Review Film Trolls: Ketika Musik Sebuah Film Jauh Lebih Menghibur

Review film Trolls ini adalah review filmpertama setelah sekian bulan gue berhenti nulis review film. Terakhir gue cuman nulis tentang serial tv terbaik menurut gue: Billions. Tadinya mau nulis yang berkaitan sama Hari Blogger Nasional yang udah lewat beberapa hari lalu dan hubungannya sama Hari Kebangkitan Nasional, cuman mau nulis yang gak mikir dulu deh ye.

Gakpapalah ya gue bikin review film di weekend gini. Hihihi. Sebenernya gue juga dah nonton Dr. Strange, tapi berhubung just another Marvel movies jadi yastralah. Meskipun pemerannya si Cumberbatch :D.

Ini gue nontonnya Jum’at malem bareng Bul ama A. Iyes, kami nonton malem-malem jam 9 setelah menembus kemacetan Jakarta dan A rasa-rasanya masih punya banyak banget energi yang kalo kami pulang ke rumah bisa sampe jam 11 an gak tidur. Yaudindeh, call us a bad parent but we did it. Ngajakin anak nonton sampe menjelang tengah malem untuk film dengan rating PG. We had a great time btw. 😛

Oiya, baca postingan tentang rating film dan ocehan gue gimana itu cuma jadi formalitas di negeri ini.

The Blurp of The Movie

Trolls Cover

Trolls Cover

Rating: PG (Parental Guidance)
Genre: Animation, Adventure, Comedy, Musical
Director: Walt Dohrn, Mike Mitchell
Duration: 1 hours 32 minutes
Star: Anna Kendrick (Poppy), Justin Timberlake (Branch), Zoey Deschanel (Bridget), Christopher Mintz-Plazze (King Gristle), Christine Baranski (Chef), Russel Brand (Creek), Gwen Stefani (DJ Suki)
Critics Review: 6.6/10 IMDB; 48/100 metacritics; 84% Rottentomatoes

Detail lebih lengkap tentang hasil critic bisa dibaca di halaman User Review Trolls di IMDB dan Moview Reviews Trolls di Rotten Tomatoes yang mengejutkannya di Rotten Tomatoes bisa dapet lebih bagus dibandingkan IMDB padahal biasanya mah kebalikan

Semua gambar di postingan ini dari twitter account resmi Trolls (twitter.com/trolls)

branch-trollsTersebutlah Trolls, makhluk yang selalu bahagia, dalam hidupnya selalu bernyanyi, menari dan berpelukan. Setiap hari selalu penuh dengan warna. Sampai suatu saat datanglah makhluk Bergen yang berukuran jauh lebih besar dari mereka, tidak bisa menari, tidak suka berpelukan dan bersuara sumbang, Bergen rasanya tidak bisa berbahagia, sampai suatu hari mereka menemukan kebahagiaan dari memakan Trolls!

Terciptalah hari makan Trolls di satu hari di kota Bergen, sampai kemudian dipimpin Raja Peppy semua Trolls berhasil melarikan diri.

Dua puluh tahun kemudian, Putri Poppy yang sudah dewasa dan calon ratu menyebabkan Bergen menemukan tempat persembunyian para Trolls dengan mengadakan perayaan 20 tahun terbebasnya mereka yang sangat meriah. Beberapa Trolls pun ditangkap. Akhirnya sang putri pun harus meminta pertolongan Branch, Troll murung penuh amarah. Apakah Putri Poppy bisa menyelamatkan rakyatnya?

Review film Trolls: Ketika Musik Sebuah Film Jauh Lebih Menghibur

Cast and Crew

Review film Trolls - cast

Review film Trolls – cast & crew

Pas diajakin nonton ini gue sama sekali gak aware siapa aja orang-orang yang isi suara di film ini. Sampe kemudian pas para tokohnya mulai nyanyi, baru gue penasaran dan tanya ke Bul. Ada Anna Kendrick yang gue inget banget di film Up in The Air, Justin Timberlake yang gue rasa udah pada tahu semua lah ya dan the lovely, the one and only Zoey Deschanel yang memikat gue sejak film 500 Days of Summer!

Menurut gue setiap tokoh kayak ya udahlah ya, pas aja gitu meranin masing-masing karakter kecuali si Justin Timberlake! Entah kenapa gak pas aja. Mestinya Branch, karakter yang diisi suaranya ama dia kan penuh kesedihan dan kegetiran ya, jadinya kok gue dapet kesan snob, spoiled brat dan down right nyebelin aja. Hahahaha. Ujungnya jadi GARING.

Etapi semua berubah ketika karakter yang diisi suaranya ama Zoey Deschanel mulai dapet dialog. Bridget! Oh, she was the star of the movie deh buat gue meskipun bukan karakter utamanya.

Jalan Cerita film Trolls

trolls

Wel, gimana ya, kalo jalan ceritanya asli KETEBAK BANGET. Hahaha. Tapi gak akan gue bocorin kok…

Yatapi film mana sih keluaran Dreamworks yang ceritanya susah banget ditebak? Hahahaha. Shrek, Home, Kungfu Panda 3 ceritanya pada sederhana banget. Baik lawan jahat dan duniapun indah seperti sedia kala. Yakan-yakan-yakan?

Tapi seperti biasa, pasti ada aja yang beda dari film-filmnya si Dreamworks kan ya. Twist-twist yang dikasih bener-bener gak biasa. Kayak di film Home, alien yang menginvasi bumi dulu itu, biasanya kan mukanya jahat bengis tak kenal ampun ya, nah itu model Boov dan parahnya lagi tokoh utamanya Oh! Hahahaha. Kalian kudu lihat deh!

Trus Kungfu Panda, yaaaaah standar lah ya, pendekar legendaris datang dari makhluk terlemah dan gak disangka-sangka, tapi gimana ceritanya Po jadi Dragon Warrior kan? Siapa yang gak suka hayo?

Nah begitu juga di film Trolls ini, jalan ceritanya ketebak banget, tapi bagaimana penggambaran Trollsnya malah jadi bikin kayak punya perspektif baru gitu. Udah pada paham kan kenapa ada istilah trolling, kali aja belom, silahkan buka urban dictionary tentang trolling ini. Atau bayangin di film lain deh, Harry Potter, Lord of The Rings, atau film lain yang ada makhluk-makhluk dari middle earth ini, troll digambarin kek gimana kan?

Di film ini, seperti kelihatan di poster filmnya, trolls jadi berwarna-warni, pinter joged dan pinter nyanyi!

Musik, Aransemen, Pesan

trolls-unboxNah, seperti gue tulis di judul dan sub judul, kekuatan utama film ini justru ada di musik-musik yang dinyanyikan para Trolls.

Kalo gue bilang tadi karakternya Justin itu downright nyebelin, gue bisa bilang pas si Branch mulai nyanyi, gosh! Keren abis! Padahal gue bukan penggemarnya Justin juga. 😀 Belom lagi lagu-lagu lainnya yang diaransemen dan ditempatkan dengan bagus banget di sepanjang film. Aslik! Kalo bukan karena lagunya, film ini berpotensi jadi saking nyebelin. Gimana nggak, karakternya Trolls dibikin pada manis-manis banget. Hahahaha.

Justin Timberlake yang jadi Executive Music Producer bawa pengaruh juga kali ya ke musik-musiknya?

Perpaduan antara lagu-lagu lama dengan lagu-lagu baru cukup seimbang. Banyak lagu yang gue kagak ngarti tapi gak sedikit yang bisa bikin gue ikutan nyanyi. Pokoke gak kaku dan oke banget dah lagu-lagunya.

Pesen yang disampaikan juga bagus. Tentang konsep diri dan bagaimana kita melihat bagaimana diri kita ini bisa bahagia. Intinya kan kebahagiaan itu ada di dalam diri sendiri. Kita gak butuh faktor dari luar untuk membuat kita bahagia. Sebuah konsep yang semestinya selalu diingat orang-orang.

Gimana Bergen harus makan Troll untuk bisa bahagia dan kemudian dibuktikan salah dengan jelas ngomongin soal ini. Bagaimana kita lihat diri sendiri dan pede dengan apa yang kita punya dan apa yang bisa kita lakukan. Kita gak harus sembunyi di balik simbol-simbol, kemegahan harta dan endebra endebre lainnya. We are what we are. Just accept it and be happy.

Gue pernah nulis soal ini btw, konsep soal bahagia dan tidak menjadi korban. We are not the victim. Bahahaha, malah kemana-mana. 😀

Becandaan, Jokes dan Humor

Bagian paling pentingnya film ini adalah humor-humor segar yang ditebar sepanjang film. Seketebak apapun ceritanya, humor di film ini seger! Kalau nantinya kalian nonton film ini, pastiin buat perhatiin lagu-lagunya dan bagaimana “pun” dibuat di sana-sini. Ngakak abis di beberapa bagian dan bahkan sampe gue ketik postingan ini pun masih mesam-mesem sama kekurangajaran film ini menempatkan jokes-jokesnya.

Capek setelah kerja seharian dan nyetir menerjang macet pun hilang dan jadi seger setelah gue tinggalkan studio! I laff it!

Jadi kalo cari film yang gak seberapa bikin mikir dan menghibur, dibandingkan Dr. Strange mendingan Trolls kemana-mana! 😀 Well kecuali situ termasuk Cumberbitches sih yes 😛 *trus ditabokin rame-rame

 

Powered by WP Review
About these ads

40 Comments

  1. Ira
      • Ira

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Ingin Baca Review Film yang Lain?Baca
+
%d blogger menyukai ini: