Tunjangan hari raya diberikan memang untuk tujuan memenuhi kebutuhan di hari raya. Seperti belanja untuk rumah, ongkos mudik, dan sebagainya. Selain itu, THR juga bisa jadi kesempatan bagus untuk menambah aset.
Nah, ini pas sih dengan prinsip FIRE, ketika kamu perlu membangun kebebasan finansial melalui investasi yang konsisten. Sesuai dengan prinsipnya, bahwa setiap sumber dana yang datang di luar gaji bulanan bisa dimanfaatkan untuk menambah aset. THR termasuk salah satunya.
Lalu, pertanyaan yang muncul kemudian adalah memang bisa THR dipakai buat investasi? Kalau bisa, porsinya seberapa biar gak ngeganggu kebutuhan Hari Rayanya?
Alasan Mengapa Tunjangan Hari Raya Cocok Dijadikan Modal Investasi
Well, of course, tunjangan hari raya alias THR bisa dimanfaatkan untuk nambah investasi. Justru, dana ini cucoks banget dijadikan modal investasi. Mengapa? Ini alasannya.
1. Datangnya Terpisah dari Gaji Bulanan
Tunjangan hari raya alias THR biasanya diterima di luar siklus gaji rutin. Karena enggak termasuk dalam arus pemasukan bulanan yang sudah dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, dana ini relatif lebih fleksibel untuk dialokasikan.
Dana ini ada di luar anggaran tetap seperti biaya makan, cicilan, atau transportasi. Jadi, menyisihkan sebagian untuk investasi pada prinsipnya enggak akan mengganggu struktur pengeluaran yang sudah berjalan.
Baca juga: Prioritas THR Lebaran yang Sebaiknya Diutamakan
2. Tidak Terikat Pengeluaran Rutin
Sebagian besar kebutuhan bulanan logikanya kan sudah tertutup dari gaji reguler. Tagihan listrik, sewa, cicilan, dan kebutuhan dapur biasanya enggak bergantung pada THR. Karena nggak punya kewajiban yang melekat, dana ini lebih mudah diprioritaskan untuk tujuan jangka panjang.
Menggunakannya sebagai modal investasi membantu mengubah uang musiman menjadi aset yang bisa berkembang. Pilihan ini sering lebih efektif dibanding menghabiskan seluruhnya dalam waktu singkat.
3. Cocok untuk Memulai Kebiasaan Investasi
Banyak orang menunda investasi karena merasa harus menunggu dana khusus. Tunjangan hari raya bisa menjadi pintu masuk yang praktis untuk mulai mencoba. Jumlahnya umumnya cukup untuk membeli instrumen investasi dasar seperti reksa dana, saham, atau obligasi ritel.
Dengan memulai dari THR, kita bisa belajar memahami proses investasi tanpa mengganggu dana kebutuhan sehari-hari. Pengalaman ini sering membantu membangun rasa percaya diri dalam mengelola aset.
4. Bisa Menjadi Setoran Investasi Tahunan
Karena THR datang setiap tahun, dana ini bisa dijadikan sumber setoran investasi yang konsisten. Jika sebagian selalu dialihkan ke investasi, portofolio akan bertambah secara bertahap dari tahun ke tahun.
Pola ini membantu membangun disiplin tanpa perlu menambah beban dari gaji bulanan. Dalam jangka panjang, setoran tahunan yang rutin bisa menghasilkan akumulasi yang cukup berarti.
5. Mengurangi Risiko Uang Habis Sekali Pakai
Tunjangan hari raya sering habis cepat karena digunakan untuk berbagai kebutuhan Lebaran sekaligus. Belanja pakaian, makanan, dan keperluan keluarga bisa mengurasnya dalam waktu singkat.
Menyisihkan sebagian untuk investasi membantu menjaga agar enggak seluruh dana habis untuk konsumsi. Dengan begitu, ada bagian dari THR yang tetap terjatah untuk masa depan. Dengan begini, pengaturan keuangan kita jadi lebih seimbang antara kebutuhan sekarang dan rencana jangka panjang.
Berapa Persen THR yang Ideal untuk Investasi?
Enggak ada angka pasti yang bisa dipakai untuk semua orang. Kondisi keuangan tiap orang berbeda. Ada yang masih menata dana darurat, ada yang sedang melunasi cicilan, ada juga yang sudah cukup stabil dan mulai fokus menambah aset.
Karena itu, pembagian tunjangan hari raya untuk investasi sebaiknya dilihat sebagai patokan saja, bukan aturan kaku. Angka persentase membantu memberi gambaran yang praktis saat menentukan porsi yang realistis.
Bagi yang baru ingin mencoba investasi, alokasi sekitar 10–20% dari THR sudah cukup sebagai permulaan. Porsi ini relatif ringan sehingga enggak mengganggu kebutuhan lain selama Lebaran. Sisa dana masih bisa digunakan untuk berbagai pengeluaran yang biasanya muncul pada periode tersebut, seperti berbagi dengan keluarga, membeli kebutuhan rumah, atau menutup biaya mudik.
Jika dana darurat sudah tersedia dan kondisi keuangan lebih stabil, porsi investasi bisa dinaikkan ke 20–30% dari THR. Karena kalau sudah di tahap ini, investasi biasanya sudah jadi bagian dari perencanaan keuangan yang solid. Dana yang dialokasikan juga untuk memperbesar portofolio yang sudah ada. Kamu bahkan bisa menggunakan momen ini untuk menambah kepemilikan pada instrumen yang sama setiap tahun, sehingga portofolio bertumbuh secara bertahap.
Ada juga yang memilih mengalokasikan 30–50% dari tunjangan hari raya untuk investasi. Mungkin kamu-kamu yang sudah biasa menabung dan punya tujuan finansial jangka panjang yang jelas. Kayak mau FIRE secepatnya, misalnya. Dengan porsi yang lebih besar, THR menjadi semacam setoran tambahan yang langsung memperkuat aset investasi tahunan.
Persentase tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jika masih ada utang konsumtif dengan bunga tinggi, sebagian dana mungkin lebih baik dipakai untuk mengurangi kewajiban tersebut.
Begitu juga jika dana darurat belum terbentuk dengan baik. Tujuan dari pembagian ini adalah memberi kerangka berpikir yang praktis, agar penggunaan THR tidak hanya mengikuti kebiasaan lama, tetapi diputuskan dengan pertimbangan yang lebih matang.
Baca juga: Strategi Investasi Saham Jangka Panjang untuk Pemula in This Economy
So, selain bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tunjangan hari raya juga bisa ikut menambah aset yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Ketika kebiasaan ini dilakukan setiap tahun, akumulasinya akan lumayan nantinya. Jumlahnya mungkin tidak langsung besar, tetapi langkah kecil yang berulang sering memberi hasil yang lebih stabil dalam perjalanan keuangan jangka panjang.
Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.
Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!
Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!
