Blog Perencanaan Keuangan

Menu
  • FIRE
    • Dana Pensiun
  • Perencanaan Keuangan
    • Kredit
      • Kredit Umum
      • KPR
      • Kartu Kredit
      • Kredit Online
    • Asuransi
    • Dana Darurat
    • Dana Pendidikan
    • Tips Hemat
  • Investasi
    • Emas
    • Business
    • Crypto
    • ORI-SukRi
    • Reksadana
    • Saham
    • P2P Lending
  • Kamus Keuangan
  • Stories
    • Keluarga
    • Buku
    • Film
    • Musik dan CD
    • Office Life
    • Di Balik Blog
    • Inspirasi
  • About Me
    • Site Map danirachmat.com
    • Contact
    • Paid Post
    • Postingan Tamu
    • Disclaimer
Home
Financial Independence Retire Early
THR dan FIRE: Berapa Persen yang Sebaiknya Dialokasikan untuk Investasi?
Financial Independence Retire Early

THR dan FIRE: Berapa Persen yang Sebaiknya Dialokasikan untuk Investasi?

penuliskonten 10/03/2026

Tunjangan hari raya diberikan memang untuk tujuan memenuhi kebutuhan di hari raya. Seperti belanja untuk rumah, ongkos mudik, dan sebagainya. Selain itu, THR juga bisa jadi kesempatan bagus untuk menambah aset.

Nah, ini pas sih dengan prinsip FIRE, ketika kamu perlu membangun kebebasan finansial melalui investasi yang konsisten. Sesuai dengan prinsipnya, bahwa setiap sumber dana yang datang di luar gaji bulanan bisa dimanfaatkan untuk menambah aset. THR termasuk salah satunya.

Lalu, pertanyaan yang muncul kemudian adalah memang bisa THR dipakai buat investasi? Kalau bisa, porsinya seberapa biar gak ngeganggu kebutuhan Hari Rayanya?

Daftar Isi
  1. Alasan Mengapa Tunjangan Hari Raya Cocok Dijadikan Modal Investasi
    1. 1. Datangnya Terpisah dari Gaji Bulanan
    2. 2. Tidak Terikat Pengeluaran Rutin
    3. 3. Cocok untuk Memulai Kebiasaan Investasi
    4. 4. Bisa Menjadi Setoran Investasi Tahunan
    5. 5. Mengurangi Risiko Uang Habis Sekali Pakai
  2. Berapa Persen THR yang Ideal untuk Investasi?

Alasan Mengapa Tunjangan Hari Raya Cocok Dijadikan Modal Investasi

THR dan FIRE: Berapa Persen yang Sebaiknya Dialokasikan untuk Investasi?

Well, of course, tunjangan hari raya alias THR bisa dimanfaatkan untuk nambah investasi. Justru, dana ini cucoks banget dijadikan modal investasi. Mengapa? Ini alasannya.

1. Datangnya Terpisah dari Gaji Bulanan

Tunjangan hari raya alias THR biasanya diterima di luar siklus gaji rutin. Karena enggak termasuk dalam arus pemasukan bulanan yang sudah dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, dana ini relatif lebih fleksibel untuk dialokasikan.

Dana ini ada di luar anggaran tetap seperti biaya makan, cicilan, atau transportasi. Jadi, menyisihkan sebagian untuk investasi pada prinsipnya enggak akan mengganggu struktur pengeluaran yang sudah berjalan.

Baca juga: Prioritas THR Lebaran yang Sebaiknya Diutamakan

2. Tidak Terikat Pengeluaran Rutin

Sebagian besar kebutuhan bulanan logikanya kan sudah tertutup dari gaji reguler. Tagihan listrik, sewa, cicilan, dan kebutuhan dapur biasanya enggak bergantung pada THR. Karena nggak punya kewajiban yang melekat, dana ini lebih mudah diprioritaskan untuk tujuan jangka panjang.

Menggunakannya sebagai modal investasi membantu mengubah uang musiman menjadi aset yang bisa berkembang. Pilihan ini sering lebih efektif dibanding menghabiskan seluruhnya dalam waktu singkat.

3. Cocok untuk Memulai Kebiasaan Investasi

Banyak orang menunda investasi karena merasa harus menunggu dana khusus. Tunjangan hari raya bisa menjadi pintu masuk yang praktis untuk mulai mencoba. Jumlahnya umumnya cukup untuk membeli instrumen investasi dasar seperti reksa dana, saham, atau obligasi ritel.

Dengan memulai dari THR, kita bisa belajar memahami proses investasi tanpa mengganggu dana kebutuhan sehari-hari. Pengalaman ini sering membantu membangun rasa percaya diri dalam mengelola aset.

4. Bisa Menjadi Setoran Investasi Tahunan

Karena THR datang setiap tahun, dana ini bisa dijadikan sumber setoran investasi yang konsisten. Jika sebagian selalu dialihkan ke investasi, portofolio akan bertambah secara bertahap dari tahun ke tahun.

Pola ini membantu membangun disiplin tanpa perlu menambah beban dari gaji bulanan. Dalam jangka panjang, setoran tahunan yang rutin bisa menghasilkan akumulasi yang cukup berarti.

5. Mengurangi Risiko Uang Habis Sekali Pakai

Tunjangan hari raya sering habis cepat karena digunakan untuk berbagai kebutuhan Lebaran sekaligus. Belanja pakaian, makanan, dan keperluan keluarga bisa mengurasnya dalam waktu singkat.

Menyisihkan sebagian untuk investasi membantu menjaga agar enggak seluruh dana habis untuk konsumsi. Dengan begitu, ada bagian dari THR yang tetap terjatah untuk masa depan. Dengan begini, pengaturan keuangan kita jadi lebih seimbang antara kebutuhan sekarang dan rencana jangka panjang.

Berapa Persen THR yang Ideal untuk Investasi?

THR dan FIRE: Berapa Persen yang Sebaiknya Dialokasikan untuk Investasi?

Enggak ada angka pasti yang bisa dipakai untuk semua orang. Kondisi keuangan tiap orang berbeda. Ada yang masih menata dana darurat, ada yang sedang melunasi cicilan, ada juga yang sudah cukup stabil dan mulai fokus menambah aset.

Karena itu, pembagian tunjangan hari raya untuk investasi sebaiknya dilihat sebagai patokan saja, bukan aturan kaku. Angka persentase membantu memberi gambaran yang praktis saat menentukan porsi yang realistis.

Bagi yang baru ingin mencoba investasi, alokasi sekitar 10–20% dari THR sudah cukup sebagai permulaan. Porsi ini relatif ringan sehingga enggak mengganggu kebutuhan lain selama Lebaran. Sisa dana masih bisa digunakan untuk berbagai pengeluaran yang biasanya muncul pada periode tersebut, seperti berbagi dengan keluarga, membeli kebutuhan rumah, atau menutup biaya mudik.

Jika dana darurat sudah tersedia dan kondisi keuangan lebih stabil, porsi investasi bisa dinaikkan ke 20–30% dari THR. Karena kalau sudah di tahap ini, investasi biasanya sudah jadi bagian dari perencanaan keuangan yang solid. Dana yang dialokasikan juga untuk memperbesar portofolio yang sudah ada. Kamu bahkan bisa menggunakan momen ini untuk menambah kepemilikan pada instrumen yang sama setiap tahun, sehingga portofolio bertumbuh secara bertahap.

Ada juga yang memilih mengalokasikan 30–50% dari tunjangan hari raya untuk investasi. Mungkin kamu-kamu yang sudah biasa menabung dan punya tujuan finansial jangka panjang yang jelas. Kayak mau FIRE secepatnya, misalnya. Dengan porsi yang lebih besar, THR menjadi semacam setoran tambahan yang langsung memperkuat aset investasi tahunan.

Persentase tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jika masih ada utang konsumtif dengan bunga tinggi, sebagian dana mungkin lebih baik dipakai untuk mengurangi kewajiban tersebut.

Begitu juga jika dana darurat belum terbentuk dengan baik. Tujuan dari pembagian ini adalah memberi kerangka berpikir yang praktis, agar penggunaan THR tidak hanya mengikuti kebiasaan lama, tetapi diputuskan dengan pertimbangan yang lebih matang.

Baca juga: Strategi Investasi Saham Jangka Panjang untuk Pemula in This Economy

So, selain bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tunjangan hari raya juga bisa ikut menambah aset yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Ketika kebiasaan ini dilakukan setiap tahun, akumulasinya akan lumayan nantinya. Jumlahnya mungkin tidak langsung besar, tetapi langkah kecil yang berulang sering memberi hasil yang lebih stabil dalam perjalanan keuangan jangka panjang.

Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.

Membangun Aset 300 Kali Gaji, oleh Dani Rachmat

Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!

Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!

Share
Tweet
Email
Prev Article
Next Article

Related Articles

Syarat Pensiun Dini yang Perlu Dipenuhi sebelum Mengambil Keputusan Besar
Keinginan untuk pensiun dini sering muncul setelah seseorang merasa lelah …

Syarat Pensiun Dini yang Perlu Dipenuhi sebelum Mengambil Keputusan Besar

Mengejar Financial Freedom Sebelum 40: Tips Realistis dan Terukur
Banyak orang punya impian bisa santai secara finansial sebelum umur …

Mengejar Financial Freedom Sebelum 40: Tips Realistis dan Terukur

About The Author

penuliskonten

Write. Write. Write. We just write, and write away! IG @penuliskonten.id

Leave a Reply Cancel Reply

Beli e-book Kebebasan Finansial Level 1

Podcast

Postingan Terbaru

  • Jenis Dana Pensiun: Mana yang Lebih Cocok untuk Profil Risikomu?
    Jenis Dana Pensiun: Mana yang Lebih Cocok …
  • Cara Financial Freedom yang Realistis di Tengah Kebutuhan Hidup yang Terus Naik
    Cara Financial Freedom yang Realistis di Tengah …
  • Investasi Dana Pensiun di Tengah Krisis: Kapan Bertahan, Kapan Menyesuaikan?
    Investasi Dana Pensiun di Tengah Krisis: Kapan …
  • Cara Belajar Investasi Saham Pemula untuk Tujuan Keuangan FIRE
    Cara Belajar Investasi Saham Pemula untuk Tujuan …
  • 10 Pekerjaan untuk Pensiunan Swasta yang Minim Modal dan Risiko
    10 Pekerjaan untuk Pensiunan Swasta yang Minim …

Postingan Paling Populer

  • Contoh Perusahaan Dana Pensiun di Indonesia dan Cara Kerjanya
    Contoh Perusahaan Dana Pensiun di Indonesia dan …
  • Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun bagi Freelancer dan Pekerja Mandiri
    Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun bagi Freelancer …
  • Langkah Awal Merencanakan Dana Pensiun untuk Karyawan Swasta
    Langkah Awal Merencanakan Dana Pensiun untuk Karyawan …
  • Cara Financial Freedom yang Realistis di Tengah Kebutuhan Hidup yang Terus Naik
    Cara Financial Freedom yang Realistis di Tengah …
  • Apa Itu Saham dan Mengapa Penting dalam Perjalanan Menuju FIRE
    Apa Itu Saham dan Mengapa Penting dalam …

Blog Perencanaan Keuangan

Copyright © 2026 Blog Perencanaan Keuangan
Design by Mamat

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
Go to mobile version