Maunya Orang Hidup Beda-Beda

Baru malem ini gw tergelitik buat nulis soal ini. Kalik aja ada pada baca tentang satu brand lokal yang ngadain lomba dan biar gampang boleh ya gw sebut Advan. Iya, postingan ini tentang lomba blog Advan.

Kenapa gw tergelitik nulis tentang lomba blog Advan ini?

Pertama, karena yang disebut sebagai pihak yang bersebrangan dan dikecewakan oleh Advan melalui lomba blognya adalah blogger. Well, maksudnya (mungkin) memang blogger yang spesifik yang ikutan lomba, keberatan dengan hasil penjurian dewan jurinya ya.

Etapi kok gw lihat banyak blogger yang gak ikutan juga ngerasa tersungging dan gak terima. Tapi banyak kalimat yang bilang: “Jangan main-main ama blogger…” atau sejenisnya tanpa ada tambahan yang ikutan lomba blog Advan. Seolah-olah mewakili semua bloggers.

Lah gw yang blogger juga keikut dong? Lhawong ikut lomba aja kagak pernah alias jarang. Bahahaha. Tulisan gw ini biarlah tenggelam diantara keriuhan banyak blogger lainnya yang lebih lantang bersuara. Cuma gw pengen nulisin apa yang gw rasakan. Semoga bisa nulis senetral mungkin.

Kedua, karena kerjaan gw yang berhubungan dengan korporasi di negeri ini jadi kasih sedikit banyak gambaran bagaimana sebuah perusahaan menjalankan kegiatannya. Sampai sejauh apa keterkaitan antara satu dan lain hal dalam dunia usaha.

So, let me write down my words dan semoga ini bisa ngingetin gw di masa depan kalo gw ngalamin kejadian serupa.

Poin Perhatian di Lomba Blog Advan

Lewatnya Ketentuan Terpenting di Lomba Blog Advan

Gw buka halaman http://advanactivation.com/ yang memuat syarat dan ketentuan lomba blog Advan. Di sana (hilang?) kurang satu syarat terpenting yang seharusnya dicantumkan semua panitia lomba. Apa itu? Bukannya  syarat bahwasannya blog peserta harus memiliki minimal tulisan sepuluh, berusia minimal tiga bulan, bukan blog yang baru dibuat untuk lomba dan persyaratan sejenis. Tapi ketentuan bahwasannya keputusan juri tidak dapat diganggu gugat! 😛

Menurut gw, mungkin Advan ingin mendapatkan coverage seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya melalui lomba blog yang mereka adakan. Menetapkan syarat minimal blog dan minimal postingan justru akan membatasi kesempatan Advan menjaring orang yang mau menulis tentang mereka. Ya siapa tahu ada yang jago banget SEO (meskipun dengan cara black hat) dan bisa mendatangkan traffic sangat banyak hanya dengan satu postingan kan? Toh lomba blog merupakan salah satu investasi perusahaan kan? Jadi perusahaan pasti pengen dapet return sebesar-besarnya.

Oh, jangan bilang gw gak baca postingannya pemenang lomba blog Advan. Udah gw baca kok postingan yang disebut sebagai para pemenang sebelum dianulir. Dan menurut gw? ya, gw memang pernah baca postingan pemenang lomba yang lebih bagus sih, tapi kan ini hasil penilaian juri kan ya? Siapa yang tahu apa yang dinilai oleh para juri? Trus yakin kita tahu apa yang dimau oleh para juri?

Inti dari lomba adalah tidak ada seorangpun peserta yang tahu apa kriteria juri dalam memilih… Click To Tweet

Trus ketentuan terpenting yang kelewat tadi. Klausula bahwasannya keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. Itu ketentuan terpentingnya yang entah kenapa tidak disebutkan oleh tim lomba blog Advan. 

Iya, di lomba-lomba sejenis umumnya dicantumkan klausula itu sehingga apapun keputusannya dewan juri dan pemenang terpilih bisa melenggang tanpa rasa was-was dituntut atau diramein di media sosial. Dan gw malah penasaran tentang orang di balik website advanactivation.com seperti yang dibilang mau dibuka sama teman blogger salah satunya Mbak Andy yang nulis artikelnya. 😀

Tuntutan Bloggers dan Jawaban Advan

Menarik sekali melihat respon teman-teman waktu pengumuman pemenang dipublish. Gw yang gak ikutan lomba dan gak tertarik rame-ramenya pun akhirnya ikutan kepo. Gw bacain satu-satu respon temen-temen dan juga postingan yang akhirnya dirujuk Marketing Director Advan sewaktu memberikan jawaban.

Yes, memang aneh melihat postingan para pemenang lomba blog Advan ini meskipun pemilihan pemenang ada sepenuhnya pada kewenangan juri. Wajar kemudian kalau teman-teman akhirnya menuntut tim panitia lomba blog Advan untuk memensyen akun para pemenangnya. Untungnya ada yang kemudian bikin tulisan yang bisa dirujuk sama Advan.

Kalo mengutip dari tulisan Mbak Andy begini:

Saran solusi kepada panitia lomba blog Advan

Saran solusi kepada panitia lomba blog Advan

Kemudian pihak Advan memberikan jawaban resminya pada halaman Advan Community. Uniknya ternyata jawaban resmi perusahaan ini malah seolah seperti menyiramkan minyak tanah ke api menyala. Banyak yang menggarisbawahi dan menuntut Advan untuk tetap memensyen akun sosmed para pemenangnya dan bahkan ada juga yang menggarisbawahi bahwasannya tuntutan para blogger itu bukan hanya tuntutan Mbak Andy, tapi SEMUA BLOGGER (nah gw ngerasa tercatut lagi juga kan?).

Bahasanya beberapa bloggers bahkan jadi jauh lebih galak dan sudah seperti kehilangan kepercayaan kepada Advan sebagai penyelenggara lomba. Alasan utamanya kenapa permintaan sesederhana memensyen aja gak bisa.

Tapi ada juga komen dari om Yos Mo yang mencoba menengahi tapi kemudian malah dibully rame-rame. 😀

Kenapa Jawaban Manajemen tentang Lomba Blog Advan Sudah Cukup?

Yes, menurut gw jawaban Marketing Director Advan ini sudah cukup dan semestinya bisa memadamkan rasa marah (boleh kan gw sebut marah atau cukup kecewa aja?) dari temen-temen blogger. Iya, gw tahu semua blogger (yang ikutan lomba blog Advan dan sebagian yang gak ikutan) pasti merasakan kekecewaan mendalam dengan hasil lomba blog Advan kemaren.

Tapi kenapa kemudian Marketing Director merujuk tulisan di blognya Mbak Andy karena mungkin dia satu-satunya yang menuliskan dengan cukup rinci dan kasih solusi di bagian akhirnya. Tulisannya jugalah yang kemudian dishare berkali-kali di media sosial mewakili suara (again: SEMUA) blogger dan mungkin dapet traffic puluhan ribu ya Mbak? *ihikk

Jadi ya wajar kalau jawabannya merujuk ke tulisan itu sebagai tulisan resmi mewakili perasaan para blogger dan kemudian jawaban perusahaan akan kemelut lomba blog Advan inipun didasarkan atas postingan itu.

Kan di demo-demo juga pihak yang didemo pasti akan meminta perwakilan kan untuk menyampaikan aspirasi. Dengan begitu jawaban yang diberikan bisa lebih konkrit.

Jadi, gw pun mengambil tulisan Mbak Andy sebagai dasar jawaban Advan.

Buat yang lain, yudahsih kalo gak dimensyen sama Advannya ga usah ngerasa gak jadi pahlawan dianggep, semua orang paham kok itu SEMUA BLOGGER yang merasakan (tambahan catatan: yang ikutan dan sebagian yang gak ikutan).

Nah sekarang jawabannya Advan kalo menurut sudut pandang gw ya:

Tidak Adanya Mensyen ke Pemenang Lomba Blog Advan

Perhatikan tuntutan Mbak Andy, di situ beliau kan memang meminta mensyen dan menunjukkan share yang dilakukan oleh para pemenang. Kalau tidak bisa? Advan akan dianggap mengadakan lomba fiktif dan kemudian Mbak Andy meminta Advan untuk:

  • Mengumumkan permintaan secara resmi dan mengakui yang sebenarnya terjadi dalam lomba blog Advan ini.
  • Melakukan penjurian ulang dan mengumumkan pemenang yang sebenarnya. Sesuai rencana awal.

Kita lihat apa yang sudah dilakukan sama Advan:

Perusahaan tidak memenuhi tuntutna para blogger untuk memensyen akun media sosial para pemenang, yang mana itu kemudian kalau menurut saran Mbak Andy perusahaan dituntut untuk melakukan permintaan maaf secara resmi dan melakukan penjurian ulang. Ada berbagai alasan lain yang bisa mendasari kenapa Advan tidak memensyen para pemenang, melindungi kehidupan para pemenang misalkan (yang sama mencurigakannya dengan membuat akun palsu sebenernya) tapi okelah mari kita ambil kemungkinan terburuk, semuanya fiktif.

Trus apa yang dilakukan Advan?

  • Perusahaan meminta maaf? Checked, permintaan maaf resmi disampaikan dengan gamblang kepada semua pihak yang sudah merasa kecewa/marah dan perasaan lainnya. Yang dimintai maaf SELURUH NETIZEN loh. Bukan cuman peserta lomba blog Advan dan atau yang merasa kecewa/marah doang. (Lah kan gw gak ngerasa apa-apa, kenapa mereka minta maaf ke gw juga kan? Seluruh netizen lagi)
Permintaan maaf manajemen Advan

Permintaan maaf manajemen untuk lomba blog Advan

  • Perusahaan mengakui apa yang terjadi di balik lomba Blog Advan? sudah dijelaskan secara jelas oleh pihak manajemen tentang mekanisme penilaian lomba blog Advan ini. Yah, meskipun mungkin memang bukan yang ingin didengar oleh blogger yang ikutan lomba atau yang merasa kecewa/marah atas lomba blog Advan ini (meskipun kagak ikutan :D). Tapi perlu dicatat di sini, Advan sampai harus memberhentikan sementara 4 orang di balik lomba blog Advan ini.
    Tindakan manajemen ke panitia lomba blog Advan

    Tindakan manajemen ke panitia lomba blog Advan

    Semoga ini cuma diberhentikan dari tim digital dan social media Advan tapi bukan diberhentikan dari pekerjaan di Advan ya. Di hari gini yang nyari kerja susahnya setengah hidup, kebayang gak kalau orang-orang di balik lomba blog Advan ini beneran dipecat?

    Ya mereka menerima yang seharusnya karena berani bermain-main ama blogger!  Yakin kalian tahu yang benerannya gimana di baliknya? Beneran? Kalo ternyata kalian salah gimana? Keluarga orang-orang yang diberhentikan ini gimana? Beranin nanggung nasib mereka ke depan?

    Gw sih masih berharap gak ada yang harus diberhentikan dari pekerjaan ya. Ngeri gw mbayanginnya.

  • Melakukan penjurian ulang dan mengumumkan pemenang yang sebenarnya sesuai rencana awal? ini juga udah dilakukan oleh perusahaan. Manajemen mengubungi ketiga pemenang, dan demi rasa keadilan keputusan juri sudah dianulir. Akan diadakan penjurian ulang untuk 176 artikel yang masuk.

    Nah berarti semuanya dong dinilai ulang.Trus 3 pemenang awal yang mencurigakan gimana? Menurut gw kalo tetep diikutkan buat dinilai ya wajar. Kan semua. Bukan berarti kalo dinilai ulang terus mereka harus dikecualikan kan?

    Siapa tahu sebenernya mereka memang sudah mengikuti semua prosedur. Cuma manajemen memang gak mau ngebuka siapa mereka. Kalopun nanti dipilih pemenang (yang semoga sih sesuai sama harapan teman-teman) baru ya kudu mau terima siapapun yang menang.

Nah kalo melihat tuntutan Mbak Andy yang dianggap mewakili semua blogger dan kemudian jawaban perusahaan yang ditandatangani oleh Direktur Marketing, gw lihat sudah dipenuhi semua loh ya. Trus apalagi sih yang mau diributin (seharusnya)? Sudah menjawab kan? Ini nama Marketing Director udah dibawa loh. Gak maen-maen. Direksi yang posisinya tertinggi di perusahaan!

Gak ah Dan! Masih banyak yang aneh dari pernyataan ini! Contohnya penilaian dengan mencetak tulisan!

Penilaian/Penjurian Lomba Blog Advan dengan Mencetak Tulisan itu Aneh?

Menurut gw gak ada yang aneh dengan penjurian lomba blog melalui cetakan tiap halaman blog peserta. Memang gak go green. Trus kenapa?

Gw hidup di culture korporasi yang semuanya HARUS dicetak demi rekam jejak karena sudah semaju apapun dunia teknologi informasi, mau gak mau harus diakui masih banyak orang yang belom gape menggunakannya.

Pun lomba blog Advan ini, mencetak entry para peserta mungkin memang cara paling efektif yang bisa dilakukan oleh para dewan juri dan panitianya. Mungkin cara inilah yang paling cepat yang bisa mereka lakukan. Gw pernah harus scrutinize begitu banyak dokumen dan itu memaksa gw untuk mencetak dokumen itu. Kebayang betapa ribetnya gak sih lu harus annotate sebuah dokumen digital dan bolak-balik ngeceknya?

Padahal gw tipe orang yang kalo bisa gak dicetak gak usah dicetak, tapi yatetep, jauh lebih enak corat-coret kertas dan baca ulang di kertas itu. Apalagi buat penilaian. Apalagi ini menilai 176 artikel loh.

Terlepas dari betapa anehnya para pemenang awal yang sudah dianulir, gak ada yang aneh dengan penilaian pake sistem cetak. Apalagi ini kalo misalkan para jurinya dikasih waktu cuma dua hari. Percaya deh, nyetak masih jadi salah satu alternatif paling oke selain canggihnya online collaboration tools yang sudah ada macem Evernote, Google Docs dll. Ah udahlah, pasti kebayang kan?

Menyebut-Nyebut Prestasi, Bukannya Merendahkan Diri. Udah Salah Malah Nyombong! (???!!)

Kemaren ada baca komen kek gini. Gimana sih Advan, udahlah salah malah nyombong!

Ampppuuuun maseee, mbakeeeee… Itu Advan bukan nyombong! Tolong baca paragraf sebelumnya ya teman-temanku sayang.

Jawaban Advan

Kalo lihat dua paragraf di atas, merupakan cara Advan untuk menunjukkan humility, kerendahan hati dan sekaligus kemudian untuk mencoba mengajak dan merangkul para blogger untuk kembali memeluk Advan sebagai salah satu brand kebanggaan Indonesia. Untuk kembali melihat Advan sebagai salah satu karya anak bangsa yang berhasil melebarkan kiprah dan kehadirannya di dunia internasional dengan membawa nama Indonesia.

Bukankah tema-teman blogger awalnya mengikuti lomba blog Advan ini karena memang bangga dengan brand Indonesia yang berhasil menjadi salah satu sponsornya Messi dkk? Paling gak gitu sih yang gw baca dari postingannya Mbak Andy ya.  😀

Nah, makanya pas baca ini gw malah jadi angkat topi sama Advan (terlepas dari segala keanehan yang menyebabkan kejadian yang mengancam reputasi merek mereka). Advan gak kabur dan gak lempar bodi dengan menyalahkan sepenuhnya ke tim MedSosnya. Mereka minta maaf sebagai perusahaan dan beritikad baik buat memperbaiki yang udah salah. To make everything is right.

Kejujuran Kita Sebagai Blogger?

Ini sedikit lompat ke bagian lombanya sendiri. Karena gw sendiri gak ikutan lombanya, penasaran dong gw cari informasi lomba blog Advan ini. Dan dari judulnya adalah “Review Competition”

Garis bawahi REVIEW.

Maksudnya apa? Review ini mestinya kan hasil dari pakai. Namapun review ya. Kalo gw panitianya sih gw bakalan syaratkan menyertakan foto selfie sama produknya. Serah deh mau punya sendiri atau pinjem atau hasil photoshopan, tapi namapun review ya mestinya pernah ngalamin sendiri buat make. Ngalamin sendiri pengalaman berhandphone pake smartphone Advan i5A itu.

Gw aja kalo mau review produk gw pake dulu, kayak contohnya review pembersih muka yang gw nunggu sampe minimal sebulan dari gw terima barang sampe gw tulis reviewnya meskipun itu tulisan advertorial. Ato kalo nggak review film X-Men Apocalypse, ya gw nonton dululah itul film.

Nah pas gw ikutan lomba gadget Acer dengan fitur utama kids center, gw bilang kok kalo gw belom pernah pake dan gw sebut itu apa aja fitur yang gw tulis dari hasil baca.

Belom lagi bloggers yang ikutan ini apa bener-bener sudah nulis segala so-called reviewnya sesuai dengan persyaratan? Pada tanggal deadline udah pada beres semuah? Yang ikutan nyinyir ada gak yang pas tanggal deadline submit link dulu trus kemudian gak ada edit-edit lagi?

Kalo ada yang kek gini, pffftttt.. Simpen deh segala sumpah serapah dan makian buat Advan. Kalo ada yang gak jujur di lomba blog Advan, dirimu salah satunya. Iya kamu.

Makdarit gw jarang banget ikutan lomba. Karena kalo namanya review, ya mestinya kudu make dulu lah ya. Dan gw juga susah nyelesein postingan sebelum deadline. Postingan gw tentang kejujuran dalam ngeblog (gw tulis dalam Bahasa Inggris) juga menyinggung hal ini.

Coba baca tulisannya Mbak Carra tentang cara menulis review produk ini deh

 

Corporate Reputation dan Niat Membantu Brand Indonesia

Sejak kerja di Corporate Banking, gw ngerti apa arti pentingnya Corporate Reputation. Bahkan Bank Indonesia pun menetapkan Reputation Risk sebagai salah satu tolok ukur penilain kinerja sebuah perusahaan. Jadi yang namanya reputasi itu gak main-main buat sebuah perusahaan, buat seorang pengusaha. They’d kill for a good reputation kasarnya.

Marilah kita sebut kejadian di lomba blog Advan ini sebagai ulah dari oknum (yang kalopun memang benar ada) yang mau memanfaatkan kesempatan yang ada. Jangan sebut Advan sebagai sebuah brand, sebagai sebuah perusahaan. Karena banyak komen-komen bernada amarah yang menyerang Advan secara institusi, secara merek dan menganggap apapun yang keluar dari Advan seolah-olah memang berniat merugikan blogger.

Ada yang bilang: bayar Messi aja mampu masa bikin press conference gak mau dan komen sejenisnya. Mau keluar duit segitu banyak, tapi masa nipu blogger cuma buat 18 juta!

Yaampun, gw yang gak ikutan lomba blog Advan dan bukan pegawai atau pihak terkaitnya Advan aja emosi dan pengen ketawa baca komennya. Plis deh, perusahaan yang bisa bayar buat jadi salah satu sponsornya Messi, perusahaan dengan penjualan tablet PC terbesar di Asia Pasifik gak akan ambil pusing duit sebesar Rp. 18 juta. Mereka sial aja kena oknum yang maen-maen ama lomba blog mereka.

Bokkk!! 18 JUTA RUPIAH! Cuman seharga Macbook Air ditambah satu handphone Android! Sori jumlah itu gede tapi gak segede itu.

Udahlah manteman, katanya kalian juga mau support brand local. Justru di sinilah kebesaran hati kalian sebagai blogger diuji. Komitmen terhadap brand lokal itu diuji. Seriusan deh. Gimana kalian bisa tetep support brand lokal dan bangga sama perusahaan asal Indonesia justru seharusnya terlihat waktu ada oknum yang menyalahgunakan kepercayaan dan membuat nama merek lokal tercoreng begini.

Jangan seneng NgeBUZZ dan bikin postingan waktu diundang event (dan dibayar) aja. Giliran ada masalah begini, malah kita berlomba-lomba komen dengan nada yang ampun deh bacanya aja ngerih. Trus share postingan-postingan yang menyudutkan dan malah bikin postingannya sendiri dan bangga bisa dapet sekian ribu views dari share postingan itu. Ampyundije deh kalo gitu. Artikel kalian itu kebaca dari seluruh dunia dan bisa diterjemahkan ke berbagai bahasa loh. Hanya karena Rp. 18 juta kita rela gak ada yang mau kerjasama dengan perusahaan dari Indonesia (karena ada oknum) yang sudah membohongi para blogger tercinta? Yakin? Katanya mau support brand lokal ya bok.

Sekarang yang perlu kita lakukan, menurut gw (yang gak ikutan lomba dan gak ikutan merasa marah/kecewa sama lomba blog Advan) adalah sama-sama mengawasi dan mengingatkan Advan, dengan cara-cara yang santun untuk penjurian kedua. Tahan diri. Yang sudah emosi ya gak usah berlarut-larut dan dibawa emosi.

Kalo masih ada yang ngerasa gak mendapatkan apa yang diinginkan, yaudah sih. Gak semua dalam hidup bisa kita dapatkan. Kalo masih gak terima dengan ini, mungkin ada yang perlu diberesin dari masa kecil dulu.

Kalo gw sih gini aja ya: Kalo misalkan gw emang dibohongi, yaudahlah, bukan rejeki gw dan gw yakin yang berbuat jahat pasti dapet balesan. Gusti ora sare kok. Asalkan jangan karena kehadiran gw orang jadi menderita dan mendapatkan kejelekan.

Disclaimer: Gw gak ada hubungan sama Advan, GAK IKUT LOMBA dan belom pernah diundang ke eventnya Advan. Silahkan baca halaman Disclaimer buat lengkapnya kebijakan gw buat blog ini.

 

Advertisements

112 Comments

  1. Ety Abdoel
  2. Aya
  3. Nuno
  4. eda
  5. Jefry Dewangga

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: