Review Film The Martian

Rating: PG-13
Genre: Action, Adventure, Science Fiction
Director: Ridley Scott
Duration: 141 minutes
Star: Matt Damon (Watney), Jessica Chastain (Lewis), Kristen Wiig (Montrose), Jeff Daniels (Sanders), Michael Pena (Martinez), Sean Bean (Henderson), Kate Mara (Johanssen), Sebastian Stan (Beck), Aksel Hennie (Vogel), Chiwetel Ejiofor (Vincent Kapoor), Mackenzie Davis (Mindy Park), Donald Glover (Rich Purnell)
Critics Review: 8.5/10 IMDB; 78/100 Metacritics; 94% Rottentomatoes

Oh, should I give you any disclaimer or spoiler alert? This post gonna spoil so many things from the movie!  There you go. Read on your own risk ya! 😀

The story

Satu grup astronot peneliti planet Mars yang tergabung dalam misi Ares 3 sedang mengumpulkan sample di Planet Mars waktu badai tiba-tiba menyerang lokasi para kru. Mau tidak mau misi harus dibatalkan. Sial buat Watney, botanis yang akan meneliti kondisi tanah di Mars, terkena antena komunikasi yang tercabut dan memisahkan dia dari rombongan barisan menuju ke MAV, pesawat mereka untuk meninggalkan Mars.

Akibat benturan hebat, alat komunikasi di space-suit Watney rusak, berasumsi dia sudah meninggal, Lewis sebagai komandan pemimpin misi pun memutuskan meninggalkan anggota krunya ini menuju ke Hermes, stasiun luar angkasa yang akan membawa mereka ke Bumi.

Di luar dugaan, Watney ternyata masih hidup dan pada akhirnya berhasil menjalin kontak dengan NASA di bumi. Seluruh anggota krunya masih berpikiran dia mati. Dengan satu orang tertinggal di Mars, bagaimanakah NASA berusaha menyelamatkan mereka, apakah anggota kru lainnya akhirnya tahu tentang kondisi Watney dan bagaimana perasaan mereka. Apakah Watney akan bisa pulang kembali ke Bumi?

If you are a big fan of the book

Jangan nonton film ini karena cenchu sajah kalo filmnya gak sebagus bukunya! Well, meskipun bukunya banyak ketidakakuratan dan penulisnya sudah ngakuin ini sih. 😀 Kenapa begitu? karena ada beberapa bagian bukunya yang intens banget rasanya pas waktu baca, eh di filmnya kok ya gak ada dan mengurangi intensitas ketegangan keseluruhan cerita.

It’s like the movie taking the story too lightly, or at least at some degrees lighter.

Contohnya kayak waktu Watney kudu kerja keras nyusun segala macem life support ke kendaraan ranger biar bisa dipake melintasi gurun Mars, waktu badai menghadang di tengah perjalanan Watney menuju Ares 4 dan beberapa bagian lainnya. Semuah gak adaaa. Jadi kayak terdampar di Mars itu se”aman” terdampar sendirian di sebuah pulau di tengah lautan aja gitu.

Trus satu kekurangan juga, transformasi badannya si Watney dari yang seger buger sampe setahun lebih di Mars dengan penjatahan makanan kok rasanya kurang detail dan kurang kelihatan.

Mark Watney

Padahal di bukunya gw sampe sutris bacanya. Sutris tapi pengen lanjut baca terus yang berujung sutris rauwis-uwis. Apaaa? belom tahu kalo film ini dari buku? Ter-la-lu! Gw pernah tulis review buku The Martian ini sebelumnya! Baca yaa.. ya… yaa… Hahaha *abaikan *trus pada ngejejelin jet pendorong satelit

Tapiiiii…… Kalo bukan tipe fanatik yang harus kayak bukunya, berarti lu KUDU BANGET nonton film ini. Kayak gw gitudeh.. *trus diiket di roket *dan diluncurkan ke Mars

You gotta watch the movie if….

You like science fiction, adventure, and movies that (in a way) make sense a lot..

Kalo ada yang suka sama film Interstellar, menurut gw kalian kudu lihat film ini. Kalo di film interstellar kan filmnya dibikin mikir banget dan ya ujungnya sih emang happy ending ya, tapi menderita banget gak sih bok sepanjang film, nah film ini mikirnya gak terlalu berat dan sekaligus tokohnya gak menderita-menderita banget deh (lagi-lagi gak kayak di bukunya yang pas bacanya gw sutris).

Gimana sih menurut ngana kalo ada orang terdampar di Mars, sendokir, dengan bahan makanan terbatas kan ya bokk. Udah aja dimatiin kan biar gak menderita itu tokohnya. Tapi gak kejadiannya sama Watney. Dengan latar belakangnya sebagai ahli botani da astronot, dia  pun berjuang buat tetep hidup.

Di film ini gw akhirnya dapet visualisasi beberapa momen yang pas baca bukunya, I’m dying to see. Di antaranya:

  • Watney bikin alat penghasil air untuk perkebunan sekaligus bikin perkebunanan kentangnya
  • Visualisasi Lewis, Vogel, Beck, Martinez dan Johanssen, Hermes dan juga orang-orang NASAnya.
  • Bagian waktu si Mindy Park pertama kali nemuin Watney masih hidup (one of the happiest parts waktu baca bukunya)
  • ……banyak lagi yang lain di antaranya …. dan…
  • Peluncuran roket pesawat luar angkasa tanpa penutup ujungnya dan cuma pake kain terpal.

Iya! peluncuran roket cuma pake tutup terpal! Guyonan yang lucu banget.

Ares 3 Crew Members (Watney, Lewis, Beck, Johansen, Vogel)

Bahkan terlepas dari tema survival yang luar biasa bikin sutris ini, penulis dan sutradaranya berhasil banget bikin dialog-dialog yang seger dan eksekusi scene-scene yang pas dan bikin ketawa ngakak, gak cuman senyum manis. Hihihi.

Eksekusi pergantian scene pun dinamis dan menghindarkan film ini dari menjadi membosankan karena ya kegiatannya orang di Mars apalagi ya. Ganti-ganti scene dengan kondisi yang ada di NASA dan segala support systemnya dan juga dengan kru di Hermes pun kerasa pas (kalo ak boleh dibilang terlalu padet sih) dengan durasi yang tidak terlalu panjang.

Satu lagi yang bisa dijadiin highlight di film ini, koleksi lagu-lagu diskonya Lewis yang astaga naga, kontras banget ama kondisi di Mars. Di bukunya sih memang lagu diskonya Lewis ini kayaknya genggeus banget, cuman gak nyangka aja di film bisa jadi mood booster karena saking genggeusnya. Ah udah deh, pokoknya kudu lihat biar tahu sendiri gimana serunya film ini.

Di film ini, akhirnya ditambahin closure yang gak ada di buku. Bagaimana kehidupan mereka setelah kejadian di bukunya. Love-hate sih ama tambahan yang orisinil ini karena gw jadi tahu bagaimana ceritanya berlanjut tapi sayangnya agak merusak perfect ending yang ditulis di bukunya menurut gw.

Saran Buat Orang Tua

Kalo ada yang anaknya punya cita-cita jadi astronot, ajak aja deh nonton film ini. Well, punya cita-cita berati udah umuran anak SD kan ya. Kalo masih balita ato belom sekolah mah ajakin nonton Hotel Transylvania aja. Jangan nonton film ini karena gw yakin pasti kagak akan ngerti. Ujung-ujungnya minta keluar. Rugi kan? Kayak gw aja, nonton sendiri pas malem-malem kalo gak mungkin ninggalin anak. Gantian ama istri nontonnya.

=======

Buat review film The Martian ini gw kasih 4.5 dari 5 karena ada beberapa diilangin bagian ceritanya itu tadi ya. Jadi kalo ada yang bingung mau nonton apa hari ini sangat amat disarankan nonton The Martian ini!

Oiyes, tahu gak sih? Pas baca bukunya kan gw gak tahu nih buku bakalan difilm-in ya, sepanjang baca bukunya tahu gak Watney itu gw pake mukanya siapa? Yes, Matt Damon karena gw ngefans ama dia di seri Bourne nya. Hahaha 😀 Jadi pas tahu dia yang jadi Wattney dan nonton film ini berasa kayak udah pernah nonton filmnya sebelumnya (>.<).

Buat yang penasaran, ini nih trailernya:

Review film sebelumnya di blog ini:

[display-posts category=”movies”]

Advertisements

33 Comments

  1. bemzkyyeye
  2. Evi
  3. evrinasp
  4. nate
  5. gunawan
  6. Wahyu

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: