Sukuk Ritel 2017 Diluncurkan! Pilih Mana Antara SukRi, Deposito dan Reksadana?

Kenapa harus memilih sukri, deposito atau reksadana?! Karena tanggal 4 Februari 2017 Sukuk Ritel SR-009 bakalan diluncurkan! Masa penawaran sampe tanggal 17 Maret 2017!

Jadi kudu dipikirn baik-baik duitnya mau disimpen di mana kan? Apalagi kalau maunya memang nyimpen duit di instrumen yang aman aja. Pilihannya ya beli Sukuk Ritel atau tetep di Deposito?

Memilih sukuk ritel, deposit atau reksadana?

Memilih sukri, deposit atau reksadana

Nah iya, seolah milih satu di antara dua belom cukup, kenapa gak sekalian aja reksadana? Yekan?

Hahahaha.

Postingan ini sekalian aja dibikin biar nanti yang masih galau mau simpen duit di mana atau bagaimana mau mulai investasi di instrumen yang aman bisa gak galau lagi. Bisa lebih ada gambaran apa yang harus dibeli.

Silahkan baca baik-baik, dicermati dan didiskusikan. Semoga beneran bisa membantu ya!

Jadi Kalau Harus Memilih Sukuk Ritel (SUKRI), Deposito atau Reksadana, Pilih yang Mana?

Pengertian SukRI, Deposito dan Reksadana

Gue sih udah kayak kaset rusah kalo ngomongin SukRi, Deposito dan Reksadana. Udah ditulis berkali-kali dan berkali-kali lagi. Manalah satu tulisannya bisa sambe dua rebuan kata lagi kan.

Singkatnya pengertian SukRi, Deposito dan Reksadana bisa dilihat di gambar ini:

Pengertian Sukuk Ritel, Deposito dan Reksadana

Pengertian Sukuk Ritel, Deposito dan Reksadana

Yes, Sukuk Ritel itu surat hutang syariah yang dikeluarkan sama pemerintah. Artinya pemerintah ngajakin rakyat (baca: kita) buat berperan serta dalam pembangunan dengan kasih hutang ke pemerintah. Kalo memang maunya investasi yang paling aman dan lebih menguntungkan, Sukuk Ritel ini yang paling pas.

Aman karena dikeluarkan langsung sama pemerintah, gak ada maksimal penjaminan dan lebih menguntungkan dibandingkan deposito.

Soal ini sudah pernah gue bahas panjang lebar di postingan Belajar Tentang Obligasi dan Sukuk Ritel.

Nah kalo soal deposito, barusan banget gue tulis di postingan sebelum ini yang ngebahas tentang Istilah Penting yang Perlu Dipahami tentang Deposito.

Dibandingkan dua instrumen investasi di atas, gue jauh lebih memilih reksadana. Bener memang bukan produk perbankan dan gak dijamin sama pemerintah, tapi gue mendapatkan jauh lebih banyak fleksibilitas dan keuntungan yang lebih besar di reksadana dibandingkan dua instrumen yang gue sebut sebelumnya.

Jenis reksadana yang bisa dijadikan alternatif pengganti sukuk ritel dan deposito adalah reksadana pasar uang. Coba baca postingan-postingan gue tentang reksadana ini 12 Hal yang Wajib Diketahui tentang Reksadana.

Minimum Penempatan Awal Sukuk Ritel, Deposito dan Reksadana

Meskipun reksadana bisa dibeli dengan nominal awal yang cukup kecil, mulai dari Rp. 500 ribu sampai Rp. 2 juta, gue paham banget banyak yang masih ragu dan takut buat beli reksadana. Kalo memang gitu kondisinya, beli sukuk ritel dan atau penempatan deposito jadi alternatif pilihannya.

Untuk sukuk ritel atau oblogasi ritel pemerintah, nominal pembelian sebanyak Rp. 5 juta dan kelipatannya. Jadi kalau memang dana yang ada cukup banyak (baca: di atas Rp. 5 juta), gue jauh lebih menyarankan kalian beli Sukuk Ritel.

Minimum investasi awal SukRI, Deposito atau Reksadana

Minimum investasi awal SukRI, Deposito atau Reksadana

Nah kalau deposito kan memang tergantung masing-masing bank sih ya, tapi ada bank yang menyaratkan minimal deposito di nominal Rp. 10 juta. Kalau misalkan gak mau beli sukuk dan lebih memilih deposito, tapi duitnya belum ada sebanyak syarat minimal yang ditetapkan sama bank, coba ditanyakan penempatan deposito melalui e-banking.

Pembukaan deposito melalui e-banking bisa cuma sebesar Rp. 1 juta. Cucok kan buat kumpulin duit sedikit demi sedikit. 😀

Memilih SukRi, Deposito atau Reksadana Berdasarkan Jangka Waktunya

Pertimbangan berikutnya untuk memilih SukRi, deposito atau reksadana adalah jangka waktunya.

Meskipun di reksadana ada beberapa produk yang menyaratkan untuk disimpan dalam sekian waktu tertentu, tapi reksadana bisa dicairkan kapan saja. Jangka waktu kepemilikan minimal biasanya lebih ditujukan ke pengenaan fee penjualan. Fee penjualan ini tidak sama dengan penalti yang dikenakan di deposito.

Jangka waktu penempatan untuk pertimbangan memilih sukri, deposito atau reksadana

Jangka waktu penempatan untuk pertimbangan memilih sukri, deposito atau reksadana

Sementara untuk deposito sendiri, pada umumnya kita bisa memilih antara 1, 3, 6, 12 atau 24 bulan. Etapi pilihan jangka waktu deposito ini balik lagi ke peraturan masing-masing bank ya.  Jadi sesuaikan dengan kebutuhan saja untuk penempatan deposito.

Sementara kalo mau beli SukRi piye? berapa lama waktu penyimpanannya?

yes, you read it right, 36 bulan adalah jangka waktu Sukuk Ritel atau Obligasi Ritel sebelum nominal investasinya dibayarkan kembali sama pemerintah. 3 tahun adalah jangka waktu investasinya. Jadi kalau memang mau beli SukRi yang terbit hari ini, take in to account the 36 months.

Memilih SukRi, Deposito atau Reksadana dari Tujuan Menyimpan Uangnya

Mau dapet duit rutin atau kenaikan harga adalah pertimbangan buat pilih instrumen investasi. Click To Tweet

Tujuan menyimpan dana untuk memilih Sukri, Deposito atau Reksadana

Tujuan menyimpan dana untuk memilih Sukri, Deposito atau Reksadana

Buat SukRi, ada kupon bagi hasil yang mirip-mirip dengan bunga deposito sih ya. Di gambar di infografis gue tulis infor bulanan bagi hasil, tapi kenyataannya pembayaran kupon sukuk ritel atau obligasi ritel dilakukan setiap tiga bulan (quarterly), 6 bulan (semi annually) atau bisa juga tahunan (annually).

Jadi kalau yang dicari memang duit cash yang diterima tiap beberapa waktu tertentu, SukRi bisa jadi pilihan yang cocok dan lebih baik dibandingkan deposito, kenapa? Karena akan lebih tinggi returnnya dan lebih kecil pajaknya (akan gue bahas lebih lanjut).

Deposito pun juga memberikan return dengan skema yang sama dengan sukri. Bunga deposito bisa dibayarkan langsung ke rekening tabungan kita setiap bulan atau sesuai jangka waktu deposito yang dipilih.

Beda dengan reksadana yang memang tidak membayarkan bunga atau return investasi ke rekening kita. Dengan berinvestasi di reksadana yang akan didapatkan adalah kenaikan harga dari unit yang kita beli. Jadi jangan mengharapkan dapat duit bulanan ya.

Baca juga postingan Bagaimana Memilih Reksadana Terbaik.

Ingat, Selalu Ada Pajak untuk Return Investasi

Yes, di gambar disebutkan kalo reksadana pajaknya 0% kan ya? Bener kok itu. Kok bisa? Karena reksadana sudah terkena pajak di instrumen-instrumen pendukungnya. Kayak misalkan reksadana pasar uang yang sebagian besar disusun dari obligasi-obligasi yang jatuh tempo kurang dari setahun dan deposito, pajak sudah dikenakan akan kupon obligasinya dan juga bunga depositonya. Sehingga untuk kenaikan harganya sudah tidak dikenakan lagi pajak.

Reksadana tidak lagi dikenakan pajak untuk menghindari pajak berganda. Click To Tweet

Oke, masih tetep gak mau reksadana nih, mending pilih mana SukRi atau Deposito? Gw sih tetep bilang SukRi! Hihihi.

Sukuk dan obligasi ritel pajaknya lebih kecil mamen dibandingkan deposito, sukuk atau obligasi ritel cuma dikenakan pajak 15% atas kuponnya. Nah kalo deposito kan 20% tuh ya pajak atas bunganya. Jadi kenapa kan pilih instrumen yang pajaknya aja lebih gede?

Belom lagi kuponnya sukuk atau obligasi yang rerata lebih besar dibandingkan deposito. Berapa sih sekarang deposito di bank umum? 5,5% atau 6%? Bisa dipastikan kalau imbal hasilnya sukuk atau obligasi ritel lebih tinggi dibandingkan deposito.

Update: Pajak untuk deposito dikenakan untuk minimal amount deposito di atas Rp. 7,5 juta. Jadi kalu di bawah itu mestinya masih belom kena pajak. 

Sukuk Ritel Seri-009 ini konon kabarnya kasih return 6,9% per tahun. Ihik. Jadi kalo dibandingkan sama deposito jauh lebih menguntungkan kan?

Masa ya masih mau milih deposito sementara sukuk atau obligasi ritel memberikan return yang jauh lebih besar dengan pajak yang jauh lebih kecil kan?

Bagaimana Kalau Butuh Uang Sewaktu-waktu?

Kalo reksadana sih tinggal langsung jual aja mengikuti mekanisme bursa. Kalo belinya lewat bank ya langsung dijual di bank itu, kalo lewat sekuritas tinggal hubungi brokernya atau lewat sistemnya.

Penjualan reksadana mengikuti mekanisme bursa dan likuid. Click To Tweet

Kalo deposito seperti sudah kita tahu cuman bisa dicairkan pas jatuh temponya. Kalo misalkan kita butuh banget duit sebelum depositonya jatuh tempo, mau gak mau akan dikenakan penalti atau kompensasi-kompensai dalam bentuk lain buat pihak banknya.

Bisa dalam bentuk 0,5% dipotong dari nominal depositonya sampai bunga gak dibayar sama sekali.

Nah kalo SukRi atau Obligasi Ritelnya gimana? Ga usah khawatir. SukRi atau obligasi ritel bisa dijual di pasar sekunder. Tinggal hubungi saja bank atau agen penjual tempat kita beli sukuk atau obligasi ritelnya. Nah bisa deh kita jual ke investor lain. Tapi inget ya, harganya ya yang berlaku sesuai harga pasar.

Hosting murah kapasitas besar

Hosting murah kapasitas besar

Harganya sukuk dan obligasi ritel dinyatakan dalam bentun %. Jadi kalau lagi bagus harganya bisa 101%, 105% dll. Tapi kalo jelek, harganya bisa cuma 92%, 95% atau 99% atau  berapapun di bawah 100%. But eniwei, gak usah kuatir kalo soal butuh duit sewaktu-waktu setelah beli SukRinya mah.

Dengan suku bunga yang cenderung turun, harga SukRi di pasar sekunder cenderung naik. Click To Tweet

Err, SukRi Menarik Banget Yak, Tapi Aman Kagak?!

Sengaja nih ditaroh di bagian akhir. Jadi sudah baca dan pertimbangkan ina inu ita itu kalo ujungnya gak aman kan gak jadi juga ya mau beli SukRi yang diluncurkan tanggal 4 Februari 2017 ini. Ihik.

Kalo reksadana sudah pasti gak dijamin pemerintah dan bukan produk bank. Tapi meskipun gitu, OJK dan otoritas pengawasan lainnya mengawasi secara ketat mekanisme penjualan reksadana ini.

Tapi-tapi-tapi kalo kemudian maunya yang aman aja trus akhirnya memutuskan memilih deposito, inget bahwa penjaminan pemerintah melalui LPS hanya berlaku apabila nominal deposito yang disimpan maksimal Rp. 2 Milyar per nasabah dan suku bunganya gak melebihi ketentuan LPS.

Well, soal sukri masih perlu dijelaskan lagi kah? 😛

Yang mengeluarkan surat hutangnya kan pemerintah, yang artinya pemerintah langsung hutang ke kita sebagai investor. Kalo dari sisi risiko di suatu negara, risiko investasi yang paling kecil adalah risiko investasi instrumen yang dikeluarkan oleh pemerintah atau negara.

Bandingin sama deposito aja deh. LPS yang merupakan penjamin simpanan dan kepanjangan tangan pemerintah aja menjamin produk yang dikeluarkan oleh bank dan hanya sampai batas maksimum tertentu. Sementara SukRi langsung pemerintah sendiri yang keluarin kan. Gak ada batasan maksimum dan imbal hasilnya lebih tinggi.

Enough said right? 😀

Kesimpulan Memilih Sukri, Deposito atau Reksadana?

Kesimpulan dari postingan ini adalah kalo gue sendiri sebenernya lebih prefer reksadana. Tapi gue paham banget kalau banyak teman-teman yang masih reluctant dan ragu-ragu, sukuk atau obligasi ritel bisa jadi pilihan yang tepat.

Sukuk Ritel SR-009 yang dijual sampai 17 Maret 2017 ini adalah pilihan bagus buat yang mencari investasi aman dan menguntungkan. Coba lihat video dari Kementrian Keuangan ini:

Infografis lengkap artikel ini dan juga tema lainnya bisa juga dibuka di account pinterest gue. Kalo ngerasa artikelnya bermanfaat buat yang lain, monggo dishare ke temen/sodara/keluarga. Hehehe. Atau kalau ada yang mau didiskusikan, silahkan drop komen di bawah.

Kalau mau baca dari Kementrian Keuangan silahkan dibaca informasi resmi mengenai sukri dari Kementrian Keuangan.

Khusus buat artikel ini, ini nih infografis lengkapnya:

Advertisements

32 Comments

  1. Tulisan Blogger Indonesia by Febriyan
  2. yati
  3. Aisyamom
  4. ferdy
  5. odetz

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
Translate »
Ingin membaca artikel perencanaan keuangan lainnya? Buka
+
%d blogger menyukai ini: