Investasi Emas dan Pelajaran yang Bisa Diambil

Tulisan Investasi Emas dan Pelajaran yang Bisa Diambil ini sebenernya tulisan lama gue buat LiveOlive.com dengan judul Hal yang Saya Pelajari Ketika Berinvestasi Emas. Kali aja belom baca gue post lagi di sini ya.

Tulisan ini gue update tanggal 30 April 2019 biar infonya tetap current dan nyambung sama highlight IG gue tentang investasi emas.

Tulisan yang sudah tayang di LiveOlive pastinya sudah melalui proses editing dan revisi, yang gue pasang di sini edisi ketikan pertama gue. Kalo yang di sana nadanya pasti netral dan gak berat sebelah, tapi yang di sini, sentimen pribadi bakalan banyak kalian temuin 😛

Pelajaran dari investasi emas

Di postingan ini ada tambahan pendapat gue pribadi. Kan niatnya emang mau bagi pengalaman dalam berinvestasi emas ya.  Bahasanya juga gue ubah pake gaya bahasa gue di blog ini ya 😀

====================

Don’t put all your eggs in one basket. ~ well-known investment advise Click To Tweet

Gue juga ikutin nasihat ini mulai dari sejak awal investasi. Diversifikasi.

Karena belom bisa investasi di usaha sendiri, gue baru investasi di aset kertas dan juga emas! Kalo kata banyak orang, investasi di emas gak pernah rugi.

Beneran gitu gak sih?

Investasi Emas dan Pelajaran yang Bisa Diambil

Harga Emas Fluktuatif Seperti Instrumen Investasi Lain

Kebanyakan orang meyakini, emas adalah instrumen investasi dengan nilai yang stabil dengan kecenderungan selalu meningkat. Padahal, pada kenyataannya harga emas juga naik turun.

Harga emas juga mengalami fluktuasi naik turun kayak harga saham ataupun instrumen investasi lainnya. Kenapa? Karena emas juga merupakan komoditas yang diperdagangkan.

Harga barang dagangan (emas sebagai komoditas) akan naik turun sesuai permintaan. Banyak demand ~> harga naik. Pun sebaliknya. Click To Tweet

Tapi, dari pengalaman, banyak yang ngobrol dan cerita kalo mereka pilih emas karena nilainya yang stabil dan gak pernah turun. Pasti banyak kan ya yang punya pendapat yang sama. Coba cek highlight di akun IG gue, banyak banget cerita tentang investasi di emas ini:

Dani Kurniawan

danirachmat

🙎🏻‍♂️Dani 👨🏻‍💻Personal finance blogger

Berikut perbandingan grafik antara pergerakan harga emas dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia dari sebelum tahun 1999 sampai tanggal terakhir postingan ini diupdate (sumber google.yahoo.com):

IHSG selama ini sebagai perbandingan dengan investasi emas
IHSG selama ini sebagai perbandingan dengan investasi emas (finance.yahoo.com)

Sementara harga emas kek gini:

Perkembangan investasi emas dari goldprice.org
Perkembangan investasi emas dari goldprice.org
Perkembangan investasi emas dari moneymetals.com
Perkembangan investasi emas dari moneymetals.com
Perbandingan emas dan IHSG tahun 1997 s.d 2019
Perbandingan emas dan IHSG tahun 1997 s.d 2019 (sumber: investing.com)

Kenapa gue bandingin antara IHSG dengan emas, bukan dengan salah satu saham yang ada di Indonesia Stock Exchange? Ya karena IHSG lebih ngegambarin pergerakan pasar saham secara keseluruhan.

Ini bisa juga diartikan untuk reksadana saham yang komponennya ngikutin komposisi penyusun IHSG dan seharusnya memiliki performa yang mengikuti pergerakan IHSG. Kita bisa mengharapkan kinerja yang kurang lebih sama.

Jadi intinya adalah, harga emas bukannya stabil dan gak bisa turun ya. Sama-sama fluktuatif dan ada risiko pergerakan harga. 😀

Jangan terlena kalo sudah memilih emas, tetap awasi juga bagaimana kinerjanya.

Jangan sampe udah dibeli dan yakin banget harganya aman, eh ternyata pas mau dijual harganya turun. Kalo udah keburu turun, mungkin bisa dipertimbangkan langkah yang sama kalo harga saham turun.

Kerugian Instan Karena Perbedaan Harga Jual dan Harga Beli

Investasi Emas
Investasi Emas

Satu hal yang langsung menghantam gue dengan keras waktu pertama kali beli investasi emas adalah perbedaan harga beli dan harga jual di saat yang bersamaan. Bersamaan gimana? Instan saat itu juga di tempat dan waktu yang sama.

Coba deh kalian perhatikan, waktu beli emas yang bentuknya logam mulia di toko emas. Setelah bayar harga beli emasnya, kalo misalkan mau langsung jual lagi di toko yang sama pasti emasnya akan dibeli kembali dengan harga lebih rendah sekitar kurang lebih 1%-5% per gramnya.

Seriusan!

Gue mengalami ini langsung pas pertama kali beli sendiri investasi emasnya. Gue langsung tanya ke penjualnya waktu itu.

Contohnya nih, ketika gue beli 1 gram emas senilai Rp 600.000. Pas gue bilang gak jadi dan gue batalkan pembeliannya, si penjual maunya cuma membeli balik.

Berapa harga belinya? Emas yang barusan aja gue beli itu bakalan dihargai sekitar Rp 582.000 per gram.

Yep! toko kan gak mau rugi ya. Mereka langsung ambil untung per gram emas yang mereka jual/beli.

Kalo investasi emas, keuntungan yang diharapkan harus bisa nutup target keuntungan dan juga harga "mati" pas beli emas pertama kalinya. Click To Tweet

Buat gue ini sih sesuatu banget ya. Yamasa, belom apa-apa investasi udah rugi?

Sementara kalo saham dan reksadana, dengan asumsi gak ada pergerakan berarti di pasar, harga gak ada bagian “mati”nya ini.

Biaya dan Risiko Penyimpanan Investasi emas

Investasi emas itu investasi yang berbentuk barang, Pastilah bakalan perlu dipikirin cara nyimpennya.

Bukan ngedoain sih ya, tapi nyimen emas di rumah cukup beresiko. Ada ancaman hilang, dicolong orang, atau leleh luluh lantak kalo rumahnya kebakaran *amit-amit!

Jadi kepikiran asuransi deh ngomongin kebakaran.

Sebagai alternatif penyimpanan, emas bisa disimpen di Safe Deposit Boxnya bank atau di Pegadaian. Dua pilihan ini pastinya bakalan butuh biaya tambahan buat penyimpanan dong deh yes.

Kalo mau investasi emas, JANGAN SAMPE LUPA ngitung biaya penyimpananannya yas! Click To Tweet

Udah tahu berapa itungannya?

Contoh aja, harga sewa safe deposit box paling kecil di Bank Mandiri yang ukurannya mini (3 s/d 5 inch x 5 inch x 24 inch) itu Rp. 200.000/tahun. Ditambah biaya jaminan kunci Rp. 750.000,-.

Kalo nyimpen di Pegadaian, safe deposit box yang ukurannya 10 inch x 3 inch harganya Rp. 400.000/tahun ditambah biaya jaminan kunci Rp. 800.000/tahun. Mahal yes? 😀

Kalo dirasa nyewa safe deposit box kemahalan, bisa juga coba jasa titipan emas yang punya Pegadaian yang biayanya Rp. 20.000/bulan per 100 gram emas yang dititipkan.

Perbedaan Harga untuk Pembelian Volume Besar vs Volume Kecil

Investasi Emas Batangan
Investasi Emas Batangan

Ketika beli investasi emas, pertimbangkan volume pembelian kalian. Mau beli nyicil kecil-kecil ato sekalian langsung banyak. Ini penting kalo emasnya memang mau dipake sebagai sarana investasi.

Lebih gede ukuran batangan emas yang dibeli, harga per gramnya akan lebih murah. Bedanya bisa lumayan banget.

Tapi sisi lainnya, kalo mau beli emas sekalian gede, duit yang harus disiapkan juga bakalan butuh banyak. Apalagi kalo kalian juga #PengabdiGajian macem gue.

Yamanalah sanggup kalo langsung beli 100 gram ya. Kalo emang mau beli emas dalam jumlah besar, duitnya bisa dikumpulkan di reksadana pasar uang secara bulanan. Ihik.

Oh iya!

Kalo beli emas dalam jumlah besar, ada satu lagi yang perlu kalian pertimbangkan! Kemudahan ketika jual kembali.

Jual emas dalam volume besar mungkin juga gak akan semudah jual emas yang ukurannya lebih kecil. Bisa saja toko tempat kalian beli emas gak mau atau gak bisa beli balik emas yang mau kalian jual.

Karena perlu diingat, permintaan emas yang satuan ukurannya lebih besar pastinya gak sebanyak permintaan untuk yang kecil-kecil. Click To Tweet

Yakan gak semua horang kayah yang bisa beli emas langsung 100 gram kan ya~ 😀

Sebagai ilustrasi berikut adalah table harga jual emas dari website logammulia.com pada tanggal 30 April 2019:

Jauh kan bedanya beli segram sama setengah kilo? Jadi kalo beli mending yang mana? *yakelleus kayak beli cabe.

=========

Bagian ini tambahan buat post ini.

Investasi Emas Sebagai Kenangan Kejayaan Masa Lalu?

Investasi emas sebagai simbol kemakmuran
Investasi emas sebagai simbol kemakmuran

Emas, gak bisa dipungkiri kalo memang punya nilai pada barangnya itu sendiri.

Misalkan aja pada suatu waktu kalo amit-amit dunia jadi kacau banget dan harga saham berjatuhan dan duit gak ada harganya, emas masih akan memiliki nilai “kekayaannya”. Tapi gue sih optimis hal itu gak akan kejadian.

Toh gw gak hidup di dalam film James Bond ato di kisah buku Negeri Para Bedebah ya *meskipun MKD dan Papa Minta Sahamnya mirip. 😛

Pemikiran kalau emas adalah investasi yang “sudah pasti aman” mungkin dateng dari status emas di masa lalu yang selalu dikaitkan dengan kekayaan dan kemakmuran. Emas juga pernah dijadikan cadangan mata uang dunia sebelum sistem mata uang saat ini dikenal.

Tapi gimanapun, perlu diingat lagi kalau emas itu juga komoditi yang diperdagangkan dan dia “cuma” salah satu logam yang ada di dunia ini. 😛

Jadi ya kalopun memang milih investasi di emas, saran gue sekali lagi, jangan membabi buta. Trus karena membabi buta selalu berpikir kalo emas pasti aman.

Tapi, tetep buka mata dan buka pikiran. Di luar sana masih ada pilihan alternatif investasi yang lain. Gak usah takut buat nyoba investasi yang lain itu. Hawong investasi di emas aja berani 😀

Ya ga? Tapi alangkah baiknya kalo sebelu investasi di manapun, cek dulu profil risiko masing-masing ya biar tahu investasi mana yang paling pas.

==========

Kalo misalkan ada yang mau didiskusiin tentang investasi emas dan apa saja yang bisa dipelajari, monggo komen aja ato colek gue di twitter. Biar bisa de-em-de-eman di twitter jangan lupa ya follownya @danirachmat 😛

62 Comments

  1. pakdhe hobilari
  2. Gara
  3. Bunda Nad
  4. evrinasp
  5. Riko
  6. Sidiq Atto
  7. Tushy
  8. narendra

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh