Blog Perencanaan Keuangan

Menu
  • FIRE
    • Dana Pensiun
  • Perencanaan Keuangan
    • Kredit
      • Kredit Umum
      • KPR
      • Kartu Kredit
      • Kredit Online
    • Asuransi
    • Dana Darurat
    • Dana Pendidikan
    • Tips Hemat
  • Investasi
    • Emas
    • Business
    • Crypto
    • ORI-SukRi
    • Reksadana
    • Saham
    • P2P Lending
  • Kamus Keuangan
  • Stories
    • Keluarga
    • Buku
    • Film
    • Musik dan CD
    • Office Life
    • Di Balik Blog
    • Inspirasi
  • About Me
    • Site Map danirachmat.com
    • Contact
    • Paid Post
    • Postingan Tamu
    • Disclaimer
Home
Perencanaan Keuangan
Dana Pensiun
Cara Membuat Dana Pensiun dari Nol untuk Pemula
Dana Pensiun

Cara Membuat Dana Pensiun dari Nol untuk Pemula

penuliskonten 18/06/2026

Dana pensiun sering dianggap sebagai urusan yang bisa dipikirkan nanti. Padahal, semakin lama menunda, semakin besar dana yang harus disisihkan untuk mencapai target yang sama. Kabar baiknya, cara membuat dana pensiun itu enggak harus dimulai dengan modal besar atau penghasilan tinggi. Yang lebih dibutuhkan adalah perencanaan yang jelas dan kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten.

Daftar Isi
  1. Cara Membuat Dana Pensiun dari Nol
    1. 1. Tentukan Kapan Ingin Pensiun
    2. 2. Hitung Kebutuhan Hidup Setelah Berhenti Bekerja
    3. 3. Tetapkan Target Dana Pensiun
    4. 4. Sisihkan Dana Pensiun Sejak Menerima Penghasilan
    5. 5. Manfaatkan Investasi agar Dana Bertumbuh
    6. 6. Naikkan Setoran Setiap Kali Penghasilan Bertambah
    7. 7. Cari Ruang dari Pengeluaran yang Kurang Prioritas
    8. 8. Siapkan Dana Darurat dan Perlindungan Kesehatan
    9. 9. Evaluasi Secara Berkala

Cara Membuat Dana Pensiun dari Nol

Cara Membuat Dana Pensiun dari Nol untuk Pemula

Jika masih bingung harus mulai dari mana, berikut langkah-langkah cara membuat dana pensiun dari nol untuk pemula agar persiapan hari tua bisa berjalan lebih terarah sejak sekarang.

1. Tentukan Kapan Ingin Pensiun

Dana pensiun itu enggak bisa dihitung kalau garis akhirnya belum ada. Karena itu, tentukan dulu usia pensiun yang diinginkan. Kamu bisa menargetkan usia 55 tahun, atau bisa juga 60 tahun. Mau lebih cepat? Boleh saja.

Dari angka tersebut, kamu bisa mengetahui berapa lama waktu yang tersedia untuk mengumpulkan dana. Kalau kamu misalnya, sekarang berusia 25 tahun dan menargetkan pensiun di usia 60, kamu akan perlu strategi yang berbeda dibanding kalau kamu berusia 45 tahun dan pengin pensiun di usia yang sama.

Semakin panjang waktunya, semakin ringan nominal yang perlu disisihkan setiap bulan karena pertumbuhan investasi memiliki waktu lebih banyak untuk bekerja.

Baca juga: Cara Menabung untuk Dana Pensiun Meski Penghasilan Tidak Terlalu Besar

2. Hitung Kebutuhan Hidup Setelah Berhenti Bekerja

Setelah menentukan target usia pensiun, langkah berikutnya adalah memperkirakan pengeluaran kalau nanti sudah enggak kerja dan dapat penghasilan aktif lagi.

Gimana cara memperkirakannya? Kamu bisa mulai dari mencatat kebutuhan bulanan saat ini, seperti berapa biaya makan, listrik, air, internet, transportasi, iuran, hingga biaya kesehatan. Setelah itu, kamu bisa hitung dengan formula Future Value, untuk sesuaikan dengan kondisi saat pensiun nanti.

Perlu diingat, beberapa pos pengeluaran mungkin berkurang, seperti biaya transportasi kerja. Sebaliknya, biaya kesehatan berpotensi meningkat seiring bertambahnya usia. So, ya kamu kudu menghitungnya beneran ya.

3. Tetapkan Target Dana Pensiun

Begitu kebutuhan hidup sudah diketahui, ubah angka tersebut menjadi target dana pensiun.

Misalnya, kebutuhan hidup saat pensiun diperkirakan Rp8 juta per bulan. Artinya, dalam setahun diperlukan sekitar Rp96 juta.

Nah, dari angka ini, kalau kamu pengin punya dana yang cukup untuk menopang kehidupan selama puluhan tahun setelah pensiun, jadinya ya kudu dikalikan. Hasilnya, jangan kaget, bisa sampai miliaran rupiah.

Enggak perlu panik. Angka ini lebih berfungsi sebagai kompas. Kalau enggak ada angka ini, kamu juga akan sulit menilai apakah tabungan dan investasi yang selama ini sudah kamu lakukan, sesuai jalur atau masih jauh dari kebutuhan sebenarnya. Jadi, enggak apa miliaran. Biarkan saja, dan catat.

4. Sisihkan Dana Pensiun Sejak Menerima Penghasilan

Banyak orang menyisakan dana pensiun dari uang yang tersisa di akhir bulan. Cara membuat dana pensiun seperti ini sebenarnya enggak salah sih. Cuma, masalahnya, mana ada uang belanja sisa?

Cara yang lebih efektif adalah langsung memindahkan sebagian penghasilan ke rekening atau instrumen investasi khusus dana pensiun begitu gaji diterima. Nominalnya sesuai kemampuanmu saja. Kalau mampunya masih kecil, juga enggak masalah. Yang penting dalam hal ini tuh kebiasaan. Konsistensi.

Kalau nanti kamu sudah bisa rutin menyisihkan, nominal tuh bisa ditingkatkan dengan lebih mudah, bisa secara bertahap seiring kenaikan penghasilan.

Cara Membuat Dana Pensiun dari Nol untuk Pemula

5. Manfaatkan Investasi agar Dana Bertumbuh

Jika dana pensiun hanya disimpan di tabungan, nilainya akan tergerus inflasi dalam jangka panjang. Uang memang bertambah, tetapi daya belinya bisa menurun.

Jadi ya, memang kamu kudu berkenalan sama instrumen investasi, karena tujuan pensiun umumnya berjarak puluhan tahun. Dan, investasi adalah alat yang paling tepat untuk dimanfaatkan biar nilai dana pensiunmu bisa optimal nantinya.

Kamu bisa pilih salah satu atau beberapa instrumen yang sesuai, ada reksa dana, obligasi, saham, maupun DPLK. Pertimbangkan sesuai profil risiko kamu masing-masing.

6. Naikkan Setoran Setiap Kali Penghasilan Bertambah

Kesalahan yang sering terjadi adalah gaya hidup itu justru naik lebih cepat daripada porsi investasi.

Padahal, bisa saja loh, as kamu dapat kenaikan gaji, bonus tahunan, atau tambahan penghasilan dari pekerjaan sampingan, kamu alokasikan sebagian untuk dana pensiun.

Cuma sedikit kok kenaikannya!
Eits, jangan salah. Bahkan peningkatan kecil sekalipun bisa memberikan dampak besar jika dilakukan selama bertahun-tahun.

Misalnya, setoran yang semula Rp500 ribu per bulan dinaikkan menjadi Rp750 ribu. Selisih Rp250 ribu mungkin kelihatan kecil hari ini, tetapi dalam jangka panjang hasilnya bisa lumayan banget lho. Apalagi ada efek compound interest juga di dana pensiun, kan?

7. Cari Ruang dari Pengeluaran yang Kurang Prioritas

Cara membuat dana pensiun itu juga enggak melulu soal menambah penghasilan. Kadang yang diperlukan adalah mengatur ulang pengeluaran.

Jadi, coba periksa mutasi rekening atau aplikasi keuangan selama tiga bulan terakhir. Dari sana biasanya kelihatan kalau ada pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi. Coba deh, dihemat.

Dana yang berhasil dihemat dapat langsung dialihkan ke pos dana pensiun sehingga target lebih cepat tercapai tanpa harus mencari sumber pendapatan baru.

8. Siapkan Dana Darurat dan Perlindungan Kesehatan

Dana pensiun sebaiknya tidak menjadi tempat mengambil uang saat terjadi kebutuhan mendadak.

Karena itu, bangun dana darurat terlebih dahulu agar biaya tak terduga enggak ganggu investasi jangka panjang. Selain itu, asuransi kesehatan juga perlu diperhatikan karena biaya medis juga dapat menguras tabungan dalam waktu singkat.

Dengan adanya lapisan perlindungan ini, dana pensiun bisa tetap tumbuh sesuai rencana dan enggak akan terpakai sebelum waktunya.

9. Evaluasi Secara Berkala

Target yang dibuat hari ini belum tentu masih relevan lima atau sepuluh tahun mendatang. Penghasilan berubah, kebutuhan hidup berubah, begitu juga kondisi ekonomi.

So, luangkan waktu seenggaknya setahun sekali untuk mereview dana pensiun. Periksa nilai investasi, jumlah setoran bulanan, serta estimasi kebutuhan hidup yang terbaru.

Kalau hasilnya masih sesuai target, strategi dapat diteruskan. Jika ada selisih yang cukup besar, penyesuaian bisa dilakukan lebih awal sebelum jaraknya semakin jauh.

Baca juga: Cara Mempersiapkan Pensiun Dini di Tengah Biaya Hidup yang Terus Naik

Nah, jadi kudu ingat. Salah satu hambatan terbesar dalam cara membuat dana pensiun itu adalah tarsok tarsok. Kita tuh kebiasaan nunggu waktu yang dianggap lebih ideal. Ya nunggu gaji lebih besar, nunggu kondisi ekonomi membaik, atau nunggu pengeluaran berkurang.

Padahal, dana pensiun dibangun dari kombinasi waktu, konsistensi, dan pertumbuhan investasi. Semakin cepat dimulai, semakin ringan beban yang harus ditanggung setiap bulan.

Karena itu, fokuslah pada langkah pertama. Berapa pun nominal yang dapat disisihkan hari ini akan lebih bernilai dibanding rencana besar yang terus ditunda.

Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.

Membangun Aset 300 Kali Gaji, oleh Dani Rachmat

Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!

Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!

Share
Tweet
Email
Prev Article
Next Article

Related Articles

Membuat Anggaran Hidup Efisien untuk Membantumu Mencapai FIRE
Membuat anggaran adalah salah satu strategi untuk mencapai FIRE. Financial …

Membuat Anggaran Hidup Efisien untuk Membantumu Mencapai FIRE

Strategi Memanfaatkan Pesangon Pensiun Dini Karyawan Swasta secara Bijak
Pesangon pensiun dini karyawan swasta sering datang dalam jumlah yang …

Strategi Memanfaatkan Pesangon Pensiun Dini Karyawan Swasta secara Bijak

About The Author

penuliskonten

Write. Write. Write. We just write, and write away! IG @penuliskonten.id

Leave a Reply Cancel Reply

Beli e-book Kebebasan Finansial Level 1

Podcast

Postingan Terbaru

  • Sudah Mencapai FIRE, tapi Bagaimana jika Umur Lebih Panjang dari Perkiraan?
    Sudah Mencapai FIRE, tapi Bagaimana jika Umur …
  • FIRE untuk Freelancer: Tidak Ada HRD yang Mengurus Masa Depanmu
    FIRE untuk Freelancer: Tidak Ada HRD yang …
  • Investasi Apa yang Cocok untuk Mendukung Perencanaan Keuangan FIRE?
    Investasi Apa yang Cocok untuk Mendukung Perencanaan …
  • Pensiun Dini di Kota vs Pensiun Dini di Desa: Mana yang Lebih Efisien?
    Pensiun Dini di Kota vs Pensiun Dini …
  • Tips Hidup Slow Living di Desa Setelah Pensiun atau Mencapai FIRE
    Tips Hidup Slow Living di Desa Setelah …

Postingan Paling Populer

  • Contoh Perusahaan Dana Pensiun di Indonesia dan Cara Kerjanya
    Contoh Perusahaan Dana Pensiun di Indonesia dan …
  • Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun bagi Freelancer dan Pekerja Mandiri
    Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun bagi Freelancer …
  • Dana DPLK Bisa Dicairkan Sebelum Pensiun? Ini Penjelasan Lengkapnya
    Dana DPLK Bisa Dicairkan Sebelum Pensiun? Ini …
  • Sudah Mencapai FIRE, tapi Bagaimana jika Umur Lebih Panjang dari Perkiraan?
    Sudah Mencapai FIRE, tapi Bagaimana jika Umur …
  • Mengenal Sifat Harta: Tetap, Lancar, Tak Berwujud, dan Lainnya
    Mengenal Sifat Harta: Tetap, Lancar, Tak Berwujud, …

Blog Perencanaan Keuangan

Copyright © 2026 Blog Perencanaan Keuangan
Design by Mamat

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
Go to mobile version