Postingan Berbayar

Hayooo, siapa yang pernah terima postingan berbayar? tunjuk tangan

Untuk ukuran blog yang gak seberapa rame ini lumayan lah gw pernah terima beberapa kali postingan berbayar. Karena sayah ini orangnya lugu tak berpengalaman, postingan berbayar yang saya terima pun mulai dari yang cuma berupa voucher buat belanja lagi senilai seratus ribu rupiah. Pada tahu lah ya yang mana. Hahaha. Nyesel? Gak juga. Karena waktu terima kerjaannya sayah seneng banget dan sampe pamer ke temen kantor barang yang saya beli itu. Celana chinos warna coklat.

Setelah itu dateng lah permintaan kedua. Ongkos postingan pun naik. Tiga kali posting sih requestnya dengan harga sekali postingnya hampir tiga kali lipat postingan pertama. Bersyukur banget lagi waktu itu. Gak nyangka ternyata bisa naik juga harganya. Beberapa hari kemudian ada temen blogger nanyain tarif kerjasama dari pemberi postingan yang sama dengan tarif 5 kali lipat perposting. Ahahahaha. Yagimana, blognya beliau memang jauh lebih oke sih. Hihihi. Sayangnya sekarang dah di private.

Setelah itu datenglah lagi beberapa tawaran yang alhamdulillaahnya sih ongkosnya bisa buat nutupin biaya beli domain setahun. Jangan bayangin biaya beli domain setahunnya jutaan ya, cuman 300an rebu rupiah kok. Hahahaha.

Nah setelah itu sempet ada tawaran yang lumayan gede sih tapi akhirnya gajadi, tapi putusnya baik-baik. We talked through everything dan ilmu gw nambah tentang apa yang perlu diperbaiki dari blog ini dan gimana nego buat pasang harga di blog.

Eh setelah itu, kemaren gw dihubungin lagi sama salah satu perusahaan yang mewakili beberapa client terkemuka dan nawarin kerjasama. Ga usah disebut lah ya namanya. Email pembukanya bagus lah nawarin kerjasama dan gw bales. Cukup mengejutkan kemudian email balesannya yang berisi harga per posting ditawarin limapuluhrebu. Separoh dari postingan berbayar pertama gw. Untunglah dibuka ruang untuk gw negosiasi.

Gw sampaikanlah beberapa poin keberatan akan tawaran yang disampaikan dengan inti sebagai berikut:

  1. Traffic blog ini sudah naik signifikan dibandingkan terakhir kali gw terima postingan berbayar.
  2. Selalu gw usahakan bikin postingan yang sifatnya personal dan semua orang bisa relate, bukan yang berupa review yang mungkin bikin orang males baca
  3. Kalopun review gw usahakan untuk tahu gimana pengalamam make productnya.
  4. Engagement sama blog gw ini gw usahakan untum tetap terjaga. Jadi gak lempar postingan trus udah aja gak balesin komen dan gak bw. *kalo ada yang lama gak dibales komennya dan lama ga dapet komen saya, minta maaf yaaa.. lagi penuh load kerjaan*

Email gw ga direspon sampai kemudian gw kirim email lagi menanyakan mengenai email yang gw kirim sebelumnya. Direspon lagi sih dengan balasan informasi kalo maksimal fee yang bisa dibayarkan adalah seratus ribu rupiah.

Gw sampaikan terimakasih untuk respon tersebut dan permintaan maaf kalo belom bisa kerjasama.

Hasil rekomendasi temen-temen kwek-kwek gw bacalah itu postingannya Mba Elisa Koraag tentang tolak postingan 25 ribu. Ilmu gw nambah lagi.

Bener loh ternyata nulis di blog itu bisa berpengaruh banget ke orang yang baca. Unlike commercials run in media, blog bisa jadi senjata pemasaran yang powerful banget karena kesannya lebih personal. Gw sendiri sampe beli buku My Lea karangannya E. Mellyberry karena baca blognya Mba Meta. Gw suka baca pengalaman orang pake produk tertentu sampe misalkan beli Pantene Aqua Pure karena baca blognya si Nita. Oiya dua postingan yang gw sebut ini ga berbayar dan gw sebut cuma sebagai contoh postingan yang bisa bikin gw kepengaruh sampe beli barangnya.

Jadi buat yang terima tawaran dari pemasang postingan berbayar, hal-hal ini menurut gw patut dijadikan pertimbangan:

  • Traffic blog rame apa ngga, karena kalo sampe ada yang nawarin postingan berbayar pasti ada sesuatu di blognya. Semakin rame mestinya semakin mahal dan posisi tawar semakin kuat.
  • Saran gw sih jangan pasang tarif terlalu rendah, seratus ribu okelah kalo postingannya gampil banget dan emang suka produknya ato pertama kali dapet kerjaan review. Tapi kalo bisa negolah lebih tinggi. Minimal bayar hosting setahun yang mana sekitar 250rebuan.
  • Buat postingannya personal, jangan terlalu ngiklan biar efeknya lebih gede. Kalo gw baca postingan yang ngiklan doang sih ya berenti sampe baca aja. Ga sampe pengen pake produknya.
  • Gimana tingkat kesulitan postingan yang diminta. Berapa banyak jumlah kata, link apa yang harus dimasukkan ato harus spesifik apa ngga. Semakin sulit tentunya semakin mahal dong. harusnya ya.
  • Ini pilihan personal sih, tapi ya janganlah tiap postingan berbayar. Bikin yang baca males. Cuman tergantung cara kita mengemasnya aja sih ya.
  • Gabung di komunitas blogger akan memperbesar peluang mendapatkan order postingan berbayar yang sayangnya gw sampe sekarang belom aktif di komunitas manapun.

Pelajaran yang gw sendiri ambil dari beberapa postingan berbayar adalah jangan pernah underestimate blog sendiri. Curhatan sehari-hari pun bisa jadi berguna buat orang dan bisa mendatangkan duit seperti yang gw tulis di Postingan Geje? Oh Please!

Etapi balik lagi ke tujuan ngeblognya ya, kalo buat gw sih ngeblog buat nulis pengalaman sehari-hari biar kalo di masa depan lupa masih bisa gw baca-baca lagi. Termasuk pengalaman postingan berbayar ini.

Cukup sekian dan terima order bikin postingan berbayar. 😛

Advertisements

146 Comments

  1. Dwi Puspita
  2. Swastika Nohara
  3. duniaely
      • duniaely
  4. duniaely
  5. adejhr
  6. Sandrine Tungka
      • Sandrine Tungka
  7. Bibi Titi Teliti
  8. rainyranny
  9. ronal

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: