Fluktuasi pasar bikin pergerakan saham sulit ditebak. Hari ini naik, beberapa waktu kemudian turun lagi. Terus gimana dong? Enggak jadi investasi aja gitu? Ya, jangan. Keuntungan investasi saham jangka panjang itu kan memang bukan dari pergerakan cepat dalam hitungan hari, melainkan dari proses pertumbuhan pasar.
Memang sih, kalau pasarnya lagi goyang, perhatian orang cenderung akan tertuju pada penurunan harga harian. Padahal tetap ada itu perusahaan yang bisnisnya masih berjalan stabil, labanya tetap tumbuh, bahkan masih rutin membagikan dividen.
Investor jangka panjang memang akan lebih fokus melihat hal-hal seperti ini sih, dan bukannya perubahan harga dalam satu atau dua hari perdagangan doang. Ada ruang waktu lebih panjang untuk menunggu kondisi pasar kembali tenang.
Pengalaman di pasar saham selama ini menunjukkan bahwa periode penuh tekanan seperti sekarang memang sering muncul bergantian dengan masa pemulihan. Karena itu, pembahasan soal investasi saham jangka panjang akan tetap relevan meski kondisi pasar sedang penuh fluktuasi.
Jadi, buat kamu yang pengin masuk ke pasar saham, kamu enggak perlu ragu, karena keuntungan investasi saham jangka panjang itu sudah terbukti selama ini. Yuk, kita bahas dalam artikel kali ini.
Keuntungan Investasi Saham Jangka Panjang yang Perlu Diketahui
Beberapa bulan terakhir pasar saham Indonesia bergerak cukup energik. Sempat turun ke 6.000-an lalu naik lagi di atas Rp7.000-an. Rupiah juga melemah sampai menembus area Rp17 ribuan per dolar AS, sementara sentimen global ikut memanaskan kondisi pasar. Harga minyak naik, arus dana asing keluar, ditambah ketidakpastian suku bunga global belum benar-benar reda.
Situasi seperti ini wajar kalau bikin layar perdagangan penuh warna merah dan pergerakan saham berubah cepat dalam waktu singkat.
Kalau begitu, apakah keuntungan investasi saham jangka panjang berarti menipis? Enggak. Ini dia keuntungan investasi saham jangka panjang yang riil banget. Investor sudah ngerasain banget nih.
1. Peluang Pertumbuhan Nilai Aset Lebih Besar
Harga saham memang bisa naik turun dalam jangka pendek. Namun dalam periode panjang, banyak perusahaan besar justru terus berkembang dan meningkatkan valuasinya.
Itulah salah satu keuntungan investasi saham jangka panjang yang memang sering dipilih untuk mengejar pertumbuhan aset yang lebih tinggi. Fluktuasi pasar yang terjadi dari waktu ke waktu merupakan bagian dari proses tersebut.
Hal ini wajar, bukan selalu tanda buruk permanen. Karena itu, dikatakan bahwa investor jangka panjang cenderung punya ruang lebih luas untuk menunggu pemulihan pasar. Investor jangka pendek sih enggak.
Baca juga: Investasi Saham atau Emas: Mana yang Lebih Masuk Akal di Kondisi Sekarang?
2. Enggak Terlalu Terpengaruh Panic Selling
Keuntungan investasi saham jangka panjang lainnya adalah lebih fokus pada fundamental perusahaan dibanding pergerakan harian. Jadi, ketika pasar turun tajam, investornya juga akan anteng saja, karena mereka melihat jauh di balik pergerakan harga itu. Berbeda kalau kamu punya horizon waktu pendek, bisa jadi kamu akan buru-buru menjual saham demi menekan kerugian.
Dalam banyak kasus, pasar yang sempat jatuh bisa kembali pulih setelah beberapa waktu. Karena itu, strategi jangka panjang sering dianggap lebih stabil secara mental.
3. Bisa Menikmati Efek Compounding
Salah satu keuntungan investasi saham jangka panjang yang paling “nggak ada obat” adalah efek compounding atau efek bunga berbunga dari pertumbuhan aset dan dividen. Semakin lama investasi dibiarkan berkembang, potensi hasilnya juga bisa semakin besar. Dividen yang diterima dapat diputar kembali menjadi tambahan investasi.
Dari sini, pertumbuhan modal enggak hanya berasal dari modal awal saja. Waktu menjadi faktor penting yang membantu memperbesar hasil investasi.
4. Berpeluang Mendapatkan Dividen Rutin
Beberapa perusahaan rutin membagikan dividen kepada pemegang saham. Bagi investor jangka panjang, dividen bisa menjadi sumber pendapatan tambahan di luar kenaikan harga saham. Bahkan ketika pasar sedang fluktuatif, perusahaan dengan kondisi bisnis kuat tetap bisa membagikan keuntungan kepada investornya.
Hal ini membuat investasi terasa lebih “bergerak” meski harga saham sedang tidak terlalu naik. Dividen juga sering dianggap sebagai tanda perusahaan memiliki kinerja cukup sehat.
5. Lebih Fleksibel Menghadapi Siklus Pasar
Pasar saham memang bergerak dalam siklus. Ada masa naik, ada juga masa koreksi.
Nah, salah satu keuntungan investasi saham jangka panjang adalah memberikan waktu yang lebih luas untuk investor melewati siklus-siklus tersebut, tanpa harus sibuk mencari timing sempurna untuk investasi setiap hari.
Ketika kondisi ekonomi membaik, saham-saham berkualitas umumnya juga akan ikut kembali menguat. Strategi ini membuat fluktuasi jangka pendek terasa tidak terlalu menakutkan.
6. Potensi Mengalahkan Inflasi
Inflasi membuat nilai uang terus menurun dari tahun ke tahun. Jika uang hanya disimpan tanpa berkembang, daya belinya bisa ikut tergerus.
Investasi saham jangka panjang memberi peluang agar nilai aset tumbuh lebih cepat dibanding laju inflasi. Meski tidak selalu instan, banyak saham perusahaan besar mampu bertumbuh dalam jangka panjang. Karena keuntungan investasi saham jangka panjang ini, makanya instrumen ini sering dipakai untuk menjaga nilai kekayaan.
7. Membantu Membangun Kebiasaan Finansial Lebih Disiplin
Investasi jangka panjang bikin kita jadi belajar konsisten menyisihkan dana dan mengatur keuangan, terutama jadi lebih terbiasa berpikir soal tujuan jauh ke depan.
Kebiasaan rutin membeli saham secara berkala dapat membantu mengurangi keputusan impulsif. Selain itu, kita juga cenderung lebih rajin mempelajari kondisi ekonomi dan bisnis perusahaan. Dari sini, kemampuan mengelola keuangan pribadi juga ikut berkembang.
8. Peluang Membeli Saham Bagus saat Harga Turun
Fluktuasi pasar tidak selalu buruk. Dalam kondisi tertentu, penurunan harga justru bisa menjadi kesempatan membeli saham berkualitas dengan harga lebih murah.
Hal ini memang merupakan salah satu keuntungan investasi saham jangka panjang, terutama untuk menambah portofolio bagi investor. Ketika pasar kembali pulih, potensi kenaikannya bisa lebih menarik. Tapi of course tetap perlu memilih perusahaan yang fundamentalnya baik ya, enggak cuman saham yang sedang turun harga doang.
Baca juga: Cara Belajar Investasi Saham Pemula untuk Tujuan Keuangan FIRE
Pasar saham memang tidak pernah benar-benar tenang. Ada periode ketika harga bergerak naik cukup kencang, lalu turun drastis hanya karena sentimen global, suku bunga, atau kondisi ekonomi yang belum pasti.
Meski begitu, keuntungan investasi saham jangka panjang tetap menarik, karena fluktuasi pasar itu kan memang bagian dari perjalanan investasi itu sendiri. Perusahaan yang bisnisnya sehat tetap punya peluang berkembang dalam waktu panjang, sementara investor memiliki kesempatan untuk membangun aset secara bertahap tanpa terus terpaku pada pergerakan harga harian.
Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.
Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!
Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!
