Punya target FIRE berarti kamu perlu tahu berapa uang yang harus dikumpulkan, berapa lama waktu yang tersedia, dan seperti apa kehidupan yang ingin dijalani setelah berhenti bekerja. Untuk sebagian orang, semua perhitungan itu bisa dilakukan sendiri. Namun, ada juga yang memilih menggunakan jasa perencana keuangan karena ingin mendapat pandangan dari pihak yang lebih terbiasa menangani perencanaan finansial.
FIRE memang bisa dipelajari siapa saja. Kamu bisa menghitung kebutuhan dana pensiun, membuat anggaran, mengatur investasi, lalu mengecek perkembangannya secara berkala. Masalahnya, rencana keuangan pribadi sering kali ikut dipengaruhi kondisi hidup. Gaji berubah, keluarga bertambah, pekerjaan berganti, atau target pensiun maju beberapa tahun.
So, pertanyaannya bukan sekadar bisa atau tidak bisa membuat rencana FIRE sendiri. Kamu juga perlu melihat seberapa nyaman kamu mengambil keputusan finansial tanpa bantuan profesional.
Kapan Jasa Perencana Keuangan Dibutuhkan untuk Menyusun Rencana FIRE?
Kebutuhan setiap orang bisa berbeda. Ada yang cukup dengan spreadsheet dan disiplin mencatat pengeluaran. Ada pula yang sudah punya aset di beberapa instrumen, memiliki tanggungan keluarga, atau menghadapi keputusan finansial yang cukup rumit.
Dalam kondisi seperti itu, mereka yang lebih profesional dapat membantu kamu melihat kondisi keuangan secara lebih menyeluruh dan menyusun langkah berdasarkan tujuan yang sudah ditentukan. Berikut pertimbangannya, kapan kamu perlu jasa perencana keuangan untuk membantumu.
1. Kamu Masih Bingung Menentukan Angka FIRE
Salah satu bagian yang sering bikin orang berhenti di tengah jalan adalah menentukan berapa sebenarnya dana yang dibutuhkan untuk mencapai FIRE.
Misalnya, pengeluaranmu saat ini Rp8 juta per bulan. Kamu bisa saja langsung mengalikan angka tersebut dengan jumlah tertentu dan menjadikannya target dana pensiun. Padahal, kebutuhan setelah berhenti bekerja belum tentu sama dengan pengeluaran sekarang.
Ada biaya yang mungkin hilang ketika kamu berhenti bekerja, seperti ongkos perjalanan ke kantor atau makan siang di luar. Ada pula biaya yang bisa naik, misalnya biaya kesehatan, aktivitas setelah pensiun, atau kebutuhan untuk membantu orang tua.
Kamu juga perlu memperkirakan inflasi, pertumbuhan aset, pajak, dana darurat, serta sumber pemasukan setelah pensiun. Kalau bagian ini membuatmu bingung, jasa perencana keuangan bisa digunakan untuk membantu menyusun proyeksi dan menguji beberapa skenario.
Tapi, kamu tetap perlu memahami angka-angkanya ya. Perencana keuangan membantu membuat perhitungan lebih terstruktur, bukan mengambil alih keputusan hidupmu.
Baca juga: 7 Langkah Awal Menyusun Perencanaan Keuangan Keluarga dengan Target FIRE
2. Kondisi Keuanganmu Sudah Mulai Rumit
Merencanakan FIRE saat baru bekerja dan belum punya banyak aset relatif lebih mudah. Kamu mungkin hanya perlu mengatur pendapatan, pengeluaran, dana darurat, proteksi, serta investasi.
Situasinya bisa berubah ketika aset mulai bertambah. Kamu mungkin punya rumah, deposito, reksa dana, saham, obligasi, dana pensiun dari kantor, bisnis sampingan, atau aset lain. Di saat yang sama, masih ada KPR, cicilan, tanggungan anak, dan kebutuhan orang tua.
Semakin banyak komponen yang harus diperhitungkan, semakin besar pula kemungkinan ada bagian yang terlewat. Jasa perencana keuangan dapat membantu memetakan aset, utang, arus kas, proteksi, dan tujuan jangka panjang dalam satu rencana.
Bantuan seperti ini bisa berguna terutama kalau kamu sudah mulai masuk tahap serius menuju FIRE dan keputusan yang dibuat sekarang akan berdampak pada kondisi finansial beberapa tahun ke depan.
3. Kamu Sering Kesulitan Konsisten dengan Rencana Sendiri
Secara teori, membuat anggaran bulanan memang enggak sulit. Kamu tinggal mencatat pendapatan, mengurangi pengeluaran, lalu menentukan berapa uang yang akan dialokasikan untuk investasi.
Praktiknya bisa lebih berantakan.
Ada bulan ketika pengeluaran membengkak. Ada bonus yang akhirnya habis untuk belanja. Ada investasi yang ingin dijual karena pasar sedang turun. Target menabung 40 persen dari pendapatan pun bisa berubah menjadi 20 persen tanpa kamu sadari.
Kalau masalah utamanya ada pada konsistensi, menggunakan jasa perencana keuangan akan cukup membantu karena kamu memiliki pihak eksternal untuk mengevaluasi perkembangan rencana secara berkala.
Namun, bantuan tersebut tetap membutuhkan keterlibatanmu. Kalau kamu enggak mau mencatat kondisi keuangan atau mengubah kebiasaan yang menghambat target, rencana sebagus apa pun akan sulit berjalan.
4. Kamu Kurang Paham Investasi dan Risiko
Investasi menjadi bagian penting dalam banyak strategi FIRE karena uang yang hanya disimpan dalam bentuk kas perlu menghadapi inflasi. Namun, memilih instrumen investasi juga membutuhkan pemahaman mengenai risiko, jangka waktu, likuiditas, biaya, dan tujuan penggunaan dana.
Kamu mungkin menemukan rekomendasi saham, reksa dana, obligasi, atau instrumen lain di internet. Masalahnya, produk yang cocok untuk satu tujuan belum tentu cocok untuk tujuanmu. Misalnya, dana yang akan dipakai dalam tiga tahun tentu perlu diperlakukan berbeda dengan dana yang baru akan digunakan 20 tahun lagi.
Kalau kamu masih belajar, kamu bisa merencanakan FIRE sendiri sambil meningkatkan literasi finansial. Pelajari cara kerja setiap instrumen, pahami risikonya, dan jangan memasukkan uang ke produk yang tidak kamu mengerti.
Bila portofoliomu sudah lebih kompleks atau kamu kesulitan menentukan pembagian aset, jasa perencana keuangan dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan sudut pandang profesional.
5. Kamu Menghadapi Keputusan Finansial Besar
Ada beberapa keputusan yang dampaknya bisa berlangsung bertahun-tahun. Membeli rumah, mengambil KPR, menikah, punya anak, pindah pekerjaan, membuka bisnis, atau memutuskan pensiun lebih cepat termasuk di antaranya.
Keputusan seperti ini bisa mengubah target FIRE secara signifikan. Contohnya, kamu sudah memperkirakan bisa pensiun pada usia 45 tahun. Lalu kamu berencana membeli rumah dengan cicilan selama 15 tahun. Angsuran tersebut akan mengubah jumlah uang yang bisa diinvestasikan setiap bulan. Target usia pensiun pun mungkin ikut bergeser.
Dalam situasi seperti ini, jasa perencana keuangan bisa membantu membuat simulasi sebelum kamu mengambil keputusan. Kamu dapat melihat bagaimana sebuah keputusan memengaruhi arus kas, aset, utang, dan target FIRE.
Simulasi semacam ini juga bisa membuat keputusan terasa lebih konkret. Kamu enggak hanya bertanya, “Mampu bayar gak nih?”, tetapi juga melihat dampaknya terhadap rencana finansial dalam beberapa tahun ke depan.
6. Kamu Sebenarnya Bisa Merencanakan FIRE Sendiri
Menggunakan perencana keuangan bukan syarat untuk mencapai FIRE. Kalau kondisi keuanganmu masih cukup sederhana dan kamu nyaman belajar sendiri, kamu bisa menyusun rencana tanpa bantuan profesional.
Mulailah dari angka yang paling dasar, yakni pendapatan bersih, pengeluaran bulanan, utang, aset, dana darurat, serta jumlah investasi yang bisa dilakukan secara rutin.
Setelah itu, tentukan target FIRE berdasarkan kebutuhan hidupmu. Buat beberapa skenario karena kehidupan enggak akan jalan persis seperti spreadsheet. Pendapatan bisa naik atau turun. Pengeluaran bisa berubah. Target pensiun pun dapat bergeser.
Kamu juga perlu melakukan review secara berkala. Cek apakah tingkat tabungan masih sesuai target, apakah investasi masih sesuai dengan tujuan, dan apakah kebutuhan hidup berubah.
Untuk kondisi finansial yang relatif sederhana, proses tersebut mungkin sudah cukup. Kamu hanya perlu menyediakan waktu untuk belajar dan disiplin mengevaluasi rencana.
7. Pilih Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Karena Merasa Harus
Ada orang yang merasa lebih nyaman mengurus seluruh keuangannya sendiri. Ada pula yang lebih tenang setelah mendapat bantuan profesional. Keduanya bisa menjadi pilihan selama keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi keuangan dan tujuan pribadi.
Kalau kamu baru mulai mengejar FIRE, kamu bisa mencoba membuat perencanaan sendiri terlebih dahulu. Dari sana, kamu akan tahu bagian mana yang sudah kamu pahami dan bagian mana yang masih membingungkan.
Kalau kemudian kamu menemukan masalah seperti proyeksi dana pensiun yang rumit, portofolio yang semakin besar, utang yang kompleks, atau beberapa tujuan finansial yang saling tarik-menarik, kamu bisa mempertimbangkan jasa perencana keuangan.
Sebelum menggunakan layanan tersebut, cari tahu latar belakang profesionalnya, jenis layanan yang diberikan, biaya yang dikenakan, serta bagaimana hubungan mereka dengan produk finansial yang mungkin direkomendasikan. Kamu juga perlu memahami apakah layanan yang diberikan berupa perencanaan menyeluruh, konsultasi tertentu, atau pengelolaan investasi.
Baca juga: Tujuan Perencanaan Keuangan dan Manfaatnya dalam Kehidupan Sehari-Hari
FIRE tetap merupakan rencana keuangan milikmu. Kamu yang menentukan kapan ingin berhenti bekerja, berapa kebutuhan hidupmu, dan seperti apa kehidupan setelah mencapai target tersebut.
Bantuan profesional bisa menjadi alat untuk membuat prosesnya lebih terstruktur, sementara perencanaan mandiri bisa menjadi pilihan bagi kamu yang nyaman belajar dan mengelola semuanya sendiri. Jasa perencana keuangan akan sangat efektif kalau kebutuhanmu sudah berada di luar hal-hal yang mampu kamu hitung dan evaluasi dengan nyaman.
Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.
Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!
Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!
