Kategori
Perencanaan Keuangan

Resolusi Atur Duit Tahun Baru 2020: Kelola Keuangan Bebas Rasa Bersalah

Sudah yakin dengan resolusi atur duit tahun baru kalian? Coba baca ini untuk resolusi atur duit tahun baru bebas rasa bersalah dan kelola duit dengan bahagia

Sudah tahun 2020, gimana? Sudah mantabh dengan resolusi atur duit tahun barunya? Harusnya sekarang mulai jalan dong deh ya. Ohiya!

Tahun lalu, gue baca banyak sekali yang bilang kalo mereka tertekan dengan kondisi keuangan mereka. Sedih ketika ada akun twitter gede bagi-bagi income orang lain. Berasa gak berguna dan beraneka perasaan negatif lainnya ketika kondisi mereka gak sebaik orang lain.

Tahu gak? Semakin tertekan dan berasa negatif soal kondisi semakin ga bagus buat kita ngatur duit. Emosi-emosi yang terkuat kalo ngomongin duit menurut artikelnya Forbes adalah: ketakutan, rasa bersalah, rasa malu dan rasa iri.

Jadi, gue coba nulis artikel ini demi resolusi atur duit tahun baru: Kelola Keuangan Bebas Rasa Bersalah. Biar tahun ini kita bersama bisa punya kehidupan keuangan yang bahagia.

Resolusi Atur Duit Tahun Baru: Kelola Keuangan Bebas Rasa Bersalah:

  1. Berhenti Bandingkan dengan Orang Lain
  2. Terima Tanggung Jawab Sebagai Pelaku
  3. Berdamailah dengan Diri Sendiri
  4. Tetapkan Tujuan yang Masuk Akal
  5. Ambil Langkah Kecil yang Konsisten
  6. Akumulasikan Keberhasilan dengan Konsistensi
  7. Hindari Terjerembab Ke Jebakan Finansial yang Sama

Kesimpulan: Bebas Rasa Bersalah Kunci Keuangan Sehat

Yuks kita mulai! 😀

Resolusi Atur Duit Tahun Baru

Resolusi Atur Duit Tahun Baru: Kelola Keuangan Bebas Rasa Bersalah:

Berhenti Bandingkan dengan Orang Lain

“Comparison is the thief of joy”

~ Theodore Roosevel

Pasti sudah pernah dengar quote di atas kan ya? Ngebandingin kondisi keuangan kita sama orang lain apalagi sampe kepikiran mah cuma bikin kita kurang bahagia. Saran pertama gue buat resolusi atur duit tahun baru ini ya HENTIKAN MEMBANDINGKAN DENGAN ORANG LAIN!

Njuk piye? Ya bandingkan dengan diri sendiri aja. Kondisi keuangan gue yang sekarang piye dibandingkan tahun lalu?

Kenapa sih gaboleh membandingkan kondisi keuangan sama orang lain?

Yakarena apa yang orang lain alami dan kemudian miliki itu udah pasti beda banget ama kita. Pun kalo misalkan mereka kerja di industri yang sama, bahkan di perusahaan yang sama! Hawong kehidupannya aja beda mase, mbake.

Daripada ngebandingin, mending buka-buka 10 website keuangan biar lebih pinter atur duit ini.

Bahayanya ngebandingin gini nih:

Misalkan kita udah mencapai kondisi tertentu, trus gegara ada twit-an satu akun finansial gede di twitter. Disitu dibilang penghasilan seseorang sekian juta ~yang ternyata sedikit di atas kita. Tapi dia bilang dah punya mobil merek XX, rumah tiga, jet pribadi, kapal pesiar sampe pembokat ratusan orang. Njuk kok beda ama kita?

Yekan elu gak ngerti warisan dia berapa banyak? Ato dia gak perlu biayain sekolah anak ato bantuin orang tua di kampung buat lunasin utang kartu kredit dulu berapa tahun? Yatho?

Trus kalo bandingin sama orang yang kurang beruntung yang penghasilannya jauh di bawah kita? Lebih bahaya lagi! Kenapa? Bisa bikin lau pada terlena!

Berasa sok kekerenan lagi dan terlena karena udah lebih dari orang lain.

Don’t. Just. Stop! Don’t compare yourself with others (financially)!

Terima Tanggung Jawab Sebagai Pelaku

Ya! Sayangnya pelaku dari semua berantakannya kehidupan keuangan yang kita alami adalah DIRI KITA SENDIRI!

Seberapapun berantakan kondisi yang sedang kita alami, kitalah yang menyebabkannya. Masih gak mau ngaku? Dengerin nasihat gue:

Merasa kejebak penipuan asuransi dan rugi bayar premi mahal tapi duit kita ilang? Merasa itu salah agen asuransinya? Nope! Itu salah kita sendiri yang gak menanyakan pertanyaan yang tepat pas ditawarin! Lebih-lebih, gak baca terms & condition yang dikasih sebelum bayar dan akhirnya tanda tangan polis!

Atau ada yang bayar cicilan pinjaman online gak lunas-lunas karena bunganya gede? Salah perusahaan pinjaman onlinenya yang ngenain bunga gede buat orang yang lagi butuh duit? Nope! Itu salah kita! Gak ada yang maksa buat minjem dan kewajibannya orang minjem ya memang kudu bayar.

Dan segudang permasalah finansial lainnya. Itu salah kita sebagai orang yang punya kewenangan untuk membuat keputusan dalam kehidupan kita sendiri. Bukan orang lain.

Bencana finansial apapun yang sedang kita alami, kalau bukan kita yang memutuskan di awal, percayalah gak akan kejadian. Sad but true.

Kenapa tahap ini penting sebagai bagian resolusi atur duit tahun baru ini?

Karena semakin cepat kita sadari bahwasannya kitalah yang bertanggung jawab, semakin cepat kita akan pegang kendali. Kita mulai bisa mengurangi rasa marah dan putus asa karena menyadari bahwasannya kunci untuk mengatasi masalah yang kita hadapi ya kita sendiri.

Kita jadi akan sadar bahwasannya kekuatan terbesar untuk membuat kita memiliki kehidupan keuangan yang bahagia adalah kita sendiri.

Baca juga tulisan tentang mengambil kendali: I’m Not A Victim!

Stop.blaming.others!

Start take control and steer your financial life!

You.are.the.freakin.captain!

Berdamailah dengan Diri Sendiri

Setelah menyadari diri sendiri adalah pelaku utama dan mengambil tanggung jawab penuh, langkah berikutnya adalah berdamailah dengan diri sendiri. Maafkan diri kita karena telah mengambil keputusan-keputusan buruk.

Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Berikan ruang untuk introspeksi kembali keputusan-keputusan yang sudah kita buat.

Tidak ada gunanya terus menerus marah ke diri sendiri kan? Toh keputusan sudah dibuat dan kita sudah dalam kondisi saat ini oleh keputusan kita.

Toh, kita yang saat ini mungkin sudah tidak lagi ada di posisi ketika harus mengambil keputusan-keputusan sulit tersebut. Tidak lagi berada di kondisi yang menyebabkan kita mengambil langkah yang saat ini terlihat salah.

Bisa jadi, di masa lalu, kita memang dihadapkan di situasi dan kondisi yang membuat kita tidak bisa tidak harus melakukannya. Kondisi yang memang membuat kita harus membuat keputusan bodoh.

Sementara kita yang saat ini bisa jadi malah bertanya-tanya karena lupa apa penyebab pastinya.

So, be kind to yourself. Make peace. Move on and try to find the focus on looking for the way to overcome the situation.

Tetapkan Tujuan yang Masuk Akal

Sudah mulai ambil kendali? Trus mau mulai dari mana?

Menurut gue sih tetapkan tujuan yang masuk akal. Tujuan-tujuan keuangan yang gak muluk-muluk dan bisa tercapai dalam jangka waktu pendek.

Kenapa kok begitu? Ya biar gak setres tambah gak bahagia karena tujuan keuangannya gak tercapai dan jauh panggang dari api. Carilah tujuan-tujuan keuangan yang kecil yang bisa dilakukan sebagi pondasi untuk bisa mencapai kebahagiaan finansial setahun kedepan.

Apa aja contohnya? Gue kasih dah beberapa tujuan keuangan sederhana yang bisa dicapai dalam satu tahun ini:

  1. Rajin catet pengeluaran dan pemasukan setiap hari.
  2. Kurang-kurangi pengeluaran yang gak perlu
  3. Bikin arus kas positif dan di akhir bulan ada sisa duit
  4. Gak telat bayar cicilan utang dan setiap ada duit lebih di akhir bulan dimasukkan ke bayar utang
  5. Lunasin utang sebelum tahun ini berakhir
  6. Konsisten melakukan nomor 1-4 sampai dengan akhir tahun kalo nomor 5 belum kejadian
  7. Konsisten melakukan nomor 1-3 sampai dengan akhir tahun kalo nomor 5 sudah kejadian sebelum akhir tahun

You’d be surprised by the things you can actually achieve.

Baca juga Bagaimana Mengatur Keuangan Keluarga yang Masih Negatif

Target-targetnya sederhana-sederhana kan? Gak yang muluk-muluk kudu investasi sekian persen endesbra endesbre?

Pencapaian-pencapaian kecil ini bakalan bisa bikin cara pikir kita lebih positif. Ternyata, kita bisa loh melakukan sesuatu untuk kehidupan keuangan kita. Ada yang bisa dilakukan tanpa harus menempuh perjalanan dan perjuangan luar biasa.

Optimisme inilah yang akan membawa kita yakin untuk menentukan target-target yang lebih besar ke depannya. Bahkan mungkin gak perlu menunggu tahun berganti, target kita sudah lebih besar dan berarti. 🙂

Optimisme ini penting untuk bisa mewujudkan resolusi atur duit tahun baru ini. Kan pengennya bisa punya kondisi ngatur duit yang bahagia ya. Kalo pesimis terus kapan bisa bahagianya.

Ambil Langkah Kecil yang Konsisten

Langkah kecil yang konsisten ini langkah kecil apa? Kan tujuan keuangan yang kecil-kecil dan gampang tercapai sudah? Kok perlu ada lagi langkah?

Ya kan tujuan itu apa yang mau dicapai. Nah buat mencapai itu apa saja yang harus dilakukan?

Karena tujuan-tujuannya sudah ditentukan yang achievable. so pasti langkahnya juga kudu doable.

Sudah kebayang gak apa aja?

Contohnya nih ya contohnya buat tujuan rajin catat pengeluaran dan pemasukan tiap hari:

  • Install aplikasi semacam Money Lover. Atau mulai pelajari bagaimana menggunakan aplikasi notes bawaan smartphone.
  • Tentukan bagaimana format pencatatan yang paling gampang dilakukan dan nantinya dipake untuk review kalo misalkan memang yang dipake nyatet aplikasi notes.

Masih kurang? Tujuan keuangan untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu misalkan, apa langkah yang bisa dilakukan?

  • mulai bungkus makan dari rumah setiap hari misalkan. Kan beli makan diluar itu sebenarnya tidak diperlukan.
  • Menahan pembelian barang yang tidak mendesak selama seminggu, dua minggu, tiga minggu, satu bulan atau sampai rasa keinginan itu hilang.
  • Mix and match baju instead of beli tiap minggu

Bagaimana? Bisa dilakukan gak kira-kira?

Langkah-langkah yang ditetapkan untuk setiap tujuan, cari aja yang kalian gak akan merasakan berat. Well, kalo gak bisa gak kerasa, paling gak cari aja yang kendali sepenuhnya ada di tangan kalian.

Baca juga Inspirasi Keuangan dari Warren Buffet

Contoh tujuan-tujuan kecil lainnya yang gue kasih di poin sebelumnya pun sebenernya gak butuh yang harus bagaimana banget kan?

Dengan langkah-langkah kecil yang bisa dicapai ini, bakalan bisa membantu ngebangun kebiasaan baik. Kebiasaan yang semoga bisa membawa kondisi keuangan ke arah yang lebih positif.

Akumulasikan Keberhasilan dengan Konsistensi

Sudah mulai melakukan langkah-langkah kecil yang ditulis di atas untuk mencapai tujuan-tujuan jangka pendeknya? Akumulaksikan pencapaian-pencapaian kecil tersebut.

Bisa mencatat pengeluaran dalam satu hari penuh secara lengkap? Lanjutkan untuk sampai ke dua hari, seminggu, dua minggu, sebulan. Lakukan terus menerus.

Make a streak!

Memasak dan bungkus makan dari rumah akan terasa berat di awal. Tapi, coba lakukan sehari, seminggu, dua minggu, sebulan dan gak kerasa kita akan bisa melakukannya sampai tiga bulan. Yang pasti, pengeluaran akan terpangkas. Selain itu mungkin juga akan mendapatkan berat badan yang turun karena makanan yang disiapkan dari rumah lebih sehat untuk dikonsumsi.

Kumpulkanlah keberhasilan-keberhasilan kecil ini sedikit-demi sedikit. Catat semua keberhasilan yang ada. Kalau perlu rayakan.

Perayaan untuk keberhasilan-keberhasilan kecil ini jangan lantas diterapkan dalam hal yang bikin keuangan bocor. Rayakanlah dengan mengeluarkan sedikit uang lebih untuk pengeluaran yang tidak berbahaya.

Misalkan, apabila berhasil bungkus makanan selama sebulan penuh, ada satu hari memberi hadiah dengan makan makanan idaman satu kali. Atau bahkan bisa juga dengan jalan apabila berhasil melakukan salah satu kegiatan kecil dan mencapai tujuan jangka pendeknya, hadiahi diri sendiri dengan membeli reksa dana pasar uang sebesar Rp. 50 ribu rupiah.

Baca juga Memilih Deposito atau Reksa Dana Pasar Uang?

Yha! Hadiah reksa dana pasar uang! Niatkan pada diri sendiri dana-dana hadiah tersebut tidak akan diambil minimal sampai tercapai cash flow positif, atau minimal setahun atau sampai mencapai nilai tertentu. Setelahnya, dana bisa dipergunakan untuk apapun.

Gue yakin sih pas waktunya dana itu diambil kalian pasti akan sayang make dan berujung dengan diinvestasikan lagi. Bihihihik.

Hindari Terjerembab Ke Jebakan Finansial yang Sama

Sudah dilakukan semuanya? Satu yang terakhir yang paling penting nih demi bisa mewujudkan resolusi atur duit tahun baru ini: JANGAN MASUK KE LUBANG YANG SAMA.

Mungkin benar kalau kondisi kita saat ini sama saja atau tidak lebih baik dibanding dengan kondisi ketika kita membuat keputusan keuangan yang jelek. Tapi, itu bukan alasan kalo kita bisa membuat keputusan itu lagi.

Ingat bahwasannya kita yang sekarang sudah tahu kalau keputusan itu salah. Hal itulah yang membawa kita ke kondisi sekarang. Kalau itu kita lakukan lagi, kita akan semakin tenggelam.

Selalu ada alternatif untuk mengambil arah lain dari keputusan yang mungkin kita ambil tersebut. Yuk pake contoh ini: terjerat di utang pinjama online.

Saat ini kondisi sangat tercekik untuk bisa membayar pinjaman online ini. Penghasilan bulanan habis hanya untuk membayar cicilan. Apakah keputusan untuk mengambil pinjaman lain akan jadi solusi tepat? Nggak!

Karena dengan mengambil lagi pinjaman online untuk membayar pinjaman sebelumnya hanya akan menambah jumlah pinjaman. Ingat, ada biaya administrasi dan bunga yang bisa jadi lebih tinggi.

Jalan keluarnya coba lihat ke arah lain. Kalau penghasilan kurang, apakah masih ada pengeluaran yang bisa ditekan? Apakah kita bisa mengambil pekerjaan kedua? Ataukah ada cara untuk memperbesar penghasilan?

Jangan bebani diri dengan tambahan-tambahan masalah serupa yang saat inipun kita masih pusing menghadapinya. Kalaupun harus ambil pinjaman misalkan, pastikan bunga dan biayanya lebih kecil dibanding yang sebelumnya. Dan sebagainya dan seterusnya.

Berat? Memang. Hal ini memang lebih mudah dikatakan daripada dipraktekkan. Tapi masuk akal bukan?

Kesimpulan: Bebas Rasa Bersalah Kunci Keuangan Sehat

Tentu saja bukan? Jadikan bebas rasa bersalah untuk kunci keuangan sehat sebagai resolusi atur duit tahun baru kalian. Jangan bebani diri dengan pikiran-pikiran yang kurang perlu.

Hal ini tentunya dimulai dengan mengambil tanggung jawab sebagai pelaku utama apapun yang terjadi dalam hidup. Jangan menyalahkan hal-hal yang ada di luar kendali kita yang akan membuat kita merasa semakin tak berdaya. Dengan mengambil tanggung jawab, kita akan memulai langkah pertama untuk menyelesaikan masalah kita.

Kemudian maafkan diri kita atas keputusan buruk yang sudah kita buat. Move on dan fokuskan usaha untuk mencari langkah-langkah penyelesaiannya.

Mulai tetapkan tujuan jangka pendek yang kemudian diwujudkan dengan langkah-langka kecil yang bisa dijalankan setiap hari. Raih keberhasilan-keberhasilan kecil yang bisa dirayakan dengan cara sederhana.

Semoga, dengan melakukan hal-hal kecil ini, resolusi atur duit tahun baru untuk mendapatkan pengelolaan keuangan yang bahagia dan bebas rasa bersalah bisa terwujud. Semoga kita semakin bahagia ~financially wise.

Kalo ada yang mau didiskusikan, silahkan langsung cuss isi komen di bawah ya. Atau kalau ada yang mau dicurhatin kirim aja email ke sini:

halo@danirachmat.com

11 tanggapan untuk “Resolusi Atur Duit Tahun Baru 2020: Kelola Keuangan Bebas Rasa Bersalah”

Uhukkk… Gue pas nulis juga sambil bikin komitmen dalam hati ini. Biar selalu seperti ini. Huhuhu.

Balas

Wow, thanks banget jurus2nya! Bisa dibilang hidupku tanggung jawabku. Setelah aku baca ini, ada 1 poin yang wajib saya lakukan: mencatat pengeluaran dan penerimaan uang. Benar itu akan sangat membantu mengendalikan keuangan kita. Thanks Dani dan salam kenal!

poin “berhenti bandingkan dengan orang lain” itu beneran pernah ngebebanin saya 2 tahun terakhir.

hari demi hari rasanya selalu tertekan. gak pernah bersyukur sama apa yang udah didapet, apalagi ekspektasi dari pihak eksternal macam mertua pun muluk-muluk.

thank you, mas, udah ngingetin lagi untuk berhenti ngebandingin sama orang & poin-poin lain yang juga ampuh!

Wihh tulisan nya bagus banget kak, apalagi diksi nya mantap deh;) meski kesindir banget tentang “berhenti bandingkan dengan orang lain” nyata dengan kehidupan saya kak:(
Ehh kak mampir dulu ke blog aku ya. Baru pemula sih kak, sama minta dikomentarin yaa kakak kakak:)? hhe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *