FIRE tanpa anak? Harusnya sih lebih gampang, ya kan? Logikanya, ketika enggak ada biaya untuk membesarkan anak, maka akan lebih banyak penghasilan yang bisa ditabung dan diinvestasikan. Saving rate pun berpotensi lebih tinggi sehingga jalan menuju pensiun dini terasa lebih singkat.
Ya, memang enggak salah sih. Tapi kayaknya sih, bukan berarti perjalanan menuju FIRE otomatis menjadi lebih mudah.
Meski enggak ada tanggungan anak, masih ada berbagai kebutuhan jangka panjang yang harus diperhitungkan, mulai dari biaya kesehatan, perawatan di usia lanjut, hingga pengeluaran selama puluhan tahun masa pensiun.
Karena itu, perhitungan FIRE tanpa anak tetap perlu disusun secara matang agar dana yang terkumpul benar-benar mencukupi.
Mengapa Banyak yang Menganggap FIRE Tanpa Anak Lebih Mudah?
Anggapan ini bukan tanpa alasan. Salah satu tantangan terbesar dalam mengejar FIRE adalah menjaga pengeluaran tetap rendah sambil meningkatkan investasi. Nah, artinya kalau tanpa anak, ada beberapa pos biaya besar yang otomatis enggak masuk ke dalam anggaran. Kayak apa misalnya?
1. Enggak Perlu Mengeluarkan Biaya Kehamilan dan Persalinan
Punya anak itu biayanya memang enggak sedikit, bahkan sudah dimulai dari program kehamilan, terus ke pemeriksaan rutin, persalinan, hingga kebutuhan bayi di bulan-bulan pertama.
Tanpa rencana memiliki anak, kamu bisa mengalihkan dana tersebut untuk memperbesar tabungan atau investasi sejak awal.
Baca juga: Cara Menghindari Inflasi Gaya Hidup Setelah FIRE agar Dana Tetap Awet
2. Enggak Ada Dana Pendidikan yang Terus Naik
Biaya pendidikan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Mulai dari uang pangkal, SPP, les, hingga biaya kuliah, semuanya perlu dipersiapkan jauh-jauh hari.
Tanpa anak, kamu enggak perlu menyisihkan dana khusus untuk kebutuhan ini sehingga target investasi bisa lebih fokus.
3. Pengeluaran Harian Lebih Ringan
Membesarkan anak berarti ada banyak pengeluaran rutin yang harus dipenuhi, seperti makanan, pakaian, susu, perlengkapan sekolah, biaya kesehatan, hingga hiburan. Tanpa pos-pos tersebut, total pengeluaran bulanan umumnya menjadi lebih rendah sehingga ruang untuk menabung dan berinvestasi pun lebih besar.
4. Anggaran Lebih Mudah Diprediksi
Semakin banyak anggota keluarga, semakin besar pula kemungkinan muncul pengeluaran tak terduga. Sebaliknya, jika hanya mengatur kebutuhan diri sendiri atau bersama pasangan, arus kas biasanya lebih stabil. Kondisi ini membuat perencanaan menuju FIRE lebih mudah disusun dan dievaluasi.
5. Porsi Investasi Bisa Lebih Besar
Karena pengeluaran rutin relatif lebih kecil, sisa pendapatan yang bisa diinvestasikan juga berpotensi lebih besar. Saving rate yang tinggi merupakan salah satu faktor penting dalam mencapai FIRE, sehingga target kebebasan finansial bisa dicapai dalam waktu yang lebih singkat.
Pengeluaran yang Tetap Harus Dipersiapkan meski Tanpa Anak
FIRE tanpa anak memang bisa mengurangi sejumlah pengeluaran besar. Namun, bukan berarti kebutuhan finansial saat pensiun otomatis menjadi sedikit. Justru ada beberapa pos yang sebaiknya dipersiapkan sejak dini agar masa FIRE tetap nyaman dan mandiri. Berikut penjelasannya.
1. Biaya Kesehatan di Usia Tua
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan kesehatan biasanya ikut meningkat. Biaya pemeriksaan rutin, obat-obatan, hingga penanganan penyakit kronis bisa terus bertambah, apalagi biaya layanan kesehatan juga mengalami inflasi setiap tahun. Karena itu, dana kesehatan dan perlindungan asuransi tetap perlu masuk dalam perencanaan FIRE.
2. Dana Perawatan Jangka Panjang
Saat sudah lanjut usia, ada kemungkinan kamu akan menurun kemampuannya untuk memenuhi kebutuhanmu sendiri. Bisa saja suatu saat kamu membutuhkan pendamping, layanan home care, atau bahkan tinggal di nursing home. Biaya ini jangan sampai luput diperhitungkan, karena nilainya bisa cukup besar jika digunakan dalam jangka panjang.
3. Dana Darurat yang Lebih Besar
Memiliki dana darurat tetap penting, bahkan bisa jadi perlu lebih besar. Pasalnya, ketika terjadi kondisi darurat, kamu enggak bisa mengandalkan bantuan finansial dari anak. Dana ini menjadi bantalan agar kebutuhan mendesak enggak sampai mengganggu portofolio investasi yang sudah dibangun.
4. Dampak Inflasi Selama Masa Pensiun
FIRE bukan sekadar berhenti bekerja selama lima atau sepuluh tahun. Masa pensiun bisa berlangsung 30 hingga 50 tahun, tergantung usia saat pensiun dan harapan hidup. Dalam periode sepanjang itu, inflasi akan terus mengurangi daya beli sehingga kebutuhan hidup di masa depan kemungkinan jauh lebih mahal dibandingkan sekarang.
5. Biaya Menikmati Hidup Setelah Pensiun
Banyak orang mengejar FIRE agar punya lebih banyak waktu untuk menikmati hidup. Entah itu traveling, menekuni hobi, mengikuti kursus, aktif di komunitas, atau membangun bisnis kecil, semua tetap membutuhkan biaya. Karena itu, jangan hanya menghitung kebutuhan pokok, tetapi sisihkan juga anggaran untuk aktivitas yang membuat masa pensiun tetap bermakna dan menyenangkan.
Baca juga: Bagaimana Mengatur Dana Pendidikan Anak dalam Rencana FIRE
Tanpa anak atau dengan anak bukan jaminan target FIRE akan lebih mudah maupun lebih sulit. Yang paling menentukan tetap cara mengatur pengeluaran, besarnya aset yang berhasil dikumpulkan, serta seberapa realistis menghitung kebutuhan hidup di masa pensiun.
Jadi, kalau memang berencana menjalani FIRE tanpa anak, jangan hanya menikmati keuntungan dari pengeluaran yang lebih ringan. Pastikan juga rencana keuanganmu sudah mengantisipasi kebutuhan puluhan tahun ke depan, agar kebebasan finansial yang dicapai benar-benar bisa bertahan.
Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.
Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!
Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!
