Kategori
Financial Independence Retire Early

Apakah Rumus FIRE 25x Pengeluaran Masih Relevan in This Economy?

Sudah kenal kan dengan rumus FIRE 25x pengeluaran? Rumus ini dipakai oleh para pejuang FIRE untuk menghitung perkiraan jumlah aset yang perlu dikumpulkan sebelum pensiun dini atau mencapai kebebasan finansial.

Perhitungannya simpel saja, yaitu mengalikan total pengeluaran tahunan dengan angka 25.

Misalnya, kalau pengeluaranmu mencapai Rp10 juta per bulan, berarti kebutuhan selama setahun adalah Rp120 juta. Dengan rumus 25x, target aset yang perlu dimiliki untuk bisa FIRE adalah sekitar Rp3 miliar (Rp120 juta × 25).

Angka tersebut dianggap cukup untuk membiayai kebutuhan hidup melalui hasil investasi, tanpa harus terus bergantung pada penghasilan dari pekerjaan.

Dari Mana Rumus FIRE Ini 25x Berasal?

Rumus FIRE 25x pertama didapatkan dari penelitian yang dikenal sebagai Trinity Study, sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 1998 oleh tiga profesor dari Trinity University di Amerika Serikat.

Penelitian ini menganalisis data historis pasar saham dan obligasi AS untuk mencari tingkat penarikan dana (withdrawal rate) yang memiliki peluang tinggi agar portofolio tetap bertahan selama masa pensiun.

Dalam penelitian tersebut, dicoba berbagai simulasi menggunakan data historis saham dan obligasi di Amerika Serikat. Para peneliti ingin melihat, berapa besar dana yang bisa ditarik setiap tahun tanpa membuat tabungan pensiun cepat habis.

Hasilnya menunjukkan kalau kita menarik sekitar 4% dari nilai portofolio pada tahun pertama pensiun, maka ada peluang besar dana bisa tetap bertahan hingga sekitar 30 tahun. Temuan inilah yang kemudian dikenal sebagai 4% Rule.

Angka 25 muncul karena merupakan kebalikan dari 4%. Secara matematis, 100 dibagi 4 menghasilkan 25. Artinya, jika seseorang hanya menarik sekitar 4% dari total aset setiap tahun, maka ia memerlukan aset sekitar 25 kali pengeluaran tahunan sebagai modal awal.

Seiring berkembangnya gerakan bebas finansial, rumus FIRE ini menjadi salah satu pedoman paling populer karena mudah dipahami dan diterapkan. Namun, perlu diingat bahwa Trinity Study menggunakan data pasar Amerika Serikat, asumsi inflasi tertentu, serta periode pensiun sekitar 30 tahun.

Kondisi ekonomi saat ini maupun karakteristik pasar di negara lain bisa berbeda, sehingga rumus 25x bisa saja kurang relevan di satu dan lain hal.

Baca juga: Rumus Perhitungan Pensiun Dini Karyawan Swasta

Kenapa Rumus FIRE 25x Ini Jadi Kurang Relevan?

Saat aturan 25x pengeluaran mulai populer, kondisi ekonomi global masih berbeda dengan sekarang. Inflasi relatif lebih stabil, suku bunga rendah dalam waktu lama, dan pasar modal menikmati periode pertumbuhan yang cukup panjang.

Nah, pertanyaannya, apakah target 25 kali pengeluaran masih cukup untuk menopang masa pensiun yang bisa berlangsung puluhan tahun in this economy?

Kalau kamu adalah salah satu yang mempertanyakan hal ini sekarang, kamu beralasan banget lho! Karena ada beberapa hal ini, yang dulu enggak ada.

1. Inflasi Lebih Sulit Diprediksi

Harga kebutuhan pokok enggak lagi bergerak dengan pola yang mudah ditebak. Dalam beberapa tahun terakhir, harga beras, telur, minyak goreng, hingga listrik berubah dengan cepat dan cukup tajam.

Kalau pengeluaran bulanan terus meningkat, target dana pensiun yang dihitung berdasarkan biaya hidup saat ini bisa menjadi kurang memadai beberapa tahun ke depan.

Kenaikan biaya kesehatan juga sama saja. Apalagi seiring bertambahnya usia, biaya perawatan kemungkinan juga akan ikut meningkat. Bahkan kenaikan premi asuransi kesehatan sering kali melampaui tingkat inflasi umum, sehingga anggaran bisa berubah dalam beberapa tahun.

2. Return Investasi Enggak Selalu Konsisten

Rumus FIRE 4% lahir dari asumsi bahwa portofolio investasi mampu menghasilkan return jangka panjang yang cukup stabil. Kenyataannya, pasar kan enggak bergerak dalam garis lurus. Ada tahun ketika saham mencatat kenaikan tinggi, tetapi ada pula periode ketika nilainya turun cukup dalam. Kayak sekarang. Pulihnya ya, bisa saja lebih lama. Enggak ada yang bisa memprediksi dengan pasti.

Obligasi pun enggak selalu menjadi penyeimbang yang ideal. Ketika suku bunga naik, harga obligasi dapat turun sehingga kinerjanya ikut tertekan. Return yang lebih rendah dari ekspektasi bikin pertumbuhan portofolio berjalan lebih lambat dibanding simulasi yang digunakan saat menyusun target FIRE.

3. Umur Harapan Hidup Semakin Panjang

Di sisi lain, kemajuan layanan kesehatan membuat harapan hidup masyarakat terus meningkat. Pensiun pada usia 50 tahun bukan lagi berarti menyiapkan dana untuk 20 tahun ke depan. Dalam banyak kasus, dana tersebut perlu bertahan selama 35 hingga 45 tahun, bahkan lebih lama.

Ya, kita sih selalu bersyukur kalau dikasih umur panjang. Masalahnya, semakin panjang masa pensiun, semakin besar pula peluang meningkatnya. Yang kayak gini sulit diprediksi jika hanya berpatokan pada kondisi saat masih bekerja.

4. Gaya Hidup Mudah Berubah

Pengeluaran kita kan enggak bisa dipastikan tetap sepanjang hidup kan ya? Bisa naik, bisa turun.

Nah, kalau pendapatan meningkat ya, alhamdulillah. Cuma kadang kenaikan kayak gini juga diikuti perubahan gaya hidup, namanya lifestyle inflation.

Sementara itu, masa pensiun juga enggak selalu identik dengan pengeluaran yang lebih kecil. Ada yang pengin lebih sering liburan, ikut komunitas, buka usaha kecil, atau bantu kebutuhan keluarga. Ya, pasti akan butuh anggaran ekstra kan? Bisa jadi ini belum diperhitungkan ketika menghitung target 25 kali pengeluaran.

Perubahan kebutuhan sehari-hari juga patut diperhatikan. Sebagian biaya memang berkurang, misalnya ongkos transportasi ke kantor atau pengeluaran makan siang saat bekerja. Namun, pos lain dapat meningkat, seperti tagihan listrik karena lebih sering berada di rumah, biaya rekreasi, atau layanan kesehatan.

Perubahan komposisi pengeluaran inilah yang membuat target FIRE perlu dievaluasi secara berkala, bukan dihitung sekali lalu dibiarkan tanpa penyesuaian.

Kapan Rumus FIRE 25x Masih Relevan?

Meski perlu sering-sering direview, rumus FIRE 25x ini masih bisa dipakai kok. Termasuk in this economy. Ya, pastinya ada syarat dan ketentuan berlaku.

Berikut beberapa situasi ketika rumus 25x masih layak digunakan sebagai target FIRE.

1. Memiliki Pengeluaran yang Stabil

Rumus FIRE 25x bisa kamu gunakan kalau pengeluaran bulananmu relatif konsisten dari tahun ke tahun. Kebutuhan pokok sudah terbentuk dengan jelas dan enggak sering berubah secara drastis.

Kondisi kayak gini bikin perhitungan kebutuhan dana pensiun jadi lebih akurat karena angka yang digunakan benar-benar mencerminkan biaya hidup sehari-hari. Sebaliknya, jika pengeluaran masih naik turun atau sering muncul kebutuhan besar yang sulit diprediksi, hasil perhitungannya bisa saja kurang akurat.

2. Portofolio Investasi Terdiversifikasi

Portofolio yang berisi berbagai jenis aset umumnya memiliki daya tahan lebih baik saat pasar mengalami gejolak. Misalnya, dana enggak hanya ditempatkan pada saham, tetapi juga tersebar ke obligasi, reksa dana pasar uang, atau instrumen lain sesuai profil risiko.

Ketika satu aset mengalami penurunan, aset lain dapat membantu mengurangi dampaknya terhadap keseluruhan portofolio. Diversifikasi memang tidak menghilangkan risiko, tetapi dapat membuat perjalanan investasi lebih stabil dalam jangka panjang.

3. Masih Memiliki Toleransi Risiko

Perjalanan menuju FIRE itu memang butuh effort. Kadang investasi kudu anjlok karena kondisi pasar, kayak sekarang. Buat balik pulih lagi ya perlu waktu.

Kalau kamu mampu menerima fluktuasi tersebut tanpa terburu-buru mengubah strategi, besar kemungkinan kamu cocok pakai rumus FIRE 25x ini. Sebaliknya, jika penurunan kecil saja sudah bikin kamu panik gak keruan sampai pengin jual seluruh investasi, kamu mungkin lebih cocok pakai target yang lebih konservatif.

4. Bersedia Menyesuaikan Pengeluaran kalau Pasar Turun

Enggak semua tahun memberikan hasil investasi yang baik. Ketika pasar sedang melemah, mengurangi sementara pengeluaran dapat membantu menjaga portofolio tetap bertahan lebih lama.

Kalau kamu bisa fleksibel seperti ini, maka ruang investasimu untuk pulih akan lebih besar.

Baca juga: Cara Produktif di Masa Pensiun FIRE dengan Memanfaatkan Waktu Luang

Jadi, Apakah Rumus FIRE 25x Pengeluaran Masih Relevan?

Jawabannya, masih. Tetapi enggak bisa dianggap sebagai patokan yang berlaku untuk semua orang.

Rumus FIRE 25x tetap bisa dipakai untuk titik awal kalau kita mau memperkirakan kebutuhan dana pensiun. Rumus ini simpel soalnya.  karena sederhana dan mudah diterapkan.

Tapi, kudu diingat bahwa kondisi ekonomi sekarang beda. Jadi, jangan terpaku pada angka 25 semata. Kamu kudu review berkala. Sesuaikan target FIRE dengan pengeluaran, profil risiko, sumber penghasilan, serta rencana hidupmu agar dana pensiun tetap mampu menopang kebutuhan dalam jangka panjang.

Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.

Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!

Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version