Kategori
Emas Investasi

Menabung Emas: Ini Dia Plus dan Minusnya

Apakah kalian merupakan salah satu yang suka cara investasi dengan menabung emas?

Emas memang merupakan salah satu bentuk instrumen investasi yang paling lawas dan jadi favorit bahkan sejak zaman nenek moyang. Konon, katanya (secara turun temurun nih dikatakan), emas ini adalah investasi yang paling aman. Banyak yang bilang, harganya naik terus.

Belum lagi, ada bentuk fisiknya dan menarik, sehingga banyak yang memilikinya tak hanya sekadar untuk investasi, tetapi juga untuk memakainya sebagai aksesori. Emas memang merupakan safe haven, apalagi di masa krisis. Pasti banyak investor yang lebih memilih menyimpan uang dalam bentuk emas. Ingat kan, bagaimana harga emas melambung tinggi saat pandemi kemarin?

Masyarakat memilih menabung emas untuk dijadikan investasi jangka panjang, ini sudah tidak menjadi rahasia umum lagi. Bentuk emas saat ini beraneka ragam, seperti emas perhiasan, emas dinar, emas batangan, bisa juga dalam bentuk tabungan emas. Tujuan investasi emas ini biasanya untuk pendanaan pendidikan, biaya kesehatan, untuk keperluan biaya naik haji, bahkan membeli rumah.

Nah, saking jadi favorit, cara menabung emas menjadi salah satu alternatif cara untuk berinvestasi. Enggak heran sih, karena menabung emas ini memiliki banyak keuntungan, meski banyak juga minusnya.

Memang ada minusnya menabung emas? Ada, ini adalah termasuk risiko investasi yang harus diketahui oleh siapa pun yang hendak mulai berinvestasi pada instrumen logam mulia ini.

Berikut ini mengenai menabung emas: plus minus yang perlu kalian ketahui. Seperti biasa, kalian bisa memilih untuk baca bagian-bagian yang kalian butuhkan, atau sekaligus langsung baca semua. Ini daftar isi untuk membantu kalian.

Plus dan Minus Menabung Emas

Plus!

1. Relatif likuid

Logam mulia satu ini termasuk relatif likuid, alias mudah dicairkan, hal yang membuatnya menjadi penolong di saat kamu sedang membutuhkan uang tunai. Salah satu cara pencairan cepatnya adalah dengan mendatangi pegadaian. Kamu bisa menjualnya saat itu juga tanpa butuh waktu terlalu lama.

Beda halnya dengan investasi lain, misalnya saja reksa dana. Kamu harus menunggu maksimal beberapa hari kerja untuk bisa dicairkan, karena reksa dana memiliki periode waktu kalau ingin diredeem.

Kembali ke atas

2. Menjadi salah satu alternatif diversifikasi

Diversifikasi merupakan salah satu kunci kesuksesan investasi jangka panjang. Menambah instrumen investasi yang bersifat safe haven (aman) dan berbeda pada portofolio juga merupakan teknik diversifikasi yang baik sehingga dapat memperkecil risiko keseluruhan dari investasi kalian.

Emas bisa jadi salah satu alternatif diversifikasi investasi yang cukup efektif. Kenapa hal ini bisa kamu lakukan? Karena pergerakan emas sering belawanan dengan pasar saham dan nilai mata uang. Saat harga saham turun, harga emas cenderung naik. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena ketika pasar modal terserang kepanikan akibat krisis–misalnya–investor umumnya akan menarik uang dari pasar modal, dan mengalihkannya ke dalam bentuk emas atau uang tunai. Tingginya demand akan memengaruhi supply, akibatnya harga emas pun melambung.

Nah, dari sini bisa dilihat nih, kalau kamu memiliki emas dalam portofoliomu, kerugian saham pun bisa diminimalkan, jika kebetulan kamu juga punya instrumen saham. Itulah teknik diversifikasi yang kita maksudkan.

Kembali ke atas

3. Bebas pajak

Sebagai bandingan, coba kita lihat sesama instrumen investasi dengan risiko relatif rendah lainnya. Deposito misalnya. Untuk nominal lebih dari Rp7.5 juta, maka ada pajak sebesar 20% yang harus menjadi beban kamu.

Nah, hal berbeda terjadi pada emas, terutama emas batangan. Transaksi atau jual beli emas batangan tidak dikenakan pajak. Satu-satunya pajak yang berlaku adalah PPh 22, yang bukan ditanggung oleh pembeli emas batangan–dalam hal ini kita, investor emas–melainkan oleh badan usaha atau pihak penjual emas.

So, menabung emas bisa jadi salah satu alternatif cara investasi yang bagus buat kamu yang pengin investasi di instrumen yang bebas pajak.

Kembali ke atas

4. Banyak caranya

Investasi emas memang bisa kita lakukan dengan beberapa cara.
Mau beli langsung dalam gramasi besar, bisa. Boleh langsung mendatangi atau menghubungi butik emas terdekat di kota kalian. Banyak ahli keuangan memang menyarankan kita untuk investasi emas dalam gramasi besar, karena akan lebih menguntungkan.

Tetapi, jika memang tidak mampu, masih ada alternatif menabung emas yang bisa kita lakukan, dengan gramasi yang kecil. Ya nama pun investasi yekan? Harusnya memang sesuai kemampuan dan jangan sampai mengganggu pos kebutuhan hidup lain yang lebih penting.

Tapi kalau mau nunggu mampu, ya sampai kapan bisa mulai investasi? Padahal yang penting kan, mulai dulu. Maka, menabung emas sedikit demi sedikit bisa jadi alternatif. Yang penting, punya simpanan dulu.

Menabung emas ini sangatlah mudah dan harganya juga sangat bersahabat. Modal yang bisa kamu keluarkan tidak banyak. Bahkan, kamu bisa kok membeli emas mulai dari berat 0,01 gram, berarti kisaran Rp8.000 hingga Rp9.000 saja.

Kembali ke atas

Minus!

Nah, yang perlu kamu pahami, bahwa setiap instrumen investasi juga menyimpan risiko. Tinggal gede atau kecilnya saja sih, menyesuaikan karakteristik si instrumen tersebut. Menabung emas juga begitu. Yuk, simak apa saja minus dari investasi emas ini!

1. Kurang efektif sebagai passive income

Instrumen investasi saham dan obligasi dapat memberikan penghasilan pasif (passive income) dalam bentuk bunga dan dividen yang cukup besar bagi investornya, yang bisa didapatkan secara berkala bahkan cenderung teratur. Kita bisa mendapatkan bunga obligasi–atau kupon–setiap bulan, misalnya saja kalian adalah investor ORI dan Sukuk. Sedangkan saham ada dividen yang ada setiap tahunnya.

Untuk investasi emas ini, keuntungan hanya bisa didapat pada saat nilai emas tersebut naik dan ketika kamu memutuskan untuk menjualnya. So, enggak ada passive income di sini.

Kembali ke atas

2. Harga fluktuatif

Emas juga mengalami penurunan harga jual, meski tak jarang mengalami kenaikan.

Sumber: macrotrends.net

Sejarah mengatakan, harga emas tak sestabil yang kita bayangkan juga. Ada saat-saat ketika harga emas anjlok. Kamu bisa lihat pada sejarah harga emas pada grafik di atas.

Kelen pasti juga sudah mengikuti pergerakan harga emas di masa pandemi yang sampai menembus Rp1 juta per gramnya kemarin, dan akhirnya menurun belakangan. Gimana, gimana? Kalian tim cuan apa tim boncos nih di pergerakan emas akhir-akhir ini? Ehe.

Kembali ke atas

3. Ada harga beli, ada harga jual

Menabung emas juga mempunyai minus, yaitu ada kurs beli dan kurs jual. Coba saja kamu datangi butik emas. Ketika kamu membeli dan langsung menjualnya, kamu akan tahu bahwa harganya langsung turun.

Inilah yang membuat emas tidak cocok menjadi sebagai instrumen investasi jangka pendek. Seminimal mungkin 5 tahun, mungkin kamu baru bisa cuan sedikit jika menjualnya kembali. Itu juga mungkin hanya berlaku untuk emas batangan. Beda lagi dengan emas perhiasan, ada biaya pembuatan yang juga menjadi faktor pengurang harga jual kembali.

So, ada baiknya kamu juga cermati selisih harga ini jika kamu pengin mulai berinvestasi dengan emas.

Kembali ke atas

4. Saat ekonomi stabil, harganya melambat

Sesungguhnya, emas memang merupakan instrumen yang tepat untuk melawan inflasi. Tapi tidak untuk memberikan keuntungan yang lebih.

Harga emas biasanya mengalami peningkatan ketika kondisi ekonomi dalam keadaan tidak stabil. Ya lagi-lagi seperti sekarang ini, harga emas sempat sangat gila-gilaan kan?

Bila inflasi terjadi jauh lebih tinggi daripada perkiraan masyarakat, tidak menutup kemungkinan bahwa harga emas akan jauh lebih tinggi. Begitu pula sebaliknya. Kalau kondisi ekonomi sedang tidak stabil, emas sering menjadi cara alternatif yang aman untuk mengamankan kekayaan, sehingga demand pun naik yang akhirnya memengaruhi harganya.

Sebaliknya, jika ekonomi stabil, harga emas biasanya juga melambat. Tapi sekali lagi, hal ini tentu tergantung pada tujuan kamu berinvestasi emas. Kalau memang untuk tujuan jangka panjang, hal ini tentu enggak jadi masalah.

Kembali ke atas

5. Perlu penyimpanan fisik dan asuransi

Jika kamu ingin menabung emas dalam bentuk fisik, kamu enggak cuma membutuhkan tempat untuk melakukan penyimpanan aman untuk emas tersebut, tetapi kamu juga perlu asuransi untuk melindunginya.

Kalau kamu enggak melakukan dua hal di atas, maka kamu tidak bisa berbuat apa-apa jika emas kamu mengalami kerusakan atau hilang dicuri. Sudah banyak kasus pencurian dan perampokan terjadi, dan yang digondol maling adalah perhiasan emas, ya kan?

Kembali ke atas

6. Awas emas palsu

Ini juga termasuk salah satu minusnya emas. Rentan penipuan.
Jangan pernah tergiur dengan harga emas yang murah ya, bisa jadi emas itu emas sepuhan atau emas tidak murni.

Hanya dengan menabung emas di tempat resmi dan terpercaya, kamu dapat menghindari hal ini. Misalnya di pegadaian, atau di butik emas. Kamu juga bisa menabung emas di marketplace. Pastikan hanya menabung emas murni yang mempunyai sertifikasi resmi. Kamu dapat pilih satu di antara dua jenis produksi, yaitu Antam atau UBS mulai 1 gram hingga 100 gram.

Kembali ke atas

Kesimpulan

So, memang perlu sekali kamu mempelajari apa saja yang menjadi plus minus investasi yang akan kamu pilih, ya. Agar kamu terhindar dari kesalahan pengelolaan dana investasi. Mengetahui plus dan minus investasi yang dipilih juga dapat membantu kamu mengantisipasi kemungkinan kerugian yang timbul.

Jadi, tertarik enggak nih menabung emas?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *