Kategori
Investasi Perencanaan Keuangan Saham

7 Keraguan Investasi Saham yang Harus Kalian Cari Jawabannya

Apakah saham riba, apakah saham halal dan pertanyaan lainnya tentang investasi saham akan menjawab keraguan untuk memulai berinvestasi di pasar saham Indonesia

Kalau kalian belum mulai (investasi saham), semoga tulisan ini bisa menjawab keraguan investasi saham yang kalian miliki. Dimana salah satunya adalah pertanyaan “Apakah Saham Riba?”

Gue paham banget bahwasannya riba atau tidaknya saham bisa sangat menentukan keputusan seseorang untuk mulai berinvestasi saham. Disamping tentunya pertanyaan apakah investasi saham halal.

Selain itu, banyak keraguan lain yang membuat banyak orang masih ragu untuk mulai investasi saham. Contoh sederhana lainnya adalah tentang apakah investasi di saham itu aman. Keamanan ini termasuk di dalamnya apakah ketika investasi saham uangnya tidak akan dibawa lari.

Gue rasa sebelum lanjut membaca tulisan ini, teman-teman bisa baca dulu apa saja sih alasan kuat untuk investasi saham? Alasan-alasannya gue tulis di postingan di bawah ini.

Baca juga: 6 Alasan Kuat untuk Investasi Saham

7 Keraguan tentang Investasi Saham yang Memengaruhi Keputusan Investasi

  1. Apakah Saham Riba?
  2. Apakah Investasi Saham Halal?
  3. Apakah Investasi Saham Aman?
  4. Apakah Investasi Saham Bisa Rugi?
  5. Apakah Investasi Saham Keuntungannya Bisa Diambil?
  6. Apakah Uang di Saham Bisa Dibawa Lari?
  7. Benarkah Keuntungan Saham Bisa Sampai Ratusan Persen?

Kesimpulan: Investasi Saham Aman dan Menenangkan

Bismillaah. Semoga apa yang gue tulis ini bisa membuat manteman mulai investasi saham saat ini juga.

7 Keraguan tentang Investasi Saham yang Memengaruhi Keputusan Investasi

1. Apakah Saham Riba?

Sebuah pertanyaan yang ngeri-ngeri sedap menjawabnya. Apakah saham riba?

Jawaban takut investasi saham karena riba, membuat gue ketrigger beberapa waktu lalu. Sampe akhirnya gue bikin trit rada-rada nyinyir dan bernada kzl. LoL!

Ini tritnya di Twitter tempo hari:

Dalam pikiran gue, orang yang takut riba ketika mau investasi saham, itu males. Gak mau nyari info dulu. Gak mau nyari ilmu dengan membaca.

Kalo menurut pengertian, dari beberapa sumber yang gue baca, riba itu berarti tambahan. Bisa dalam artian buruk ataupun baik. Gue akan berhenti di sini, gak akan gue teruskan karena bisa panjang sekali.

Tapi, let me drop you these links dari Geotimes dan tulisannya Gus Nadirsyah Hosen yang membahas mengenai riba dan hubungannya dengan bunga bank:

Apakah Riba?
Riba Dilarang, Bunga Bank Boleh
Benarkah Dosa Riba Lebih Besar Dari Berzinah?
Ekonomi Syariah Bukan Hanya Soal Riba

Jadi, jelas ya riba itu yang bagaimana? Kalau menurut ulama yang memerbolehkan, Lalu, apakah saham termasuk riba?

Belanja Saham Bukan dengan Uang Panas

Barangkali belum tahu, investasi saham adalah penyertaan modal kepada perusahaan. Ketika kita beli saham, berarti kita beli bagian kepemilikan perusahaan tersebut.

Dengan beli saham, kita itu bukan kasih pinjem duit ke orang, tapi ikut jadi pemilik perusahaan. Keuntungan dari mana? Kalau perusahaan berkinerja bagus, harga perusahaan (dalam hal ini saham yang kita pegang) naik dan kemudian kita jual.

Seperti orang dagang pada umumnya.

Baca juga: Emak-emak Belanja Saham

Sekarang gue tanya. Orang dagang ambil untung gak? Apakah itu riba? Bahkan Nabi Muhammad SAW saja pekerjaan pertamanya dagang.

Kemudian dari sisi kepemilikan perusahaan. Contohnya saja kita mau bikin usaha sendiri. PT ABC – Ayam Bumbu Cabe. Kita mulai modal Rp. 5 juta untuk beli bahan dan sebagainya. Ndilalah, banyak orang suka.

Saking ramenya kita mau buka warung agak gede. Cuma modalnya gak cukup lagi Rp. 5 juta. Kita butuh tambahan Rp. 50 juta, modal sendiri Rp. 50 juta karena buka warung butuh Rp. 100 juta.

Kalo kita ajak sodara kongsian setor modal biar usaha semakin gede, apakah itu riba? Bukan kan? Usaha normal saja kan?

Jadi, sampe sini hapuskan segala keraguan. Apakah saham riba? Nggak! Saham gak riba!

2. Apakah Investasi Saham Halal?

Pertanyaan berikutnya yang sering banget gue terima. Apakah saham halal?

Ini bikin gue pengen lebih ngakak lagi. Bok, malesnya kebangetan. Sampe gak mau ngecek saham itu halal apa nggak. Isokey, mari kita bahas di sini.

Apakah Majelis Ulama Indonesia melabeli halal investasi saham ini?

Monggo dibaca berita Kumparan ini:

Transaksi Saham dan Investasi di Pasar Modal, Dilabeli Halal oleh MUI.

Untuk lebih meyakinkan, kita bahkan sudah punya Indeks Saham Syariah Indonesia. Indeks ini berisikan saham-saham yang memenuhi prinsip-prinsip syariah menurut Dewan Syariah Nasional.

Menjawab Pertanyaan Apakah Saham Halal: Indeks Saham Syariah Indonesia (Website IDX)

Karena perbedaan pendapat soal riba yang gue sebut di atas, dimana MUI menyatakan bunga bank adalah riba, dalam indeks ini tidak terdapat saham bank konvensional. Jadi, teman-teman yang menganut paham bunga bank riba pun masih bisa tenang.

Baca juga: Alasan Harus Bayar Kartu Kredit Dulu Sebelum Investasi Saham

Apakah indeks saham syariah ini bisa dipercaya? Bisa!

Karena penentuan dan kriteria-kriterianya pun diatur oleh orang-orang yang paling kompeten di bidangnya. Jadi, investasi saham pun bisa dilakukan dengan tenang.

Kalo mau baca lebih lengkap tentang fatwa dan aturan-aturan halal investasi saham di Bursa Efek Indonesia, bisa dibaca di halaman fatwa dan landasan hukumnya.

3. Apakah Investasi Saham Aman?

Kalo gue terima pertanyaan ini selalu gue tanya balik.

Aman yang bagaimana? Aman harganya tidak akan turun; atau aman duitnya gak akan dibawa lari?

Apakah Transaksi Saham Aman? ~Pertanyaan Selain Apakah Saham Riba

Untuk soal apakah harganya tidak turun, gue bahas di poin berikutnya. Sekarang, yuk dibahas tentang keamanan dalam hal apakah duitnya tidak akan dibawa kabur?

Kalau belum pada tahu, ketika buka rekening sekuritas untuk transaksi jual beli saham, kita akan diminta buat buka rekening dana investor (RDI). RDI ini adalah rekening atas nama kita. Fungsinya buat apa?

Baca juga: Pertimbangan-pertimbangan untuk Buka Rekening Sekuritas

Ketika kita mau beli saham, uang pembelian harus ditransfer ke RDI tersebut. Dari RDI dana kemudian didebet oleh sistem perusahaan sekuritas untuk disetorkan ke lembaga kustodian yang memang bertugas mengadministrasikan kepemilikan saham.

Sebaliknya, ketika melakukan penjualan saham, dana hasil penjualan pun ditransfer ke RDI tersebut. Ingat, RDI atas nama kita sendiri.

Siapa yang bisa melakukan transaksi keluar masuk, tarik dan setor dari RDI? Kita sebagai pemilik rekeningnya! Lewat apa aksesnya? Lewat aplikasi perusahaan sekuritas yang kita pakai. Jadi, kita gak perlu sama sekali kuatir tentang kemananan duit kita.

Duit kita yang dipergunakan untuk investasi saham TIDAK AKAN DIBAWA KABUR. Hawong rekeningnya aja atas nama kita sendiri dan cuma kita yang bisa akses kok. Jadi, INVESTASI SAHAM ITU AMAN! ~monmaap kudu banget ditulis huruf besar dan kapital bokk. 😀

4. Apakah Investasi Saham Bisa Rugi?

Jadi harus gue bilang ini. Ya! Investasi saham BISA RUGI.

Tapi, yang bisa rugi ga cuma investasi saham. Semua investasi bisa rugi. Bahkan, dagang seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW pun bisa rugi.

Baca juga tulisan Apa yang Harus Dilakukan Ketika Harga Saham dan Reksadana Jatuh?

Banyak faktor yang bisa menyebabkan kerugian investasi saham ini. Mulai dari iklim ekonomi global, masuknya pesaing baru sampai kegagalan manajemen perusahaan untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi ekonomi nasional.

Target Keuntungan dan Fokus untuk Menghindari Kerugian Saham

Kerugian investasi saham berasal dari turunnya harga saham sampai di bawah nilai investasi awal. Sebuah adagium yang sudah diketahui banyak orang:

Jadi, investasi apapun itu pasti ada risiko kerugian. Termasuk dalam berinvestasi saham.

Satu hal yang patut dicurigai dan kalian harus waspada: ketika ada yang menjanjikan investasi dengan keuntungan pasti! Segera lari jauh-jauh!

5. Apakah Investasi Saham Keuntungannya Bisa Diambil?

Banyak loh yang masih ragu-ragu buat investasi saham karena ragu-ragu kalo untung gak bakalan bisa diambil. Padahalan mah, kalo misalkan harga saham kita naik, tinggal dijual langsung aja bisa.

Gue selalu menganalogikan transaksi jual beli saham itu kayak transaksi jual beli emas. Ketika kita beli pertama kali, kita bakalan dapat harga per gram emasnya. Saham pun begitu, ketika kita beli kita akan langsung tahu harga per lembar sahamnya.

Kalo misalkan setelah beli emas, sehari kemudian harga naik tinggi kita bisa langsung jual. Saham pun begitu. Gak perlu nunggu sekian periode buat disimpan dulu. Bisa langsung dijual.

Baca juga Pelajaran yang Bisa Diambil Dari Investasi Emas

Bedanya, kalo emas jualnya harus ke toko emas tempat kita beli karena toko emas lain belum tentu mau terima. Sementara saham, meskipun kita jualnya lewat sekuritas tempat kita beli sahamnya, pembeli sahamnya sendiri ada banyak sekali. Practically semua pelaku pasar di saat itu.

Keuntungan sahamnya ada dimana? Kalau hanya dari transaksi jual beli emas, tentu saja keuntungan berasal dari selisih harga jual dan harga beli. Emas juga begitu bukan?

Trus apakah duitnya bisa diambil? Bisa! Selama saham kita berhasil dijual di harga yang ditentukan, setelah mengikuti mekanisme bursa, kita akan mendapatkan uang kita di RDI yang kita miliki.

Seperti ketika jual emas, uang yang kita terima adalah total penjualan sekian gram emas yang kita punya. Ketika jual saham, uang yang kita terima adalah harga saham dikalikan dengan jumlah lembar saham yang kita jual.

6. Apakah Uang di Saham Bisa Dibawa Lari Perusahaan?

Kalo dibawa kabur sama pengurus perusahaan kan ngiler gigit jari doang kita bakalan ya. Tapi apakah beneran bisa duit yang kita belikan saham dibawa kabur sama pemilik perusahaan?

Nggak. Karena duit yang berupa duit sudah masuk ke perusahaan sejak IPO dan jadi bagian modal perusahaan yang diputer lewat usahanya. Saham yang kita perjual belikan di bursa efek ini sudah ada ada di tangan ke sekian.

Njuk piye? Bahaya dong?! Ya kagak lah!

Saham yang beredar ini diadministrasikan oleh lembaga kustodian. Lembaga kustodian ini mendaftar dan mengadministrasikan berapa-berapa saham yang beredar dengan nilai berapa berdasarkan transaksi jual beli yang ada.

Trus duit yang awal tadi diterima oleh perusahaan gimana? Diawasi dan dimonitor ketat lah sama regulator.

Untuk memastikan perusahaan berjalan dengan prinsip-prinsip usaha dan menjalankan praktek keuangan yang wajar, sebuah perusahaan terbuka wajib patuh sama segudang perturan. Salah satu diantaranya adalah pemenuhan laporan keuangan audited setiap tahun dan laporan keuangan inhouse tiap tiga bulanan.

Laporan keuangan ini wajib dipublikasikan dan tersedia untuk umum. Dimana dapetnya? Sok atuh buka www.idx.co.id.

Dari laporan itu, kita bisa tahu perusahaan ngapain aja. Duitnya perusahaan dipake buat apa aja. Wajar gak investasinya. Apakah pengurus perusahaan ada niat bawa kabur duit perusahaan.

Terus yang terakhir untuk meyakinkan apakah perusahaan bisa aman atau tidak adalah dari pengurusnya. Untuk sebuah perusahaan terbuka, pengurus pasti bakalan dijembrengin siapa saja. Rekam jejaknya bisa ditelusuri. Gak sembarangan orang asal ditunjuk keluarga owner bisa jadi.

Harus tetap ada persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk sense orang bisa jadi salah satu pengurus. Dari sini kita bisa lebih tenang dan percaya kalo duit kita gak bakalan dibawa kabur.

7. Benarkah Keuntungan Saham Bisa Sampai Ratusan Persen?

Kalo ini sih gampang banget sebenernya. Tinggal buka saja contoh perusahaan-perusahaan terbuka yang sudah ada sejak jaman dahulu kala.

Mau coba perusahaan apa saja?

Yuk coba dilihat beberapa perusahaan dari beberapa sektor industri. Dari perbankan kita ambil BBCA. Consumer goods ambil UNVR. Produsen rokok ambil GGRM.

Baca juga tulisan tentang Cara Membeli Saham Online untuk Pemula

Mari kita mulai dari BBCA yang pas tanggal 30 September 2005 nilai sahamnya hanya sebesar Rp. 1.750/lembar saham. Sekarang berapa harganya per lembar?

Grafik harga saham BBCA 2005 s.d. 24 Maret 2020

Berapa kenaikannya? 1.394% selama 14 tahun terakhir. Kalo secara sederhana dibagi, pertahun kenaikan sebesar 99,59% per tahun. Ini pun setelah BBCA turun cukup dalam karena situasi terkait virus Corona.

Gimana dengan perusahaan yang produknya dipake setiap hari hampir oleh seluruh Rakyat Indonesia? UNVR. Tanggal 7 Oktober 2005 harga sahamnya cuma sebesar Rp. 4.625 per lembar saham. Sekarang gimana?

Grafik harga saham UNVR 2005 s.d. 24 Maret 2020

Per tanggal 24 Maret 2020, harga saham UNVR adalah Rp. 5.800/lembar saham. Kenaikan harga sahamnya sebesar 711,66% selama 14 tahun terakhir. Mengikuti cara sederhana yang sama, per tahun kenaikan UNVR sebesar 50,83%. Ini setelah memerhitungkan stock split dan dalam kondisi harga saham mengalami tekanan pandemik virus Corona COVID-19.

Gimana dengan saham perusahaan rokok GGRM? Yuk intip!

Per tanggal 30 September 2019 harga saham GGRM per lembarnya cuma sebesar Rp. 10.900,-. Perkembangannya gimana sampai 24 Maret 2020?

Tanggal 24 Maret 2020 harga saham GGRM adalah Rp. 35.125 per lembarnya. Turun dari posisi tertingginya di Rp. 90ribuan. Harga Rp. 35.125 per lembar ini naik sekitar 322,25% selama 14 tahun terakhir ato sekitar 23% per tahun.

Ini baru ngomongin dari sisi kenaikan harga saham loh ya. Belom dari sisi pembagian dividen yang bisa dibagikan perusahaan dari pembagian keuntungan perusahaan tiap tahun.

Bandingkan sama keuntungan dari deposito yang sekarang cuma berapa? 4,5% sebelum pajak 20%. Paling tinggi deposito juga paling 10% ato 12%. Yegak? Itupun sebelum adanya krisis global pandemi virus Corona. Karena krisis ini, suku bunga dipotong rendah banget. Njuk piye?

Kesimpulan: Investasi Saham Seharusnya Menenangkan (Terutama untuk Orang Bertipe Risiko Agresif)

Piye? Sudah menjawab pertanyaan manteman gak? Terutama yang bertanya-tanya tentang apakah saham riba? Apakah investasi saham halal? Apakh duit investasi saham bisa dibawa kabur? Aman gak? Beneran gak untungnya?

Dengan segala keterbukaan dan aturan yang me ngatur ya, investasi saham bisa dikatakan aman. Gue bisa menjadikan saham sebagai alternatif investasi jangka panjang karena gue bisa melihat arah perusahaan yang sahamnya ada di market.

Lebih-lebih karena saham sendiri sudah dinyatakan halal. Kalau mau berhati-hati ada Indeks Saham Syariah yang memberikan jaminan kesesuaian instrumen investasinya dengan prinsip-prinsip syariah. Kalau memang itu yang kalian ya ini.

Jual belinya apakah halal? Fatwa MUI tentang transaksi saham pun bisa dijadikan pegangan tentang status kehalalan transaksi sahamnya. Jadi, tenang!

Ato ada concern apalagi di pikiran manteman?

2 tanggapan untuk “7 Keraguan Investasi Saham yang Harus Kalian Cari Jawabannya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *