{Seri Istilah Keuangan} Suka Banget Deposito, Sudah Paham Istilah-Istilah Ini?

Yes, istilah penting terkait deposito jadi seri kedua dari Seri Istilah Keuangan yang sebelumnya sudah tayang dengan istilah-istilah terkait rekening tabungan. Sekali lagi terima kasih Mbak Lusi yang sudah kasih idenya 😀

Kenapa deposito? Karena gue yakin banyak banget temen-temen yang masih demen sama instrumen perbankan ini.

Kalo misalkan ditanya sudah investasi atau belum, atau simpen duit di mana, sering banget gue terima jawaban deposito. Kenapa? Karena AMAN, dijamin pemerintah dan segudang lainnya latar belakang cerita.

Gue sendiri gak punya deposito manteman.

Kenapa? Karena sayang aja duit jadi idle dan gak kasih imbal hasil yang diharapkan. Padahal kalo ditempatkan di instrumen investasi yang lain bisa (jauh) lebih menguntungkan.

Deposito? heh? Kenapa gitu? Males ah!

Deposito? heh? Kenapa gitu? Males ah! Bahaha! (poto diambil dari postingan review Coolpad Sky 3).

Eits, gue bukan mau bahas itu, tapi lebih ke istilah-istilah penting terkait deposito itu sendiri. Yah, gue yakin sebagian besar sih udah pada tahu dan apa yang bakalan gue tulis juga mungkin gak nambah banyak ilmu. Tapi siapa tahu ada yang baru mau buka deposito, biar sekalian belajar kan yes?

Istilah Penting Terkait Deposito yang Perlu Diketahui

Istilah Penting Terkait Deposito

Istilah Penting Terkait Deposito

Sebelum lanjut baca, sebagian besar yang gue tulis di sini adalah sesuai dengan pengalaman yang gue dapatkan selama kerja di Bank Mandiri dulu.

Beberapa data gue pakai hanya sebagai contoh dan kepentingan ilustrasi. Untuk kepastian ketentuan yang sekarang berlaku, silahkan menghubungi bank masing-masing.

Dan gue gak mendapatkan bayaran apapun kok buat postingan ini kecuali kepuasan batin bisa publish. #eaaaaa

Langsung aja ya, buat penempatan deposito biasanya kan banyak yang bertanya-tanya ya berapa besar sih nominalnya?

Minimal Pembukaan Rekening Deposito

Ini sih tergantung masing-masing banknya ya. Pengalaman gue di Bank Mandiri di tahun 2007-2009 dulu kalo buka di luar Pulau Jawa minimal cuma Rp. 5 juta, tapi kalo di Pulau Jawa minimal Rp. 10 juta.

Perbedaan jumlah minimal pembukaan ini buat mengakomodasi tingkat penghasilan yang lebih rendah di luar Pulau Jawa (katanya). Padahalan menurut pengalaman gue di Lampung dulu, yang kaya dan nilai depositonya milyaran juga gak sedikit.

Minimum Pembukaan Deposito

Minimum Pembukaan Deposito

Oiya, itu buat pembukaan deposito di cabang langsung ya. Buat yang kalo mau deposito harus ketemu sama Customer Service dan tanda tangan dan bawa segala macem dokumen  yang ribet banget itu buat buka rekeningnya.

Nah Bank Mandiri bisa juga ngelayanin pembukaan deposito di sistem Internet Banking mereka. Gue yakin bank lain juga punya layanan yang sama. Toh layanan e-banking ini termasuk salah satu hal yang menyederhanakan dan memudahkan dan menyehatkan kehidupan finansial kita kan?

Nominal pembukaan deposito di e-banking jauh lebih kecil sampe cuma sejuta. Click To Tweet

Yes, kalau buka lewat e-banking bisa cuman Rp. 1 juta. Jadi yang emang ngerencanain mau mulai ngumpulin dana darurat dari yang kecil di deposito, segera aktifkan e-banking kalian dan tanyakan apakah bisa buka deposito di bank tempat kalian nabung.

Inget, duit jangan ditaroh di tabungan aja dan jangan sampai tergoda sama hadiah tabungan!

Break Deposito – Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo

Sudah tahu kan kalau mencairkan deposito itu harus sesuai dengan jangka waktu deposito dan jatuh temponya?

Uang di deposito baru bisa dicairkan minimal 1 bulan dari tanggal penempatan. Click To Tweet

Buat nasabah perorangan, apalagi dengan duit pas-pasan, deposito yang dijual ke kita umumnya adalah yang jatuh temponya minimum sebulan. Selain yang sebulan itu ada juga yang 3, 6, 9, 12 atau malah 24 bulan. Jadi gak ada yang bisa dicairkan sewaktu-waktu.

Beda dengan perusahaan yang bisa dapet produk deposit on call. Meskipun masih harus mengikuti jangka waktu tertentu, tapi kalau buat perusahaan bisa bebas sampai ke hitungan hari. Maklum duit gede. 😛

Nah, kalo misalkan udah kadung taroh deposito dan belum sampe jangka waktunya terus kepepet banget, bisa aja sih dibreak itu depositonya. Dicairkan sebelum jatuh temponya. Tapi pastinya ada konsekwensi yang harus ditanggung kan?

Pencairan Deposito Sebelum Jatuh Tempo

Pencairan Deposito Sebelum Jatuh Tempo

Macem-macem lah penalty yang dikenakan sama bank. Kalo yang pernah gue tahu, Mandiri mengenakan 0,5% dari nominal depositonya kalo dicairkan sebelum jatuh tempo. Tapi ada juga yang mengenakan sampai 2% dari nominal depositonya.

Atau ada juga yang gak membayarkan nilai bunga yang semestinya diterima nasabah atau kalau yang baik hati, bunganya gak dibayar penuh. Paling nyesek sih kalau dipotong sekian persen dari nominal deposito.

Misalkan aja penempatan Rp. 10juta, tapi tiba-tiba perlu banget dan harus dicairkan sebelum jatuh tempo, bakalan kena denda 0,5% x Rp. 10 juta = Rp. 50 rebu. Sayang banget kan? bunganya aja gak nyampe segitu.

Beda dengan deposito, kalo simpen duitnya di reksadana, kita bebas mau cairkan duitnya sesuai kebutuhan kapan aja.

Penjaminan Simpanan Oleh LPS

Ini nih yang selalu disebut sama temen-temen pas gue tanya kenapa kok deposito padahal kan gak kurang menguntungkan: deposito SUPER AMAN karena DIJAMIN PEMERINTAH.

Ini maksudnya dijamin sama Lembaga Penjamin Simpanan ituloh. Udah pada tahu kan ya? Udah? Nah udah tahu kan kalau penjaminan ini ada syaratnya? Dua syarat utamanya:

Syarat penjaminan simpanan nasabah di bank

Syarat penjaminan simpanan nasabah di bank

Dana yang dijamin per nasabah maksimum Rp. 2 Milyar dan bunganya gak boleh lebih dari bunga yang ditetapkan sama LPS. Jadi kalo duitnya di bank sudah lebih dari Rp. 2 milyar hampir bisa dipastikan lebihnya gak dijamin.

Trus lagi buat yang suka simpen duit dengan bunga gede, inget ya yang dijamin kalo bunga simpenannya maksimum 6,25% kalo di bank umum. Kalo di BPR maksimum 8,75%. Jadi jangan gampang tergoda kalo emang mau tetep dapet jaminan LPS ya. 😀 Apalagi kalau banknya kasih bunga di luar ketentuan buku bank BI dan OJK.

Padahalan mah ya, kalau mau yang super aman dan gak ada batasan maksimum simpenan, dapet jaminan pemerintah dan bunganya bisa lebih dari 6,25% mah mending beli Sukuk Ritel atau ORI aja sekalian. Bantuin pemerintah juga kan ya.

Deposito ARO dan Non-ARO

Jenis perpanjangan deposito

Jenis perpanjangan deposito

Kalo ditanya mau buka deposito yang ARO apa non-ARO, sesuaikan sama kebutuhan ya. Jangan salah pilih.

Hosting Murah Kapasitas Besar

Kalau yang ARO ini seperti namanya, Automatic Roll Over. Jadi otomatis diperpanjang kalo pas jatuh tempo kita gak datang ke bank atau gak kasih instruksi pembatalan sebelumnya. Deposito akan terus diperpanjang tanpa kita harus ingetin pihak bank. Hemat biaya materai karena cuman perlu materai waktu buka pertama sama pencairan.

Cucok kalo misalkan emang duitnya gak mau dipake. Bahkan dulu gue pernah ketemu nasabah yang dia lupa pernah deposito setelah berpuluh tahun.

Nah sementara kalo takut lupa dan emang bakalan ada kebutuhan bulan depannya, mending pilih deposito yang non-ARO. Jadi kalo kelupaan cairin, bisa dateng kapan aja setelah jangka waktunya habis. Bisa langsung dicairkan. Cuman sayangnya ya selisih hari setelah jatuh tempo sampai dicairkan, bank gak akan bayar bunga apapun.

Selain itu, kalo ternyata duitnya gak jadi dipake dan mau didepositkan lagi, bakalan kena biaya materai buat pencairan deposito yang sebelumnya dan penempatan barunya.

Yakan biaya materai mengurangi keuntugan yang didapatkan dari deposito ini kan yes? 😀

Pembayaran Bunga Deposito Sebagai Hasil Investasi

Di kelas WMI, gw belajar ini:

Sebuah investasi dikatakan menghasilkan sekian persen return investasi apabila hasil investasi yang didapatkan diinvestasikan lagi dengan return sekian persen tersebut. Kalau langsung habis dimakan, berarti investasi itu returnnya gak ada. 

Jadi kalo pada bilang investasi di deposito returnnya 5,5% setahun, berarti seharusnya uang hasil pembayaran bunga deposito itu diinvestasikan lagi di sebuah instrumen yang menghasilkan return 5,5% alias minimal sama dengan depositonya.

Bingung ya? Bihihihik. Gini deh, ini kan ya pilihan pembayaran bunga deposito yang berlaku secara umum:

Pilihan Pembayaran Bunga Deposito

Pilihan Pembayaran Bunga Deposito

Jadi kalau kalian yang pada punya deposito lebih milih bunganya dibayarkan ke rekening tabungan (dan kemudian bebas ditarik buat dipake beli cendol) berarti depositonya GAK BERKEMBANG SAMA SEKALI. Itu cuman nyimpen duit di bank dalam bentuk deposito doang.

Kalau kalian bilang punya investasi deposito dengan bunga 5,5% setahun, itu seharusnya bunga yang kalian terima dibayarkan ke rekening depositonya itu langsung biar bisa berkembang. Jadi gak boleh ituh diambil-ambil. Sampai kapan? Ya sampai jangka waktu yang emang dibutuhkan untuk dicapai sama si deposito itu tadi.

Wups, selama ini dimasukin ke rekening buat dipake ya duitnya? Udah atuhlah pergi ke bank dan ubah jenis depositonya 😀

Eh iya, 5,5% itu di atas gue masih pake asumsi gross ya belom kena pajak 20% atas bunga deposito. Jadi kalo ngomong 5,5% bunga per tahun, sebenernya yang kita terima ya cuman 4,4% nett. Hihihihi. Kecil kan?

Penutup Postingan Istilah Penting Terkait Deposito

Jadi gimana? Selama ini gue harap ga ada yang salah pilih jenis deposito atau cara pembayaran bunga atau apapunnya ya. Karena sayang aja sudah simpen duitnya di instrumen yang kurang bisa berkembang, eh disabotase pulak dengan langsung pake hasilnya.

Tapi kalau memang teman-teman masih merasa nyamannya di deposito ya gak papa juga. Cuman ya itu tadi, usahakan deposito kalian bisa berkembang dengan baik. Sambil gak lupa juga dari waktu ke waktu cek profil risikonya biar tahu bagaimana komposisi portfolio yang paling sesuai.

Atau gimana menurut kalian, masih ada istilah penting terkait deposito yang belom gue bahas di sini kah? Kalo ada kasih tahu di postingan ya. Atau mungkin ada temen yang pengen tahu tentang deposito, gue sangat berterima kasih kalo postingan ini diforwardkan. Silahkeun download juga infografis lengkap tentang deposito di atas.

Advertisements

10 Comments

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Translate »
Ingin membaca artikel perencanaan keuangan lainnya? Buka
+
%d blogger menyukai ini: