Stand by Me itu. IMHO. Kalo dibandingin ama film Supernova yang gw pernah review juga tahun lalu? J.A.U.H.B.A.N.G.E.T.

Gw sih kasih 3.5 dari 5 bintang lah untuk Pendekar Tongkat Emas ini.

Advertisements

77 Comments

  1. JKT Brad
      • Dwi Puspita
  2. -n-
  3. adejhr
  4. Yeye
  5. irowati
  6. bintangtimur
  7. Pungky KD
  8. Indahmumut
  9. ronal

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Translate ยป
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: