Dana pensiun sebaiknya disimpan di mana jadi pertanyaan yang sering bikin bingung. Wajar saja, karena ini menyangkut masa depan yang panjang dan nggak bisa asal pilih.
Banyak orang ingin yang aman tapi tetap dapat untung. Sayangnya nggak semua tahu pilihan yang tepat. Saking banyaknya pilihan, kadang malah jadi ragu harus mulai dari mana dan seperti apa cara yang benar.
Dana Pensiun Sebaiknya Disimpan di Mana?
Kalau salah langkah, bisa saja dana yang dikumpulkan bertahun-tahun malah tergerus atau nggak berkembang. Di sisi lain, terlalu takut ambil risiko juga bikin hasilnya kecil dan kalah sama inflasi.
Supaya nggak terjebak kebingungan, penting buat paham dulu cara melihat pilihan dana pensiun sebaiknya disimpan di mana. Dari situ baru bisa menentukan mana yang paling pas sesuai kebutuhan dan tujuan. Berikut beberapa rekomendasi yang bisa dipertimbangkan.
1. Tabungan Pensiun di Bank (DPLK)
Tabungan pensiun lewat DPLK biasanya dikelola oleh bank. Uang yang disetor akan diinvestasikan sesuai profil risiko yang kamu pilih. Kalau ingin aman, biasanya ditempatkan di deposito dan obligasi. Kalau agak berani, bisa juga ada porsi saham.
Setoran bisa rutin bulanan atau tahunan, jadi terasa ringan. Uang ini memang dirancang untuk dipakai saat pensiun, bukan ditarik sembarangan. Nilai yang terkumpul bisa lumayan karena ada imbal hasil plus bunga majemuk. Cocok buat yang nggak mau ribet mikirin sendiri investasinya. Selain itu, DPLK sudah diawasi OJK, jadi relatif aman.
Baca juga: Contoh DPLK Terbaik dan Cara Memilih untuk Masa Pensiun Terjamin
2. Reksa Dana Pendapatan Tetap / Campuran
Reksa dana ini salah satu cara simpel buat ikut investasi. Uangnya dikumpulkan dari banyak orang, lalu dikelola manajer investasi.
Kalau pilih yang pendapatan tetap, sebagian besar isinya obligasi, jadi lebih stabil. Kalau pilih campuran, ada saham juga, jadi potensi cuannya lebih besar tapi risikonya juga naik.
Enaknya, kita nggak perlu belajar teknis soal saham dan obligasi karena sudah diurus oleh yang lebih ahli. Modal awalnya juga kecil, mulai dari ratusan ribu pun bisa. Cocok buat yang punya target jangka panjang tapi nggak siap dengan risiko saham murni.
Buat yang masih bingung dana pensiun sebaiknya disimpan di mana, reksa dana bisa jadi salah satu pilihan sesuai umur dan keberanian kamu terhadap risiko.
3. Obligasi Pemerintah
Obligasi pemerintah jadi favorit karena dijamin negara. Jadi, selama negara nggak bangkrut, uangmu aman.
Contoh yang populernya ORI dan Sukuk Ritel. Cara kerjanya mirip kita minjemin uang ke negara, nanti kita dibayar bunga setiap bulan. Tenornya biasanya 3 sampai 5 tahun, ada juga yang sampai 6 – 10 tahun. Jadi nggak bisa dicairkan kapan saja. Imbal hasilnya lumayan, lebih tinggi dari deposito biasa.
Biasanya dijual setahun beberapa kali saja, jadi harus rajin cek jadwalnya. Cocok buat yang pengin aman tapi masih ingin dapat hasil yang lebih baik dari tabungan. Meski nggak bisa langsung cair, ini bagus buat disiplin nabung pensiun.
4. Deposito Berjangka
Deposito ini sederhana dan sudah dikenal banyak orang. Kita taruh uang di bank, lalu dikunci dalam jangka waktu tertentu, misalnya 6 bulan atau setahun.
Bunganya lebih tinggi dari tabungan biasa, walaupun tetap di bawah reksa dana atau saham. Keunggulannya, hampir nggak ada risiko selama nilainya di bawah batas jaminan LPS. Cocok buat yang nggak mau repot sama fluktuasi harga seperti di pasar saham.
Uangnya nggak bisa diambil sebelum jatuh tempo tanpa kena penalti. Buat yang masih bingung dana pensiun sebaiknya disimpan di mana, deposito bisa jadi pilihan untuk yang suka cara paling konservatif. Uangnya nggak bisa diambil sebelum jatuh tempo tanpa kena penalti. Tapi jangan taruh semua di sini karena inflasi bisa bikin nilainya berkurang daya belinya.
5. Saham
Saham punya potensi cuan paling tinggi, tapi juga paling berisiko. Karena itu, biasanya hanya disarankan sebagian kecil dari dana pensiun dialokasikan ke sini. Kalau masih muda, waktu yang panjang bikin risiko turun karena naik turunnya bisa terimbangi.
Saham memang bagus buat melawan inflasi, nilainya bisa tumbuh jauh lebih cepat daripada deposito atau obligasi. Tapi butuh mental yang kuat karena harganya bisa turun drastis dalam waktu singkat. Nggak semua orang nyaman dengan kondisi ini, jadi perlu belajar dulu sebelum terjun.
Lebih baik fokus pada saham-saham perusahaan besar yang stabil. Kalau sudah mendekati masa pensiun, sebaiknya pelan-pelan pindahkan ke instrumen yang lebih aman.
Baca juga: Program Pensiun Manfaat Pasti dan Iuran Pasti: Apa Artinya dan Bedanya?
Sekarang kamu sudah punya gambaran lebih jelas soal dana pensiun sebaiknya disimpan di mana. Setiap pilihan punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, tinggal disesuaikan dengan tujuan dan kenyamananmu.
Yang penting, mulai lebih awal supaya hasilnya maksimal dan nggak terburu-buru di akhir. Jangan lupa juga untuk rutin mengevaluasi, siapa tahu strategi yang dipilih butuh penyesuaian.
Dengan perencanaan yang tepat, dana pensiun bisa tetap aman sekaligus bertumbuh sampai waktunya dipakai nanti.
Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.
Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!
Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!
