4 Pelajaran Investasi Emas yang Harus Diketahui

4 Pelajaran yang harus diketahu dari investasi emas ini adalah rewrite tulisan lama gue. Tulisan ini awalnya muncul di LiveOlive.com.

Silahkan kalo mau baca aslinya: Hal yang Saya Pelajari Ketika Berinvestasi Emas.

Tulisan ini gue update tanggal 3 Juni 2019 biar infonya tetap current dan nyambung sama highlight IG gue tentang investasi emas.

Tulisan yang sudah tayang di LiveOlive pastinya sudah melalui proses editing dan revisi. Apa yang gue pasang di sini edisi tulisan pertama gue. Sebelum melalui proses editing.

Kalo yang di sana nadanya pasti netral dan gak berat sebelah. Karena ini blog pribadi, sentimen pribadi bakalan banyak kalian temuin 😛

Pelajaran dari investasi emas

Di postingan ini ada tambahan pendapat gue pribadi. Kan niatnya emang mau bagi pengalaman dalam berinvestasi emas ya.  Bahasanya juga gue ubah pake gaya bahasa gue di blog ini ya 😀

====================

Don’t put all your eggs in one basket. ~ well-known investment advise Click To Tweet

Gue juga ikutin nasihat ini mulai dari sejak awal investasi. Diversifikasi.

Karena belom bisa investasi di usaha sendiri, gue baru investasi di aset kertas dan juga emas! Kalo kata banyak orang, investasi di emas gak pernah rugi.

Beneran gitu gak sih?

Kalo manteman mau baca, bisa langsung baca keseluruhan postingan ini. Atau manteman bisa juga baca sesuai topik di daftar isi ini:

4 Pelajaran yang Harus Diketahui dari Investasi Emas:

  1. Investasi Emas Juga Fluktuatif
  2. Beli Emas pasti Langsung Rugi
  3. Biaya Penyimpanan yang Mahal
  4. Investasi Emas Hanya Buat Orang Berduit

Kesimpulan: Investasi Emas – Kenangan Kejayaan Masa Lalu

4 Pelajaran yang Harus Diketahui dari Investasi Emas

1. Terdapat Risiko Harga Fluktuatif di Investasi Emas Seperti Instrumen Investasi Lain

Kebanyakan orang meyakini, investasi emas adalah instrumen dengan nilai yang stabil. Bahkan memiliki kecenderungan selalu meningkat. Padahal pada kenyataannya, harga emas juga naik turun.

Harga emas juga mengalami fluktuasi kayak harga saham ataupun instrumen investasi lainnya. Kenapa? Karena emas juga merupakan komoditas yang diperdagangkan.

Harga barang dagangan (emas sebagai komoditas) akan naik turun sesuai permintaan. Banyak demand ~> harga naik. Pun sebaliknya. Click To Tweet

Tapi dari pengalaman, banyak yang ngobrol dan cerita kalo mereka pilih emas karena nilainya stabil dan gak pernah turun.

Pasti banyak kan ya yang punya pendapat yang sama? Coba cek highlight di akun IG gue, banyak banget cerita tentang investasi emas di sana:

Untuk mendukung argumen ini, gue kasih grafik perbandingannya. Berikut adalah perbandingan antara pergerakan harga emas dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia.

Gue ambil periode yang lumayan lama. Keduanya dari sebelum tahun 1999 sampai tanggal sekitar bulan April 2019 (sumber finance.yahoo.com):

IHSG selama ini sebagai perbandingan dengan investasi emas (finance.yahoo.com)

Sementara harga emas kek gini:

Perkembangan investasi emas dari goldprice.org
Perkembangan investasi emas dari moneymetals.com
Perbandingan emas dan IHSG tahun 1997 s.d 2019 (sumber: investing.com)

Kenapa gue bandingin antara IHSG dengan emas? Bukannya dengan salah satu saham yang ada di Indonesia Stock Exchange?

Ya karena IHSG lebih ngegambarin pergerakan pasar saham secara keseluruhan.

Mungkin gak kita bisa dapet kinerja yang sama kek IHSG? Mungkin banget!

Kita bisa beli reksadana saham yang komponennya ngikutin komposisi penyusun IHSG. Dengan begitu, performanya seharusnya mengikuti pergerakan IHSG. Kita bisa mengharapkan kinerja yang kurang lebih sama.

Jadi intinya adalah, harga emas bukannya stabil dan gak bisa turun. Investasi emas juga fluktuatif dan memiliki risiko pergerakan harga. 😀

Jangan terlena kalo sudah memilih emas, tetap awasi juga bagaimana kinerjanya.

Jangan sampe udah dibeli dan yakin banget harganya aman. Giliran mau dijual ternyata harganya malah turun. Kalo udah keburu turun, mungkin bisa dipertimbangkan langkah yang sama kalo harga saham turun.

Pertimbangkan baik-baik strategi investasi kalian. Termasuk investasi emas.

kembali ke atas

2. Kerugian Instan Investasi Emas Karena Perbedaan Harga Jual dan Harga Beli

Investasi Emas

Ada satu hal yang langsung menghantam gue dengan keras waktu pertama kali beli investasi emas. Dan gue yakin lu bakalan kaget!

Ketika beli investasi emas, seketika itu juga lu langsung rugi!

Ciyusan lu?? Instan rugi saat itu juga! Di tempat dan waktu yang sama. Langsung rugi bahkan sebelum kita meninggalkan tokonya.

Coba deh kalian perhatikan waktu beli emas yang bentuknya logam mulia di toko emas. Coba tanya kalo mau langsung jual setelah kalian beli.

Setelah bayar emasnya, langsung saat itu juga jual ke toko yang sama. Pasti emas kalian akan dibeli lagi dengan harga yang lebih rendah. Harga jual emas kalian akan turun sekitar 1%-5% per gramnya.

Seriusan! Apa namanya kalo gak instan rugi kan? Itu investasi emas loh ya.

Gue mengalami pas pertama kali beli sendiri investasi emasnya. Pengalaman langsung. Gue pun protes kan ya ke pemilik toko. Gak ngefek! LoL! Emang udah praktik standarnya toko emas.

Contohnya nih, ketika gue beli 1 gram emas senilai Rp 600.000.

Setelah gue bayar dan langsung gue bilang gak jadi trus batalkan pembeliannya, si penjual maunya cuma membeli balik. Barang yang sudah dibeli gak bisa dikembalikan katanya.

Berapa harga belinya? Emas yang barusan aja gue beli itu bakalan dihargai sekitar Rp 582.000 per gram.

Yep! toko kan gak mau rugi ya. Mereka langsung ambil untung per gram emas yang mereka jual/beli.

Kalo investasi emas, keuntungan yang diharapkan harus bisa nutup target keuntungan dan juga harga "mati" pas beli emas pertama kalinya. Click To Tweet

Buat gue ini sih sesuatu banget ya. Yamasa, belom apa-apa investasi emas udah rugi?

Sementara kalo saham dan reksadana, harga gak ada bagian “mati”nya ini. Dengan asumsi gak ada pergerakan harga tentunya.

kembali ke atas

3. Biaya dan Risiko Penyimpanan Investasi Emas

Investasi emas itu investasi yang berbentuk barang. Pastilah bakalan perlu dipikirin cara nyimpennya. Dengan syarat utama penyimpanan harus aman dari segala risiko.

Bukan ngedoain sih ya, tapi nyimen emas di rumah cukup beresiko. Ada ancaman hilang, dicolong orang, atau leleh luluh lantak kalo rumahnya kebakaran *amit-amit!

Jadi kepikiran asuransi deh ngomongin kebakaran.

Sebagai alternatif penyimpanan, emas bisa disimpen di Safe Deposit Boxnya bank. Bisa juga disimpan di Pegadaian. Dua pilihan ini pastinya bakalan butuh biaya tambahan. Ya gak ada yang gratis kan ya nyimpen emas di SDB maupun di Pegadaian.

Kalo mau investasi emas, JANGAN SAMPE LUPA ngitung biaya penyimpananannya yas! Click To Tweet

Udah tahu berapa itungan biaya nyimpen di Pegadaian ataupun di SDB?

Contoh aja dengan Safe Deposit Box di Bank Mandiri. Harga sewa SDB paling kecil berukuran mini (3 s/d 5 inch x 5 inch x 24 inch) Rp. 200.000/tahun. Ditambah biaya jaminan kunci Rp. 750.000,-.

Kalo nyimpen di Pegadaian, safe deposit box yang ukurannya 10 inch x 3 inch harganya Rp. 400.000/tahun. Ditambah biaya jaminan kunci Rp. 800.000/tahun.

Mahal yes biaya penyimpanannya? 😀

Kalo dirasa nyewa safe deposit box kemahalan, bisa juga coba jasa titipan emas dari Pegadaian. Biayanya berapa? Mulai dari Rp. 20.000/bulan per 100 gram emas yang dititipkan.

Dengan biaya penyimpanan ini, apakah perkembangan harga investasi emas mencukupi? Butuh berapa lama biar keuntungan investasi emas bisa nutup biaya simpannya? Belom lagi target keuntungan kalian kan?

Semakin banyak ya pertimbangannya? 😀

kembali ke atas

4. Investasi Emas untuk Orang Berduit: Semakin Besar Semakin Murah!

Investasi Emas Batangan

Ketika investasi emas, pertimbangkan volume pembelian kalian. Mau beli nyicil kecil-kecil ato sekalian langsung banyak.

Ini penting kalo emasnya memang mau dipake sebagai sarana investasi.

Lebih gede ukuran batangan emas yang dibeli, harga per gramnya akan lebih murah. Bedanya bisa lumayan banget.

Tapi sisi lainnya, kalo mau beli emas sekalian gede, duit yang harus disiapkan juga bakalan butuh banyak. Apalagi kalo kalian juga #PengabdiGajian macem gue.

Yamanalah sanggup kalo langsung beli 100 gram ya. Kalo emang mau beli emas dalam jumlah besar, duitnya bisa dikumpulkan di reksadana pasar uang secara bulanan. Ihik.

Makanya emas itu investasi untuk orang-orang berduit. Beda kek reksadana yang bisa dibeli cuman dengan harga sepulowunan. Sepuluh rebu!

Oh iya!

Kalo beli emas dalam jumlah besar, ada satu lagi yang perlu kalian pertimbangkan! Kemudahan ketika mau jual kembali.

Jual emas dalam volume besar gak akan semudah jual emas dengan ukuran lebih kecil. Bisa saja toko tempat kalian beli emas gak mau atau gak bisa beli balik emas yang mau dijual.

Karena perlu diingat, permintaan emas yang satuan ukurannya lebih besar pastinya gak sebanyak permintaan untuk yang kecil-kecil. Click To Tweet

Yakan gak semua horang kayah yang bisa beli emas langsung 100 gram kan ya~ 😀

Sebagai ilustrasi berikut adalah table harga jual emas dari website logammulia.com pada tanggal 30 April 2019:

Jauh kan bedanya beli segram sama setengah kilo? Jadi kalo beli mending yang mana? *yakelleus kayak beli cabe.

=========

Bagian ini tambahan buat post ini.

kembali ke atas

Kesimpulan: Investasi Emas Sebagai Kenangan Kejayaan Masa Lalu?

Investasi emas sebagai simbol kemakmuran

Emas, gak bisa dipungkiri memang punya nilai intrinsik pada barangnya. Namapun logam mulia.

Misalkan aja pada suatu waktu (amit-amit) dunia jadi kacau banget, emas akan jadi safe haven. Ketika harga saham berjatuhan dan duit gak ada harganya, emas masih akan memiliki nilai. Orang akan memburu emasnya.

Tapi gue sih optimis kalo hal itu gak akan kejadian.

Toh gw gak hidup di dalam film James Bond ato di kisah buku Negeri Para Bedebah.

Pemikiran investasi emas “sudah pasti aman” mungkin datang dari status emas di masa lalu. Emas selalu dikaitkan dengan kekayaan dan kemakmuran. Emas juga pernah dijadikan cadangan mata uang dunia sebelumnya.

Tapi gimanapun, perlu diingat lagi kalau emas itu juga komoditas yang diperdagangkan. Emas juga “cuma” salah satu logam yang ada di dunia ini. 😛

Kalopun akhirnya manteman milih investasi di emas, jangan membabi buta. Jangan selalu berpikiran kalo investasi emas pasti aman.

Tapi, tetep buka mata dan buka pikiran. Di luar sana masih ada pilihan alternatif investasi yang lain. Gak usah takut buat nyoba. Hawong investasi emas yang berisiko dan sudah pasti rugi di awal aja berani 😀

Ya ga? Tapi alangkah baiknya kalo sebelum investasi di manapun, cek dulu profil risiko masing-masing. Biar tahu investasi mana yang paling pas dan gak bikin jantung deg-degan.

==========

Kalo misalkan ada yang mau didiskusiin tentang investasi emas, monggo komen aja ato colek gue di twitter dan instagram. Biar bisa de-em-de-eman di twitter jangan lupa ya follownya.

Twitter: @danirachmat
Instagram: @danirachmat

kembali ke atas

62 Comments

  1. pakdhe hobilari
  2. Gara
  3. Bunda Nad
  4. evrinasp
  5. Riko
  6. Sidiq Atto
  7. Tushy
  8. narendra

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh