Kategori
KPR Kredit

Merencanakan Dana Rumah Kedua, Ketiga, dan Seterusnya

Membeli rumah pertama melalui kredit pemilikan rumah (KPR) boleh kamu jadikan sebagai pengalaman berutang dengan nilai besar. Harga rumah semakin tahun semakin naik, mau tidak mau memaksa orang berpendapatan pas-pasan harus mempunyai skema khusus agar dapat memenuhi kebutuhan dana rumah ini.

Selain itu juga, nilai utang yang besar dan KPR juga mempunyai tenor yang rata-rata panjang, lebih dari 5 tahun. Enggak heran ketika tiba waktunya cicilan KPR lunas, kelegaan menghampiri. Harap maklum, jika ruang fiskal dalam anggaran rumah tangga menjadi lebih leluasa.

Nah, lalu kepikiran untuk punya rumah kedua.

Mengapa Butuh Rumah Kedua?

Ya, barangkali ini juga jadi salah satu cita-citamu untuk punya aset rumah yang banyak.

Jika kamu memang mampu, ya enggak salah jika kamu merencanakan dana rumah kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. In fact, ada banyak alasan mengapa seseorang mulai berpikir untuk membeli rumah kedua, misalnya seperti ketika pengin beli rumah lagi karena kemudian hendak disewakan, atau bisa juga karena ingin mulai mengumpulkan harta waris agar bisa diserahkan pada masing-masing anak ketika nanti sudah tiba saatnya.

Atau bisa juga mau dipakai nanti kalau sudah pensiun, jadi beli rumah kedua lebih ke pinggiran kota,, atau malah ke luar kota sama sekali yang lebih tenang. Ada juga yang mempertimbangkan efektivitas waktu sehingga mereka melirik apartemen sebagai rumah kedua selama weekdays.

Ya, why not?

Memang banyak alasanuntuk  mempunyai rumah kedua, dan menambah aset berupa rumah. Aset rumah ini bisa dimanfaatkan di masa datang sebagai tabungan hari tua atau bisa juga untuk diwariskan ke anak. Bank Indonesia juga semakin memudahkan rencana ini melalui aturan kelonggaran LTV (Loan To Value) KPR.

Selain itu, ada beberapa orang yang membeli rumah kedua untuk tujuan investasi. Capital gain dari harga rumah dan bangunan yang terus meningkat dapat menambah asetmu. Apalagi jika kamu menyewakan rumah milikmu, pendapatanmu akan bertambah karena adanya pendapatan pasif.

Nah, untuk merencanakan dana rumah dua, ketiga, dan seterusnya, kamu bisa pertimbangkan hal-hal berikut ini.

Kembali ke atas

Merencanakan Dana Rumah Kedua, Ketiga, dan Seterusnya

1. Cek Kondisi Keuangan

Merencanakan dana rumah kedua dan seterusnya dengan mengecek kembali kondisi keuanganmu. Sebaiknya kamu beli rumah kedua jika kondisi keuanganmu benar- benar sudah sehat dan enggak punya beban utang apapun.

Makanya, merencanakan keuangan sangatlah penting, agar kamu dapat memastikan tujuan keuanganmu.

Kondisi keuangan yang sehat ini misalnya seperti sudah punya dana darurat dengan jumlah yang memadai, kebutuhan proteksi (asuransi jiwa dan asuransi kesehatan) yang sudah terpenuhi, lalu rasio utang di bawah 30% dari jumlah penghasilan, sudah pula punya dana pendidikan anak, dan dana pensiun yang aman.

Jika semuanya sudah aman, maka kamu baru bisa merencanakan dana rumah kedua.

Kembali ke atas

2. Sesuai dengan Tujuan

Perencaaan dana rumah keduamu akan lebih tepat jika sesuai dengan tujuanmu membeli rumah tersebut untuk apa. Misalnya, membeli rumah kedua untuk investasi atau untuk disewakan.

Kamu bisa menentukan target pasar penyewa rumah, jika ruma keduamu akan kamu sewakan. Lalu pilihlah lokasi rumah yang tepat bisa. Contohnya, jika kamu ingin membeli rumah kedua untuk bisnis kos-kosan, maka salah satu target pasarmu barangkali adalah mahasiswa. Maka kamu bisa memilih rumah yang lokasinya dekat dengan kampus.

Jika target pasarmu adalah para karyawan kantoran, maka lokasinya harus dipilih yang mendekati area perkantoran.

Berinvestasi properti memang kelihatan menguntungkan karena ada kepercayaan bahwa harga tanah enggak akan turun. Namun, sebenarnya hal itu juga tergantung pada lokasi rumah. Pasalnya, kenaikan harga rumah untuk setiap lokasi juga berbeda-beda seiring dengan berkembangan daerah sekitarnya.

Merencanakan dana rumah kedua juga tidak bisa lepas dari merencanakan biaya. Saran saja nih, jika kamu berniat beli properti untuk aset tabungan hari tua atau untuk warisan anak, lebih baik kamu membeli dalam bentuk tanah. Hal ini dikarenakan biaya perawatannya lebih kecil dibandingkan rumah. Tapi ya, ini alternatif saja. Tentu saja, kamu bisa mempunyai pertimbangan lain yang lebih sesuai dengan kondisi kamu.

Kembali ke atas

3. Jalur Pembelian

Merencanakan dana rumah kedua dengan tunai memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tapi cara ini juga menguntungkanmu, karena kamu tidak dibebani bunga.

Kamu bisa merencanakan dana rumah kedua dengan jalur utang. Pertama, utang bank ini bisa melalui Kredit Pemilikan Properti (KPP). Kamu harus menyiapkan dana down payment (DP) kira-kira 40% dari harga rumah kedua.

Memang sih, bunga KPP di bank saat ini terbilang mahal akibat kebijakan pengetatan moneter Bank Indonesia. So, rencanakanlah dana rumah kedua ini secara cermat.

Mengambil suatu keputusan yang gegabah akan membawa petaka untukmu. Kalaupun akhirnya kamu tetap memutuskan untuk membeli, lebih baik pilihkah KPP dari bank yang bekerja sama dengan pengembang.

Cara yang kedua, kamu bisa membeli lewat cicilan dari pengembang. Biasanya para pengembang akan memberikan kesempatan pembelian properti melalui cicilan sampai 36 kali atau 36 bulan. Kamu juga harus menyiapkan Down Payment (DP), dan kamu juga dikenakan bunga pinjaman oelh pengembang. Namun, bunga pinjaman dari pengembang ini tidak setinggi bunga KPR yang diberikan bank.

Tetap diingat ya, bahwa utang untuk memenuhi dana rumah maksimal jumlah cicilannya adalah 30% dari total penghasilan setiap bulanmu.

Kembali ke atas

4. Menghitung Biaya Lain

Selain merencanakan dana ruamh, kamu juga harus siap dengan biaya-biaya lain yang menyertai pembelian rumah, seperti biaya perawatan rumah. Jika kamu tidak merawat asetmu, maka aset itu juga tidak akan bermanfaat.

Untuk apartemen misalnya, tersewa atau tidak, kamu sebagai pemilik harus tetap membayar biaya perawatan bulanan kepada pengelola. Maka itu, lebih baik rumah kedua diubah menjadi aset produktif alih-alih dibiarkan sekadar sebagai tambahan aset. Bagaimana caranya? Disewakan!

Kembali ke atas

Kesimpulan

The lawyer is consulting clients about the house purchase contract.

Nah, itu tadi strategi merencanakan dana rumah kedua. Memang harus direncanakan dengan matang agar semuanya sesuai dengan tujuan keuanganmu. Jika kamu sudah menghitungnya dengan cermat, dan siap untuk beli rumah kedua, mudah-mudahan kamu bisa menemukan lokasi yang strategis dan prospektif agar rumah kedua ini bisa jadi sumber investasi yang menguntungkan untukmu.

Selamat menimbang dan semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *