Kategori
Reksadana

Investasi Reksa Dana dan 9 Kesalahan yang Sering Terjadi

Pasti kita sudah enggak asing lagi dengan kata investasi, bukan? Banyak pilihan investasi yang tentunya punya risiko yang berbeda. Pilihan investasi tersebut disesuaikan dengan modal yang dimiliki dan keinginan untuk meningkatkan nilai uang tersebut. Salah satunya investasi reksa dana.

Ya, sekarang ini salah satu jenis produk investasi yang banyak digemari para milenial yang ingin menjadi investor pemula adalah investasi reksa dana. Reksa dana adalah upaya mengumpulkan dana investasi dari masyarakat pemodal atau investor. Dana yang telah terkumpul dari para investor kemudian diinvestasikan oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, pasar uang, ataupun deposito.

Cara investasi reksa dana bisa dengan membeli secara online dan hanya dengan minimal pembelian Rp10 ribu sudah bisa menjadi seorang investor reksa dana.

Dikarenakan kemudahannya dan juga keterjangkauannya dalam berinvestasi membuat orang-orang kadang menganggap gampang dan tanpa pikir panjang untuk membelinya, loh! Padahal perlu kamu ingat bahwa investasi bukan tanpa risiko maka dari itu kamu perlu berhati-hati dalam berinvestasi.

Meskipun mempunyai risiko, bukan berarti kesalahan investasi itu enggak bisa dihindarkan, ya.

Berikut ini beberapa kesalahan umum yang biasa terjadi ketika membeli investasi reksa dana! Cek di daftar isi dulu boleh, langsung baca semua aja itu lebih baik!

Kesalahan Investasi Reksa Dana

1. Tidak punya target dan tujuan investasi

Investasi merupakan bagian dari tujuan dan pengelolaan keuangan. Maka dari itu, ketika kamu ingin mulai dengan investasi reksa dana, kamu harus menentukan tujuan keuangan yang jelas.

Tujuan tersebut meliputi:

  • Kamu memerlukan jangka waktu berapa lama untuk berinvestasi? Apakah untuk jangka pendek, jangka menengah ataupun jangka panjang?
  • Apa tujuan kamu berinvestasi? Apakah investasi ini untuk dana pensiun, dana darurat, mengembangkan usaha, dan sebagainya.

Kamu bisa lebih mudah menentukan jenis reksa dana seperti apa yang sesuai dengan mempunyai target dan tujuannya terlebih dahulu.

2. Salah pilih produk reksa dana

Saat ini sudah ada empat jenis produk untuk investasi reksa dana yaitu, reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pasar uang, dan reksa dana pendapatan tetap. Masing-masing produk tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda, loh!

Reksa dana saham nih misalnya, memiliki peluang profit yang besar tetapi juga mempunyai potensi risiko yang sebanding. Akan membuat masalah jika kamu cuma mau untung besar tapi enggak mau terima risiko investasi.

Kamu bisa sangat kecewa jika kondisi pasar keuangan memburuk. Nah, enggak ada salahnya kalau kamu mencermati fund fact sheet, atau bertanya kepada MI mengenai produk reksa dana, dan mencari info tambahan sebelum investasi.

3. Harapan yang tidak realistis

Kesalahan umum yang biasanya dilakukan adalah mengharapkan pengembalian yang tidak realistis.

Jika kamu menjadi investor dan berencana investasi jangka panjang, harus mempertimbangkan imbal hasil yang sesuai dengan risikonya. Pasti tidak ada yang dapat memprediksi bagaimana pasar di masa depan karena faktor ekonomi, sosial, politik dan spesifik perusahaan yang dinamis bakalan memengaruhi nilai investasi.

Enggak seharusnya sih, kamu sebagai investor mengharapkan pengembalian yang luar biasa dari investasi reksa dana secara cepat. In fact, nggak ada instrumen investasi yang bisa menjamin imbal cepat dalam waktu singkat dan bebas risiko.

4. Investasi tidak sesuai profil risiko

Cara investasi reksa dana untuk para pemula banyak yang tidak sesuai dengan porsinya, dan ujungnya bukannya tenang nih, tapi malah selalu was-was karena salah pilih reksa dana.

Cara investasi ini memang lebih mudah, terutama bagi pemula, tapi bukan berarti kamu bisa mulai tanpa belajar investasi lebih dulu. Meski ada manajer investasi yang akan mengelola dana investasimu, tapi kamu tetap harus memonitor perkembangannya.

Setelah menentukan tujuan, hal yang enggak kalah penting adalah mengetahui profil risiko investasi, agar tepat dalam memilih produk investasi.

Contohnya nih, investor dengan profil risiko rendah belum dapat menerima fluktuasi yang tinggi dalam jangka waktu investasi yang pendek. Jika tujuan investasinya untuk kebutuhan dana jangka pendek, maka kamu dapat memilih reksa dana pasar uang. Sebab investasi reksa dana pasar uang mayoritas asetnya pada deposito yang pergerakannya cukup stabil dengan fluktuasi pasar yang rendah.

5. Kurangnya diversifikasi portofolio

Untuk mendapatkan hasil terbaik dari pasar adalah melalui portofolio yang terdiversifikasi.

Bisa saja kamu memiliki kepercayaan tinggi pada salah satu pilihan investasi dan merasa optimis dapat mendapatkan imbal balik tinggi.

Tapi ingat, menempatkan seluruh dana pada satu tempat investasi bisa meningkatkan risiko, loh! Karena pada saat investasi pilihan kamu merugi, kamu akan kehilangan seluruh modal. Wah, langsung bangkrut deh.
Sering banget nih, para investor pemula cenderung berinvestasi hanya dalam satu jenis investasi lalu sewaktu pasar jatuh atau ekonomi melemah, mengakibatkan penurunan sektor investasi tertentu. Pada akhirnya investasinya mengalami kerugian.

Sebaiknya, gabungkan berbagai macam jenis reksa dana untuk mengurangi risiko kerugian, ya. Pada saat salah satu jenis investasinya sedang mengalami risiko kegagalan, investasi yang lain dapat menjadi cadangan atau bisa jadi memberikan imbal balik lebih tinggi.

Kamu dapat merancang portofolio investasi dengan melakukan riset dan analisis yang tepat. Untuk lebih amannya sih, saran terbaik adalah meminta saran dari penasihat keuangan. Tapi, selama dibantu oleh penasihat keuangan, kamu juga harus belajar mengelola investasimu sendiri, supaya ke depannya kalau mengalami masalah yang sama, kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan.

6. Tidak mempunyai wawasan tentang reksa dana

Investasi dapat menjadi jalan menuju kesuksesan finansial. Tentunya, kamu enggak boleh meremehkannya. Apalagi saat ingin berinvestasi reksa dana, jangan hanya ikut-ikutan atau sekadar menebak tentang reksa dana saja.

Untuk menghindari kesalahan investasi reksa dana, maka kamu wajib memahami beberapa hal berikut ini:

  • profil perusahaan reksa dana;
  • jenis-jenis investasi reksa dana;
  • profil Manajer Investasi;
  • pihak-pihak yang terlibat;
  • tata cara transaksi;
  • biaya-biaya;
  • risiko;
  • peluang;
  • legalitas, dan lain-lain

Nah, sebelum kamu putuskan untuk investasi reksa dana, pastikan kamu sudah punya informasi terkait reksa dana secara lengkap dan mendetail, ya.

7. Trading reksa dana

Trading reksa dana adalah melakukan jual beli reksa dana jangka pendek untuk mencari keuntungan investasi dari kenaikkan harga. Tujuan investasi reksa dana adalah meningkatkan keuntungan investasi dalam jangka menengah dan panjang, bukan melakukan trading. Jadi enggak cocok aja nih!

Trading menggunakan reksa dana bakalan kurang cocok, karena ada batas waktu pembelian dan penjualan (Cut Off Time). Trading juga membutuhkan kemampuan yang “luar biasa”, sedangkan jika kamu ingin investasi, kamu memang perlu wawasan dan pengetahuan, tapi nggak terlalu yang gimana-gimana.

8. Fokus pada kinerja jangka pendek

Kamu sebagai investor harus memiliki kejelasan, apakah ingin memiliki investasi jangka pendek atau investasi jangka panjang. Jika kamu kebingungan dalam hal ini, dapat membuatmu menjauh dari tujuan keuangan yang jadi targetmu.

9. Tidak memperhitungkan inflasi

Kesalahan umum yang juga sering dilakukan ketika investasi reksa dana adalah terlalu berfokus pada pengembalian nominal dan bukan pengembalian riil.

Pengembalian riil dapat dicapai dengan melihat kinerja investasi setelah memperhitungkan inflasi dalam perekonomian. Pengembalian investasi yang dilakukan oleh para investor harus efektif agar dapat memenuhi faktor inflasi tersebut.

Nah, sekarang udah tahu kan kesalahan yang dapat terjadi dalam investasi reksa dana? Supaya kamu enggak ada kesalahan saat berinevstasi, sekarang sudah ada reksa dana online yang akan membantu kamu merekomendasikan reksa dana terbaik.

Jika sudah memahami ke-9 kesalahan investasi yang sering terjadi pada pemula di atas, maka kamu dapat memulai berinvestasi dengan lebih bijaksana, ya. Saat kamu sudah mampu menetapkan keputusan yang lebih tepat, tentunya akan lebih tenang dalam berinvestasi. Sehingga sudah pasti nih, tujuan finansialmu bakal tercapai dan masa tua bisa dilalui dengan lebih nyaman.

Yuk, investasi reksa dana!

3 tanggapan untuk “Investasi Reksa Dana dan 9 Kesalahan yang Sering Terjadi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *