Dasar Membuat Video di Workshop Videografi #SmescoDigipreneurDay

Belajar dasar membuat dan mengedit video adalah salah satu acara keren yang jadi bagian dari Smesco Digipreneur Day hari Sabtu tanggal 18 Juni kemarin. Dan gw pun beruntung diundang Indoblognet buat dateng dan ikut acara itu.

Iya, gw ikutan acara keren yang diadakan di Galeri Indonesia WOW ini GRATISS!!

Workshop dan coaching videografi bareng Mas Yosa Tobing dan Mas Bening Kharisma Buwana ini ditujukan buat para pelaku UKM Indonesia dan bloggers. Keduanya adalah profesional di stasiun televisi nasional Indonesia

Harapannya, setelah belajar dari para praktisi, pelaku usaha (dan blogger) bisa membuat video yang bisa menjual produk yang mereka punya.  Penguasaan kemampuan dasar membuat dan mengedit video bisa memberi keuntungan ke pelaku usaha di jaman digital ini kan?

Ini cuplikan acara SMESCO Digipreneur Day kemarin:

Peran SMESCO Dalam Pengembangan UKM Indonesia

Sebelum gw lanjut ke materi dasar membuat dan mengedit video dari kelas kemaren, gw mau cerita betapa kagumnya gw ama inisiatifnya KUKM dan SMESCO ngembangin UKMnya Indonesia. Ho oh, ini aselik beneran kagum.

Pas dateng ke GIW ini, gw diperlihatkan betapa produk-produk dari UKM Indonesia sungguhlah cantik-cantik dan gak kalah sama produk industri besar. Sebutlah furniture misalkan. Hasil produksi UKM Indonesia ternyata bersaing sama produk-produk IKEA. Ihik.

UKM Indonesia udah siap banget lah bersaing dari segi kualitas di era Masyarakat Ekonomi ASEAN, cuma perlu peningkatan soft skill dan sarana dari pemerintah. Apa yang dilakukan Galeri Indonesia WOW (GIW) setelah hampir sembilan bulan melakukan rebranding dan merubah image ini salah satu upaya pemerintah untuk membantu mengangkat kelas produk-produk UKM ke level yang lebih tinggi.

Pun termasuk acara #SmescoDigipreneurDay kemaren itu. Harapannya, UKM gak hanya aktif memasarkan dan menjual produknya di dunia nyata, tapi juga gape memanfaatkan media sosial buat bertarung di pasar global.

Kalo mengutip direkturnya SMESCO, Pak Zabadi mengatakan ini:

“Disiniah peran Smesco menjadi jembatan bagi akselerasi UKM yang memiliki produk berkualitas di Smesco untuk tampil lebih maksimal,”

Jadi memang upaya yang dilakukan SMESCO layak diacungi jempol. Dan teman-teman silahkan maen ke Galeri Indonesia WOW buat lihat-lihat hasil kerajinan UKM Indonesia yang indah-indah. Buka setiap hari dengan stafnya yang super ramah! Dukung produk anak bangsa kan? 😀

Wayang di Galeri Indonesia Wow SMESCO Indonesia

Wayang di Galeri Indonesia Wow SMESCO Indonesia

Khusus buat Smesco Digipreneur Day tanggal 18 Juni kemarin ini, ada dua event yang dijalankan. Event pertama seminar dan diskusi dengan pelaku-pelaku UKM Indonesia dan yang kedua yang gw ikutin. Workshop dan Coaching Videografi.

Workshop Dasar Membuat dan Mengedit Video Smesco Digipreneur Day

Nah ini nih yang kemaren gw ikutin dengan antusias (BANGET). Dasar-dasar membuat dan mengedit video yang diajarkan sama Mas Yosa dan Mas Bening. Keduanya praktisi videografer di televisi nasional Indonesia. Karena sempat live tweet di acaranya, gw pun merangkum hasil tweetnya di chirpstory tentang kelas videografi ini.

Isi materinya sekalian gw gabung sama materi dari Mas Teguh pas gw ikutan workshop videografinya beliau dengan topik Vlogging: Dasar Membuat dan Mengedit Video Menggunakan Smartphone dan Tablet ya.

Videografer vs Kameramen

Gw sebut tadi kalo Mas Yosa dan Mas Bening mengenalkan diri mereka sebagai videografer ya, cuma orang awam pasti nyebut mereka sebagai kameramen karena kerjaannya di belakang kamera mulu. Di kelas dasar membuat dan mengedit video ini, mereka jelaskan bedanya videografer dan camera-man.

Cameraman (yang kemudia diralat jadi camera person oleh Mas Yosa – karena sekarang juga banyak camera lady) punya tugas yang sangat terbatas. Mereka hanya mengoperasikan kamera sesuai instruksi dari videografer. Tidak ada proses kreatif di sana.

Tugas seorang videografer - dasar membuat dan mengedit video

Tugas seorang videografer – dasar membuat dan mengedit video (buat modelnya, maap ya mas saya jadiin ilustrasi :D)

Yes, videografer seharusnyalah jadi master mind dari mulai penentuan cerita, pengambilan gambar dan sampai jadi satu-kesatuan video.  Jadi ya bisa dibilang kalo tanggung jawab pesen videonya nyampe atau nggak ke penonton ada di pundak seorang videografer.

Audiens, Pesan dan Durasi

Karena tugas yang terpenting seorang videografer adalah bagaimana sebuah pesan bisa sampai, pertama yang harus diperhatikan adalah audiensnya. Yabeda toh pastinya mau bikin video buat masyarakat berpenghasilan UMR dengan affluent market. Untuk musiknya, gak pas kalo misalkan pasang musik Jamie Cullum atau untuk video yang ditujukan untuk karyawan pabrik kan?

Dengan audiens di pikiran bahkan sebelum membuat videonya, akan menentukan bagaimana video yang akan dibuat. Lebih penting lagi adalah kemudian bagaimana dapat menyampaikan pesannya dalam durasi tertentu. Karena kemampuan orang untuk konsentrasi dengan video yang cukup lama.

Dengan tiga hal tersebut di pikiran, kalo saran dari Mas Teguh, bahkan sebelum mulai mengambil gambar pertama, kudu bisa membayangkan bagaimana cerita. Kalau menurut Mas Yosa, di sinilah waktunya membuat TREATMENT.

Treatment Video dan Efisiensi Shooting

Dengan ajaran senada, Mas Yosa dan Mas Teguh amat sangat menyarankan seorang videografer untuk bikin cerita dulu. Paling gak di kepala kita. Mas Teguh biasa mendengarkan koleksi lagu yang ada di koleksinya untuk ngebayangin cerita yang mau dibangun. Lebih lanjut, kalo bisa sih menurut Mas Yosa, di praktek dalam industri televisi, dibuat treatment dalam bentuk tertulis.

Treatment ini merupakan panduan yang bakalan dipake waktu shoot video nantinya. Bisa dibilang juga lah dengan story board. Kalo sudah ada treatment ini, diharapkan waktu shooting bisa lebih cepet dan efisien. Gak banyak video yang kebuang waktu editing.

Langkah dasar membuat dan mengedit video

Langkah dasar membuat dan mengedit video

Berapa sih perbandingan standarnya? Mestinya 1:5 yang artinya 1 menit video jadi dibuat dari 5 menit video mentah. Masih dapat diterima kalo rasionya 1:6. Tapi pernah gak ngerasain waktu bikin video 5 menit, mentahnya bisa sampe sejam, atau malah dua jam?

Ingat, maksimum perbandingan video adalah 1 menit video jadi berasal dari 6 menit video mentah. Click To Tweet

Kalo jaman sekarang sih enak ya, jaman digital, kelebihan tinggal hapus. Bisa bayangin gak jaman dulu waktu semuanya masih pake kaset? Itu yang dialami Mas Yosa dan Mas Bening pas jaman kuliah. Jadi treatment yang matang akan menyelamatkan banyak waktu dan sumber daya ketika shooting.

Beda ya kalo videonya berupa video jurnalistik, atau reporting. Kalo itu kudu beneran kreatif nentuin gimana treatmentnya sesuai kondisi di lapangan.

Kebayang gak kalo film Avatarnya James Cameron proses pra-produksi dan pembuatan treatmentnya memakan waktu 10 tahun!

Teknik Pengambilan Gambar dan Framing

smescoTeknik pengambilan gambar dan framing ini sepertinya bagian yang paling banyak dijelasin kemaren. Cuman kayaknya gw gak akan bisa tuliskan semuanya di sini.

Berikut beberapa hal yang penting ya dari dasar membuat dan mengedit video yang gw pelajari kemarin:

Sesuaikan range pengambilan gambar, apakah mau pake extreme close up untuk video makanan biar menggugah selera atau yang membutuhkan detail (biasanya zoom-in zoom-out di sinetron itu), closeup aja (sebatas dada-kepala), medium shot atau long shot.

Ambil angle paling pas yang menggambarkan kondisi, apakah itu dari low angle untuk menunjukkan wibawa, eye level untuk shoot standar atau high angle untuk menunjukkan bahwasannya objek ada di dalam otoritas.

Pilih antara Sequence atau Montage, di mana untuk sequence, video akan terus berjalan tanpa terputus, sedangkan montage terdiri dari kumpulan video-video pendek yang membangun satu cerita. Video sequence utamanya dibuat untuk reportase kejadian dan interview. Untuk montage, usahakan maksimum durasi setiap klip pendek maksimum 10 detik. Umumnya sih video pendek montage berdurasi 3-detikan.

Pergunakan pergerakan kamera, apakah itu untuk panning (bergerak ke kanan dan ke kiri) atau tilting (bergerak naik turun), usahakan gerakan sehalus mungkin.

Berpikir 3 dimensi,  dengan mengupayakan apa yang ada di depan dan di belakang objek membuat video lebih hidup. Hindari menggunakan tembok sebagai latar belakang dan juga bagaimana memanfaatkan ruang di dalam kamera dengan menempatkan objek sesuai the rule of 9 sehingga gambar yang ditangkap dapat bercerita (hindari secara monoton menempatkan objek di tengah kamera)

Berikan headroom yang cukup, jangan memotong objek di bagian atas kepala. Berikan sedikit ruangan di atas kepala objek. Kalau perlu dilakukan pemotongan untuk extreme closeup, potonglah di bagian bawah muka, dagu dan leher tidak masalah untuk dipotong.

Jangan memotong lipatan anggota tubuh, kalau bisa lakukan pemotongan di atas atau di bawahnya. Kayak misalkan siku, lutut, pinggang. Jangan potong garis-garis itu waktu mengambil video. Bakalan jadi aneh. Coba perhatiin video-video di TV deh. Ihikk..

Nah untuk bisa melakukan itu semua perlu peralatan yang warbiyasak dong ya?

Peralatan Dasar Membuat dan Mengedit Video

Kalo bagian ini gw akan share ilmu dari Mas Teguh nih. Belio bikin video-video perjalanannya dengan menggunakan kamera handphone dan tabletnya. No fancy camera thingy.

Dan hal inilah yang gw lakukan buat video yang gw pake di postingan Andromax E2+, Giveaway Mbak Anne dan juga Jalan-Jalan ke Pelindo3. Semua videonya bisa dibuka di channel Youtube gw. *disubscribe ya Kakaaak! 😀 Semua video yang gw rekam, pake kamera smartphone.

Kamera smartphone jaman sekarang sudah cukup mumpuni buat dipake ngerekam video. Click To Tweet

Peralatan berikutnya yang diperlukan adalah tripod untuk kestabilan gambar. Ternyata emang gak asik kan lihat video yang gerak-gerak. Trus gimana caranya masangin smartphone ke tripod? Pake kepalanya monopod buat memasang smartphone ke tripod. Pasang handphone di situ dan kemudian pasang di tripod. It works! Muahahahahaha!

Untuk dasar membuat dan mengedit video, tripod bahkan bunya banyak fungsi lain selain kestabilan gambar. Bisa untuk dijadikan selfie stick, high angle, low angle, untuk merekam lapsing, panning dan tilting. Ada beberapa lagi yang gw lupa. Ihik. maafkanlah saya.

Setelah itu, kalo dirasa perlu, bisa juga menggunakan egg timer buat bikin pannig 360 derajat muter.

Untuk soal suara, Mas teguh kasih tips buat beli microphone buat android yang dibeli seharga Rp. 50ribu-Rp. 70ribuan di online shop. (pas dicek sih harganya udah Rp. 80 rebuan… Ihik!!)

Editing Video

smesco-digipreneurdayNah ini nih bagian paling akhir dari workshopnya sebelum kami semua keluar buat cari bahan shoot video. Editing!

Proses akhir yang menentukan pesannya sampai atau nggak ada di bagian ini.

Karena kemaren yang dibahas adalah editing menggunakan Windows Movie Maker, gw gak bisa ngikutin. Gw sendiri pake Mac dan di dalamnya sudah ada editing video tools yang cukup powerful. iMovie.

Tapi gw mau share ilmu yang gw dapet dari Mas Teguh soal editing ini. Meskipun ambil gambar menggunakan smartphone, teman-teman gak perlu khawatir soal editingnya. Dengan kondisi smartphone yang udah canggih banget kayak jaman sekarang (bahkan ada yang satu smartphone bisa punya dual space buat pribadi dan buat kehidupan lainnya) editing bisa langsung dilakukan di gadget.

Beberapa rekomendasi aplikasi yang bisa dipake di smartphone antara lain Filmora Go dan Power Director. Gw sendiri pernah coba dua-duanya dan sejauh ini lebih suka dengan Power Director. Kenapa?

Versi gratis Filmora Go memang gak menyisipkan watermark di sepanjang video, hanya di bagian akhir video yang bisa di cut dan dibuang. Beda dengan Power Director yang versi gratisnya akan menyisipkan watermark namanya dari awal sampai akhir. Tapi aplikasi Power Director bisa nyisipin caption title di bagian manapun di videonya. Sementara Filmora Go hanya di awal dan di akhir.

Kalo mau jadiin smartphone studio editing video, belilah versi premiumnya Click To Tweet

Jadi gak ada alasan lagi kan buat bilang gak bisa bikin video dan nge video blog? Apalagi kalo punya usaha kecil. Kalo misalkan khawatir soal quota, bisa coba pake koneksi yang kenceng ini.

=====

Gw bersyukur dan berterima kasih banget bisa ikutan acaranya Indoblognet ini. Semoga lain kali kalo ada acara lagi gw bisa diundag. Ihikk! Siapa tahu dengan menguasai ilmu dasar membuat dan mengedit video ini, blog jadi lebih layak lagi buat dibiayai.

Dan semoga banyak yang bisa memanfaatkan postingan tentang dasar membuat dan mengedit video ini. Kalik aja kenal orang yang butuh, monggo loh diforward emailnya. Kalo ada yang kurang jelas, langsung colek di twitter @danirachmat atau komen atau kirim email ke halo@danirachmat.com yak!

 

Advertisements

31 Comments

  1. Fee

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Lihat kerjasama dengan brand lainBuka
+
%d blogger menyukai ini: