[Review Buku] Negeri Para Bedebah

Negeri Para Bedebah

Judul                     : Negeri Para Bedebah
Penulis                 : Tere Liye
Penerbit               : Gramedia Pustaka Tama
Jumlah Halaman : 433

Buku ini salah satu dari 18 buku yang gw selelsaika tahun lalu dan sebenernya buku kedua Tere Liye yang gw baca. Awalnya gak terlalu tertarik sama nama Tere Liye karena begitu banyak orang yang bilang kalo tulisannya bagus dan beberapa sudah difilmkan. Trauma kayak kejadian Twilight aja. Buku pertama yang gw baca Burlian dari Serial Anak Mamak dan langsung jatuh cinta. Makanya gw langsung ambil Negeri Para Bedebah karena pengen tahu gimana Tere Liye menulis tema yang bertolak belakang sama sekali. Dari anak kampung di pedalaman hutan Sumatera ke cerita konsultan jasa keuangan dan carut marutnya dunia keuangan.

Menarik sekali Negeri Para Bedebah ini, cerita dibuka dengan mengintip sekilas kehidupan Thomas, seorang Eksekutif muda penasehat keuangan terkemuka yang sibuk dan dipercaya setiap kata-katanya. Ngintip kehidupan kelas atas yang punya hobi gak biasa. Gak berlarut-larut tiba-tiba cerita langsung ditarik ke konflik utama buku ini. Menyelamatkan sebuah bank yang menghadapi jurang kehancuran karena kesalahan pengelolaan perusahaan. Lika-liku penyelamatan yang dilakukan merambah banyak sejali sangkutan cerita sampai gw bisa membayangkan bagaimana sebenernya yang kejadian di negara ini.

Baca buku ini gw ngerasa kayak nonton film action yang gak putus-putus memacu adrenalin. Apalagi pake latar belakang kejadian yang sedikit banyak gw bisa paham dan mungkin si Tere Liye juga pakai kejadian krisis tahun 2008 sebagai bagian penting cerita. Gimana sebuah bank yang seharusnya memang ditutup tapi kemudian diselamatkan oleh pemerintah demi menghindari dampak sistemik terdengar familiar banget kan dengan kehidupan bangsa ini?

Gw bahkan sampe curiga kalo buku ini sebenernya mengutarakan suara Tere Liye terhadap carut marut saling tunjuk soal kejadian penyelamatan bank yang dikhawatirkan mengakibatkan dampak sistemik di perekonomian Indonesia beberapa tahun lalu. Cuman, karena gw baru kenal dua buku dan belom banyak baca pikiran-pikirannya dia jadi ya cukup aja gw nikmatin ceritanya tanpa pretensi apa-apa.

Meskipun kehidupan jet set yang dijadikan latar belakang, entah kenapa gw masih bisa merasakan dan relate sama apa yang dirasakan Thomas. Pengungkapan latar belakang setiap tokoh khas banget Tere Liye. Diungkap perlahan dan seperti mengupas lapisan bawang yang kompleks. Seru! Gak kayak buku tentang kehidupan banker satu lagi yang pernah gw baca yang bahkan gw sampe gak bisa menamatkannya.

Satu kekurangan buku ini adalah ceritanya terlalu sempurna. Entahlah. Saking canggihnya ngarang cerita kok rasanya gemes gitu di suatu kondisi yang kepepet, si Thomas bisa aja nemu jalan lolos. bukan bermaksud spoiler. Tapi kalo gak gitu ceritanya gak akan bisa lanjut sih. Tapi tenang, seperti gw bilang, terlalu sempurna. Meskipun rasa-rasanya seharusnya gak ada kemungkinan lolos, Tere Liye mengemasnya dengan cantik dan masih masuk akal.

Gw membayangkan andaikan Gareth Evans yang bikin The Raid dia kan ya? Bukan Gareth Gates kan ya? mau mengadaptasi buku ini jadi film laga pasti bakalan keren banget deh eksekusinya. Ceritanya kuat dan actionnya pasti seru.

Kalo nyari alternatif buku bacaan selain kisah cinta menye-menye ato kisah mengharu biru buku ini cocok banget dijadikan bacaan over week end. Keren deh. Gak berhenti-berhenti gw bacanya. Jadi gak sabaran baca lanjutannya. Ayo Mas Ryan, pinjemin bukunya! Hahaha. 😀

Advertisements

54 Comments

  1. MS
  2. elmiirma
  3. Dwi Puspita

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: