Review Buku The Hound of The Baskervilles

The Hound of Baskervilles (image from Goodreads.com)

Judul Buku: Sherlock Holmes – The Hound of the Baskervilles
Penulis: Sir Arthur Conan Doyle
Format: e-book (epub)
Bahasa: Inggris
Reader: Kobo

Cerita:

Buku The Hound of The Baskervilles ini dibuka dengan diskusi dr. Mortimer dengan Holmes dan Watson di ruang kerja mereka di Bakerstreet. Kematian Charles Baskervilles yang penuh suasana mistis adalah isi pembicaraan mereka dan Holmes diminta untuk membantu menjaga Henry yang datang dari Amerika sebagai penerus terakhir dari keluarga Baskervilles yang akan mendiami tanah dan properti luas milik keluarga mereka.

Holmes yang penuh dengan logika dan nalar tentu saja gak percaya mentah-mentah cerita Mortimer dan akhirnya menerima kasus itu. Tapi anehnya, instead of dateng langsung ke kediaman Baskervilles, dia mengutus Watson untuk menjaga keselamatan Henry dari anjing dari neraka yang menurut legenda selalu mengejar dan menghabisi setiap Baskerville yang mendiami villa itu.

Usaha Watson untuk bisa membuktikan keberadaan anjing dari neraka kemudian menghasilkan penemuan yang mengejutkan.

Review:

Ini adalah seri buku Sherlock Holmes yang pertama yang pernah gw baca sampai saat ini. Gw kenal sama Sherlock Holmes dan Sir Arthur Conan Doyle (SACD) bukan dari buku dan bahkan bukan dari filmnya.Yak, gak salah. Kenal dari Meitantei Conan/Detective Conan karangan Gosho Aoyama Sensei. Hihihihi.

Setelah baca Conan, mulailah gw kenal karakter Sherlock Holmes ini sampai kemudian ada film bioskopnya Sherlock Holmes dengan versi Robert Downey Jr. Well, pas pertama lihat gw gak bisa bilang suka ato nggak, menikmati aja waktu itu. Pendapat ini mulai berubah waktu gw lihat depictionnya Sherlock Holmes di serialnya yang diperankan sama Benedict Cumberbatch (yang kemudian gw kenal beberapa Cumberbitches die hardnya, haha). Oke, gw bukan mau bahas filmnya, but I will get back to it later on.

Awalnya baca buku ini gak ada ekspektasi apa-apa. Bahasa yang dipake sama SACD ini masih tergolong di awal bukunya. Gw bacanya masih bisa dengan ringan dan mengalir. Begitu karakter Henry si pewaris keluarga Baskerville diperkenalkan, baru bermunculan banyak kata-kata sulit. Beruntung gw bacanya make Kobo karena Kobo (dan Kindle) punya built in dictionary yang kita tinggal block aja kata sulitnya dan akan keluar itu definisinya.

Pembangunan ceritanya dapet banget dari mulai percakapan ringan di Baker Street sampai ke petualangan di tengah lembah yang gelap dengan anjing setan berkeliaran. Entah apakah ini memang ciri khas berceritanya SACD tapi cerita gak ada yang terkesan buru-buru sama sekali. Setiap tokoh yang muncul diceritakan dengan latar belakang yang cukup.

Kali boleh gw bilang, untuk ukuran buku dengan tokoh utama Sherlock Holmes, kemunculan si tokoh utama terbilang jarang. Hanya di beberapa bab awal cerita dan beberapa bab menuju ke akhir. Gw sempat berpikir kalo buku ini malahan lebih ke menonjolkan peranan Watson yang memang lebih dikenal sebagai sidekick si Sherlock Holmes. Menarik sekali pengambilan sudut pandang Watson sebagai tokoh yang menceritakan keseluruhan isi cerita. Hal inilah yang mau gak mau bikin gw ngebandingin dengan filmnya.

Meskipun ini buku pertama yang gw baca dari serinya Sherlock Holmes, langsung kerasa banget bagaimana SACD menyebar petunjuk di sepanjang cerita yang mengarah ke siapa sebenarnya dalang dari semua kejadian di cerita ini. Kalo teliti dan punya jiwa detektif, gw rasa pasti bisa menebak siapa penjahatnya. Sayangnya gw gak punya ketelitian itu. Tapi tapi tapi, firasat gw di awal bener dong. Cuma ya itu gak bisa ngejelasin alasannya.

Karena judul buku ini cukup catchy, gw inget kalo buku ini pernah disebut beberapa kali di seri Conan. Trus pas kemudian gw nonton versi film serinya ada spesifik episode yang mengangkat novel ini. The Hounds of The Baskervilles. Perpaduan Benedict dan Martin Freeman bener-bener pas di episode ini. Meskipun cerita di film berbeda dengan yang di buku, secara garis besar sosok Holmes dan Watson sangat terwakili oleh penampilan mereka. Trus gw jadi ngebandingin ama versi Hollywoodnya dong ya. Kalo menurut gw sih versi Hollywoodnya ya memang dibuat biar sesuai sama imagenya si Robert Downey Jr. aja. Ihik.

All in all gw seneng banget sama pengalaman pertama gw baca seri Sherlock Holmes ini. Dengan baca buku ini gw jadi penasaran ama seri-seri yang lain. Kalo A Study in Pink itu gw juga oenasaran deh ama ceritanya, di film serinya kan di situ pertama kali Watson kenalan ama Holmes ya. Trus gimana Holmes yang gw kenal pake topi khasnya itu berawal. Selain itu gw juga penasaran ama bagaimana SACD menggambarkan Moriarty, arch enemynya si Holmes.

Dari isi review buku The Hound of The Baskervilles ini ketebak gak gw kasih berapa nilainya? Dari 5 bintang gw kasih buku ini 4.5. Sukak sih. hihihi…

Postingan review buku yang lain yang pernah dipublish di blog ini:

[display-posts category=”books-2″]

Advertisements

5 Comments

  1. Ami

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: