Kategori
Blogging Things Postingan Tamu

Tips Menulis dengan Lebih Cepat namun Tetap Berkualitas

Simak tips menulis dengan lebih cepat dan tetap berkualitas dari masternya konten Mbak Carolina Ratri ini!

Pernah lihat atau menemukan nggak, seseorang yang bisa menulis dengan baik dan dengan cepat?

Saya punya teman. Setiap 1 – 2 bulan sekali mungkin, berhasil menyelesaikan buku. Memang bukan buku yang selaris punya Dee Lestari sih, atau Tere Liye. (Etapi Tere Liye juga rasanya baru kemarin nerbitin buku, hari ini sudah ada yang baru lagi yak?)

Buku-buku dia adalah jenis-jenis buku yang akan dipajang di rak-rak hobi, rak-rak pendidikan, atau rak lain yang jauh dari pintu utama toko buku. Bukan jenis buku yang akan dipajang di rak best seller, tapi jenis buku yang akan sering dicari orang yang butuh informasi. Dan bukunya itu bisa terpajang di toko buku sampai 2 tahun!

Yah, saya sih menganggap orang-orang kayak ginilah justru penulis yang sebenarnya. Hihihi.

Baca postingan tamu Mbak Carra sebelumnya Berkenalan dengan Profesi Content Writer.

Tips Menulis dengan Lebih Cepat dan Berkualitas

But the point is, kok bisa ya dia nulis secepat itu? Dan meski bukan yang sangat berkualitas, tapi tulisannya cukup bernas, jelas … yah pokoknya mudah dimengerti dan dibacanya enak.

[three_fourth_last] [/three_fourth_last]

Beberapa hari yang lalu saya sempat membaca cerita Angela Lauria, founder Author Incubator, yang juga seorang trainer kepenulisan untuk penulis-penulis pemula. Author Incubator sendiri merupakan wadah untuk menggodog para calon penulis buku agar lebih produktif menghasilkan karya dan lebih efektif dalam mengelola waktunya.

Nah, Angela berbagi tips soal bagaimana meningkatkan produktivitas kita dalam menulis. Memang sih dia kasih tipsnya buat para penulis buku sih. Tapi kayaknya bisa juga diterapkan untuk menulis apa pun juga, termasuk menulis blogpost.

Tips menulis dengan lebih cepat namun tetap berkualitas

1. Kenali pembacamu

[one_half] [/one_half]

Ah, tips ini mah tips sejuta umat deh. Lama-lama klise juga ya. Hahaha. Tapi ya, gimana lagi? Untuk bisa menghasilkan tulisan yang fokus dan tepat sasaran ya kita harus menentukan dulu kita mau menulis buat siapa kan?

Yah, kalau diterapkan di blog sih, seharusnya pembaca sudah dikenali sejak kita mau serius ngeblog ya.

Umpama, mau bikin blog topik keuangan. Terus, keuangan buat siapa nih? Untuk para first jobber? Untuk para esmud? Untuk investor? Untuk emak-emak rempong (kayak saya)? Untuk corporate?

Kalau sudah menentukan target, lalu imajinasikan seseorang yang termasuk dalam target pembacamu itu. Hadirkan dia seakan-akan ada di depanmu, dan kamu sedang berusaha untuk menceritakan sesuatu atau memberikan informasi padanya langsung.

Dengan membayangkan pembaca yang hadir langsung di depanmu, kamu nggak akan galau arah tulisan akan di-ke mana-kan, karena biasanya bisa langsung dengan cepat mengalir saja.

2. Collect your idea

Fuel for the writers – tips menulis dengan lebih cepat dan tetap berkualitas

Ya, yang satu ini juga tips yang selalu ada di setiap tips menulis konten ya. So, ini barangkali juga merupakan jurus terampuh untuk bisa menulis dengan cepat tapi tetap berkualitas.

Karena apa?

Karena kita nggak akan menghabiskan waktu hanya untuk bengong, bingung mau nulis apaan.

Ada beberapa cara untuk mengumpulkan ide:

* Kumpulkan sambil jalan, berarti kamu harus selalu siap membawa catatan kecil supaya bisa sewaktu-waktu menangkap ide yang tiba-tiba lewat, atau unduh beberapa aplikasi catatan dalam smartphone kamu. Bisa pakai Trello, Evernote, atau Google Drive. Apa punlah.

* Sempatkan waktu untuk duduk dan brainstorming ide.

Mana yang lebih preferable? Bebas. Terserah kamu, semua oke.

3. Repurpose content

Nah, yang ini sering saya lakukan nih. Salah satu tips jitu menulis artikel dengan cepat adalah dengan me-repurpose tulisan lama. Atau rewrite.

Saya kebetulan pernah menulis untuk satu majalah online secara borongan. Tapi entah kenapa semua konten saya tersebut sekarang di-take down. Ya, nggak masalah sih, yang penting invoice kan sudah cair ya. Muahahaha. Abaikan.

Artikel-artikel yang sudah di-take down itu kemudian saya rewrite dan tamba-tambahin lagi. Mayan juga lho. Dapat sekitar 60-an artikel langsung. Hahaha *tertawa penuh kemenangan* *dibekep yang punya blog*

Ini juga sekarang saya lakukan di blog. Dandanin artikel-artikel Guest Post saya di mana-mana. Reposting ulang, edit yang perlu. Jangan lupa kasih keterangan, bahwa artikel tersebut muncul pertama kali di web atau blog siapa.

Iya, Angela juga melakukan hal yang sama untuk buku-buku yang sedang ditulis oleh penulis-penulis didikannya.

4. Buatlah waktu untuk menulis

Blogging using iPad

Bukan meluangkan waktu ya, melainkan membuat waktu. Bedanya apa?

Meluangkan waktu berarti kamu akan menulis saat ada sisa waktu setelah kegiatan yang lain.

Membuat waktu berarti kamu memasukkan kegiatan menulis kamu dalam to do list atau agenda harian kamu.

Dengan membuat waktu menulis, maka kamu akan berusaha fokus terhadap tulisan kamu, dan mengenyahkan semua hal yang mungkin mengganggu.

Logikanya, kalau kamu lebih fokus, pastinya tulisan pun lebih cepat kelar.

Baca juga postingan tamu tentang Cara Membangun Semangat Ngeblog.

5. Jalin network dengan orang-orang yang tepat

Angela meng-encourage para penulisnya satu sama lain agar saling berinteraksi, saling menularkan semangat menulis.

Memang sih ya, kalau kita ngumpulnya dengan orang-orang yang sama visinya, sama passion-nya, energinya bakalan nggak habis-habis loh. Ide dan daya kreativitas kita akan terasah terus. Pun ilmu dan wawasan kita juga akan bertambah. Pokoknya saya mengamini banget soal positivity yang akan kita rasakan kalau kita deket-deket dengan orang-orang yang juga punya aura positif.

Itu juga yang saya lakukan pada para penulis Rocking Mama. Eheum.

Therefore, saya agak menarik diri dari keriuhan para blogger dengan alasan yang sama. Hehehe.

6. Pilih dan ikut kelas menulis

Ini memang akan sangat membantu untuk meningkatkan keterampilan menulis kita. Setidaknya, kita akan punya mentor yang akan memberitahu mana yang harus diperbaiki, yang juga pasti dengan senang hati mengingatkan kita untuk lebih fokus terhadap apa yang sedang kita kerjakan.

Tapi, harus hati-hati juga sih. Jangan sampai terjebak kelas nulis bodong, yang cuma meminta bayaran tanpa memberikan nilai tambah buat kita.

Patokan memilih kelas online

Materi apa yang diajarkan?

Kalau saya sih patokannya gini. Kalau materi kelas nulis tersebut bisa saya dapatkan dengan gratis hanya dengan googling, sedangkan saya harus bayar untuk mendapatkannya di kelas tersebut, maka kelas itu nggak layak untuk diikuti. Makanya saya harus tahu dulu materi apa yang akan diajarkan.

Kenapa harus bayar untuk yang gratis kan?

Siapa pematerinya?

Kedua, lihat pemateri. Sorry to say, kalau pematerinya nggak lebih hebat dari saya, ya buat apa saya ikutan kan? Hahaha. Belagu amat sih, Mak? Ya, tapi masuk akal kan?

Cara tahunya, misalnya apakah si pemateri itu sudah punya portfolio melebihi saya? Misalnya, kalau kelas menulis buku, apakah buku yang ditulisnya sudah lebih banyak dari buku saya? Berapa yang diterbitkan secara mayor, dan berapa yang indie? Bagaimana penjualannya, ini bisa dilihat dari banyak cara sih, salah satunya dengan melihat kepopulerannya di media sosial.

Ya pokoknya harus kepo maksimal dulu deh sama pematerinya.
Nah, itu dia cara meningkatkan skill menulis dan juga cara menulis dengan lebih cepat dan efisien ala Angela Lauria, sang founder Author Incubator.

Selanjutnya ya tergantung niat masing-masing sih.

Baca juga postingan tamu tentang 5 Tipe Blogger Indonesia.

Penutup

FYI, akhir minggu adalah waktu khusus bagi saya untuk menulis. Saya nggak mengerjakan yang lain, seperti ngurusin medsos penerbit, atau apalah apalah yang sudah saya kerjakan selama weekdays. Saya benar-benar hanya nulis. Berapa artikel yang bisa saya hasilkan? Antara 6 – 10 artikel. Mentah sih. Tapi saya jamin editingnya nanti nggak akan terlalu banyak. Hehehehe. Saya fokus nulis di hari Sabtu dan Minggu, di samping urus anak-anak dan kerjaan domestik pastinya ya.

Jadi, masih mau bilang, nulis 1 artikel yang berkualitas setiap hari itu nggak mungkin bisa tercapai? Hehehe.
Ditulis oleh

Carolina Ratri – www.CarolinaRatri.com
Untuk blog Dani Rachmat

61 tanggapan untuk “Tips Menulis dengan Lebih Cepat namun Tetap Berkualitas”

Betul juga ya, bukan meluangkan waktu untuk nulis tapi membuat waktunya. Selama ini aku meluangkan waktu ditengah-tengah kesibukan lain… hihihi. Aku mau coba yang repurpose content itu ah, kayaknya asik juga ngulik tulisan lama?.

wah, bener ya buat waktu untuk menulis, …
aku masih sesuka2nya aja sih buka blog kapan sempat,
itupun masih terganggu buka2 medsos dan WA he..he.. jadi ngisi blognya nggak fokus

thanks Dani dan mbak Carra

Mba Carra idolakuuuh :*
Tadinya galau banget Mas masalah waktu nulis. Soalnya ada beberapa yg bilang nulis sesempetnya. Tapi ternyata nggak berlaku di saya. Ada dua bocah yg riweuh plus tugas negara yg gak kelar2. Wahaha *curcol.
So let me try: membuat waktu nulis!

Duh, punya beberapa blog tapi cuma 1 yang keurus, 1 lagi rada-rada. Maksudnya apa sih rada-rada? Ya kadang update kadang enggak gitu, hahaha. Sisanya kasiaaan deh. Pengen bisa produktif kayak Mbak Carra, nih. colekin bayangan di cermin

Hihihihi… Iya Mbak Noe, sama sayah juga. Jadi kalo nemu tulisan lama langsung deh edit. Kalo temanya relevan langsung aja republish di tanggal editnya. Wkwkwkwkw. Mayan hemat waktu nyari ide tulisan 😀

Bagus sekali nih artikelnya, membantu saya yang sedang mencoba untuk menulis 🙂

Pada awal awal si sulit banget untuk mendapatkan 100 kata pun, sekarang sudah ada kemajuanlah jadi 110 hehehe.

Duh mas dan, mau nulis satu posting aja rasanya lama kayak semedi, gimana mau nulis artikel lebih dari satu buat sehari? Hum, kecuali ada motivasi yang mendorong, seperti misalnya tugas kuliah deadline jam berapa gitu hehe.

Informasi yang sangat bermanfaat buat saya yg bisnis tulis menulis, terimakasih banyak mas, & salam kenal

Pas baca judul, kayak familiar sama penulisnya.
Hahaha dibaca lagi, yah bener aja si Mbak Carra. 🙂

Hmmm, hal yang sering ngehambat aku menulis cepat adalah proses ideation-nya. Kelamaan riset, meskipun editing bentar. Atau sebenarnya karena malas, ya? Hihihi.

Poin yang terakhir yang pengen aku terapin. Tapi sampai sekarang belum ada yang cocok. Pengen dapat masukan sekaligus belajar membuat tulisan yang bagus. Omong2 mbak Carra rajin banget ya nulis artikel, aku aja nulis sebiji berjam-jam haha

Kalo inspirasi lagi keluar, saya biasanya cuma butuh 30-45 menit untuk menulis satu artikel. Yg bikin lama tuh proses editing setelahnya. Mencari gambar, mengatur tampilan, dan lain lain hehehe.

Kunjungan pertama nih, salam kenal ya

Pencerahan! Mau coba re-write artikel lama dengan semangat baru, apalagi artikel yang ever-lasting.

Kesulitan dalam menulis sudah saya rasakan sejak awal membangun blog, kesalahan dalam memilih niche membuat saya sering bingung ingin menulis apa, sehingga niche blog saya kini gado-gado (campur/umum).

Mungkin itu yang menjadi alasan kita harus mengenali pembaca blog kita serta minat dalam menulis.

Itu juga yang saya alami dulu Mas Tegar. Ketika isi blog masih campur-campur saya suka pusing tujuh keliling mau nulis apaan.
Eh setelah fokus malah semakin enak. 😀

Semoga semakin lancar ya ngeblognya 🙂

Balas

Membantu sekali buat saya yang memang kesulitan dalam menuangkan ide menulis apalagi sekarang ini , tulisan artikel menjadi makanan penting bagi membaca artikel yang kita tulis, Setidaknya yang kita tulis tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi para pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *