Dana pensiun sering dianggap sebagai urusan yang bisa dipikirkan nanti. Padahal, semakin lama menunda, semakin besar dana yang harus disisihkan untuk mencapai target yang sama. Kabar baiknya, cara membuat dana pensiun itu enggak harus dimulai dengan modal besar atau penghasilan tinggi. Yang lebih dibutuhkan adalah perencanaan yang jelas dan kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten.
Cara Membuat Dana Pensiun dari Nol
Jika masih bingung harus mulai dari mana, berikut langkah-langkah cara membuat dana pensiun dari nol untuk pemula agar persiapan hari tua bisa berjalan lebih terarah sejak sekarang.
1. Tentukan Kapan Ingin Pensiun
Dana pensiun itu enggak bisa dihitung kalau garis akhirnya belum ada. Karena itu, tentukan dulu usia pensiun yang diinginkan. Kamu bisa menargetkan usia 55 tahun, atau bisa juga 60 tahun. Mau lebih cepat? Boleh saja.
Dari angka tersebut, kamu bisa mengetahui berapa lama waktu yang tersedia untuk mengumpulkan dana. Kalau kamu misalnya, sekarang berusia 25 tahun dan menargetkan pensiun di usia 60, kamu akan perlu strategi yang berbeda dibanding kalau kamu berusia 45 tahun dan pengin pensiun di usia yang sama.
Semakin panjang waktunya, semakin ringan nominal yang perlu disisihkan setiap bulan karena pertumbuhan investasi memiliki waktu lebih banyak untuk bekerja.
Baca juga: Cara Menabung untuk Dana Pensiun Meski Penghasilan Tidak Terlalu Besar
2. Hitung Kebutuhan Hidup Setelah Berhenti Bekerja
Setelah menentukan target usia pensiun, langkah berikutnya adalah memperkirakan pengeluaran kalau nanti sudah enggak kerja dan dapat penghasilan aktif lagi.
Gimana cara memperkirakannya? Kamu bisa mulai dari mencatat kebutuhan bulanan saat ini, seperti berapa biaya makan, listrik, air, internet, transportasi, iuran, hingga biaya kesehatan. Setelah itu, kamu bisa hitung dengan formula Future Value, untuk sesuaikan dengan kondisi saat pensiun nanti.
Perlu diingat, beberapa pos pengeluaran mungkin berkurang, seperti biaya transportasi kerja. Sebaliknya, biaya kesehatan berpotensi meningkat seiring bertambahnya usia. So, ya kamu kudu menghitungnya beneran ya.
3. Tetapkan Target Dana Pensiun
Begitu kebutuhan hidup sudah diketahui, ubah angka tersebut menjadi target dana pensiun.
Misalnya, kebutuhan hidup saat pensiun diperkirakan Rp8 juta per bulan. Artinya, dalam setahun diperlukan sekitar Rp96 juta.
Nah, dari angka ini, kalau kamu pengin punya dana yang cukup untuk menopang kehidupan selama puluhan tahun setelah pensiun, jadinya ya kudu dikalikan. Hasilnya, jangan kaget, bisa sampai miliaran rupiah.
Enggak perlu panik. Angka ini lebih berfungsi sebagai kompas. Kalau enggak ada angka ini, kamu juga akan sulit menilai apakah tabungan dan investasi yang selama ini sudah kamu lakukan, sesuai jalur atau masih jauh dari kebutuhan sebenarnya. Jadi, enggak apa miliaran. Biarkan saja, dan catat.
4. Sisihkan Dana Pensiun Sejak Menerima Penghasilan
Banyak orang menyisakan dana pensiun dari uang yang tersisa di akhir bulan. Cara membuat dana pensiun seperti ini sebenarnya enggak salah sih. Cuma, masalahnya, mana ada uang belanja sisa?
Cara yang lebih efektif adalah langsung memindahkan sebagian penghasilan ke rekening atau instrumen investasi khusus dana pensiun begitu gaji diterima. Nominalnya sesuai kemampuanmu saja. Kalau mampunya masih kecil, juga enggak masalah. Yang penting dalam hal ini tuh kebiasaan. Konsistensi.
Kalau nanti kamu sudah bisa rutin menyisihkan, nominal tuh bisa ditingkatkan dengan lebih mudah, bisa secara bertahap seiring kenaikan penghasilan.
5. Manfaatkan Investasi agar Dana Bertumbuh
Jika dana pensiun hanya disimpan di tabungan, nilainya akan tergerus inflasi dalam jangka panjang. Uang memang bertambah, tetapi daya belinya bisa menurun.
Jadi ya, memang kamu kudu berkenalan sama instrumen investasi, karena tujuan pensiun umumnya berjarak puluhan tahun. Dan, investasi adalah alat yang paling tepat untuk dimanfaatkan biar nilai dana pensiunmu bisa optimal nantinya.
Kamu bisa pilih salah satu atau beberapa instrumen yang sesuai, ada reksa dana, obligasi, saham, maupun DPLK. Pertimbangkan sesuai profil risiko kamu masing-masing.
6. Naikkan Setoran Setiap Kali Penghasilan Bertambah
Kesalahan yang sering terjadi adalah gaya hidup itu justru naik lebih cepat daripada porsi investasi.
Padahal, bisa saja loh, as kamu dapat kenaikan gaji, bonus tahunan, atau tambahan penghasilan dari pekerjaan sampingan, kamu alokasikan sebagian untuk dana pensiun.
Cuma sedikit kok kenaikannya!
Eits, jangan salah. Bahkan peningkatan kecil sekalipun bisa memberikan dampak besar jika dilakukan selama bertahun-tahun.
Misalnya, setoran yang semula Rp500 ribu per bulan dinaikkan menjadi Rp750 ribu. Selisih Rp250 ribu mungkin kelihatan kecil hari ini, tetapi dalam jangka panjang hasilnya bisa lumayan banget lho. Apalagi ada efek compound interest juga di dana pensiun, kan?
7. Cari Ruang dari Pengeluaran yang Kurang Prioritas
Cara membuat dana pensiun itu juga enggak melulu soal menambah penghasilan. Kadang yang diperlukan adalah mengatur ulang pengeluaran.
Jadi, coba periksa mutasi rekening atau aplikasi keuangan selama tiga bulan terakhir. Dari sana biasanya kelihatan kalau ada pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi. Coba deh, dihemat.
Dana yang berhasil dihemat dapat langsung dialihkan ke pos dana pensiun sehingga target lebih cepat tercapai tanpa harus mencari sumber pendapatan baru.
8. Siapkan Dana Darurat dan Perlindungan Kesehatan
Dana pensiun sebaiknya tidak menjadi tempat mengambil uang saat terjadi kebutuhan mendadak.
Karena itu, bangun dana darurat terlebih dahulu agar biaya tak terduga enggak ganggu investasi jangka panjang. Selain itu, asuransi kesehatan juga perlu diperhatikan karena biaya medis juga dapat menguras tabungan dalam waktu singkat.
Dengan adanya lapisan perlindungan ini, dana pensiun bisa tetap tumbuh sesuai rencana dan enggak akan terpakai sebelum waktunya.
9. Evaluasi Secara Berkala
Target yang dibuat hari ini belum tentu masih relevan lima atau sepuluh tahun mendatang. Penghasilan berubah, kebutuhan hidup berubah, begitu juga kondisi ekonomi.
So, luangkan waktu seenggaknya setahun sekali untuk mereview dana pensiun. Periksa nilai investasi, jumlah setoran bulanan, serta estimasi kebutuhan hidup yang terbaru.
Kalau hasilnya masih sesuai target, strategi dapat diteruskan. Jika ada selisih yang cukup besar, penyesuaian bisa dilakukan lebih awal sebelum jaraknya semakin jauh.
Baca juga: Cara Mempersiapkan Pensiun Dini di Tengah Biaya Hidup yang Terus Naik
Nah, jadi kudu ingat. Salah satu hambatan terbesar dalam cara membuat dana pensiun itu adalah tarsok tarsok. Kita tuh kebiasaan nunggu waktu yang dianggap lebih ideal. Ya nunggu gaji lebih besar, nunggu kondisi ekonomi membaik, atau nunggu pengeluaran berkurang.
Padahal, dana pensiun dibangun dari kombinasi waktu, konsistensi, dan pertumbuhan investasi. Semakin cepat dimulai, semakin ringan beban yang harus ditanggung setiap bulan.
Karena itu, fokuslah pada langkah pertama. Berapa pun nominal yang dapat disisihkan hari ini akan lebih bernilai dibanding rencana besar yang terus ditunda.
Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.
Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!
Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!
