[Money Talk] Ketika Perusahaan Sekuritas Tutup

OJK Contact Center

Sudah ada yang punya rekening di perusahaan Sekuritas? Hah? Buat apa? Ya buat transaksi jual beli saham mamen.. Kalo belom lanjutin baca aja ya soal apa yang perlu dilakukan ketika perusahaan sekuritas tutup alias gulung tikar.

Pagi ini gw terima email dari Ayi nanyain, apa yang harus dilakukan kalau perusahaan sekuritas tempatnya melakukan transaksi jual beli saham tutup. Ngeri banget kan pertanyaannya. Gw pun tak tahu jawabannya.

Alhamdulillaah dari dua kali buka rekening di perusahaan sekuritas, kedua-duanya masih aktif. Malah rekening gw yang melompong dan pasif.

Sebelum lebih jauh, untuk bisa bertransaksi jual beli saham, kita sebagai investor harus buka rekening dulu di perusahaan sekuritas. Sekuritas ini nantinya yang akan berperan sebagai broker dan menghubungkan kita dengan pasar modal untuk melakukan transaki jual beli. CMIIW ya.

Nantinya, portfolio saham yang kita beli dan jual akan diadministrasikan oleh si perusahaan sekuritas ini.

Kalau misalkan suatu saat kita sudah lama gak aktif transaksi dan gak lagi periksa-periksa dokumentasi sementara portofolio saham masih ada, trus kemudian ketika ingin transaksi ternyata perusahaannya tutup, apa yang kita lakukan? Panik? Tentu saja kalo gw sih. Terimakasih Ayi yang nanyain hal ini. Akhirnya gw pun mulai coba tanya ke temen yang aktif di pasar modal karena hasil googling tidak memberikan jawaban memuaskan.

Gw disarankan nelepon ke call centernya IDX (www.idx.co.id) dan gw telepon. Ternyata untuk perusahaan sekuritasnya sendiri, tidak berada di bawah kendali mereka. Kemudian gw disarankan menelepon call center OJK (www.ojk.go.id) yang kemudian gw telepon di nomor 021-500655. Berbicara dengan mbak customer service yang ramah banget.

Penjelasan yang gw dapatkan dari mbak yang baik hati itu apabila kita menemukan perusahaan sekuritas tutup sementara masih ada portofolio kita tersisa di sana adalah sebagai berikut:

1. Jangan panik

Seperti sudah pernah gw tulis, kalo sudah ada kejadian apapun, panik gak akan membantu. Apa yang bikin panik? Saham dan uang hilang?

Tenag saja, gak kejadian kok.

Sesuai penjelasan dari mbak OJK tadi yang gw gak bisa sebut namanya, registrasi saham di IDX masih tetap atas nama investor perorangan kok. Buktinya setiap selesai jual atau beli sebagai investor pasti akan diberikan bukti transaksi kan, baik itu lewat email maupun lewat surat/fax. Jadi saham itu gak akan bisa dengan semena-mena dijual oleh orang sekuritas untuk keuntungan pribadinya.

Selain itu, kalau misalkan kita masih punya duit di rekening yang dipakai untuk transaksi jual beli saham, duit itu administrasinya ditangani oleh Bank Kustodian. Dan iya, masih atas nama kita. Jadi perusahaan sekuritas boleh jadi bangkrut karena salah pengelolaan, tapi tenang aja. Karena peraturan super ketat yang diterapkan sama otoritas keuangan, uang dan harta kita tetap aman.

2. Buka rekening di perusahaan sekuritas lain

Trauma sih pasti kalo sampe sekuritas kita tutup tanpa pemberitahuan jelas. Tapi satu hal pasti yang harus dilakukan, cari sekuritas lain yang memiliki reputasi bagus. Buka rekening di sana.

Buka rekening lagi di sekuritas lain ini krusial karena nantinya, saham kita di perusahaan sekuritas sebelumnya akan dipindahkan ke rekening kita di sekuritas yang baru. Kalo misalkan bingung pilih sekuritas yang mana, coba cari temen yang lain yang juga aktif transaksi saham

3. Kirimkan surat permohonan ke Direktorat Pemeriksaan Pasar Modal

Setelah punya rekening sekuritas yang baru, langkah penting berikutnya adalah membuat surat permohonan pengalihan pengelolaan portofolio saham ke OJK. Secara spesifik, gw diinformasikan bahwasannya surat itu harus ditujukan ke :

Direktorat Pemeriksaan Pasar Modal

Gedung Soemitro Djojohadikoesoemo
Kompleks Kementrian Keuangan
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2 – 4
Jakarta Pusat 10710

Surat permohonan ini hendaknya:

  • Berisi permohonan pemindahan portofolio saham atas nama investor (sesuai ID investor) dengan menyebutkan rekomendasi perusahaan sekuritas yang dituju (sesuai rekening di poin nomor 2)
  • Dijelaskan sebelumnya portofolio saham berada di rekening perusahaan sekuritas apa dan dan bagaimana kronologisnya
  • Menyertakan KTP investor pemohon dan Kartu Akses Acuan Kepemilikan Sekuritas yang dimiliki oleh investor. Kalau kartu akses tidak ada, lampirkan bukti terakhir kepemilikan saham dari sekuritas sebelumnya.
  • Mencantukmakn nomor kontak dan alamat yang dapat dihubungi.
  • Apabila proses ini diwakilkan, harus melampirkan surat kuasa dari investor ke yang mewakili yang ditandangani di atas materai.

4. Serahkan pada proses sesuai ketentuan yang berlaku

Kalau semua sudah dilakukan, tinggal menunggu proses yang dilakukan oleh Direktorat Pemeriksaan Pasar Modal sesuai ketentuan. Waktu yang dibutuhkan mungkin gak bisa cepet langsung selesai karena pasti butuh verifikasi dan konfirmasi banyak hal. Tapi yang pasti, gak usah sedih dan bingung dan atau malah takut dan kapok untuk transaksi di pasar modal.

Untuk menghindari kejadian seperti ini, waktu buka rekening di sebuah perusahaan sekuritas silahkan di riset dan cek-ricek secara menyeluruh sebisa mungkin.

==========

Semoga sih gak ada lagi yang lain mengalami kejadian serupa ditinggal perusahaan tutup.

Informasi lebih lanjut silahkan dihubungi OJK.

Otoritas Jasa Keuangan
http://www.ojk.go.id/en/contact_en(021) 500655
konsumen@ojk.go.id

Postingan lain terkait finance:

[display-posts category=”finance”]

Advertisements

20 Comments

  1. nate
  2. Frengky

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: