Review Film Everest

Genre: Based on true story survival in nature
Running time: 121 minutes
US Rating: PG-13
Directors:Β Baltasar Kormakur
Cast: Jason Clarke (Rob Hall), Ang Phula Sherpa (Ang Dorjee), Josh Brolin (Beck), Keira Knightley (Jan Arnold), Jake Gyllenhaal (Scott Fischer), Naoko Mori (Yasuko Namba), John Hawkes (Doug Hansen)
Critics say: IMDB 7.5/10, Rottentomatoes 73%, Metacritics 64%

Premis Film:
Sekelompok pendaki yang tergabung di sebuah tour ekspedisi pendakian Puncak Everest berupaya untuk menaklukkan keganasan puncak gunung tertinggi di dunia itu. Dipimpin oleh Rob yang sudah berpengalaman memimpin ekspedisi sejenis, perjalanan pun dimulai.

Dengan persiapan matang, pendakian pun berjalan lancar dengan sebagian besar peserta pendakian berhasil mencapai puncak tertinggi itu. Sampai kemudian datang badai di puncak gunung dan menentukan nasib para pendaki gunung ini.

Apakah para pendaki berhasil turun semua dengan selamat? Atau bagaimanakah upaya mereka bertahan hidup di atas puncak gunung yang membeku? Bagaimanakah nasib tokoh-tokoh di film ini?

Sayangnya, film ini diangkat dari kisah nyata dan kita sebagai penonton tidak bisa berharap tokoh favorit kita akan tetap hidup dan selamat.

Gak usah nonton film ini kalo:
– takut ketinggian
– kagetan dan suka ngeri
– gak suka dingin
– emosional kalo tokoh favoritnya meninggal

Seriusan deh.

Everest Movie Poster

Teknologi yang ada sekarang dieksploitasi habis sampe suasana di ketinggian pegunungan bener-bener kerasa banget. Nonton yang biasa aja udah semerinding ini, apalagi nonton yang 3D ato malahan yang IMAX. Apalaginya yang beneran ngalamin ya. Kayaknya nonton film ini aja udah ngingetin gw berkali-kali kenapa dulu gak ikutan kegiatan pecinta alam dan mendaki gunung. Not that adventurous kind of peraon lah ya gw ini.

Trua karena settingnya di atas gunung yang sampe semuanya beku dan penuh salju ya, gw sampe ikutan merinding kedinginan lihat scene demi scene di film ini. Bokkk… Asli deh, kalo nonton sendiri gak bakalan kuat kemaren. Untung nontonnya bareng ama Bul. *ihikkk

Nah yang terakhir ini yang paling berat. Jangan nonton film ini kalo gampang jatuh cinta sama tokoh filmnya dan susah move on kalo tokoh itu meninggal. Balik lagi, karena ini kisah nyata ya jadinya mau gak mau harus terima kenyataan kan. Ato kalo nggak ya udah, browsing dulu aja gimana dulu kejadiannya. Paling gak biar siap aja dan gak semendhal di akhir film. Ihik!

Kudu nonton film ini banget karena:

Bagus banget di spesial efeknya, cerita yang mengharukan dan lu gak keberatan dengan semua yang gw tulis di bagian sebelumnya. Atau kalau misalkan lu emang bukan pecinta alam dan gak pernah mendaki gunung tapi penasaran gimana, film ini pas banget deh buat ngobatin rasa penasaran.

Meskipun gw yakin banyak dramatisasi dan mungkin gak 100% akurat, para aktor di film ini berhasil nangkap emosi yang kira-kira pas kejadian. Apa latar belakang dari setiap tokoh sampai rela menempuh perjalanan yang sebagian besar berisi penderitaan ini berhasil dieksplorasi. Konflik emosi yang terjadi pun terkesan alami dan gak lebay. Tindakan setiap orang pun punya alasan kuat yang tidak bisa langsung dinilai benar atau salah. Bahkan ketika seseorang meninggalkan yang lain demi keselamatan diri.

Di akhir film gw pun galau sok sok mau menilai siapa yang jadi penyebab semua ini, tapi kemudian sadar bahwa semua bukan salah siapa-siapa dan bahwa semua sudah ditakdirkan *tsaaaaah

Yang bikin miris banget justru bukan melihat bagaimana para pendaki gunung berhadapan sama perkasanya alam, tapi bagaimana tidak berdayanya keluarga yang ditinggalkan di rumah ketika tahu kabar tentang mereka. Makjlebjleb deh bikin gw mau gak mau inget ama Bul, A, bapak ibuk mama papa. *ngembeng

Selain itu, stunning views dari kontur pegunungan, cuaca ekstrim dan beragam keindahan sinematografinya. Gw beberapa menarik nafas tertahan dan gak bisa nutup mulut gw yang nganga saking indahnya gambar di layar.

This movie worth every penny.

Buat orang tua:

Karena ratingnya ini PG-13 dan gak ada adegan vulgar menjurus mesum, aman-aman aja ditonton sama anak kecil, tapi yajangan yang balita ato belom sekolah SD lah. Buat anak SD ke atas, film ini mungkin bisa menginspirasi mereka mencintai alam dan jadi penjelajah alam, tapi sayangnya banyak scene yang emang ngegambarin kerasnya alam ini sampe adegan orang terluka-meninggal.

Jadi siap-siap aja kasih penjelasan yang buanyaaakkk sama anak kalo ngajakin mereka nonton ini ya. Β πŸ˜€

0_____________-

Buat review film Everest ini gw kasih nilai 4 lah dari 5. Buat yang nyari film dengan cerita yang diramu pas *halah, konflik menyentuh hati dan berlatar belakang pemandangan indah, Β Everest ini pas bener deh. Β Buruan nonton sebelum turun tayang! πŸ˜€

Review film yang lain di blog ini :

[display-posts category =”movies”]

Advertisements

36 Comments

  1. bemzkyyeye
    • dani
    • dani
    • dani
  2. Ira
  3. yuni

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Translate Β»
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: