Maturnuwun sanget Pak Pram…

Senyumnya yang manis ketika morning briefing.

“Cukup Bu”, jawab Pak Pram singkat kemudian tersenyum ketika diminta pendapat.
Kehabisan nafas karena grogi ketika diminta memimpin doa untuk pertama kalinya (dan sayangnya untuk terakhir kalinya sepanjang ingatan kami di cabang)

“Sudah makan mas?” tanyanya ramah setiap siang, yang kemudian kujawab “sampun Pak.. Pak Pram gimana?” dan dijawab dengan senyuman…
“Duluan ya mas…” sapanya dengan takut-takut setiap sore yang kadang aku balas dengan senyuman dipaksakan karena iri kok bisa setiap jam 5 sore ato jam berapapun ketika kembali dari mengantar setoran uang ke kantor area bisa langsung pulang….

Kata-kata Pak Pram yang bikin senyum dan menenangkan hati, kebisuannya di belakang kemudi kijang innova B 1329 xx yang kadang terlupakan ketika membahas prospek nasabah yang akan didatangi.

Senin 1 September 2008 ( 1 Ramadhan 1429 H) berita “Pak Pram masuk rumah sakit Bumi Waras..” kami terima.

Rabu 3 September 2008 (3 Ramadhan 1429H) Pilkada Lampung dengan calon terbanyak, kantor masuk, giliran nyoblos dijadwal. Salah satu teman kami mengajak,¬†“Yuk jenguk Pak Pram di rumahsakit, siapa aja yang mau ikut?”.

Pajak belum dikerjain, diluar ujan.

“Silakan semua ikut aja… tinggalin aku ma satu teller buat jagain cabang toh sepi. Bu Fe, nitip salam sayang ya buat Pak Pram… mintaiin maaf juga yakk…jangan lupa salam sayang lo…”..

Cabang sepi. Jam 10 pada balik… ¬†Cerita dari mereka sepagian ini Pak Pram sudah pingsan 4 kali…

<another routines….. another customers…. another phone calls… another day..>

Sabtu 6 September 2008 (6 RAmadhan 1429 H) 08:00
incoming call : Feriyana ” Lagi dimana Mas? tadi ditelpon ma Ibu, Mas Pram ga ada. Meninggal tadi pagi.. mau kesana (and the chat continued..)“.

Pak Pram meninggal? Innalillaahi wa innailaihi raajiun…

Teringat pertemuan terakhir. Graha Pattimura. 29 Agustus 2008 20:56.

“Mohon maaf lahir batin ya Pak.. Selamat ibadah ramadhan.. ati-ati lo Pak pulangnya….”

Gak pernah nyangka kami tidak diberikan jodoh bertemu lagi.

maturnuwun Pak Pram…
agungipun pangapunten damel sedoyo salah…
nanti kamipun pasti mengalaminya.

sebuah romantika kerja di bank yang terjadi bertahun lalu.

<< and I'll never lose my faith in You >>
<< how will I ever get to heaven, if I do... >>
              lost in space - Lighthouse Family

<< sistem antriannya bukan urut nih, tapi cabut..>>
         pak Adi - suami bu Anna, teller koordinator..
Advertisements

No Responses

  1. Januari 2, 2013
  2. Desember 27, 2013

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
%d blogger menyukai ini: