Kategori
Financial Independence Retire Early

Aset Riil Adalah Salah Satu Pilihan Investasi untuk FIRE, Ini Jenis dan Karakteristiknya

Mencapai FIRE berarti menyiapkan aset yang cukup untuk membiayai hidup ketika kamu enggak lagi bergantung sepenuhnya pada penghasilan dari pekerjaan. Pilihannya enggak cuma berhenti pada saham, reksa dana, atau obligasi. Aset riil adalah salah satu pilihan yang bisa masuk dalam strategi FIRE kamu karena memiliki bentuk fisik dan nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Tanah, properti, emas fisik, komoditas, dan aset produktif punya cara kerja serta sumber keuntungan yang perlu kamu pahami sebelum memasukkannya ke dalam portofolio. Karakteristik seperti likuiditas, kebutuhan modal, biaya kepemilikan, dan potensi cash flow ikut menentukan perannya dalam rencana FIRE.

Yuk  kita ulik di artikel kali ini.

Apa Itu Aset Riil?

Aset riil adalah aset berwujud yang memiliki nilai ekonomi. Sebagai pemilik, kamu bisa melihat, menggunakan, menyimpan, menyewakan, atau menjual aset tersebut.

Aset riil perlu dibedakan dari aset finansial. Dua-duanya sama-sama berfungsi menghasilkan arus kas, tetapi karakteristiknya berbeda.

Misalnya, ketika kamu membeli tanah, kamu memiliki benda fisik yang bisa digunakan atau dialihkan kepemilikannya. Berbeda dengan kalau kamu beli saham. Beli saham artinya kamu “beli perusahaan”, tapi kamu enggak bawa pulang bentuk fisik dari perusahaan tersebut. Namun, kamu punya bagian kepemilikan atas perusahaan melalui instrumen keuangan.

Begitu pula dengan obligasi yang pada dasarnya memberi kamu hak atas pembayaran sesuai ketentuan penerbitnya. Reksa dana pun berupa aset finansial atas kepemilikan unit penyertaan yang nilainya mengikuti kumpulan aset di dalamnya.

Masing-masing aset punya cara sendiri-sendiri dalam menghasilkan keuntungan. Tanah dan properti bisa memberikan pemasukan melalui sewa sekaligus berpotensi mengalami kenaikan harga. Emas enggak menghasilkan uang sewa atau dividen, tetapi keuntungan investasinya terletak pada perubahan harga ketika dijual.

Sementara itu, saham dapat memberikan dividen dan keuntungan dari kenaikan harga saham. Obligasi memberikan kupon setiap waktu jatuh temponya. Reksa dana beda lagi.

Satu lagi yang mesti diingat, enggak semua barang mewah bisa dimasukkan ke dalam kategori aset riil.

Mobil pribadi, misalnya. Kalau dibeli untuk kebutuhan sehari-hari ya bukan jadi aset, meskipun punya harga dan nilai jual. Karena, harga mobil dapat turun seiring usia dan pemakaian, sementara pemilik tetap perlu membayar perawatan, pajak, dan biaya operasional.

Tapi, kalau kamu beli kendaraan untuk disewakan atau mungkin untuk operasional usaha, itu artinya kendaraan tersebut bisa membantu menciptakan arus kas. Artinya, kendaraan tersebut punya fungsi ekonomi, dan bisa disebut aset.

Jelas ya?

Baca juga: Contoh Aset Finansial vs Aset Riil: Perbandingan, Kelebihan, dan Kekurangan

Jenis-Jenis Aset Riil

Untuk dapat memilih aset riil dan menyesuaikannya dengan tujuan keuangan FIRE, kamu perlu melihat manfaat ekonomi yang bisa diberikan aset tersebut.

Enggak semua barang mahal bisa serta merta dijadikan aset. Kalau barang tersebut butuh biaya besar, misalnya untuk perawatan, pajak, atau lainnya, dan enggak menghasilkan pemasukan, maka sudah hampir pasti barang tersebut hanya akan jadi beban keuangan.

Untuk strategi FIRE, akan lebih penting bagi kamu untuk mempertimbangkan apakah aset tersebut bisa membantu menambah kekayaan, menghasilkan pendapatan, atau menjaga daya beli dalam jangka panjang setelah memperhitungkan seluruh biaya kepemilikannya.

So, kalau kamu saat ini sudah punya beberapa aset finansial, dan pengin menambah aset riil ke dalam portofolio FIRE kamu, berikut beberapa yang bisa dipertimbangkan.

1. Tanah

Tanah bisa kamu jadikan aset riil untuk jangka panjang karena kebutuhan terhadap lahan akan terus ada.

Harganya banyak dipengaruhi lokasi. Tanah yang berada di kawasan berkembang, dekat akses transportasi, pusat bisnis, atau fasilitas umum berpotensi mengalami kenaikan nilai yang lebih signifikan. Selain menjualnya ketika harga naik, kamu bisa menyewakan atau mengembangkannya sesuai peruntukan.

Sebelum membeli, cek sertifikat, legalitas, akses jalan, tata ruang, dan rencana pengembangan kawasan. Perlu diingat, bahwa tanah enggak bisa dicairkan secepat saham karena mencari pembeli dan menyelesaikan transaksi bisa membutuhkan waktu.

2. Properti

Rumah, apartemen, ruko, gudang, sampai bangunan komersial bisa menghasilkan uang lewat sewa. Nilainya juga bisa meningkat seiring perkembangan kawasan.

Kalau kamu ingin menjadikan properti bagian dari strategi FIRE, hitung pendapatan sewanya secara utuh. Ada biaya perawatan, pajak, renovasi, dan kemungkinan properti kosong tanpa penyewa selama beberapa waktu.

Modal awal aset riil ini relatif besar. Karena itu, kamu perlu punya beberapa plan, agar propertimu ini enggak cuma nganggur sambil menunggu harga naik. Mungkin kamu bisa sewakan atau yang lainnya.

3. Emas Fisik

Emas fisik, seperti emas batangan, juga termasuk aset riil. Kalau dibandingkan dengan jenis lain, emas bisa dibilang praktis dan relatif mudah dijual kembali.

Keuntungan kamu sebagai pemilik didapatkan dari selisih harga saat emas dijual. Jadi, naik turunnya harga jadi faktor utama yang perlu diperhatikan.

Emas enggak memberikan pemasukan bulanan seperti properti sewaan. Tapi, kamu perlu memikirkan tempat yang aman untuk menyimpannya, terutama kalau dalam jumlah besar. Menyewa safe deposit box juga lumayan harganya. Selain itu, kamu juga perlu memperhitungkan selisih harga beli dan harga jual kembali.

4. Komoditas

Komoditas yang bisa dikategorikan dalam aset riil mencakup minyak, gas, batu bara, tembaga, kopi, gandum, dan berbagai hasil pertanian. Harganya bisa berubah karena banyak hal, mulai dari jumlah pasokan, permintaan, cuaca, gangguan produksi, kebijakan pemerintah, sampai kondisi geopolitik.

Nah, yang perlu dipahami di sini, kalau kamu membeli saham perusahaan batu bara, misalnya, kamu sebenarnya membeli kepemilikan atas perusahaan, bukan batu baranya. Harga saham tersebut ikut dipengaruhi laba, utang, manajemen, dan kondisi bisnis perusahaan. Sementara itu, harga komoditas sendiri mengikuti kondisi pasar komoditas.

5. Aset Produktif

Aset produktif juga bisa menjadi aset riil ketika digunakan untuk membantu menghasilkan pendapatan. Bisa berupa mesin, peralatan usaha, kendaraan operasional, atau fasilitas produksi.

Misalnya, sebuah mesin bisa jadi kehilangan nilai jual setelah beberapa tahun dipakai. Tapi, selama mesin tersebut membantu usaha menghasilkan pendapatan, itu berarti ada manfaat ekonomi.

Jadi, kamu perlu melihat berapa pemasukan yang bisa dihasilkan setelah dikurangi biaya operasional, perawatan, dan penyusutan. Dalam strategi FIRE, kemampuan aset menghasilkan cash flow seperti ini bisa lebih penting daripada sekadar melihat harga jualnya.

Baca juga: Cara Bebas Utang di Usia 50 Tahun Tanpa Harus Menjual Semua Aset

Aset riil punya banyak karakteristik yang perlu kamu pertimbangkan ketika hendak memasukkannya ke dalam portofolio FIRE. Nilainya enggak cuma terletak pada bentuk fisiknya atau peluang harga naik. Masing-masing punya fungsi serta cara menghasilkan keuntungan yang berbeda, sehingga manfaatnya perlu benar-benar dilihat berdasarkan tujuan kepemilikannya.

Dalam strategi FIRE, aset tersebut bisa membantu menambah kekayaan, menyebarkan risiko investasi, atau menghasilkan cash flow untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah kamu berhenti bekerja.

Jadi, sebelum membeli, sesuaikan pilihan aset dengan target dana FIRE, kebutuhan uang tunai, kemampuan menghadapi risiko, serta waktu dan biaya yang sanggup kamu keluarkan untuk mengelolanya.

Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.

Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!

Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version