Kategori
Perencanaan Keuangan

Akan Seperti Apakah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021? Begini Prediksi Beberapa Pakar

Pandemi ini sudah melanda dunia belasan bulan lamanya. Sudah banyak sekali dampak yang bisa kita rasakan, seperti gangguan sektor kesehatan, sosial, dan juga ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II menurun sebesar -5,32%, dan pada kuartal III berada pada tingkat pertumbuhan -3,4%.

Tak pelak, jurang resesi pun akhirnya harus kita jalani, menyusul puluhan—mungkin ratusan—negara lain di dunia. Walaupun demikian, banyak pihak yang optimis dan akan ada pertumbuhan ekonomi tahun 2021 di Indonesia. Hal ini dilihat dari mulai pulihnya kembai beberapa sektor penting yang menjadi sinyal pemulihan ekonomi. Ya pastinya sih enggak bisa langsung, tapi secara bertahap.

Mau tahu enggak, akan seperti apa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021? Ini hasil pengumpulan data dan prediksi dari beberapa sumber yang tepercaya.

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021

Bank Indonesia

Pada kuartal IV 2020 kemarin, Bank Indonesia (BI) sempat memperkirakan adanya pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan berada kisaran -1% hingga -2%.

Angka ini diperkirakan akan terus tumbuh bertahap dan akan meningkat pada tahun 2021.

Indikasi yang mempunyai kinerja positif seperti:

  • Peningkatan mobilitas masyarakat di beberapa daerah
  • Berlanjutnya perbaikan PMI Manufaktur
  • Menguatnya keyakinan konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha.

Adanya kinerja yang positif ini dinilai akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Langkah Bank Indonesia selanjutnya adalah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Cara ini perlu demi membuat kebijakan lanjutan agar kebijakan yang ditempuh semakin efektif demi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk ke depannya, distribusi vaksin dan terus mengedepankan penerapan protokol kesehatan juga menjadi bagian terpenting dalam proses pemulihan ekonomi nasional. Jadi, pastikan kamu nggak pernah lalai melakukannya, supaya hidup kita segera balik normal lagi.

Selain itu ada juga akselerasi stimulus fiskal, stimulus moneter dan makroprudensial, penyaluran kredit perbankan (permintaan dan penawaran), juga kemampuan kecepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan pada pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).
Sounds so optimistic, eh? Well, why not?

Kembali ke atas

Bank Dunia

World Bank (Bank Dunia) menilai pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2020 akan ada pada kisaran -2,2%. Sedangkan, untuk tahun 2021, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 3,1%. Sebenarnya, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yaitu 4,7%.

Pemulihan ekonomi mengalami perlambatan di kuartal III dan kuartal IV akibat dari pembatasan sosial dan adanya peningkatan kasus COVID-19.

Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 akan perlahan-lahan membaik dan menguat di tahun 2022. Kenapa begini? Karena adanya pembukaan ekonomi dan pelonggaran pembatasan sosial di sepanjang tahun 2021 dan 2022 nanti.

Adanya kelonggaran pembatasan sosial juga akan menumbuhkan sektor pariwisata di mana pertumbuhan ekonomi ini di angka 4,4%.

Kembali ke atas

LIPI

Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bergerak menuju perbaikan di tahun 2021, demikian menurut prediksi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Namun, perbaikan ini tergantung pada pemerintah dalam melakukan distribusi dan pelaksanaan program vaksin corona yang saat ini sedang menjadi fokus utama kita.

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan 1,57% hingga 2,07% jika tanpa vaksin, dan apabila program vaksin sudah dilakukan sampai sebesar 30%, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh pada kisaran 2,99% hingga 3,49%.

So, kita memang bisa mengatakan, bahwa program vaksin ini merupakan kebijakan yang akan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik. Faktor penting banget bagi setiap aspek kehidupan negara kita ke depannya deh.

Prediksi pertumbuhan ekonomi dengan adanya pendisitribusian vaksin dan pelaksanaannya ini sama seperti yang prediksi oleh Bank Indonesia.

Kembali ke atas

IDEF

Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 3% pada tahun 2021, menurut prediksi Institute for Development of Economics and Finance (IDEF).

Masih menurut INDEF, sebenarnya, dampak dari pandemi COVID-19 ini masih akan menghantui kelas menengah untuk melakukan konsumsi di tahun 2021.

Meski demikian, fakta bahwa Bank Indonesia melakukan antisipasi penurunan laju kredit dengan menurunkan suku bunga menjadi 3,75% juga semoga akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Jika saat ini angkanya di bawah 1%, bahkan kemarin September angkanya 0,28%, maka seharusnya sih nanti akan ada peningkatan lagi.

IDEF memprediksi, tahun 2021 akan terjadi inflasi yang akan menyentuh angka 2,5% dari angka normal, yaitu 3%. Ini merupakan dampak dari pemulihan ekonomi yang belum optimal dan daya beli pada masyarakat masih sangat terbatas.

Kembali ke atas

Bappenas

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberikan analisisnya atas pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV 2020, yang melanjutkan adanya pemulihan ekonomi pada triwulan II 2020, ketika terinduksi sampai angka 5,32%. Hal ini merupakan impact dari pandemi COVID-19. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Bappenas mempunyai strategi yaitu dengan mendorong perbaikan mesin penggerak perekonomian Indonesia, seperti sektor industri, pariwisata, dan investasi untuk penyerapan tenaga kerja serta menggerakkan usaha lain yang terkait.

Bappenas memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan mencapai 5%. Target ini mencakup GNI (Gross National Income) atau Pendapatan Bruto per kapita.

Tahun 2021 pemerintah sudah menyiapkan 5 langkah untuk meningkatkan investasi, yaitu:

  • Perencanaan akhir dari Rancangan Undang-Undang terkait ketentuan dan fasilitasi perpajakan
  • Pemberian fasilitas kemudahan akses pinjaman perbankan
  • Adanya fasilitas investasi, seperti percepatan perizinan usaha di kementerian, lembaga, dan daerah melalui sistem OSS (Online Single Submission) yang sudah terintegrasi
  • Pemberian kemudahan untuk investasi berorientasi ekspor
  • Penambahan kemudahan dalam pemenuhan bahan baku dalam negeri dan ekspor

Prediksi ekonomi dalam peningkatan ekspor barang sebesar 5% dan jasa sebesar 4,5%. Hal ini adanya peningkatan permintaan ekspor karena aktivitas ekonomi dunia mulai bangkit.

Pertumbuhan ekonomi juga didukung dengan peningkatan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Adanya pemulihan permintaan domestik maupun global, dan juga meningkatnya produktivitas lahan serta penguatan nilai tambah produk, semoga mampu mendongkrak pertumbuhan lebih baik lagi.

Optimisme Bappenas dalam pemulihan pertumbuhan ekonomi ini akan terus berlanjut sampai tahun 2021. Walaupun tidak dapat mungkir, pandemi ini bakalan masih ada di tahun depan dan pengendalian COVID-19 juga sangat bergantung adanya vaksin dan pendistribusiannya.

Faktor yang paling utama adalah bahwa pengendalian virus COVID-19 ini tergantung dari kebijakan pemerintah dalam mendatangkan vaksin dan mendistribusikannya ke masyarakat. Agar Indonesia di tahun 2021 menjadi tahun yang mampu mengejar target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

Kembali ke atas

Nah, itulah prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 menurut berbagai sumber.

Jadi, gimana, gaes, dengan kalian? Apakah kalian cukup optimis dengan kondisi ekonomi kita di tahun 2021 ini? Mau share prediksi kalian? Boleh aja, sok, ditulis di kolom komen.

Semoga bermanfaat!

6 tanggapan untuk “Akan Seperti Apakah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021? Begini Prediksi Beberapa Pakar”

Kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia 3,1% seperti perkiraan Bank Dunia itu akan menjadi pertumbuhan luar biasa dalam masa pandemi ini. Bagi saya ekonomi tidak tumbuh negatif saja sudah sangat bagus. Kita menyadari semua lini usaha tiarap karena pandemi covid 19.

Ada satu usaha pemerintah yang saya apresiasi untuk tetap membangun infrastruktur. Yaitu pembentukan Sovereign Wealth Fund. Mudah-mudahan lembaga penjamin investasi ini bisa menggairahkan pembangunan infrastruktur. Asal jangan salah kelola seperti 1MDB di Malaysia sana.

Kunjungi blog saya, Kang Dani. Saya menulis lagi setelah dua tahun lebih hiatus.

prediksi saya ekonomi masih minus melihat perkembangan penanganan Covid 19 yang cenderung buruk, malah berkutat pada hal yang tidak fundamental yaitu psikologis pasar dan masyarakat. Sementara pandeminya tidak ditangani secara keilmuan yang serius…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *