[Review] Interstellar

Sabtu kemaren gw ngabur dari rumah setelah Bul sama A tidur. Karena cepet tidurnya gw bisa nonton show film yang jam 20.45. Haha. Nonton sendiri.

Heboh dah dari beberapa bulan lalu kan film buatannya Christoper Nolan ini. Gw penasaran karena gw dah suka lihat film-filmnya dia dari jaman Dark Knight. Jadi ya review ini mungkin bakalan terkesan bagus aja.

Premis awal bahwa Bumi sudah rusak dan seolah-olah ‘ngusir’ manusia cukup menjanjikan dan bikin penasaran. Cerita dibuka dengan kesaksian orang-orang tua tentang bagaimana rusaknya bumi di masa kecil mereka langsung menghadirkan pertanyaan besar tentang keseluruhan film ini. Orang tua menceritakan betapa rusaknya Bumi sampai gak bisa lagi dihuni tapi mereka sendiri sudah tua. Kayak sudah masang booby trap twist plot di awal.

Beberapa menit kemudian cerita beralih ke kehidupan petani di Amrik sono yang mana di masa itu bumi hanya bisa ditanami Jagung sebagai sumber makanan. Orang-orang dibesarkan dengan tujuan utama bisa menjadi petani yang bagus untuk bisa terus menyediakan makanan bagi penduduk bumi yang tersisa. No more doctor or engineer. Di sini kemudiab diperkenalkan dengan keluarga Coop yang adalah seorang insinyur dan pilot NASA (terakhir?)
yang sekarang harus jadi petani karena gak ada lagi yang namanya NASA dan insinyur seolah hanya jadi barang usang dari masa lalu. Coop tinggal bareng anak cowoknya Tom yang udah pasti ketahuan jadi petani dan anak perempuannya Murph yang kritis abis bareng kakek anak-anak dari Ibu mereka.

Kejadian aneh yang dialami Murph kemudian yang menuntun Coop menemukan lokasi NASA yang berubah jadi fasilitas bawah tanah super rahasia pemerintah yang ternyata mengerjakan proyek pencarian planet baru yang bakalan dijadikan tujuan relokasi manusia. Coop pastinya jadi pilot terpilih untuk misi ini dan di sinilah ketemu karakter-karakter kunci lain di film ini. Berhasilkan kemudian planet baru ditemukan dan berhasilkan manusia diselamatkan dari kepunahan karena Bumi sudah gak mau lagi dihuni? nonton aja sendiri kaliyes

Kalo aja ini bukan Nolan yang bikin, film ini mungkin bakalan jadi another “The Core” yang masang Hillary Swank tapi amburadul banget filmnya. Matthew McCoNaughey pas banget dipasang jadi Coop di sini untung bukan Leo, hahahaha. Inflicted character yang dia perankan hidup banget dari seorang bapak dengan harapan ke dirinya sendiri dan rasa cintanya ke keluarganya di mana dia harus pergi mengarungi perjalanan antar galaksi bikin gw banyak banget mikir karena ikut menyelami karakternya dia sebagai seorang bapak. Peran-peran lain kerasa effortless, gak ada rasanya ilmuwan yang aktornyaΒ  terlihat terlalu berusaha sok pinter kayak di film The Core yang gw sebut tadi. Sayangnya pemasangan Anne Hathaway kerasa gak pas. Tampangnya ato aktingnya kerasa kurang berat. Dibanding sama Sandra Bullock di Gravity jauh bangetlah. Yatapi untungnya perannya di sini meskipun penting ga mengganggu banget. Justru robot TARS sama CASE yang bentuknya kotak bikin film ini lebih bisa dinikmati. Bahkan ada beberapa tokoh yang diperankan bintang yang cukup terkenal muncul secara gak terduga di sana-sini.

Selain karena ini filmnya Nolan, keberadaan Dr. Kip Thorne yang emang ahli fisika sebagai penasihat dan produser membuat hal-hal ilmiah yang dibicarakan di sini terkesan meyakinkan. Gak ada animasi ecek-ecek yang merusak cerita. Dari yang gw baca sih semua referensi keilmuan berdasarkan penelitiannya Dr. Kip Thorne.

Soal musik di film ini,Β  Nolan masang musik-musiknya Hans Zimmer dengan cukup mengejutkan. Di scene-scene yang gw kira bakalan sunyi senyap tiba-tiba ada sound yang keren abis. Cerdas banget diatur untuk bikin penonton kaget dan gak bosen selama hampir 3 jam nonton film ini.

Selain itu, imajinasi Nolan yang membawa gw ke planet-planet di galaksi lain bener-bener jadi hiburan tersendiri. Planet yang steril karena hanya berisi air dengan ombak puluhan meter tingginya atau planet yang awannya pun beku bikin gw ikutan merinding merasakan kecilnya kehidupan yang gw tahu. Bagaimana konsep relativitas dijelaskan dalam kehidupan nyata beneran bikin gw yang dulu belajar fisika empot-empotan sampe penasaran.

Film ini banyak sekali dibandingin sama filmnya Stanley Kubrick 2001: A Space Odissey dan meskipun gak sebagus 2001 tapi masih banyak yang kasih review bagus buat Interstellar. Gw sendiri pernah nyoba nonton 2001 tapi ga taham setelah 15 menitan pertama film 2001 hanya diisi gambar statis sebuah lokasi gurun tandus dengan monyet-monyet raksasa. Hahahaha. Gw sampe bengong waktu itu.

Bagusnya film ini bukan melulu darinaspek teknis filmnya, pertanyaan-pertanyaan besar yang diajukan Nolan dalam film ini bikin gw beneran ikut berpikir apa yang akan gw lakukan kalo misalkan kejadian itu pas gw yang ngalamin. Seolah-olah di sini Nolan menyampaikan apa yang ada di pikirannya tentang kemanusiaan dan bagaimana cara dia melihat hidup. Dalem banget. Bahkan menurut gw pertanyaan-pertanyaan itulah yang memegang bobot terberat di film ini. Sayangnya begitu banyak pertanyaan terjawab yang mana menurut gw seharusnya bisa berhenti saja di suatu titik tanpa ada penjelasan lebih lanjut. Well menurut gw sih gitu ya.

Buat yang nyari alternatif selain Big Hero 6 film Interstellar ini layak banget tonton. Menurut gw 4.5 dari 5 lah. Karena gw selalu suka filmnya Nolan. Hahahaha.

panjang banget ini postingan

Advertisements

56 Comments

  1. Swastika Nohara
  2. kaprilyanto
  3. Dwi Puspita
  4. bemzkyyeye
  5. Ina
  6. van houten
  7. November 20, 2014

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Translate Β»
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: