Kategori
Perencanaan Keuangan

Contoh Kegiatan Perencanaan Keuangan yang Semestinya Dikuasai oleh Siapa Saja

Sepertinya sekarang (seharusnya) setiap orang sudah sadar akan arti pentingnya perencanaan keuangan. Pasalnya kalau tidak, ya kita sendiri yang akan mengalami kesulitan di masa yang akan datang. Tapi, mungkin masih ada yang pengin tahu, contoh kegiatan perencanaan keuangan pribadi itu apa saja sih?

Mungkin karena terlalu luas juga. Pasalnya, mikirin duit dan penggunaannya itu berarti kita mikirin hidup, memang. Karena ya, apa sih dalam hidup yang enggak butuh uang, ya kan?

Jadi, perencanaan keuangan itu meliputi apa saja? Apa saja contoh kegiatan perencanaan keuangan itu? Nah, kita bahas di artikel kali ini ya.

Apa Sih Perencanaan Keuangan Itu?

Mari kita mulai dulu dari yang paling basic. Apa itu perencanaan keuangan?

Adalah Financial Planning Standards Board Ltd. (FPSB Ltd) pemilik lisensi CFP®, yaitu Certified Financial Planner® yang berpusat di Denver, AS, di Indonesia. Menurut FPSB, perencanaan keuangan  adalah proses mengelola keuangan sehingga memungkinkan seseorang mencapai tujuan hidup secara komprehensif dan terintegrasi.

Tujuan hidup di sini meliputi berbagai kebutuhan untuk masa sekarang hingga jauh ke depan. Mulai dari menyiapkan dana untuk membeli rumah, menyiapkan dana pendidikan untuk anak, dana pensiun, dana ibadah haji, dan sebagainya. Istilahnya, tujuan hidup ini adalah cita-cita kita, yang untuk mewujudkannya, kita akan perlu biaya.

Tak hanya membuat rencana, contoh kegiatan perencanaan keuangan juga meliputi penyusunan prioritas, review, evaluasi, sampai manajemen risiko, agar rencana besarnya tetap bisa dijalankan meski ada perubahan kondisi.

Nah, tolong garis bawahi di bagian manajemen risiko, karena ini adalah bagian yang penting—tanpa mengecilkan bagian yang lain ya. Pasalnya, dalam hidup, kita memang akan menghadapi berbagai risiko yang bisa terjadi. Risiko-risiko tersebut antara lain:

  • Risiko meninggal dini, yang di luar rencana, apalagi jika terjadi pada pencari nafkah utama dalam keluarga—pada siapa anggota keluarga yang lain menggantungkan hidupnya. Ini sama saja dengan kehilangan penghasilan lo. Kalau enggak direncanakan dengan baik, maka bisa saja kita akan menghadapi masalah keuangan yang besar nantinya.
  • Risiko kesehatan, yang bisa berpeluang menghabiskan aset untuk menutup biaya pengobatan. Malahan bisa lebih fatal lagi: terlilit utang.
  • Risiko hidup tanpa ada pemasukan di hari tua, yang kemudian memberikan peluang munculnya generasi roti isi baru.

Nah, dengan adanya berbagai risiko tersebut, maka rencana keuangan perlu dibuat. Di sinilah, kegiatan perencanaan keuangan itu dilakukan.

Contoh Kegiatan Perencanaan Keuangan

Jadi, apa saja yang kita lakukan saat kita melakukan perencanaan keuangan?

1. Mengelola keuangan

Contoh kegiatan perencanaan keuangan di sini meliputi mengelola penghasilan dan pengeluaran, dan juga mengelola aset yang sudah dimiliki serta mengelola kewajiban, di antaranya pajak dan utang.

Intinya adalah cash flow, dan bagaimana mengusahakan agar cash flow atau arus keuangan ini tetap positif dari waktu ke waktu. Di sini, ada neraca yang harus diseimbangkan, terutama antara penghasilan dan pengeluaran.

2. Manajemen risiko

Contoh kegiatan perencanaan keuangan pada manajemen risiko yang pertama adalah perencanaan asuransi. Ada 2 jenis asuransi yang sebaiknya dimiliki, yaitu asuransi kesehatan dan asuransi jiwa bagi pencari nafkah utama dalam keluarga.

Untuk asuransi jiwa, di dalamnya ada perhitungan kebutuhan, dan kemudian menentukan uang pertanggungan yang lantas bisa dipakai untuk menentukan premi asuransi yang harus dibayarkan.

Asuransi kesehatan juga mirip sih, dengan cara menghitung kebutuhan dan kemudian menentukan coverage yang sesuai dengan kebutuhan. Namun, untuk asuransi kesehatan, seluruh anggota keluarga wajib memiliki; pasangan, anak, sampai orang tua—intinya siapa pun yang biaya hidupnya kamu tanggung, wajib memiliki asuransi kesehatan demi meminimalkan risiko.

Selain perencanaan asuransi, ada juga jaring pengaman lain yang harus dimiliki sebagai bagian dari manajemen risiko, yaitu dana darurat. Setidaknya setiap orang hendaknya memiliki dana darurat minimal 3 kali pengeluaran rutin bulanan.

3. Perencanaan investasi

Contoh kegiatan perencanaan keuangan yang ketiga ini misalnya untuk tujuan-tujuan jangka panjang. Seperti kebutuhan dana pendidikan anak hingga jenjang perguruan tinggi, dana untuk membeli rumah, dana ibadah haji, dan sebagainya.

Mengapa perlu investasi? Karena menabung saja tidak cukup. Ingat, kamu punya “musuh” yang bernama inflasi, yang berpeluang menggerogoti nilai uangmu dari tahun ke tahun. Belum lagi soal peningkatan penghasilan yang mungkin juga tidak pasti.

Investasi ini sangat penting, untuk hampir semua tujuan yang ingin kamu capai.

4. Perencanaan hari tua

Hari tua kita nanti dibiayai dengan dana yang  kita kumpulkan saat kita masih produktif. Mengapa? Karena tidak mungkin kita menggantungkan diri pada anak-anak untuk membiayai hidup kita saat kita sudah tua nanti kan?

Contoh kegiatan perencanaan keuangan di sini adalah merencanakan dana pensiun. Kita menghitung kebutuhan hidup kita selama menjalani masa pensiun. Dari situ, kita kemudian bisa memperhitungkan berapa banyak dana yang harus kita sisihkan untuk beberapa tahun ke depan. Jangan lupa untuk dibantu dengan investasi.

Saat usia produktif kita mandiri, saat masuk usia pensiun, kita juga harus mandiri.

5. Perencanaan waris

Mungkin bagi sebagian orang, contoh kegiatan perencanaan keuangan yang kelima ini tidak harus segera dilakukan. Ya, enggak apa. Itu masalah prioritas saja.

Namun, jangan sampai terlalaikan. Waris ini penting, agar nantinya aset kita bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh ahli waris, sehingga mereka bisa melanjutkan hidup meski kita sudah tidak ada lagi.

Tak perlu tergesa, tetapi ada baiknya mulai bersiap dipikirkan begitu kamu sudah cukup mapan dan sudah memiliki aset yang cukup.

Nah, itu dia 5 contoh kegiatan perencanaan keuangan yang semestinya dilakukan dan dikuasai oleh siapa pun yang sekarang berada di masa produktif.

Sudah jelas ya, apa saja yang perlu kita lakukan sepanjang hidup? Duh, rumit banget. Enggak dong, fokuslah pada manfaat ketika semuanya bisa kamu lakukan. Hidup akan mulus, terencana, dan tertarget dengan baik. Pada akhirnya, siapa hayo yang menikmati hasilnya?

Kita sendiri kan?

Jangan lupa untuk follow akun Instagram @danirachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dalam blog ini dilindungi oleh hak cipta
Exit mobile version