Kategori
Perencanaan Keuangan

5 Alasan Pentingnya Membuat Perencanaan Keuangan

Sebagian dari kamu mungkin masih belum paham, apa pentingnya sebuah perencanaan keuangan pribadi.

Lah ya, duit-duit sendiri, dapetinnya juga susah payah. Terserahlah mau dipakai buat apa pun. Nggak perlu pakai catat-catat, males amat.

Mungkin gitu ya?

Ya, nggak salah sih. Kan memang duit-duit sendiri, makanya bebas aja mau dipakai buat apa pun. Malesin emang, kalau setiap kali mesti mencatat apa saja pengeluaran, dan kemudian bikin anggaran ini itu.

Tapi, gini.

Perencanaan Keuangan Tak Mesti Selalu Dilakukan

Sebenarnya, kamu enggak harus selalu membuat pencatatan ini kok. Pada dasarnya, pencatatan pengeluaran dan pemasukan ini dilakukan untuk menemukan pola keuangan yang kamu lakukan sehari-hari.

Kalau pola tersebut sudah ketemu, pattern-nya sudah kelihatan, bisa saja kamu tak perlu mencatat lagi. Karena, nantinya kebutuhan kita juga enggak banyak berubah secara rutinnya. Kamu hanya perlu mencatat lagi kalau ada perubahan yang signifikan. Misalnya, kayak awal pandemi, ketika kita semua harus mengalami pengurangan pemasukan. Nah, ini perlu dicatat-catat lagi demi menemukan pola yang baru. Setelah pola yang baru ketemu, kamu bisa saja tak perlu mencatat lagi.

Apalagi kalau kemudian, kamu bisa memanfaatkan fitur teknologi belakangan ini. Secara otomatis, kamu bisa langsung memilahkan pemasukan ke sana-sini sesuai pos yang sudah kamu tentukan.

Tapi, memang, di awal kamu harus tahu dulu bagaimana polanya; bagaimana proporsi masing-masing pengeluaran.

Nah, di sinilah kamu harus membuat perencanaan keuangan.

Lagian ya, banyak manfaat bisa kamu dapatkan dengan membuat perencanaan keuangan lo, nggak cuma sekadar catat-catat pengeluaran doang.

Kembali ke atas

Manfaat Perencanaan Keuangan

1. Agar Kebutuhan Kita yang Banyak Bisa Terakomodasi dengan Baik

Yes, bukan “kebutuhan bisa terpenuhi semua” ya, tetapi terakomodasi dengan baik.

Kenapa? Sadar kan, kalau kita sebagai manusia itu kebanyakan mau? Pengin ini, pengin itu. Cuma kadang, sumber daya dan modal itu sedikit. Bagusnya, sebagian dari kita sadar akan hal ini, sehingga kemudian mereka pun membuat perencanaan agar semua “mau” itu bisa terakomodasi dengan baik.

Sayangnya juga, di sisi lain, enggak semua bisa melakukan perencanaan dengan baik.

Manusia memang banyak mau, tapi kalau modal enggak ada, ya bisa jadi nggak semua “mau” itu bisa terpenuhi. Pilihannya lantas ada 2: menyerah, atau cari cara supaya semua bisa terakomodasi dengan baik. Terakomodasi artinya direncanakan, karena nggak mungkin semua bisa terlaksana dengan segera. Namun, kita bisa mewujudkan semua “mau” itu satu per satu, yang hanya bisa dilakukan jika kita punya rencana yang matang.

Bahkan meski kita punya gaji UMR sekalipun, nggak ada mimpi yang terlalu mustahil untuk diwujudkan kok, dengan perencanaan keuangan yang baik.

Kembali ke atas

2. Cara mencapai tujuan secara lebih fokus

“Mau” kita yang banyak adalah tujuan akhir. Beberapa “mau” bisa jadi merupakan tujuan hidup; misalnya bisa menyekolahkan anak ke sekolah-sekolah terbaik, bisa punya rumah gedong, bisa jalan-jalan keliling dunia, dan seterusnya.

Banyak “mau” yang butuh biaya besar, yang mesti disiapkan jauh-jauh hari modalnya. Di sinilah perencanaan keuangan yang baik akan berperan.

Dengan perencanaan keuangan yang matang, kamu bisa mewujudkan semua tujuan satu demi satu, tanpa melupakan kewajiban dan kebutuhan di masa sekarang, yang kalau diabaikan bisa menimbulkan masalah di kemudian hari.

Kembali ke atas

3. Bikin kita siap menghadapi masa darurat

Mari kita lihat kondisi setahun yang lalu, ketika kita masih di awal pandemi. Sebenarnya sudah bisa ditebak dan diduga sih, bahwa mereka yang bakalan survive adalah yang sudah punya dan dapat melakukan perencanaan keuangan dengan baik.

Penghasilan setiap orang kena efek krisis, padahal kebutuhan tetaplah ada—malahan cenderung bertambah. Dalam kondisi-kondisi darurat, kita memang kadang harus siap dengan amunisi yang lebih.

Tanpa perencanaan keuangan yang baik, rasanya sih mustahil kita bisa siap menghadapi kondisi darurat, seperti halnya ketika pandemi melanda. Dana darurat aman, penghasilan pekerjaan aktif bisa berkurang, tapi masih punya aset lancar. Aset aktif juga masih kasih jajan. Hidup akan berjalan seperti sebelumnya.

Kembali ke atas

4. Memberikan keamanan

Rasa aman itu penting, apalagi di tengah krisis yang rasanya masih akan panjang. Enggak ada yang bisa dipastikan, tetapi kita setidaknya bisa memastikan kondisi kita baik-baik saja. Tentu saja, dengan perencanaan keuangan yang baik.

Ketika ternyata rencana harus diubah—atau disesuaikan—itu adalah hal yang cukup wajar. Pasalnya, bagaimanapun kita memang harus bisa beradaptasi supaya bisa survive. Tapi, bayangkan jika kita tak pernah membuat rencana keuangan sebelumnya, lalu, apanya yang bisa disesuaikan? Panik sih, iya.

Dengan adanya rencana, kita tahu sebelah mana yang harus disesuaikan, sebelah mana yang tidak pas. Lalu, kita pun bisa melakukan hal-hal untuk mengantisipasinya.

Kembali ke atas

5. Pastikan keuangan kita sehat

Dengan perencanaan keuangan yang baik, kita bisa memprioritaskan kebutuhan—menunda yang bisa ditunda, menyegerakan yang penting dan urgent, hingga semua tujuan dan kebutuhan bisa terpenuhi setahap demi setahap.

Tanpa perencanaan keuangan yang baik, kita tak bisa memastikan bahwa keuangan akan tetap sehat ke depannya.

Perencanaan keuangan akan berperan ketika kita butuh uang dan mempertimbangkan untuk meminjam dana. Tanpa rencana keuangan, kita tak akan bisa mengelola utang, sehingga cicilan dan angsuran pun berantakan. Akhirnya, bisa ditebak sih, kita jadi terjerat utang yang tak ada putusnya, bahkan sampai harus gali lubang tutup lubang.

Dengan perencanaan keuangan yang baik juga, kita bisa melakukan investasi dengan tepat. Kita bisa memilih instrumen yang sesuai, karena kita tahu persis apa kebutuhan kita dan berapa lama waktu kita untuk bisa mewujudkan “mau” kita itu.

Kembali ke atas

Kesimpulan

Nah, itu dia beberapa manfaat perencanaan keuangan.

Dan, sekali lagi. Kita enggak harus kok membuat perencanaan keuangan setiap waktu. Kita hanya perlu melakukannya ketika ada kondisi yang berubah. So, seharusnya sih ini enggak berat—kalau hanya sekadar duduk dan membuat perencanaan, ya kan? Enggak harus tiap hari ini!

Nah, menurutmu, apa lagi sih manfaat perencanaan keuangan, selain yang sudah disebutkan di atas? Sok, ditulis di kolom komen ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *