Kalau kamu termasuk sandwich generation, rencana untuk pensiun dini itu kayak jauh banget gak sih? Penghasilanmu yang imut itu harus dibagi untuk kebutuhan diri sendiri, pasangan atau anak, sekaligus membantu orang tua. Belum lagi biaya rumah, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari yang terus berjalan.
Konsep FIRE atau Financial Independence, Retire Early memang menawarkan tujuan yang cukup menarik sih, punya kondisi finansial yang memungkinkan kamu berhenti bekerja lebih awal.
Masalahnya, bagaimana kalau sebagian penghasilanmu sudah dipakai buat banyak kebutuhan? Apakah FIRE masih mungkin dicapai tanpa mengorbankan kebutuhan keluarga?
Strategi FIRE untuk Sandwich Generation agar Keuangan Tetap Terkendali
Bagi sandwich generation, mengejar FIRE membutuhkan perhitungan yang lebih bijak. Kamu perlu melihat kondisi keuangan keluarga secara utuh, lalu menentukan berapa banyak uang yang bisa dialokasikan untuk masa depan tanpa membuat kebutuhan hari ini berantakan.
1. Tentukan Angka FIRE Berdasarkan Kehidupanmu
Jangan langsung memakai angka FIRE orang lain sebagai patokan. Kebutuhan hidup setiap keluarga berbeda, apalagi kalau kamu punya tanggungan orang tua atau anak.
Mulailah dengan menghitung pengeluaran bulanan. Masukkan biaya rumah tangga, pendidikan anak, bantuan untuk orang tua, asuransi, transportasi, sampai kebutuhan pribadi. Setelah itu, buat perkiraan kebutuhan saat pensiun.
Misalnya, saat ini kamu membutuhkan Rp15 juta per bulan untuk seluruh keluarga. Setelah pensiun, belum tentu angkanya tetap sama. Anak mungkin sudah mandiri, tetapi biaya kesehatan orang tua bisa meningkat. Angka FIRE harus mengikuti proyeksi tersebut.
2. Pisahkan Dana untuk Setiap Tujuan
Kesalahan yang sering terjadi pada sandwich generation adalah mencampur semua kebutuhan ke dalam satu keranjang. Dana pensiun akhirnya ikut terpakai ketika ada kebutuhan keluarga yang mendesak.
Coba pisahkan rekening atau pos untuk kebutuhan harian, dana darurat, pendidikan anak, kebutuhan orang tua, dan investasi jangka panjang. Setiap pos punya tugas sendiri.
Dengan cara ini, ketika ada pengeluaran keluarga, kamu tidak otomatis mengambil uang yang sudah disiapkan untuk masa pensiun.
3. Jangan Memaksakan Tingkat Tabungan yang Terlalu Tinggi
FIRE memang identik dengan tingkat tabungan besar. Namun, kondisi sandwich generation membuat target menabung 50 – 70 persen penghasilan bisa sulit diterapkan.
Tidak masalah kalau kemampuanmu saat ini hanya 10–20 persen. Fokus pada konsistensi, lalu naikkan porsinya ketika pendapatan bertambah atau tanggungan mulai berkurang.
Kenaikan gaji juga bisa menjadi momentum untuk menambah investasi. Misalnya, setiap kenaikan penghasilan Rp2 juta, kamu bisa mengalokasikan sebagian untuk investasi sebelum menaikkan gaya hidup.
4. Bangun Sumber Penghasilan Tambahan
Mengandalkan gaji utama bisa membuat perjalanan menuju FIRE berjalan lambat. Penghasilan tambahan dapat memperbesar jumlah uang yang bisa diinvestasikan setiap bulan.
Pilih sumber penghasilan yang realistis dengan waktu dan kemampuanmu. Freelance, menulis, mengajar, menjual produk digital, atau bisnis kecil bisa menjadi pilihan.
Untuk sandwich generation, tambahan Rp2–3 juta per bulan pun dapat memberi dampak besar jika rutin masuk ke aset produktif dalam jangka panjang.
5. Investasikan Uang Sesuai Jangka Waktunya
Dana yang akan dipakai dalam satu atau dua tahun sebaiknya tidak diperlakukan sama dengan uang untuk kebutuhan 15 – 20 tahun mendatang.
Dana darurat membutuhkan instrumen yang mudah dicairkan dan relatif stabil. Sementara itu, dana pensiun punya horizon waktu panjang sehingga pilihan investasinya bisa lebih beragam, sesuai profil risiko masing-masing.
Target FIRE juga perlu mempertimbangkan inflasi. Rp10 juta per bulan hari ini enggak akan punya daya beli yang sama beberapa belas tahun mendatang.
6. Tetapkan Batas Bantuan untuk Keluarga
Membantu orang tua adalah hal yang sangat personal. Namun, sandwich generation juga perlu punya batas kemampuan finansial.
Kamu bisa menentukan nominal bantuan rutin berdasarkan pendapatan dan kebutuhan keluarga. Kalau ada kebutuhan besar seperti biaya rumah sakit atau renovasi rumah, hitung sumber dananya terlebih dahulu.
Menentukan batas bukan berarti berhenti peduli. Langkah ini membantu memastikan kamu tetap mampu memenuhi kebutuhan keluarga tanpa menghabiskan seluruh aset yang disiapkan untuk masa depan.
7. Anggap FIRE sebagai Target yang Bisa Berubah
FIRE enggak harus berarti berhenti bekerja total di usia 40 atau 45 tahun. Untuk sandwich generation, bentuk yang lebih realistis mungkin berupa Barista FIRE, Coast FIRE, atau sekadar mencapai kondisi ketika kamu punya kebebasan memilih pekerjaan.
Misalnya, setelah aset investasi cukup besar, kamu bisa mengurangi jam kerja dan mengandalkan kombinasi penghasilan aktif serta hasil investasi. Targetnya menjadi punya pilihan, bukan sekadar mengejar tanggal pensiun tertentu.
Menjadi sandwich generation memang membuat perjalanan menuju FIRE lebih kompleks. Ada lebih banyak kebutuhan yang harus dihitung dan lebih banyak kemungkinan pengeluaran mendadak.
Karena itu, target finansial sebaiknya dibuat berdasarkan kondisi nyata, bukan mengikuti angka yang terlihat bagus di media sosial. FIRE tetap bisa menjadi tujuan, selama kamu membangun tabungan, investasi, perlindungan finansial, dan batas bantuan keluarga secara seimbang.
Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.
Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!
Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!
