Review Film Inside Out

Directors: Peter Docter, Ronnie Del Carmen
Running time: 1 hour 42 mins
Cast: Amy Poehler (Joy), Mindy Kaling (Disgust), Bill Hader (Fear), Phyllis Smith (Sadness), Lewis Black (Anger)
Rating: PG13
Critics say: IMDB 8.6/10; Rotten Tomatoes 98%, Meta Critic 94%

Premise

Pernah lihat gimana isi dalem kepala orang? Bagaimana perasaan seseorang sebenernya?

Film ini cerita tentang kehidupan Riley, anak pra remaja umur 11 tahun melalui emosinya. Iya, emosi yang ada di kepala Riley yang diwakili oleh Joy, Sadness, Fear, Anger dan Disgust. Kehidupan Riley yang tenang di Minnesota yang bersalju harus berubah pas bokapnya memutuskan pindah dan memboyong keluarganya (termasuk Riley tentunya) ke San Fransisco.

Kehidupan rutin yang dimiliki oleh kelima emosi Riley pun mulai berubah waktu Sadness secara gak sengaja mengubah memori bahagia Riley ketika hari pertamanya di sekolah baru dan kemudian mengambil alih kontrol ketika Riley mengenalkan diri. Joy yang berusaha menyelamatkan keadaan pun harus terlempar dari markas besar emosi bersama Sadness.

Keseimbangan emosi Riley hancur selama Joy dan Sadness berusaha kembali ke markas besar emosi tempat mereka seharusnya berada bareng Fear,  Anger dan Disgust.

My take on this movie

Setelah lama banget nunggu film ini dirilis dan akhirnya nonton, komentar gw buat film ini: BAGUS.BANGET.GILAK…

Setelah bertahun-tahun absen, Pixar akhirnya berhasil balik lagi bawa film yang bisa ngaduk-ngaduk emosi dengan cerita yang dalem. Coba dihitung ya, gw nangis di filmnya Pixar yang mana aja: Toy Story 3, Finding Nemo, Wall-E dan juga Up!

Nonton Inside Out kemaren gw gak nangis sih, tapi gw kagum banget sama eksplorasi tema dan kesederhanaan penyajiannya. Bok, selama ini kan hal yang bikin penasaran adalah apa yang ada di balik kepala orang-orang kan ya, eh film ini malah ngambil tema itu. Pas lihat trailernya pertama kali pun gw langsung penasaran banget gimana kejadian yang berlangsung di tempat yang gak seorang pun pernah lihat digambarkan.

 

Konsep yang dipake buat ngegambarin terbentuknya memori itu asik bener. Semakin banyak kebahagiaan yang memengaruhi pembentukan memori, semakin teranglah ingatan kita akan masa lalu dan semakin bahagialah hidup. Dalam prosesnya terbentuk core memory yang jadi akar ingatan dan ngebentuk karakter seseorang. Semakin banyak kesedihan yang kita ijinkan membentuk ingatan, semakin surem hidupnya, sebaliknya pun kejadiannya. Gitu gak sih?

Oh iya, core memory yang jadi akar ingatan ini di Inside digambarkan sebagai pembentuk pulau-pulau yang jagain keseimbangan karakter. Ingatan kita tentang keluarga, ajaran kejujuran, becandaan waktu kecil, olahraga yang kita sukai dan bahkan sahabat yang kita simpen di hati yang kemudian jadi landasan perkembangan diri ke dapan. *halah bahasa gw kayak sok iyes gini Beneran deh, lihat film ini kok ya jadi kayak ngelihat ke dalam diri sendiri. Memorinya sendiri pun digambarkan sebagai bola bercahaya yang setiap akhir hari disimpen di memori jangka panjang yang gede bener tapi tetep terbatas, ada petugas yang ngebuangin memori ke tempat pembuangan akhir yang kalo dibuang ke situ, lama-lama akan kehapus.

Highlight dari film ini buat gw justru mulai waktu karakter Bing Bong muncul. Teman khayalannya Riley waktu kecil, dari situ mulai dijelajahilah ruang pikiran Riley mulai dari jalan pintas ke Train of Thoughts yang abstrak, Negeri Khayalan sampai ke Dream Production. One of the best few seconds dari film ini adalah di Dream Production ini, lucu bangettt yang saking lucunya lu kudu harus nonton sendiri biar dapet jokesnya.

Rasanya semakin gw nulis semakin pengen gw cerita dengan tone yang ‘bagus banget deh film ini’, ‘filmnya super keren’, ‘ngena banget semuanya’ lalalili gitu. Jadi daripada bikin lu semua bosen, mending nonton sendiri langsung deh. Cuss..

Buat orang tua

Ratingnya yang PG13 emang pas buat ditonton anak usia remaja di atas 13 tahun. Ceritanya secara keseluruhan lumayan berat kalo menurut gw buat ditonton sama anak yang lebih mudah. Apalagi ada adegan anak ngebantah orang tuanya. Tapi ya kemaren sih gw nonton bareng A. Tahu kalo gw sering gembar gembir gembor soal kesesuaian rating film ama usia anak. Tapi kemaren A udah kadung kena janjiin diajakin nonton ke bioskop *yang mana dengan catetan gak macet dan bisa nyampe cepet

Ternyata Jakarta macet sodara-sodara, tapi kami tetep ajakin nonton juga untuk yang show jam 20.55 di Aeon Mall. *Iye kami egois

Trus gimana A? Bosen gak? Nggak sama sekali. Pas bagian-bagian dia gak paham dia selalu nanya kenapa ini kenapa itu. Trus dia bisa nangkep emosi yang diwakili sama masing-masing karakter. Gw ama Bul (well mostly Bul sih) dapet kesempatan ngejelasin ini baik itu nggak, emosi ini pantesnya dikeluarin waktu apa dan kapan. Dari kelima perasaan, A mungkin paling belom paham ama si Disgust.

~~~~~~~~

Udah lah ya, gak perlulah kalian cari review-review lain, langsung aja cuss nonton sebelum turun tayang dari peredaran bioskop Indonesia. Beneran bagus dan buat review film Inside Out ini gw kasih 4.75 dari 5 deh.

Oiyes, temen kantor gw sih bilang kalo emosi yang pegang kendali di gw kayaknya Disgust di wakili ama Sadness dan Joy.  Hihihihi.  Kalo kalian apa kira-kira karakter emosi di film Inside Out ini yang paling pegang kendali?

Review film lain di blog ini:

[display-posts category=”movies”]

Advertisements

42 Comments

  1. cahyanto
  2. SazkiaGhazi
  3. cK
  4. Ana
  5. amandash

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: