Kategori
Investasi Saham

Investasi Saham Online untuk Pemula: Ini Cara Paling Mudah dan Triknya

Kamu ingin mulai berinvestasi saham, tapi bingung mulai dari mana? Tenang, kecanggihan teknologi saat ini bisa banget membantu investor pemula untuk terjun dan mulai investasi saham online dengan mudah dan terjangkau.

Sama seperti cara investasi saham lainnya, yang membedakan investasi saham online hanya pada cara melakukan transaksinya saja. Investasi saham online juga dikenal sebagai trading saham digital yang memungkinkan aktivitas jual beli saham dilakukan menggunakan aplikasi maupun situs web. Artinya, aktivitas investasi dapat kamu lakukan di mana saja selama kamu memiliki smartphone atau gadget lainnya. Selain itu, transaksi jual beli saham dapat lebih mudah diakses, lebih praktis, dan efisien.

Sebelumnya, kamu mungkin sudah tahu dana yang diperlukan untuk investasi saham online ini tidak terlalu besar. Dengan modal Rp100.000 pun, kamu bisa mulai untuk mendapat keuntungan menggiurkan di masa mendatang.

Meski terdengar sederhana, kamu tetap membutuhkan cara dan strategi jitu dalam menentukan langkah untuk menjual atau membeli saham online. Jika kamu teliti dan cermat dalam mengelolanya, keuntungan bisa naik berkali lipat.

Sebaliknya, jika terburu-buru dan salah ambil langkah, uangmu justru bisa menguap begitu saja. Maka, sebagai investor pemula disarankan untuk memilih investasi saham online dalam jangka waktu yang panjang untuk meminimalkan kerugian.

So, let’s talk about it now, shall we?

Cara Mudah Investasi Saham Online

Makin tertarik untuk mulai berinvestasi saham? Sebelum itu, kamu harus memperhatikan beberapa hal dan mengikuti langkah-langkah penting dibawah ini.

Siapkan Dana Dingin

Elemen utama untuk memulai investasi saham online adalah uang. Investasi saham menggunakan sistematika menabung dengan membeli saham atau aset sebuah perusahaan untuk mendapatkan hasil keuntungan atau capital gain dari saham yang kamu punya.

Gunakanlah dana dingin, yaitu dana yang memang tidak kamu gunakan dalam waktu dekat. Artinya kamu menggunakan uang di luar uang kebutuhan sehari-hari dan kewajiban tagihan bulanan.

Hal ini penting agar ketika saham yang kamu beli nilainya turun, kehidupan keuangan kamu tidak akan terganggu dengan kerugian dari saham tersebut.

Kembali ke atas

Siapkan Dokumen Data Diri

Untuk melakukan investasi saham online dari suatu perusahaan, kamu harus melakukan segala transaksinya di BEI melalui perusahaan sekuritas. Nah, sebelum itu kam harus memiliki rekening saham terlebih dahulu.

Terus caranya gimana? Siapkan dulu dokumen-dokumennya. Bisa jadi berbeda sih antara sekuritas yang satu dengan yang lain, tetapi rata-rata selalu meminta beberapa dokumen yang diperlukan sebagai berikut:

  • KTP/Passport/ID Card: Identitas diri adalah syarat wajib untuk membuka rekening saham. Kamu memerlukan KTP, SIM, atau Paspor untuk mendaftarkan diri.
  • NPWP: Ada sekuritas yang meminta NPWP, tetapi ada juga yang tak mewajibkannya. Sebenarnya akan lebih mudah jika kamu memilih sekuritas yang tak wajib memberikan NPWP, karena ini artinya siapa saja boleh berinvestasi dengan bantuan mereka. Lebih fleksibel.
  • Cover dalam buku tabungan: Banyak yang bingung mengapa ini penting? Namun, ini dapat memudahkan sekuritas untuk memeriksa rekening bank kamu sebagai nasabah.
  • No Identitas KSEI: Ini berlaku jika kamu sudah memiliki rekening saham sebelumnya dan ingin membuka rekening untuk kedua kalinya.

Kembali ke atas

Buat Rekening Saham atau Efek

Kenapa rekening ini penting untuk investasi saham online? Karena jika kamu belum memiliki rekening ini, kamu tidak akan bisa ikut jual beli saham.

Kamu perlu membuat RDN (Rekening Dana Nasabah), atau RDI (Rekening Dana Investasi), di salah satu perusahaan sekuritas resmi. Cara membuatnya mudah, dengan dokumen yang sebelumnya kamu sudah siapkan, kamu tinggal mengisi formulir data diri.

Kemudian perlu diperhatikan untuk membaca dan menyetujui ketentuan pembukaan rekeningnya. Setelah itu, perusahaan sekuritas akan menginput data untuk membuat Sub Rekening Efek (SRE) dan Single Investor Identification (SID) di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan pembukaan RDN di bank kustodian.

Setelah itu kamu akan menerima informasi RDN, SRE, dan SID dari perusahaan sekuritas untuk bisa melakukan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Memilih perusahaan sekuritas terpercaya ini penting untuk memastikan keamanan aset yang akan kamu simpan nantinya. Pastikan perusahaan sekuritas pilihanmu sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kembali ke atas

Setoran Deposit Awal

Setelah proses pembukaan rekening efek biasanya menunggu waktu seminggu untuk selesai. Jika sudah dikonfirmasi nomor RDI terbuka, maka kamu dapat mulai transaksi saham.

Sebelum itu, kamu perlu memasukkan dana deposit awal. Kalau dulu, standar sekuritas mematok deposit awal senilai Rp5 juta hingga Rp10 juta, bahkan Rp50 juta. Namun, sekarang, sekuritas hanya meminta minimal deposit senilai Rp100 ribu atau Rp250 ribu, atau bahkan tak ada batas minimal sama sekali.

Pilihlah yang cocok dan sesuai dengan kemampuan keuangan kamu saat ini. Tujuan deposit ini juga hanya untuk mengaktifkan rekening saham. Setelah selesai disetorkan, kamu akan dikirimkan ID, Password, dan PIN untuk login ke akun investasi saham online agar kamu bisa mengakses KSEI.

Transaksi Saham

Setiap aplikasi sekuritas mempunyai aturan dan sistem transaksi tersendiri. Kamu akan diberikan video tutorial untuk memahami langkah-langkah memulai aplikasi dan transaksi.

Untuk pembelian saham standar minimalnya yaitu 1 lot yang artinya 100 lembar saham. Sama halnya ketika menjual saham dengan ukuran 1 lot. Setiap transaksi akan dikenakan fee sesuai kebijakan sekuritas.

Kembali ke atas

Trik Investasi Saham Online bagi Pemula

Jika kamu sudah mencoba cara memulai investasi saham online seperti di atas, sekarang saatnya kamu mengetahui strategi jitu untuk membeli saham.

Prinsipnya simpel banget kok. Kamu “hanya” harus beli saham saat:

  • Harganya sedang turun di level dalam batas wajar dan aman
  • Harga berada di puncak level tertinggi di titik tertentu
  • Terjadi breakout atau harga bawah, hal ini karena breakout biasanya akan segera mengalami peningkatan.

Sementara untuk menjual saham, kamu perlu memperhatikan waktu yang tepat yaitu ketika harga sedang naik drastis. Bagaimana jika harga saham turun?

Saat mengalami kondisi ini, tentukan waktu yang tepat dengan menetapkan batas kerugian atau stop loss agar kerugian tidak semakin besar.

Investasi saham online jadi solusi untuk kamu investor pemula supaya tidak lagi bingung alur atau cara investasi saham bekerja. Dengan fitur beragam, kamu bisa dengan mudah memahami dan mengakses aplikasi sekuritas secara online.

Kembali ke atas

Gimana? Gimana? Semoga uraian ini bisa sedikit membantu kamu yang pengin mulai investasi saham online dengan lancar.

Selanjutnya, just enjoy the ride. Yang penting, jaga supaya kondisi keuangan kamu tetap sehat—cash flow lancar dan positif, rasio utang yang sehat, dan punya dana darurat serta asuransi—agar perjalanan investasimu lancar.

Good luck!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Exit mobile version