Kategori
Dana Darurat Perencanaan Keuangan

4 Instrumen Dana Darurat yang Bisa Kamu Pilih

Untuk kamu yang sudah bekerja, pastinya mempunyai dana darurat sudah menjadi suatu keharusan. Ya kan? Meskipun kamu masih pemula dalam dunia kerja, kamu harus tetap punya dan disimpan di instrumen dana darurat yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Sepele yah kedengarannya? Eits, jangan salah, Ferguso! Dana darurat ini sangatlah penting untukmu, karena dana ini bisa menjadi alternatif aliran danamu ketika terjadi sesuatu yang tak terduga dan sifatnya mendesak.

Perlu diingat ya, nominal dana darurat yang perlu kamu siapkan adalah 6 kali biaya pengeluaran kebutuhanmu selama satu bulan. Ini angka minimal. Kalau kamu punya tambahan tanggungan, ya bisa lebih besar lagi. Jadi, bisa diartikan jika dana darurat ini dapat memenuhi kebutuhanmu setidaknya 6 bulan dalam situasi darurat tersebut.

So, mari kita bahas lebih lanjut mengenai dana darurat, tapi sebelumnya mau sekadar mengingatkan akan arti pentingnya dana darurat, dan kemudian bahas deh instrumennya.

Ini dia daftar isi artikel ini. Sila disimak, boleh pilih sesuai yang pengin dibaca dulu. Tapi ya paling oke, baca saja semua sampai selesai.

Kenapa sih, kita butuh dana darurat?

Perlu kamu ketahui bahwa hidup ini penuh dengan risiko. Salah satu risiko tersebut adalah kehilangan pendapatan tetap atau bisa juga terjadi pengurangan pendapatan. Nah, ketika hal ini terjadi padamu, maka yang bisa kamu dilakukan adalah rencana keuangan dan mempersiapkannya dengan benar.

Selain bisa mengalami risiko kehilangan pendapatan, kamu juga harus mempersiapkan untuk risiko pengeluaran yang tidak terduga dan pengeluaran yang tidak bisa kamu rencanakan sama sekali, seperti contoh biaya untuk memperbaiki mobil, perbaikan gadget, mengalami musibah kecelakaan, mengalami musibah bencana alam, atau ketika biaya pengobatan yang tidak dapat ditutupi oleh asuransi.

Tujuan dana darurat adalah untuk mempersiapkan kebutuhan atau biaya yang tak terduga dan sifatnya mendesak, maka dana darurat juga harus mudah dicairkan dan diambil ketika kamu membutuhkannya.

Ini yang harus kamu perhatikan ketika ingin menyimpan dana darurat

  1. Teruslah merevisi besaran dana darurat sesuai dengan kenaikan status, pendapatan, dan pengeluaranmu setiap bulan
  2. Instrumen untuk dana darurat harus bersifat aman, likuid, dan mudah diakses
  3. Memilih instrumen yang tepat untuk menyimpan dana darurat

Nah, sudah ingat akan arti pentingnya dana ini, terus lanjut yuk, ke rekomendasi instrumen yang tepat untuk menyimpannya, agar bisa cepat dicairkan dan juga aman.

Kembali ke atas

Rekomendasi Instrumen Dana Darurat

Rekening Tabungan Bank

Salah satu instrumen dana darurat paling tepat untuk pemula adalah rekening tabungan bank. Membuka rekening bank dapat memungkinkanmu mengakses dana darurat dalam rekening tersebut secara bebas, kapan saja dan dari mana saja. Karena kamu juga tidak bisa memprediksi kapan ditimpa situasi darurat. Jadi menyimpan dana darurat di rekening bank akan sangat membantumu.

Namun, ada juga kekurangan menyimpan dana darurat di rekening bank, yaitu adanya risiko terjadinya inflasi, yang bisa mengakibatkan nilai tabungan semakin menurun.

Deposito

Apabila dibandingkan dengan rekening bank, dana darurat yang disimpan di dalam deposito akan lebih sulit untuk dicairkan, lantaran deposito memiliki tenor waktu yang sudah ditetapkan sejak awal dan menjadi penentu kapan kamu bisa mencairkan deposito tersebut.

Memang sih, tenor yang dimiliki deposito lebih singkat dibandingkan dengan beberapa instrumen investasi lain. Rata-rata tenor deposito selama 3 bulan, 6 bulan, hingga 1 tahun. Tapi kan ya teteup, butuh waktu buat dicairkan. Atau kalau mau nekat dicairkan lebih cepat, ya mesti rela ada penalti.

Menyimpan dana di deposito juga memiliki jumlah minimal dan deposito juga memiliki return yang lebih besar daripada rekening bank.

Kembali ke atas

Emas

Untuk kamu yang pemula, memilih investasi emas bukan hal yang baru lagi, mestinya ya? Selain sebagai investasi, kamu juga bisa memilih emas sebagai pilihan untuk menyiman dana daruratmu.

Investasi emas dianggap paling rendah risiko dan mempunyai return yang lumayan menggiurkan. Risiko kerugian cenderung kecil, tapi ini berlaku kalau kamu menyimpannya dalam jangka waktu yang cukup lama.

FYI, kamu tetap harus mengeluarkan sejumlah biaya tambahan ketika kamu menyimpan dana darurat dengan emas. Apa sajakah biaya tambahannya? Biaya tambahannya berupa biaya administrasi, biaya cetak emas, biaya sertifikat (jika ada), dan lain sebagainya.

Zaman now yang sudah canggih, membuatmu tak perlu bingung lagi di mana harus membeli emas, enggak harus di toko emas kok. Sudah banyak platform online yang menyediakan transaksi jual beli emas secara digital, e-commerce di Indonesia juga sudah ada seperti Tokopedia, Bukalapak, dan lain sebagainya. Nantinya, emas yang sudah kamu beli secara digital ini, akan disimpan di tabungan emas online.

Reksa Dana Pasar Uang

Instrumen dana darurat yang terakhir adalah reksa dana pasar uang.

Reksa dana pasar uang ini tergolong rendah risiko juga. Dalam reksa dana pasar uang, memungkinkan kamu untuk investasi di instrument pasar uang seperti SBI (Sertifikat Bank Indonesia), obligasi, dan deposito berjangka.

Ada beberapa keuntungan jika kamu memilih reksa dana sebagai instrumen dana darurat, yaitu:

  • Dapat mulai berinvestasi reksa dana dari nominal Rp100.000
  • Pencairan dana juga cukup cepat, sekitar 3 hari kerja setelah pengajuan
  • Mendapatkan return yang cukup besar dari pada deposito
  • Memiliki risiko yang rendah

Kembali ke atas

Kesimpulan

Nah, itulah beberapa rekomendasi instrumen dana darurat yang dapat kamu pilih. Dari keempat instrumen di atas mempunyai risiko yang rendah dan mempunyai nilai yang naik secara rutin.

Namun, kenaikan nilai ini kecil. Hal ini dikarenakan berbanding lurus dengan risiko yang tergolong rendah, jika dibandingkan dengan investasi yang lebih besar seperti saham. Tapi tentu saja, karena likuiditasnya yang relatif lebih tinggi, maka instrumen-instrumen di atas cocok sebagai media penyimpan dana tersebut.

Usahakanlah untuk menyisihkan setidaknya antara 10-20% per bulan dari gaji atau pendapatan total yang kamu terima. Jika lebih besar, tentunya akan lebih baik juga. Pilihlah instrumen yang tepat untuk menyimpan dana darurat sesuai dengan kebutuhanmu, ya. Bisa juga kamu memilih lebih dari satu instrumen, hal ini untuk menghindari kerugian yang terlelalu besar.

Semoga bermanfaat, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *